Pastikan Kelayakan Izin Operasional, Disdik Sleman Lakukan Visitasi ke PAUD Non-Formal

Sleman – Sebanyak 4 lembaga PAUD Non-formal di Kabupaten Sleman dikunjungi oleh tim visitasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman pada Selasa, (12/4/2022). Tim mengunjungi lembaga KB Masjid Kampus UGM (Caturtunggal, Depok) KB Tamarin (Kayen, Condongcatur), KB Uswatun Hasanah (Kronggahan, Gamping) dan KBIT Nurul Ittihad (Gamping).

Sri Mulyani, Kasi Kelembagaan PAUD dan Dikmas Disdik Sleman mengatakan bahwa tujuan kedatangannya dengan tim ini merupakan bentuk tindak lanjut dari pengajuan permohonan perizinan dari lembaga PAUD yang telah diajukan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman.

“Kami ditugaskan melihat secara langsung di lapangan, lembaga-lembaga yang telah mengajukan permohonan perpanjangan maupun pengajuan baru izin operasional, guna memastikan lembaga ini layak atau tidak untuk diberikan rekomendasi memenuhi persyaratan diberikan izin,” kata Sri.

Kegiatan tim dalam kunjungannya ke lembaga selain melihat sarana prasarana yang dimiliki juga mengecek kelengkapan administrasi lembaga. 

“Ini kebijakan baru dari Pemerintah Kabupaten Sleman terkait perijinan lembaga PAUD, yang dulu perijinan melalui Dinas Pendidikan, sekarang semua secara online menggunakan aplikasi SINOM melalui DPMPTSP,” kata Suherman Shaleh, Staf Kelembagaan Disdik Sleman di sela-sela pengecekan administrasi lembaga saat di KB Tamarin. (Resmi W/ kontributor KIM Depok)




Kalurahan Caturtunggal Gelar Safari Tarawih Keliling di Padukuhan Nologaten

Lurah Caturtunggal beserta Pamong menggelar safari tarawih keliling (tarling) yang bertempat di Masjid An-Nur Padukuhan Nologaten, Selasa (12/04) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, Ketua BPKal, Kamituwo, Ketua TP-PKK, tokoh masyarakat Padukuhan Nologaten, serta seluruh jamaah Masjid An-Nur.

Dalam sambutannya, Agus Santoso menyampaikan bahwa pelaksanaan tarawih keliling yang diawali di Padukuhan Nologaten ini merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Kalurahan dalam pengawasan serta penerapan protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah, khususnya tarawih di wilayah Caturtunggal.

“Kami apresiasi penerapan protokol kesehatan di Masjid Nurul Iman ini. Selain dalam rangka beribadah serta memakmurkan masjid, kegiatan tarling ini juga sebagai ajang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di setiap padukuhan,” jelas Agus Santoso.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bantuan operasional kegiatan Masjid An-Nur Nologaten, Al-Quran, dan seperangkat alat salat dari Lurah Caturtunggal.

Ketua Takmir Masjid Darul Hikmah yang diwakili Dukuh setempat, Suhodo, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Caturtunggal atas kegiatan safari tarawih keliling yang telah dilaksanakan.

Menurutnya kegiatan ini merupakan sarana ibadah dan juga silaturahmi antara Pemerintah Kalurahan dengan masyarakat, khususnya jamaah Masjid An-Nur. Di bulan yang baik ini, diharapkan menjadi semangat untuk terus berlomba-lomba berbuat kebaikan. (Danang/KIM DEPOK).




Kapanewon Ngaglik dan Kalurahan Sukoharjo Gelar Safari Tarawih Keliling

Sleman – Pemerintah Kapanewon Ngaglik bersama Kalurahan Sukoharjo menggelar Safari Tarawih Keliling di Padukuhan Siwil, tepatnya di Masjid Nurutholibin Wonoselo pada Senin (11/4/2022). Kegiatan dihadiri langsung oleh jajaran Pemerintahan Kapanewon Ngaglik, Kapolsek Ngaglik, serta lurah yang berada di Kapanewon Ngaglik.

Hadi Subronto, Lurah Sukoharjo mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga. “Selain itu, ada juga pemberian bantuan untuk renovasi masjid yang dikunjungi,” jelas Hadi.

Ali Iskandar dari perwakilan Kapanewon Ngaglik berharap kegiatan ini dapat berdampak positif dan mempererat silaturahmi. Ia juga mengingatkan setiap warga agar tetap waspada terhadap situasi kejahatan jalanan yang kerap terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini.

“Diharapkan semua pihak bisa saling menjaga dan memperhatikan anak dan keluarga pada saat berpergian,” kata Ali.

Sementara itu, Ambar Budianto, Ketua Takmir Masjid Nurutholibin mengatakan bahwa kegiatan di masjid tersebut cukup beragam. “Dari hadroh anak-anak dan remaja TPA, pengajian rutin. Selain itu renovasi masjid juga telah sampai taraf penyelesaian,” kata Ambar.

Kegiatan safari tarawih juga mendapatkan apresiasi dari jemaah masjid. “Alhamdulillah, warga Wonoselo pada khususnya dan Siwil pada umumnya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapanewon Ngaglik dan Kalurahan Sukoharjo yang telah memberikan bantuan berupa tambahan dana untuk biaya renovasi Masjid Nurutholibin. Semoga berkah buat semua,” harap Paryati salah satu jemaah Masjid Nurutholibin. (Eswe/KIM Sukoharjo-Ngaglik)




Berbagi Bahagia dengan Program 1000 Parselmu

Sleman – Lembaga Anuk Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kapanewon Berbah mengadakan pentasayafuran (penyaluran) 1000 parsel infak dan sedekah dari donatur kepada masyarakat yang membutuhkan pada Senin (11/4/2022) di SD Muhammadiyah Pajangan 1, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman, DIY. Ini merupakan penyalurahan kedua setelah sebelumnya dilakukan pada 30 Maret 2022 di SMP Muhammadiyah Berbah.

Saefu Rizal, Ketua LAZISMU Muhammadiyah mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar majelis bidang kegiatan amal usaha Muhammadiyah Berbah, dan membantu memasarkan produk hasil anggoata Muhammadiyah.

LAZISMU Berbah mengucapkan terima kasih kepada donatur, pengurus Muhammadiyah, Aisyiyah, dan kepada semua pihak yang telah melancarkan program 1000 parsel LAZISMU,” kata Saefu Rizal.

Ia berharap, program ini dapat memberikan kebahagiaan kepada semua pihak, baik donatur, penyelenggara, dan terutama kepada penerima. “Program penyaluran 1000 parsel LAZISMU ini akan berlanjut sampai menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Saefu.

Sementara itu, Endah Rahmawati, Kepala SD Muhammadiyah Pajangan 1 mengatakan bahwa dirinya akan selalu mendukung program-program sosial yang diadakan di SD Muhammadiyah Pajangan 1.

“Harapannya akan ada program LAZISMU lain yang bisa disinergikan dengan program sekolah. SD Muhammadiyah Pajangan 1 selalu menerima program apapun untuk bisa memajukan keberadaan sekolah,” ungkap Endah.

Sedangkan Bagyo, perwakilan Ranting Muhammadiyah Sendangtirto mengapresiasi kiprah LAZISMU Berbah yang selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Semoga LAZISMU Berbah selalu istiqamah dan semakin baik dalam memberikan pelayanan,” ujar Bagyo. (Kusnadi/KIM Berbah)




Tambah Wawasan Mengenai Hewan, Siswa PAUD Islami Muthia Kunjungi Kekandhangan Banyuraden

Sleman – Sebagai bentuk pengenalan beraneka satwa beserta makanannya, serta memberikan wawasan bahwa hewan juga diciptakan oleh Allah SWT kepada anak usia dini, Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islami Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Muthia yang berlokasi di Perum Darussalam Mejing Wetan, Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman melakukan kegiatan belajar di luar kelas dengan mengunjungi Kekandhangan Banyuraden, Gamping, Sleman, Sabtu (9/4/2022).

Kegiatan Outing Class yang dikoordinir oleh Pengasuh PAUD Muthia, Eni Rismiati ini diawali dengan melihat dan mengamati berbagai jenis satwa ular, monyet ekor panjang, beruk, serta rusa totol yang merupakan hibah dari Istana Kepresidenan di Yogyakarta. Usai menerima beberapa informasi tentang biologi satwa dan habitatnya, rombongan anak usia dini memasuki kandang rusa totol untuk berinteraksi lebih dekat dengan memberikan wortel sebagai makanan kesukaannya.

Pengasuh dan siswa PAUD Muthia diberi penjelasan terkait asal-usul hewan, makanan dan perawatannya, serta perilaku dan karakteristik masing-masing hewan oleh pengurus Kekandhangan, Febrianto Yudi Susilo terkait dengan berbagai jenis ular, dan Joko Pujianto yang berkaitan erat dengan satwa rusa dan monyet ekor panjang.

“Kami sangat berterima kasih kepada segenap pengurus Komunitas Kekandhangan Banyuraden yang telah memberi kesempatan untuk berkenalan dan mempelajari hewan-hewan yang ada disini, sehingga menjadikan pengalaman yang berkesan dan menimbulkan keceriaan anak-anak dengan adanya pengenalan beragam satwa,” tutur Eni.

Dalam keterangannya, Joko Pujianto mengatakan rusa totol pertama kali dibawa oleh Gubernur VOC Belanda, Thomas Stamford Raffles dari wilayah perbatasan negara India dan Nepal pada tahun 1814 ke Indonesia. Tujuannya untuk pendeteksian dini (Early Warning System) adanya bencana alam yang pada saat itu terjadi meletusnya Gunung Krakatau.

“Sistem peringatan dini dalam menghadapi bencana sangatlah penting, karena secara geografis negara Indonesia tergolong ke dalam daerah yang rawan adanya bencana alam. Dengan adanya kearifan lokal peringatan dini maka dapat dilakukan upaya yang tepat guna mengantisipasi maupun mengurangi dampak buruk dari bencana alam bagi masyarakat,” terang Joko.

Di akhir kunjungan, siswa PAUD Muthia beserta para pengasuhnya diberi kesempatan oleh pengurus Kekandhangan untuk berinteraksi lebih dekat bersama rusa totol dengan menyentuh dan memberikan pakan secara langsung dan berswafoto. Adapun jenis pakan rusa jantan dan betina yakni wortel, tomat, dan rumput gajah sebagai makanan kesehariannya. Sedangkan anak rusa menggemari makanan berupa kangkung, dan rumput gajah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)