Komunitas Dharma Laku Pererat Kekerabatan Santri Lewat Buka Bersama

Sleman – Pandemi Covid-19 yang masih melanda tak menghalangi Komunitas Dharma Laku Cokrowijayan, Banyuraden, Kapanewon Gamping untuk menjalin tali persaudaraan antar muslim. Guna mempererat hubungan kekerabatan antar sesama dan memotivasi para santri, komunitas yang digawangi oleh Sri Purwanti ini mengadakan kegiatan buka bersama anak-anak yatim piatu yang dilaksanakan di Pendopo Panti Asuhan Ash-Shiddiqiyyah Kokap, Kulon Progo, Kamis (7/4/2022).

Kegiatan yang diikuti puluhan relawan dan relawati Komunitas Dharma Laku ini disambut secara langsung oleh Pimpinan Panti Asuhan Ash-Shiddiqiyyah, Kyai Muhammad Tulus beserta 40 santriwan dan santriwati yang menanggapi dengan sangat baik dan antusias.

Dalam tanggapannya, Kyai Muhammad Tulus mengemukakan bahwa Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Ash-Shidiqiyyah yang didirikannya sejak tahun 2002 silam saat ini menampung 40 anak yang tergolong yatim, piatu, dhuafa, dan terlantar yang masih bersekolah di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, serta kuliah di perguruan tinggi.

Sambil menunggu waktu berkumandangnya adzan maghrib, kemudian dimanfaatkan dengan pemberian hibah satu unit sepeda motor secara simbolis berupa Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) yang diserahkan oleh perwakilan relawan, Kahana kepada Pimpinan Panti Asuhan Ash-Shidiqiyyah, Kyai Muhammad Tulus disaksikan para santri dan relawan.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya hibah sepeda motor yang dapat digunakan sebagai kendaraan operasional panti asuhan dalam menunjang kegiatan santri. Semoga niat baik ini menjadi amal kebaikan yang akan dibalas oleh Allah SWT,” tutur Kyai Tulus.

Lebih lanjut, Pria asli Kulon Progo tersebut menjelaskan bahwa manfaat memberikan hibah yakni dapat memupuk rasa kebersamaan dan tolong-menolong, menumbuhkan sifat sosial kedermawanan, mendorong seseorang untuk berbuat baik, serta membina hubungan antar sesama sebagai mahkluk sosial.

Usai melaksanakan buka bersama, Sri Purwanti selaku Ketua Dharma Laku berharap tali silaturahmi yang telah terjalin dapat terjaga dengan baik karena silaturahmi merupakan amalan bernilai pahala besar yang memiliki keutamaan dapat memperpanjang usia dan melapangkan rezeki, serta dapat menciptakan kerukunan dan keharmonisan antar manusia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kalurahan Sukoharjo Berikan Bantuan Bibit Ikan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan

Sukoharjo – Ketahanan pangan yang diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari memiliki posisi yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 104 tentang Ketahanan Pangan, di mana Dana Desa harus dialokasikan sebanyak 20% untuk program ini.

Berkaitan dengan hal tersebut, Lurah Sukoharjo Hadi Subronto mempunyai program dalam ketahanan pangan yang meliputi bantuan benih padi buat kelompok tani, pemanfaatan pekarangan di tingkat RW, bantuan bibit sayuran, dan bantuan benih ikan dan pakan ikan bagi budi daya ikan air tawar

Hal tersebut yang menjadi dasar Pemerintah Kalurahan Sukoharjo melaksanakan kegiatan pemberian bantuan bibit ikan untuk kelompok-kelompok pembudidaya ikan yang ada di wilayah Sukoharjo pada Kamis (7/4/2022).

Sebanyak 6 kelompok pembudidaya ikan mendapatkan bantuan bibit ikan sekaligus dengan pakannya dengan jumlah yang sama, namun dengan jenis ikan yang berbeda, sesuai permintaan dari masing-masing kelompok. “Masing-masing kelompok juga akan mendapatkan pendampingan pemeliharaan selama 3 bulan sejak pelepasan bibit sampai dengan panen dari PPL Dinas Perikanan Kabupaten Sleman,” kata Sujadi, Kamituwo Kalurahan Sukoharjo.

Lebih lanjut Sujadi menjelaskan bahwa kegiatan ini nantinya juga akan dievaluasi, di mana letak kelebihan dan kekurangan yang ditemukan pada saat pelaksanaan budi daya bibit ikan yang dibantukan.

“Oleh karena itu, diharapkan ketua-ketua kelompok selalu melaporkan dan mengoordinasikan perkembangannya maupun pada saat panen. Apabila mengalami kesulitan akan segera dibantu dari PPL-nya,” kata Sujadi.

Sementara itu, Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto berharap bantuan ini dapat mewujudkan ketahanan pangan sehingga dapat membantu perekonomian warga Sukoharjo.

“Pada saat panen nanti diharapkan hasil budi daya ikan bisa dijual dan hasilnya bisa digunakan untuk membeli bibit lagi, sehingga kegiatan ini bisa berkesinambungan,” tutur Hadi.

Sementara itu ditemui disela-sela kesibukannya memberikan arahan pada para pembudidaya ikan, Putri dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Sleman menjelaskan bahwa dari DPPP Sleman melalui PPL yang bertugas di Sleman akan selalu siap membantu melakukan pendampingan.

Putri juga sangat mengapresiasi Pemerintah Kalurahan Sukoharjo yang mempunyai respon positif dan segera melaksanakan kegiatan ini. Ia berharap dengan adanya bantuan ini, masyarakat yang memiliki budi daya ikan air tawar bisa terbantu dan bisa memperbaiki taraf perekonomiannya setelah sempat morat-marit akibat adanya Pandemi COVID-19.

”Dengan harapan budi daya ikan ini bisa berhasil dengan baik, sehingga juga bisa ikut menyukseskan program pemerintah Gemar Makan Ikan untuk Mencegah Stunting,” lanjut Putri.

Program ini juga mendapatkan apresiasi dari kelompok pembudidaya ikan di Sukoharjo. Eko Prasetyo, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Lestantun mengatakan bahwa bantuan ini sangat membantu kesinambungan kegiatan pembudidaya ikan air tawar di kalurahan Sukoharjo.

”Semoga dengan adanya bantuan ini, masyarakat bisa lebih meningkat perekonomiannya dan lebih baik dalam usaha budidaya ikannya,” harap Eko. (Eswe-Puji/KIM Sukoharjo, Ngaglik)




Bangun Silaturahmi, Kapanewon Tempel Gelar Safari Tarawih Keliling

Sleman – Kapanewon Tempel menggelar Safari Tarawih Keliling di Masjid Thoyyiban, Sokawetan, Merdikorejo, Tempel pada Rabu (6/4/2022).  Panewu Tempel, Slamet mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk membangun silaturahmi antara Pemerintah Kapanewon Tempel dengan masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk dapat menjaga toleransi antar sesama. “Saling membantu dan memberdayakan satu sama lain untuk mencapai kesejahteraan bersama,” kata Slamet.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Takmir Masjid Thoyyiban, Sugeng Riyanto menyampaikan laporan kegiatan Masjid Thoyyiban. Masjid Thoyyiban telah berdiri sejak 1955 dan merupakan masjid tertua kedua di Kalurahan Merdikorejo. Kendati telah mengalami renovasi, masjid ini tetap mempertahankan bentuk asli sebagai salah satu peninggalan sejarahnya.

“Masyarakat Sokawetan adalah masyarakat yang religius dengan berbagai macam aktivitasnya termasuk salah satu bentuk pengamalan keislamannya adalah dibentuknya Wahana Kesetiakawanan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM). Lembaga sosial ini mengumpulkan donasi dari warga setempat untuk ditasyarufkan kepada mereka yang berhak menerimanya,” jelas Sugeng.

Sebagai bagian dari silaturahim ini juga diberikan donasi dari Kapanewon, Kalurahan, P2A, Lumbung Zakat sebesar Rp. , serta berbagai barang yang dberikan oleh beberapa sekolahan di lingkungan Kapanewon Tempel.

Menariknya, pada kegiatan tarling juga ddiselenggarakan aksi donor darah oleh PMI, dan tercatat beberapa anggota masyarakat Sokawetan telah mendonorkan darahnya untuk ummat yang membutuhkan. (Arief Hartanto)




Petani Milenial Diharap Dapat Tingkatkan Peran Generasi Muda Majukan Pertanian

Sleman – Demi meningkatkan peran generasi muda dalam memajukan dan mengembangkan bidang pertanian khususnya penyangga ketahanan pangan yang berkelanjutan maka Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah I Kabupaten Sleman membentuk petani milenial yang dikukuhkan kepengurusannya oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Prosesi pengukuhan petani milenial yang berlangsung di Sekretariat Titik Kumpul Lelang Hortikultura, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Selasa (5/4/2022) disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono, beserta Panewu Minggir, Rasyid Ratnadi Sosiawan, dan Panewu Moyudan, Harsowasono.

Usai pengukuhan kepengurusan petani milenial wilayah I tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka secara resmi pelatihan kewirausahaan petani milenial dan memberikan apresiasi serta sangat mendukung terhadap generasi muda berusia antara 19 hingga 39 tahun yang mempunyai pemikiran maju berkaitan dengan produktivitas pertanian.

Diharapkan dengan terbentuknya petani milenial tersebut dapat mengatasi krisis petani muda sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memiliki daya saing pasar, mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian, serta menjadi market driver karena akrab dengan komunikasi dan media teknologi digital sehingga diharapkan mampu bersaing di era global saat ini.

“Terdapat dua hal yang merupakan kunci suksesnya gerakan petani milenial, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia petani milenial dan lingkungan yang dapat mendukung berkembangnya budidaya pertanian dengan memberikan berbagai program dalam bentuk penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian yang ditujukan untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan generasi muda pertanian,” tegas Kustini di hadapan pengurus yang baru dilantik.

Hal senada disampaikan oleh Bendahara Komisariat Daerah Petani Milenial Kabupaten Sleman, Patrika Yuniarto selaku pendamping wilayah I bahwa terdapat 80 anggota petani milenial yang terdiri dari petani hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, perikanan, bahkan pengolahan hasil panen yang tergabung di Komunitas Petani Milenial Wilayah I dibawah kepemimpinan Ely Novita.

“Adanya teknologi digital platform yang dimanfaatkan oleh petani milenial maka usaha pertanian diharapkan dapat beradaptasi dan berkembang maju sehingga akan meningkatkan efisiensi operasional produksi sekaligus pemasaran hasil panen ataupun pembelian bahan baku budidaya menjadi lebih murah dan efisien,” ujar Yuniarto.

Suksesnya pembangunan di bidang pertanian tergantung dari adanya sumber daya manusia pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Karenanya, diperlukan peran generasi milenial yang memiliki inovasi baru guna melanjutkan kegiatan di sektor pertanian dengan perencanaan yang matang serta analisa peluang yang mumpuni agar tidak bergantung pada pemerintah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemkab Sleman Gelar Safari Tarling di Bangunkerto

Sleman – Setelah dua tahun pandemi berlangsung, akhirnya Safari Tarawih Keliling Kabupaten Sleman Ramadan kembali dilaksanakan pada Ramadan 1443 Hijriah. Kali ini, Safari Ramadan Kabupaten Sleman dilaksanakan pada Selasa (5/4/2022) malam bertempat di Masjid Wahyu Al Huda Tegalrejo, Rejodadi, Bangunkerto, Turi, Sleman.

Rangkaian kegiatan Safari Tarawih dimulai dengan salat Isya yang kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah dengan imam Kyai M. Faizin Al hafidz. “Kami atas nama warga Tegalrejo mengucapkan selamat datang kepada tim Safari Tarawih Kabupaten Sleman dan bapak ibu sekalian hadir di sini di Masjid Wahyu Al Huda Tegalrejo Bangunkerto dan bisa bersilahturahmi menunaikan salat Isya dan salat tarawih berjamaah,” ujar Panewu Turi, Wakhid Basroni.

Sementara Lurah Bangunkerto Anas Makruf mewakili Takmir Masjid Wahyu Al Huda Tegalrejo Bangunkerto menyampaikan beberapa hal mengenai Masjid Wahyu Al Huda. 

“Masjid Wahyu Al Huda dibangun pada tahun 1983 dan diresmikan tahun 1993. Pada tahun 2022 mendapatkan bantuan dari Kesra Provinsi DIY sebesar Rp. dan sampai saat ini program takmir masjid akan mengganti mustoko masjid dan mengganti atap masjid. Adapun Kegiatan rutin berupa pengajian setiap malam Jumat Pahing serta pengajian  menjelang berbuka puasa,” ujar Anas.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan dirinya bersyukur karena diberikan kesempatan untuk mengikuti salat tarawih berjamaah lagi setelah 2 tahun sebelumnya terhenti akibat COVID-19.

“Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan, semoga menjadi berkah bagi kita semua dan sebagaimana sebelumnya selama 2 tahun kita dihadapkan dengan situasi COVID-19, meski demikian harus memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kustini juga menyampaikan keprihatinannya atas kejadian kejahatan jalanan yang saat ini masih terjadi, bahkan menimbulkan korban jiwa di Yogyakarta.

“Ini menjadi keprihatinan bersama dan kepada bapak ibu yang mempunyai anak-anak harus betul-betul diawasi dan diperhatikan keberadaannya di atas jam WIB,” ungkap Kustini.

Kustini juga menyinggung mengenai stok kebutuhan bahan pokok yang ada di Kabupaten Sleman. “(Stok bahan pokok) mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dan masyarakat harus teliti sebelum membeli barang-barang sebelum hari raya tiba, harus melihat kadaluwarsa,” imbuh Kustini. (Arief Hartanto)