Kemenag Sleman Gelar Vaksinasi Booster COVID-19 Guna Antisipasi Mudik Lebaran

Sleman – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menyelenggarakan vaksinasi booster gratis di Perpustakaan MAN 3 Sleman, (Mayoga) di Jalan Magelang, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Selasa (19/4/2022). Sidik Pramono, Kepala Kantor Kemenag Sleman mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat vaksinasi booster COVID-19 dalam menyambut lebaran Idulfitri 1443 Hijriah.

“Kabupaten Sleman sebagai bagian dari kota pendidikan banyak didatangi mahasiswa maupun santri dari luar daerah, sebagai syarat mudik mereka harus mengikuti vaksin dosis 3. Selain itu, pada masa lebaran nanti, Yogya akan kedatangan banyak tamu dan wisatawan. Perlu antisipasi untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat ketika harus menerima kunjungan dari luar,” terang Sidik.

Ia menambahkan bahwa target peserta dalam vaksinasi kali ini adalah 500 orang, yang terdiri dari guru, pegawai, keluarga, dan masyarakat umum di lingkungan Kemenag Sleman.

“Untuk kelancaran acara, kegiatan ini diselenggarakan dengan panitia gabungan dari MAN 3 Sleman dan MTsN 6 Sleman.  Vaksinasi dimulai pukul – WIB bertempat di dua ruangan, dengan Peserta putra bertempat di Hall lantai 2 sedangkan putri berada di ruang Audio Visual Aids (AVA),” lanjut Sidik.

Berdasarkan data, total pendaftar ada 137 orang. Sementara jumlah peserta yang tervaksin ada 133 orang. Beberapa peserta gagal mengikuti vaksinasi disebabkan jenis vaksin yang berbeda, hipertensi dan belum memenuhi usia 18 tahun. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah jenis Astrazeneca dan Moderna. 

“Kita berharap momentum lebaran bisa kembali dirasakan dengan normal, tidak ada cluster baru muncul setelah Halal Bihalal. Untuk itu target 30% booster harus segera dituntaskan,” kata Masmin Afif, Kepala Kantor Kementerian Agama DIY saat menghadiri kegiatan vaksiansi. (Edy S/KIM Moyudan)




Tamanmartani Gelar Peringatan Hari Jadi ke-74

Sleman – Kalurahan Tamanmartani menggelar Peringatan Hari Jadi ke-74 pada Selasa (19/4/2022), di Balai Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan.

Lurah Tamanmartani Gandang Harjanata sambutanya mengatakan, penyelenggaraan peringatan hari jadi tahun 2022 sengaja dilaksanakan secara sederhana, karena masih dalam suasana pandemi COVID-19. “Walaupun demikian diharapkan tetap tidak mengurangi makna peringatan itu sendiri,” kata Gandang.

Pada prinsipnya, lanjut Gandang, peringatan sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT yang telah memberikan Tamanmartani kesempatan untuk lebih maju, baik pembangunan fisik maupun kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu yang telah merintis dan mengisi pembangunan sejak disatukanya empat Kalurahan Lama yaitu Pucungsari, Tamanan, Bogem dan Tegalrejo menjadi satu dengan nama Tamanmartani.

“Kita wajib bersukur kepada Allah dan berterima kasih kepada para perintis dan keluarganya, dengan cara terus berkolaborasi antara pemerintah Kalurahan, lembaga-lembaga dan masyarakat untuk bekerja keras dan cermat mewujudkan Tamanmartani yang Sejahtera, Inovatif, Berbudaya, Agamis dan Rukun,” kata Gandang.

“Dan jangan lupa Kita doakan agar para perintis yang telah mendahului kita diterima amalnya, diampuni dosanya dan mendapat tempat yang lebih baik di Surga. Kita yang meneruskan mencapai cita-citanya diberikan kekuatan dan kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Esa, pungkas Gandang,” lanjutnya.

Sementara itu berdasarkan sejarah singkat Kalurahan Tamanmartani yang dibacakan Kamituwo Awan Paradhes, Kalurahan Tamanmartani yang saat ini memiliki 22 padukuhan, merupakan penyatuan empat Kalurahan lama yaitu Kalurahan Pucungsari, Kalurahan Tamanan, Kalurahan Bogem dan Kalurahan Tegalrejo.

Disatukanya 4 Kalurahan tersebut didasari dari Maklumat No.5 tahun 1948 tentang Hal Percobaan Daerah-Daerah Kalurahan dan Namanya. Hingga saat ini telah berlangsung beberapa periode kepemimpinan, meliputi tahun 1965 – 1995 dijabat Supardi Wiyono, 1996 – 2003 oleh Basuki, 2003 – 2008 oleh Wasis Sulistyo, 2008 – 2010 oleh Basuki, 2012 – 2018 oleh Gandang Harjanata, tahun 2021 hingga sekarang oleh Gandang Harjanata.

Peringatan digelar dalam bentuk sarasehan yang diikuti oleh seluruh perangkat Kalurahan, perwakilan lembaga-lembaga, pendamping desa budaya, tokoh masyarakat, Linmas dan karang Taruna itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Lurah Tamanmartani selanjutnya diberikan kepada Ketua BPKAL Tamanmartani Dwi Yunarjo. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Cegah DBD, Kalurahan Sumbersari Adakan Pemantauan Jentik Nyamuk

Moyudan – Pasca munculnya 3 kasus demam berdarah (DB) yang menimpa warga, Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan langsung bergerak cepat dengan mengadakan pemantauan jentik nyamuk untuk mencegah terjadinya kasus DB yang lebih luas lagi. Pemantauan diadakan mulai Senin (4/4/2022) sampai dengan Senin (18/4/2022), dilaksanakan setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu ke seluruh wilayah Sumbersari yang terdiri dari 13 pedukuhan.

Pemantauan tersebut dilakukan bersama oleh Pemerintah Kalurahan, Kapanewon, Puskesmas, dan Koramil serta Polsek. Dalam pelaksanaanya, pemantauan dibagi menjadi 3 tim yang terdiri dari lurah, carik, kamituwa, staf, sanitarian darir puskesmas, Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), Tim Penggerak PKK, Koordinator PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Daerah) dan para kader dari masing-masing RT. Tim tersebut memantau dengan melakukan kunjungan dari rumah kerumah warga untuk memeriksa kamar mandi, bak penampungan air minum, pot-pot bunga, tonggak bambu, barang-barang bekas seperti ban, botol, kaleng, dan sebagainya.

Bhabinkamtibmas Sumbersari, Andri Desta berharap dengan adanya pemantauan ini masyarakat diminta semakin menyadari pentingnya kebersihan lingkungan bagi kesehatan.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, maka kita harus bahu-membahu bekerja sama dan kita jaga besama-sama. Jika lingkungan bersih, maka kita bisa terhindar dari berbagai penyakit khususnya DBD,” jelasnya.

Sementara itu Catur Ahyati, Sanitarian Puskesmas Moyudan menuturkan bahwa tujuan pemantauan jentik-jentik ini dilakukan untuk mengetahui kepadatan populasi jentik nyamuk penular DBD, dan untuk memotivasi masyarakat dalam memperhatikan tempat yang potensial untuk perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Lebih lanjut Catur Ahyati menyampaikan hasil pelaksanaan pemantauan jentik di Kalurahan Sumbersari dari tgl 4-18 April 2022 yaitu angka bebas jentik sebesar 83,40%, di mana dari 1446 rumah yang dipantau, 1206 rumah bebas jentik.

Lurah Sumbersari Sukadi  mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kader dan semua semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan pemantauan tersebut dan memohon maaf jika ada kekurangan. “Apa yang kita lakukan adalah upaya pupur sadurunge benjut (berhati-hati sebelum celaka),” pungkasnya. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)