Jalin Silaturahmi, Pemerintah Kalurahan Condoncatur Gelar Safari Tarawih Keliling

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1443 H, Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali melaksanakan Safari Tarawih Keliling (Tarling) di 18 Masjid yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur. Pelaksanaan Safari Tarling Perdana dilaksanakan Minggu (3/4/2022) di Masjid An- Nur Tambakboyo Padukuhan Dero yang diikuti Tim 1 yang terdiri dari Pamong, BPKal, Lembaga Kalurahan (PKK, LPMK dan Karangtaruna), Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa tujuan dari Safari Tarling ini untuk menjaga silaturahmi dari pemerintah kalurahan kepada masyarakat. “Di samping sebagai upaya penyerapan aspirasi masyarakat terkait program dan kebijakan Pemerintah Kalurahan Condongcatur,” kata Reno.

Saat ini salah satu kebijakan Pemerintah Kalurhan Condongcatur, lanjtu Reno, adalah bantuan dana pembangunan Rp. 40 juta pertahun untuk setiap RW selama 6 tahun. “Untuk di Tambakboyo telah digunakan untuk pengaspalan jalan,” kata Reno.

Usai melaksanakan sholat isya dan tarawih berjamaah, kemudian diserahkan infak dari Pemerintah Kalurahan sebesar kepada takmir Masjid An-Nur Tambakboyo. (Wasana/KIM Depok)




Warga RW 45 Padukuhan Kayen Kelola Sampah dengan Gerakan Sedekah Sampah

Sleman – Sebagai salah satu bentuk pengelolaan sampah, Warga RT 07 dan RT 08 di wilayah RW 45 Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok melaksanakan kegiatan Sedekah Sampah. Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk pengaplikasian ilmu yang diperoleh dari Pelatihan Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kapanewon Depok.

Ketua RW 45, Sukirman mengatakan bahwa sampah tersebut dimanfaatkan sebagai mediun untuk bersedekah. “Di samping itu, hasil penjualan Sedekah Sampah dapat digunakan untuk kegiatan bersama warga dan pembuatan sarana prasarana di wilayah RW 45,” kata Sukirman saat dikonfirmasi, Minggu (3/4/2022).

Sementara itu, Neta Jindarto, Ketua Gerakan Sedekah Sampah menyampaikan Sedekah Sampah dilaksanakan setiap Minggu pertama dan ketiga pada setiap bulannya. Masing-masing RT memiliki tempat dan koordinator pengumpulan sampah yang disumbangkan, yaitu untuk RT 07 dikumpulkan di Joglo Suratno dengan koordinator Emy Purwaningsih. Sedangkan untuk RT 08 di tempat Jindarto dengan koordinator Yani Martiyaningsih. Hasil pengumpulan Sedekah Sampah pada sore harinya akan ditimbang dan dibeli oleh pengepul sampah.

“barang-barang yang dapat disedekahkan adalah berupa kardus bekas, kertas, botol, plastik, minyak jelantah, pecahan kaca kecil non keramik, dan logam atau besi,” kata Neta.

Neta menambahkan bahwa usaha pengolahan sampah sepert Bank Sampah dan Sedekah Sampah hanya dapat berdiri jika ada komitmen warga menjadi penabung sampah atau rela memberikan sedekah sampahnya. “Dimulai dengan disiplin memilah sampah sesuai jenisnya sehingga nantinya yang terbuang di TPA adalah residu sampah yang tidak dapat diolah dan tidak memiliki nilai tambah,” ungkap Neta. (Wasana/KIM Depok)




Dawet Mbah Manto di Berbah yang Berusaha Bertahan di Masa Pandemi

Sleman – Pandemi COVID-19 mempengaruhi segala sektor kehidupan, terutama sektor ekonomi. Banyak masyarakat yang terkena dampaknya, tak terkecuali Busro dan Purwanti, pemilik usaha Dawet Gentong Mbah Manto yang biasa berjualan di Jalan Jogja-Wonosari Km 9.5, tepatnya di depan Pasar Kampung Tegalsari, Kapanewon Berbah.

Purwanti mengatakan bahwa pandemi sangat mempengaruhi kelangsungan usahanya. “Saat sebelum pandemi, penjualan setiap hari bisa 100 porsi namun saat waktu pandemi datang, penjualan turun cukup drastis menjadi sekitar 50 porsi,” kata Purwanti saat ditemui di tempat usahanya, Jumat (1/4/2022).

Bahkan kata Purwanti, penjualan sempat hanya mencapai 20 porsi dawet ketika pandemi berada di puncaknya. “Alhamdulillah saat ini seiring pandemi yang sudah mulai surut penjualan bisa naik lagi meski belum bisa seperti saat sebelum pandemi. Saat ini rata-rata penjualan bisa 35 porsi,” kata Purwanti di sela-sela melayani pembeli.

Para pembeli sendiri dapat menikmati dawet hitam yang dicampur santan dan gula Jawa ini dengan menggunakan mangkok, ataupun dengan dibungkus plastik dan cup gelas plastik. Selain itu, Dawet Mbah Manto juga menerima pesanan untuk pengajian, arisan, pernikahan, dan takjil di bulan puasa.

Seorang pelanggan Dawet Mbah Manto adalah Adurrohman. warga Piyungan Bantul. Ia mengatakan bahwa rasa Dawet Mbah Manto ini segar dan pas (kadar manisnya) sehingga tidak menyebabkan gatal di tenggorokan karena menggunakan gula Jawa murni.

“Ini yang bikin beda dengan dawet lainnya yang membuat saya suka Dawet Mbah Manto,” kata Abdurrahman. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Sambut ASPD, SMP Negeri 2 Tempel Gelar Pengajian dan Do’a Bersama

Sleman – Setiap sekolah pasti mengupayakan peserta didiknya untuk sukses di masa depan, salah satunya dengan meraih keberhasilan pada Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD). Untuk meraih hal tersebut, setiap peserta didik harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut yang disampaikan oleh Hasbi Hamdan, Kepala SMP Negeri 2 Tempel yang membuka Pengajian dan Do’a bersama menyongsong ASPD pada Jumat (1/4/2022) di Aula SMP Negeri 2 Tempel, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman.

Hasbi menambahkan, nilai ASPD sangat menentukan dalam memperoleh atau mencari sekolah lanjutan (SMA/SMK/MA). ASPD untuk tingkat SMP sendiri akan diselenggarakan mulai 17 Mei 2022, namun sebulan sebelumnya, yakni mulai 18 April 2022 akan diselenggarakan Ujian Sekolah (US).

“US bertujuan untuk menentukan kelulusan peserta didik, sehingga setiap peserta didik kelas 9  harus pintar-pintar mengatur waktu sebaik mungkin guna mempersiapkan keduanya. Masih ada waktu sekitar 46 hari lagi, manfaatkan waktu secara optimal untuk meraih nilai ASPD tinggi sesuai dengan yang diinginkan,” kata Hasbi

Ia juga berharap agar seluruh guru pegawai meningkatkan kinerja agar sekolah semakin banyak prestasi dan semakin diminati masyarakat.

Sementara itu, persiapan ujian yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1443 H harus dimanfaatkan bagi semua peserta didik untuk dapat fokus terhadap pembelajaran, tanpa tergoda sedikitpun.

“Kesempatan beribadah meraih pahala terbuka luas, namun jangan mudah tergoda oleh setan karena setan selalu mengajak manusia tidak taat kepada Allah SWT.  Para peserta didik, jangan sampai tergoda bujuk rayu setan,” tegas Ustaz Imam Rosyidin yang mengisi pengajian tersebut. 

Menurut Imam, godaan yang datang bisa berupa penggunaan ponsel tak terarah, games ataupun ajakan teman yang mengendorkan semangat belajar. (Edy/KIM Sumber Birawa Moyudan)




Lakukan Audiensi dengan Bupati, PDBI Sleman Optimis Rebut Juara Umum Porda DIY 2022

Sleman – Dalam rangka menyongsong Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY yang berlangsung di Kabupaten Sleman, Pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Sleman mengadakan audiensi dengan Bupati Sleman pada Jumat (1/4/2022). Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Sleman tersebut, Abdul Kadir, Ketua PDBI Sleman diterima langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Abdul Kadir pada kesempatan tersebut menyampaikan persiapan yang dilakukan oleh PDBI Sleman dalam menyambut Porda 2022.

“Kami terus meningkatkan intensitas latihan termasuk bulan Ramadan tetap dilakukan serta melakukan TC dan menargetkan juara umum dari 10 mata lomba drum band yang dipertandingkan di PORDA 2022 di Kab Sleman pada bulan September mendatang,” ujar Abdul.

Namun demikian, Abdul Kadir menyampaikan bahwa pihaknya masih mengalami kendala dalam persiapan, yaitu peralatan yang dimiliki sudah tidak layak. “Mohon dukungan Bupati Sleman untuk peralatan baru dengan bahan carbonat, bahan lebih ringan dan representative,” kata Abdul lagi.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya untuk segenap pengurus dan atlet PDBI Sleman yang telah giat berlatih untuk menyambut penyelenggaraan Porda DIY.

“Porda tidak hanya even olahraga bergengsi bagi Kabupaten yang menjadi tuan rumah, lebih dari pada itu Porda juga merupakan sarana untuk menggalakkan kompetisi olahraga, serta menjaring bibit-bibit unggul daerah,” kata Kustini. (Arief Hartanto)