Pendamping Kalurahan Budaya DIY Gelar Audiensi dengan Bupati Sleman

Sleman – Pendamping Desa Budaya/Kalurahan Budaya Provinsi DIY yang bertugas di Kabupaten Sleman melakukan audiensi dengan Bupati Sleman, Selasa (5/4/2022). Rombongan yang terdiri dari Pengurus Forum Pendamping Desa/Kalurahan Budaya serta Tim Monitoring dan Evaluasi Pendamping tersebut diterima langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah Sleman yang baru.

Joko Saptono mewakili Tim Monitoring yang memimpin audiensi dengan Bupati menyampaikan bahwa berdasarkan Keputusan Gubernur DIY , tertanggal 3 November 2021, ditetapkan sebanyak 76 Desa Budaya/Kalurahan Budaya di DIY, di mana 19 di antaranya berada di Kabupaten Sleman.

“Masing-masing Kalurahan ditugaskan dua pendamping, sehingga untuk kabupaten Sleman jumlah pendamping 38 serta 4 personil tim monitoring dan Evaluasi. Di antara 19 terdapat Kalurahan Mandiri Budaya, Rintisan Mandiri Budaya dan Kalurahan Budaya klasifikasi tumbuh,” jelas Joko.

Disampaikan oleh Joko Saptono, audiensi dimaksudkan untuk mendapatkan arahan dari Bupati terkait dengan pelaksanaan tugas pendampingan dan hal-hal penting yang mungkin ditemui di lapangan. “Arahan itu penting untuk dijadikan referensi,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik dan mendukung kegiatan yang dilakukan para pendamping diwilayah kabupaten Sleman.

Dalam arahanya Kustini meminta para pendamping mampu mendorong masyarakat untuk melakukan upaya aktualisasi, implementasi, dan konservasi potensi budaya yang ada di masyarakat dan dikelola serta dikembangkan dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan dimaksud dapat dikembangkan untuk menjangkau peningkatan ekonomi masyarakat,” tutur Kustini.

Lebih lanjut Kustini mengatakan bahwa di setiap wilayah terdapat kearifan lokal dan masing-masing memiliki ciri keunikan dan karakteristik yang berbeda. Tetapi hal tersebut justru menjadi ciri dan keunggulan serta kebanggaan masing-masing daerah.

“Oleh karena itu perlu diangkat, digarap dan dipublikasikan melaui berbagai media, termasuk melalui media sosial. Harapannya dengan digarap secara baik dan menarik agar diketahui oleh khalayak dan dikunjungi. Dengan demikian masyarakat setempat merasakan dampak dan mengimbanginya dengan usaha ekonomi produktif,” imbuh Kustini.

Untuk itu, Kustini meminta agar semua para pendamping di lapangan hendaknya dapat berkolaborasi dan berintegrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, dengan Pemerintan Kalurahan termasuk lembaga dan masyarakat.

“Dengan demikian maka akan meminimalisir terjadinya gap (jarak) yang terkadang dijumpai di lapangan yang bisa menghambat tercapainya program. Sangat perlu pula kerja sama dengan Dinas Kominfo untuk pembinaan IT dan hal-hal yang berkaitan dengan publikasi dan promosi melalui median sosial,” tandas Kustini. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Petani Milenial Sleman Diharapkan Jadi Contoh bagi Daerah Lain

Ngaglik – Untuk menjadi petani milenial yang kuat, tidak harus dengan modal yang besar. Tapi dari usaha kecil yang terus menerus ditekuni, juga bisa menjadi usaha yang besar.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menegaskan hal ini usai meninjau deretan kolam pembibitan, budidaya ikan, pembuatan pakan ternak mandiri, serta peternakan sapi dalam acara Pengukuhan Jaringan Petani Milenial Sleman Wilayah IV di Padukuhan Donolayan, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (5/4/2022).

Pada kegiatan yang diselenggarakan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) BP4 (Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan) Sleman tersebut Kustini juga menjelaskan tentang pentingnya jejaring bagi petani milenial. “Jejaring diperlukan agar petani milenial bisa maju semua dan ketahanan pangan di Sleman bisa maju dan terjamin,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Bambang Sudarmanto, Kepala Polbangtan Yoma (Politeknik Pembangunan Pertanian Yogya Magelang) ikut menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian memiliki program 2,5 juta petani milenial dan di Sleman sudah 500 petani Milenial yang dikukuhkan.

“Luar biasa lagi, pengukuhan petani milenial di Sleman selalu dihadiri Ibu Bupati. Hal ini menunjukkan dukungan dan dorongan pemerintah yang luar biasa. Setiap tahun petani berkurang 50 ribu. Pada masa pandemi, yang mengalami PHK kalau tidak ke kuliner maka alternatifnya ke pertanian. Data BPS juga menunjukkan bahwa pada saat kritis maka sektor pertanian merupakan sektor yang paling tangguh. Dengan dukungan yang optimal, mudah-mudahan bisa menjadi mata pencaharian pokok,” harapnya.

Berkaitan dengan petani milenial ini Bambang menjelaskan, karena luas lahan sempit, jika tanpa inovasi dan teknologi maka produksi akan sedikit. “Kami ingin petani milenial Sleman bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Yang perlu dipahami, jika ada teman pada komoditas yang sama bukan sebagai saingan tapi bagaimana bisa bermitra. Karena yang sering tidak terpenuhi kapasitas dan kuantitas maka perlu bermitra agar berdaya saing tinggi dan memiliki nilai tawar,” saran Bambang.

Petani di Kabupaten Sleman harus berusaha agar kolaborasi dan jejaring bisa terbentuk untuk tujuan orientasi pasar. Ketika pasar ada, maka produksi harus digenjot. Jika terbalik, maka yang terjadi justru harga akan turun.

Petani milenial adalah harapan bangsa, yang menurut Bambang juga merupakan pahlawan tanpa tanda jasa karena menyediakan kebutuhan pangan. “Apresiasi untuk Kabupaten Sleman yang luar biasa, dukungan pemerintah yang luar biasa, dan Insya Allah akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tutupnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Dongkrak Roda Perekonomian, Permadi Gelar Pasar Ramadan

Sleman – Guna memberikan peluang usaha terhadap sejumlah pedagang makanan dan minuman dalam meningkatkan pendapatannya secara ekonomis, serta mendongkrak roda perekonomian masyarakat agar tetap bergulir di tengah pandemi COVID-19, maka sekumpulan remaja yang tergabung dalam Perkumpulan Muda Mudi Keditan (Permadi) menggelar kegiatan Pasar Ramadan 1443 Hijriah yang dilaksanakan di Taman Ngledok Asri, Keditan , Padukuhan Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Senin (4/4/2022) sore.

Menurut keterangan dari Seksi Acara Pasar Ramadan Tahun 2022, Azzahra Salsabila, tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini adalah ‘Nyawiji Dadi Siji’. Tema tersebut ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga Keditan, membantu dalam mempromosikan dan mengembangkan usaha mikro kecil menengah yang ada di Keditan, dan menyediakan produk hidangan berbuka puasa dengan harga terjangkau.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena dapat memberikan hiburan dan sarana silaturahmi antar warga, kemudahan, serta kenyamanan bagi masyarakat untuk mendapatkan hidangan atau menu takjil berbuka puasa di bulan Ramadan,” terang Azzahra.

Adapun peserta kegiatan Pasar Ramadan Taman Ngledok Asri sebanyak 18 pelaku usaha mikro kecil produsen makanan ringan, lauk-pauk, dan beragam minuman segar yang menempati stan-stan dari panitia tanpa dipungut sewa dan akan berlangsung hingga 9 April 2022 pada pukul – WIB sore hari.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Padukuhan Salakan, Suyana didampingi Ketua Panitia Pasar Ramadhan, Ikhsan Wahyu Saputra ini juga menyediakan jaringan internet gratis dan memberikan keuntungan bagi sponsor kegiatan berupa pembuatan logo usaha bagi pelaku usaha mikro kecil yang belum memiliki, promosi produk melalui media cetak maupun media digital, serta mendapatkan satu stand penjualan secara gratis.

“Respon masyarakat terhadap Pasar Ramadhan Taman Ngledok Asri sangat tinggi dilihat dari banyaknya pengunjung yang mendatangi belasan stand beragam makanan dan minuman dengan tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19,” ucap Ikhsan.

Dirinya menambahkan, kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat saat bulan puasa yaitu jalan-jalan sore menunggu waktu buka puasa sembari membeli makanan dan minuman dengan harga terjangkau yang akan disantap saat berbuka puasa, sehingga menjadikan rizki bagi warga yang berjualan makanan atau minuman sebagai hidangan berbuka puasa. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sukoharjo Ambil Bagian Dalam Vaksinasi Serentak Seluruh Indonesia

Ngaglik – Kalurahan Sukoharjo Kapanewon Ngaglik ikut serta dalam pelaksanaan Vaksinasi Booster secara serentak yang dilakukan pada Jumat (1/4/2022). Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa vaksinasi kali ini merupakan vaksin booster kedua yang diselenggarakan di Kalurahan Sukoharjo.

“(Vaksin booster) dengan jumlah vaksin dosis ketiga jenis Sinopharm dengan kuota 1000, tersedia juga jenis vaksin Sinovac dan Astrazeneca dengan kuota terbatas agar warga sukoharjo yang datang dengan membawa dosis 1 dan 2-nya jenis berbeda tetap bisa mendapatkan booster ini,” papar Hadi Subronto selaku Lurah Kalurahan Sukoharjo.

Kegiatan vaksin serentak ini juga dihadiri oleh Wakapolda DIY, Kapolres Sleman, Panewu Kapanewon Ngaglik, serta Kepala Puskesmas Ngaglik 2.

“Pelaksanaan vaksin booster direncanakan akan terus dilaksanakan mengingat makin banyaknya pasien COVID-19 pada saat ini, sehingga harapannya dapat menekan laju penularan virus COVID-19 dan warga Sukoharjo bisa menjalankan aktivitas seperti biasa dengan normal,” tambah Hadi.

Sementara itu, Evi, salah satu tenaga kesehatan dari IBI (Ikatan Bidan Indonesia) yang bertugas sebagai vaksinator berharap pelaksanaan vaksinasi booster ini bisa terus diadakan karena masih banyaknya sasaran yang belum mendapatkan vaksin ketiga.

“Dan juga nantinya dapat diberikan kepada warga masyarakat, khususnya di sekitar Kalurahan Sukoharjo dan juga bagi yang tidak lolos vaksinasi bisa diulang kembali,” kata Evi.

Vaksinasi ini juga mendapatkan apresiasi dari warga. Rudy, salah seorang warga yang menjadi peserta vaksinasi berharap vaksin yang diberikan dapat memberikan kekebalan terhadap virus COVID-19. Ia juga memberi masukan agar sebelum vaksinasi diselenggarakan dilakukan pendataan calon peserta di setiap padukuhan sebelum hari pelaksanaan vaksinasi. (Septi SLP/Kim Sukoharjo-Ngaglik)




Gandeng Relawan FPRB, PMI Gamping Gelar Aksi Donor Darah

Sleman – Usai melakukan sosialisasi tentang donor darah terhadap komunitas relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kapanewon Gamping dalam mendukung program Layanan Darah Sleman Gratis (Lada Manis) bagi penduduk Kabupaten Sleman, Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Gamping menggelar aksi donor darah yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Kapanewon Gamping, Sabtu (2/4/2022).

Kegiatan ini dipantau langsung oleh Panewu Gamping, Sarjono didampingi Panewu Anom, Trisno Sunardi, Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo, serta Ketua PMI Gamping, Rustam Sutanto. Dalam sambutannya, Panewu Gamping, Sarjono menyampaikan apresiasi atas terlaksananya aksi donor darah yang diinisiasi oleh PMI Gamping dalam mendukung suksesnya program Lada Manis bagi warga Kabupaten Sleman.

“Dengan diluncurkannya program Lada Manis oleh Pemerintah Kabupaten Sleman maka perlu adanya persediaan darah yang jumlahnya tidak sedikit karena melalui program ini disediakan kantong darah bagi warga sleman yang membutuhkan lewat rumah sakit yang sudah menjalin kerjasama dengan PMI Sleman secara gratis,” tutur Sarjono.

Ia menambahkan bahwa warga yang memiliki kartu tanda penduduk Kabupaten Sleman dapat memanfaatkan layanan darah secara gratis dikarenakan biaya pengolahan darah sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sesuai dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor Tahun 2018 yang memuat tentang pedoman penyelenggaraan program jaminan biaya pengganti pengolahan darah.

Berdasarkan keterangan dari Ketua PMI Gamping, Rustam Sutanto, aksi donor darah merupakan program kerja tahun 2022 yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam setahun. Adapun petugas donor darah yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari markas PMI Kabupaten Sleman berjumlah 5 orang, serta petugas dari PMI Kapanewon Gamping sebanyak 7 orang.

“Hari ini jumlah peserta yang mendaftar sebagai donor sebanyak 46 orang, namun yang memenuhi syarat sebagai pendonor hanya berjumlah 25 orang, karena ada 21 orang yang tidak lolos skrining Kesehatan yang dilakukan petugas sebelum mengambil darah peserta,” terang Rustam.

Dirinya menjelaskan, salah satu keuntungan sebagai pendonor darah yakni kesehatannya akan terpantau karena setiap kali akan mendonorkan darahnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana (tekanan darah, dan hemoglobin), serta uji saring darah terhadap infeksi yang dapat ditularkan melalui darah.

Rustam mengakhiri penjelasannya dengan mengajak masyarakat sekitar agar mendonorkan darahnya secara rutin setiap dua bulan sekali agar tubuh terpacu untuk memproduksi sel-sel darah yang baru yang diperlukan sebagai pengangkut oksigen dan sari-sari makanan, serta menjadikan fungsi darah menjadi lebih baik. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)