Kuatkan Peran KIM di Masyarakat, Cangkringan Lakukan Pembinaan Anggota KIM

Sleman – Agar lebih memahami arti penting dan peran nyata dibentuknya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di tengah masyarakat maka Pemerintah Kapanewon Cangkringan menggelar kegiatan pembinaan sumber daya manusianya bertempat di Pendopo Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Rabu (20/4/2022).

Kegiatan yang dipandu oleh Panewu Anom Cangkringan, Joko Susilo didampingi Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Bejo dihadiri 20 orang pengurus beserta anggota KIM Cangkringan sebagai peserta.

Dalam sambutannya, Panewu Anom, Joko Susilo menyampaikan bahwa di era teknologi informasi sekarang, Kelompok Informasi Masyarakat sangat diperlukan perannya yakni sebagai penghubung informasi antara Pemerintah Daerah dengan warga masyarakat sehingga dapat mengurangi berita bohong yang beredar di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kapanewon Cangkringan sangat mendukung adanya program pembinaan ini yang dapat dijadikan sebagai wahana penyegaran bagi pengurus maupun anggota KIM supaya mendapatakan informasi-informasi yang baru serta bertambah wawasannya agar lebih kompak dan siap menjalankan fungsinya dalam masyarakat,” tutur Joko.

Ia menegaskan, Kelompok Informasi Masyrakat di Kapanewon Cangkringan dibentuk untuk kepentingan masyarakat, karenanya diharapkan dapat terus berkembang meskipun frekuensi pelaksanaan pembinaannya masih sangat kurang akibat adanya pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Adapun materi pembinaan diberikan oleh Sekretaris Forum KIM Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo yang mengupas tentang perlunya pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat agar mampu melayani masyarakat dengan menghadirkan informasi yang positif dan bermanfaat di dalam situasi saat ini yang perubahannya terjadi begitu cepat karena arus informasi yang tidak terbendung.

“Dengan menjalankan fungsinya yang efektif, KIM diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memenuhi haknya dalam berinformasi. Selain itu, informasi yang diperlukan dan positif dapat mendorong produktivitas masyarakat dalam jangka panjang secara mandiri dan berdaya guna,” kata Adnan.

Dalam hal ini, Pemerintah Kapanewon Cangkringan memiliki peran untuk mempermudah KIM yang sudah terbentuk agar semakin mandiri dalam mencari, mengolah, dan memanfaatkan informasi demi meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memegang prinsip kesetaraan, kebersamaan, sinergitas, keterbukaan, keadilan, serta kemanfaatan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KPK Lakukan Monev Program Pencegahan Korupsi di Pemkab Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan Monitoring dan Evaluasi Program Pencegahan Korupsi di Ruang Rapat Lantai 3 Sekretariat Daerah Sleman, Kamis (21/4/2022). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan kinerja Pemkab Sleman dalam mencegah korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintahan.

Harda Kiswaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman mengatakan bahwa Pemkab Sleman selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam menjalankan roda pemerintahan yang bebas korupsi. Hal ini ditandai dengan Kabupaten Sleman mendapatkan peringkat kedua di DIY, sebagai daerah yang melakukan pengelolaan aset dan pendapatan terbaik. Sehingga, Pemkab Sleman akan terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan, sebagai bentuk tanggung jawab untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Catatan-catatan yang diberikan, secepat mungkin, sesegera mungkin akan dilakukan perbaikan, sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab dalam menciptakan government yang transparan dan akuntabel. Semuanya yang masih kurang akan diperbaiki, akan dilakukan yang terbaik sebagai bentuk komitmen Pemkab Sleman,” kata Harda.

Sementara itu, Azril Zah, Anggota Tim dari Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah 3 KPK RI mengatakan bahwa monev kali ini merupakan monev tematik, di mana ada 4 tema yang diambil, yaitu manajemen aset, pendapatan daerah, perizinan, dan pengadaan barang dan jasa.

“Pertama adalah terkait aset, di mana banyak terjadi korupsi dalam pengelolaan aset daerah, dan akan dilakukan upaya pencegahan korupsi dengan sertifikasi aset. Yang kedua pendapatan daerah, terutama dari sisi penerimaan keuangan negara yang akan berdampak kepada jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman. Ketiga adalah sisi perizinan, di mana proses perizinan berjalan dengan baik sesuai dengan regulasi, dan yang terakhir adalah pengadaan barang dan jasa yang juga rawan dengan tindak pidana korupsi,” terang Azril.

Azril mengakui, dari monev yang dilakukan ini, masih ada beberapa catatan khusus yang ditemukan. Di antaranya adalah pada manajemen aset, di mana ada 594 aset Pemkab Sleman yang belum tersertifikasi. “Harapannya, 594 itu tersertifikasi semua,” kata Azril.

Sedangkan untuk pendapatan daerah, masih banyak wajib pajak yang belum menggunakan taping box (alat untuk merekam transaksi). “Masih banyak yang offline. Itu agar dimanfaatkan untuk meningkatkan pajak daerah,” lanjut Azril.

Setelah monev ini, lanjut Azril, akan dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut, yang juga akan diiringi dengan proses monitoring secara berkala. “Ada rencana tindak lanjut dan ada targetnya. Nanti akan kita pantau, akan kita monitor targetnya agar supaya diselesaikan,” tutup Azril.




Warga Padukuhan Kebur Lor Ikuti Vaksinasi Booster dengan Sistem Jemput Bola

Sleman – Untuk mempercepat layanan Vaksinasi Booster bagi masyarakat, Padukuhan Kebur Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan menggelar vaksinasi dengan sistem jemput bola pada Rabu (20/4/2022).

Kegiatan ini terlaksana atas inisiasi Fersiana Desi Wulan Pangestu, Kader Kesehatan di Padukuhan Kebur Lor yang juga merupakan tenaga kesehatan di Puskesmas Ngaglik 2 bekerja sama dengan program vaksinasi mobile Kodim 0732/Sleman dan Koramil Cangkringan.

Vaksin booster ini diperuntukkan bagi warga masyarakat yang minimal berumur 18 tahun dan sudah melaksanakan vaksin dosis 1 dan dosis 2 minimal 3 bulan dan mengisi form skrining, menyertakan fotocopy KTP dan kartu vaksin.

Layanan jemput bola vaksin booster di Padukuhan Kebur Lor tidak hanya diikuti oleh warga Kebur Lor saja namun juga diikuti oleh warga sekitar di wilayah Kapanewon Cangkringan bahkan lintas Kapanewon. Peserta yang hadir mengikuti vaksinasi booster sejumlah 367 orang, yang dapat dilaksanakan vaksin 364 orang serta 3 orang dinyatakan tunda.

Letda CKM Ahmadi, Kepala Klinik Pratama Kodim 0732/Sleman selaku pimpinan rombongan, mengapresiasi partisipasi warga masyarakat Padukuhan Kebur Lor, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan dan masyarakat sekitar dalam kegiatan percepatan vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan (Booster) ini.

“Vaksin ini bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh, agar warga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar pandemi COVID-19 cepat selesai,” kata Ahmadi. (Mujiyanta/KIM Cangkringan)




Kapanewon Ngaglik Gelar Safari Tarawih Keliling

Sleman – Anugerah tertinggi yang diharapkan seorang muslim atas upayanya menjalankan Ibadah Ramadan adalah surga. Ibadah ramadan adalah salah satu bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT, di mana takwa alahan salah satu amalan yang banyak memasukkan manusia ke surga. Itulah sepenggal isi ceramah Ustaz Jadiyo saat mengisi tarawih keliling Kapanewon Ngaglik yang diselenggarakan di Masjid Panasan, Kapanewon Ngaglik, Rabu (20/4/2022).  

“Takwa adalah  melakukan perintahnya  dan menjauhi larangannya. Menjaga diri dari hal yang dimurkai Allah untuk dihindari, menjaga diri dari hal yang disukai Allah untuk ditaati. Orang bertakwa atau orang mutakin adalah orang yang sangat berhati hati dalam setiap tindakannya jangan sampai mendatangkan murka Allah. Adapun perihal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan,” jelas Jadiyo.

Sementara itu Komandan Koramil Ngaglik Bapak Arly Iskandar pada kesempatan yang sama mengingatkan seluruh masyarakat untuk segera vaksin booster.

“Jika sudah booster, ibarat mengendara maka ke mana saja SIM sudah lengkap. Karpet boleh digelar dengan syarat kebersihan lebih ditingkatkan. Jangan lupa prokes, jamaah wajib bermasker. Termasuk saat shalat Ied panitia wajib diakan masker dan handsanitizer,” kata Arly.

Selain itu, Arly juga mengingatkan untuk tetap berhemat dalam menyambut lebaran tahun ini, mengingat kondisi ekonomi belum cupuk stabil. (Endarwati/KIM Ngaglik)