Pemerintah Kalurahan Caturtunggal Gelar Pembinaan dan Pentasyarufan ROIS

Sebagai upaya pembinaan ROIS se-Kalurahan Caturtunggal, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar kegiatan pentasyarufan ZIS kepada ROIS, Rabu (27/04/2022) pagi di Pendopo Puspadenta.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, bersama Kamituwo, dan sebanyak 39 kaum ROIS se-Kalurahan Caturtunggal.

Agus Santoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh ROIS di Kalurahan Caturtunggal yang telah berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, serta dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan  bermasyarakat di Caturtunggal.

“Dengan adanya pandemi Covid-19 yang mulai berangsur normal, kami mengajak seluruh ROIS Kalurahan Caturtunggal untuk ikut membantu dalam mensosialisasikan gerakan pola hidup sehat kepada masyarakat. Selain itu, mari kita jaga lingkungan kita agar selalu aman, tenteram, dan kondusif,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok)




Warga Tamanmartani Ikuti Pelatihan Tata Rias Gaya Jogja dan Solo Putri

Kalasan – Sebanyak enam belas (16) perempuan usia 20 – 50 tahun warga Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan mengikuti pelatihan kejuruan tata rias gaya Jogja Putri dan Solo Putri. Kegiatan ini berlangsung sebanyak tiga puluh kali pertemuan, dimulai sejak Senin (14/3/2022) dan ditutup pada Selasa (26/4/2022) bertempat di Balai Kalurahan Tamanmartani.

Kamituwo Tamanmartani Awan Paradhes menuturkan, kegiatan yang merupakan program usulan Pemerintah Kalurahan itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat bidang Tata Rias Pengantin, khususnya tingkat dasar untuk gaya Jogja Putri pakem dan gaya Solo Putri pakem.

“Diharapkan dengan telah dimilikinya pengetahuan dan ketrampilan, peserta dapat mengembangkan dan dijadikan modal berkarya. Mereka bisa buka sendiri walaupun kecil-kecilan, atau bergabung dengan pendahulu yang telah usaha mandiri maupun dengan WO. Dengan demikian dapat menambah penghasilan dan kesejahteraan,” kata Awan.

Sementara itu Instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Meli Amalia,  menuturkan bahwa program yang diterima Tamanmartani adalah Kegiatan Pelatihan Non Institusional BLK Sleman Sub Tema Kejuruan Tata Rias Gaya Jogja Putri Pakem dan Gaya Solo Putri Pakem. Usai pelatihan peserta mendaptkan Sertifikat Pelatihan Ketrampilan dari BLK.

“Tiga puluh kali pertemuan peserta diberikan teori dan praktek dengan diakhiri dengan fashion show. Para peserta membawa model sendiri-sendiri,” ujar Meli.

Menurut Meli, antusias dan semangat peserta sangat tinggi sehingga bisa mengikuti pelatihan dari awal sampai selesai dengan baik.

“Skill mereka sudah nampak baik, hal ini terlihat ketika praktek hasilnya bagus corekannya, melakukanya pun dengan penuh penghayatan, tekun dan tlaten. Demikian pula proses dan cara mengenakan busana pengantin Pakem putri Gaya Jogja dan Solo kepada para model yang dibawanya,” tambahnya.

Terkait dengan fashion show saat penutupan, karena jumlah peserta ada enambelas, maka dibagi dua. Delapan peserta praktik gaya Jogja, delapan lainnya dengan gaya Solo.

Bekti, salah seorang peserta disela-sela merias mengaku senang dapat mengikuti pelatihan. Bahkan sudah lama berharap ada pelatihan dan bisa mengikuti. “Kula remen lho, pun dangu ngentosi le onten pelatihan. Alhamdulillah pun kelampahan (saya senang, sudah lama menunggu ada pelatihan, Alhamdulillah sudah kesampaian),” tuturnya sambil merias model. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




PCNU Sleman Jalin Konsolidasi Organisasi Lewat Kunjungan Kerja

Sleman – Guna menjalin konsolidasi organisasi dan komunikasi yang baik, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman melakukan kunjungan kerja dan buka bersama keluarga besar pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kapanewon Gamping yang digelar di Pondok Pesantren Al-Miftah, Padukuhan Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (26/4/2022) sore.

Kunjungan kerja yang dikemas dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini merupakan Safari Ramadan 1443 Hijriyah tahun 2022. Jajaran PCNU Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Wakil Ketua Syuriyah, KH. Ahmad Fattah, didampingi Wakil Ketua Tanfidziyah, KH. Ahmad Fauzi, Wakil Katib, KH. Dr. Kanif Anwari, serta, Wakil Sekretaris, KH. Ali Shofa. Rombongan disambut oleh Rois Syuriyah MWC-NU Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarun, bersama Ketua Tanfidziyah, Saliman Marsudi, dan segenap lembaga dan Badan Otonomnya.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Syuriah PCNU Kabupaten Sleman, KH. Ahmad Fattah mengajak seluruh pengurus MWC-NU Kapanewon Gamping beserta seluruh lembaga dan Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama setempat melakukan konsolidasi antar pengurus agar semua program dapat dijalankan dengan baik guna tercapainya cita-cita Nahdlatul Ulama yang lebih ditingkatkan pada kepekaan terhadap masalah sosial, ekonomi, dan persoalan kemasyarakatan pada umumnya.

“Seluruh pengurus dan banomnya harus bergerak dan menguatkan sinergi untuk menjalankan program kerja yang sudah dicanangkan dalam musyawarah kerja, sekaligus melakukan monitoring dan mengevaluasi program yang sudah dijalankan oleh MWC-NU Gamping,” tegas Fattah.

Hal tersebut dikuatkan oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sleman, KH. Ahmad Fauzi yang menguraikan tentang ketugasan pengurus Nahdlatul Ulama di tingkat Kapanewon. Antara lain, Syuriyah yang merupakan pimpinan tertinggi memiliki tugas untuk membina, mengendalikan, mengawasi, serta sebagai penentu kebijakan Nahdlatul Ulama sesuai tingkatannya. Sedangkan Tanfidziyah bertugas sebagai pelaksana program kerja dan memimpin jalannya organisasi, serta menyampaikan laporan secara berkala kepada pengurus Syuriyah. Adapun Mustasyar merupakan penasihat sekaligus sebagai pengawas terhadap pelaksanaan program kerja pengurus Nahdlatul Ulama.

“Sebagai Pengurus Syuriyah selaku pimpinan tertinggi mempunyai tugas dan wewenang untuk menentukan arah kebijakan organisasi, termasuk memberikan petunjuk, bimbingan dan pemahaman, terkait pengembangan ajaran Islam berdasar faham Ahlussunah wal Jamaah, serta mengevaluasi keputusan lembaga yang disesuaikan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Di akhir pencerahannya, KH. Fauzi mewakili Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman memberikan dana bantuan operasional guna meningkatkan kinerja perangkat Nahdlatul Ulama di Kapanewon Gamping, dilanjutkan buka puasa bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Gali Aspirasi Lembaga Kalurahan, BPKal Sukoharjo Gelar Rembug Bareng Sukoharjo

Sleman – Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sukoharjo mengundang pengurus lembaga Kalurahan dan perwakilan tokoh masyarakat se- Kalurahan Sukoharjo untuk menggelar Rembug Bareng Sukoharjo di Aula Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Selasa (26/4/2022).

Muthohar, ketua BPKal Sukoharjo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya bersama dari segenap masyarakat untuk memetakan potensi dan wujud peran serta dalam proses pengembangan dan pembangunan desa.

“Lembaga Desa sebagai mitra pemerintah desa sekaligus pengampu kegiatan di tengah masyarakat tentunya mempunyai posisi strategis sebagai jembatan bagi program pemerintah Desa agar sesuai dengan kebutuhan Masyarakat. Dan pada malam kami mengundang lembaga dari unsur RW, Karang Taruna, PKK, Posyandu, Linmas, RT, KIM, LPM, pemuka adat, budaya, pemuka agama, pegiat olahraga untuk duduk bersama dan mencoba menggali apa saja yang seharusnya dilakukan sebagai sebuah lembaga demi kemajuan Desa,” terang Muthohar.

Sementara itu, Martha Ulli Isnaeni, salah satu anggota BPKal menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud pelaksanaan salah satu ketugasan BPKal dalam hal menggali aspirasi masyarakat.

“Harapannya dengan pertemuan semacam ini, akan terbangun sinergitas yang baik antar lembaga Desa, BPKal dan Pemerintah Kalurahan dalam mendukung program pembangunan dan pengembangan Desa. Hasil pertemuan ini tentunya bisa menjadi bahan masukan bagi prioritas program Desa, sekaligus menjadi update informasi tentang apa yang terjadi di tengah masyarakat atau bahkan bisa menjadi pemecah kebuntuan atas kendala- kendala yang dihadapi lembaga dalam menjalankan tugas dan kewenangannya,” papar Martha Ulli dalam pengantar diskusi.

Acara diskusi antar lembaga ini berlangsung dengan cair, komunikatif dan partisipatif. Satu persatu dari lembaga kalurahan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi, harapan atau bahkan keluh kesah kendala yang selama ini mereka hadapi.

Ditemui seusai acara, Marjonet selaku perwakilan LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) secara khusus mengapresiasi terselenggaranya acara ini dan berharap hasilnya tidak hanya berhenti di sini saja.

“Dari pertemuan ini, saya berharap dapat ditindaklanjuti dengan pembentukan forum komunikasi lembaga Kalurahan Sukoharjo, sehingga sinergitas antar lembaga sebagai salah satu poin kesimpulan diskusi tadi dapat benar- benar terwujud,” tandas Marjonet. (DHI/KIM Ngaglik)




Kalurahan Sukoharjo Gelar Pembinaan Rois

Sukoharjo – Kinerja maksimal dari lembaga yang berada di kalurahan tidak bisa dilepaskan dari adanya pembinaan dan arahan dari pihak berwenang. Hal inilah yang mendasari Kalurahan Sukoharjo untuk melakukan pembinaan terhadap Rois di Kantor Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (26/4/2022).

Sujadi selaku Kamituwo Kalurahan Sukoharjo menjelaskan bahwa jabatan lembanga, seperti Rois perlu diregenerasi, agar tugas sebagai Rois tetap berjalan lancar. Hal tersebut perlu dilakukan karena Rois Sukoharjo yang berjumlah 35 orang mayoritas memilik usia yang sudah lanjut. “Akan segera dibentuk kepengurusan Rois,dan akan di berikan SK,” lanjut Sujadi.

Pelaksanaan pembinaan ini mendapatkan apresiasi positif dari Rois setempat, seperti yang disampaikan oleh Basirun, Rois Padukuhan Bandulan.

“Pembinaan rois dari kalurahan ini sangat membantu, dan diharapkan ke depannya yang menjabat rois bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab,”kata Basirun yang telah menjabat rois sejak 3 tahun yang lalu. (Eswe/puji KIM Sukoharjo-Ngaglik)