PCNU Sleman Jalin Konsolidasi Organisasi Lewat Kunjungan Kerja

Sleman – Guna menjalin konsolidasi organisasi dan komunikasi yang baik, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman melakukan kunjungan kerja dan buka bersama keluarga besar pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kapanewon Gamping yang digelar di Pondok Pesantren Al-Miftah, Padukuhan Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (26/4/2022) sore.

Kunjungan kerja yang dikemas dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini merupakan Safari Ramadan 1443 Hijriyah tahun 2022. Jajaran PCNU Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Wakil Ketua Syuriyah, KH. Ahmad Fattah, didampingi Wakil Ketua Tanfidziyah, KH. Ahmad Fauzi, Wakil Katib, KH. Dr. Kanif Anwari, serta, Wakil Sekretaris, KH. Ali Shofa. Rombongan disambut oleh Rois Syuriyah MWC-NU Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarun, bersama Ketua Tanfidziyah, Saliman Marsudi, dan segenap lembaga dan Badan Otonomnya.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Syuriah PCNU Kabupaten Sleman, KH. Ahmad Fattah mengajak seluruh pengurus MWC-NU Kapanewon Gamping beserta seluruh lembaga dan Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama setempat melakukan konsolidasi antar pengurus agar semua program dapat dijalankan dengan baik guna tercapainya cita-cita Nahdlatul Ulama yang lebih ditingkatkan pada kepekaan terhadap masalah sosial, ekonomi, dan persoalan kemasyarakatan pada umumnya.

“Seluruh pengurus dan banomnya harus bergerak dan menguatkan sinergi untuk menjalankan program kerja yang sudah dicanangkan dalam musyawarah kerja, sekaligus melakukan monitoring dan mengevaluasi program yang sudah dijalankan oleh MWC-NU Gamping,” tegas Fattah.

Hal tersebut dikuatkan oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sleman, KH. Ahmad Fauzi yang menguraikan tentang ketugasan pengurus Nahdlatul Ulama di tingkat Kapanewon. Antara lain, Syuriyah yang merupakan pimpinan tertinggi memiliki tugas untuk membina, mengendalikan, mengawasi, serta sebagai penentu kebijakan Nahdlatul Ulama sesuai tingkatannya. Sedangkan Tanfidziyah bertugas sebagai pelaksana program kerja dan memimpin jalannya organisasi, serta menyampaikan laporan secara berkala kepada pengurus Syuriyah. Adapun Mustasyar merupakan penasihat sekaligus sebagai pengawas terhadap pelaksanaan program kerja pengurus Nahdlatul Ulama.

“Sebagai Pengurus Syuriyah selaku pimpinan tertinggi mempunyai tugas dan wewenang untuk menentukan arah kebijakan organisasi, termasuk memberikan petunjuk, bimbingan dan pemahaman, terkait pengembangan ajaran Islam berdasar faham Ahlussunah wal Jamaah, serta mengevaluasi keputusan lembaga yang disesuaikan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Di akhir pencerahannya, KH. Fauzi mewakili Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman memberikan dana bantuan operasional guna meningkatkan kinerja perangkat Nahdlatul Ulama di Kapanewon Gamping, dilanjutkan buka puasa bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Gali Aspirasi Lembaga Kalurahan, BPKal Sukoharjo Gelar Rembug Bareng Sukoharjo

Sleman – Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sukoharjo mengundang pengurus lembaga Kalurahan dan perwakilan tokoh masyarakat se- Kalurahan Sukoharjo untuk menggelar Rembug Bareng Sukoharjo di Aula Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Selasa (26/4/2022).

Muthohar, ketua BPKal Sukoharjo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya bersama dari segenap masyarakat untuk memetakan potensi dan wujud peran serta dalam proses pengembangan dan pembangunan desa.

“Lembaga Desa sebagai mitra pemerintah desa sekaligus pengampu kegiatan di tengah masyarakat tentunya mempunyai posisi strategis sebagai jembatan bagi program pemerintah Desa agar sesuai dengan kebutuhan Masyarakat. Dan pada malam kami mengundang lembaga dari unsur RW, Karang Taruna, PKK, Posyandu, Linmas, RT, KIM, LPM, pemuka adat, budaya, pemuka agama, pegiat olahraga untuk duduk bersama dan mencoba menggali apa saja yang seharusnya dilakukan sebagai sebuah lembaga demi kemajuan Desa,” terang Muthohar.

Sementara itu, Martha Ulli Isnaeni, salah satu anggota BPKal menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud pelaksanaan salah satu ketugasan BPKal dalam hal menggali aspirasi masyarakat.

“Harapannya dengan pertemuan semacam ini, akan terbangun sinergitas yang baik antar lembaga Desa, BPKal dan Pemerintah Kalurahan dalam mendukung program pembangunan dan pengembangan Desa. Hasil pertemuan ini tentunya bisa menjadi bahan masukan bagi prioritas program Desa, sekaligus menjadi update informasi tentang apa yang terjadi di tengah masyarakat atau bahkan bisa menjadi pemecah kebuntuan atas kendala- kendala yang dihadapi lembaga dalam menjalankan tugas dan kewenangannya,” papar Martha Ulli dalam pengantar diskusi.

Acara diskusi antar lembaga ini berlangsung dengan cair, komunikatif dan partisipatif. Satu persatu dari lembaga kalurahan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi, harapan atau bahkan keluh kesah kendala yang selama ini mereka hadapi.

Ditemui seusai acara, Marjonet selaku perwakilan LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) secara khusus mengapresiasi terselenggaranya acara ini dan berharap hasilnya tidak hanya berhenti di sini saja.

“Dari pertemuan ini, saya berharap dapat ditindaklanjuti dengan pembentukan forum komunikasi lembaga Kalurahan Sukoharjo, sehingga sinergitas antar lembaga sebagai salah satu poin kesimpulan diskusi tadi dapat benar- benar terwujud,” tandas Marjonet. (DHI/KIM Ngaglik)




Kalurahan Sukoharjo Gelar Pembinaan Rois

Sukoharjo – Kinerja maksimal dari lembaga yang berada di kalurahan tidak bisa dilepaskan dari adanya pembinaan dan arahan dari pihak berwenang. Hal inilah yang mendasari Kalurahan Sukoharjo untuk melakukan pembinaan terhadap Rois di Kantor Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (26/4/2022).

Sujadi selaku Kamituwo Kalurahan Sukoharjo menjelaskan bahwa jabatan lembanga, seperti Rois perlu diregenerasi, agar tugas sebagai Rois tetap berjalan lancar. Hal tersebut perlu dilakukan karena Rois Sukoharjo yang berjumlah 35 orang mayoritas memilik usia yang sudah lanjut. “Akan segera dibentuk kepengurusan Rois,dan akan di berikan SK,” lanjut Sujadi.

Pelaksanaan pembinaan ini mendapatkan apresiasi positif dari Rois setempat, seperti yang disampaikan oleh Basirun, Rois Padukuhan Bandulan.

“Pembinaan rois dari kalurahan ini sangat membantu, dan diharapkan ke depannya yang menjabat rois bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab,”kata Basirun yang telah menjabat rois sejak 3 tahun yang lalu. (Eswe/puji KIM Sukoharjo-Ngaglik)




Pemerintah Kalurahan Caturtunggal Salurkan Intensif Untuk Ketua RT dan RW Tahun 2022

Caturtunggal – Bertempat di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyalurkan dana insentif RT dan RW se-Kalurahan Caturtunggal, Selasa (26/04/2022).

 “Pemberian insentif ini merupakan penghargaan Pemerintah Kalurahan kepada ketua RT dan RW atas pengabdian dan kerja samanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Agus Santoso, Lurah Caturtunggal.

Besaran intensif tiap Ketua RT dan RW sebesar ,00. Ketua RT yang menerima sejumlah 293 dan Ketua RW sejumlah 93 orang. Pemberian dana intensif ini diharapkan dapat memotivasi ketua RT dan RW untuk memberikan pengabdian terbaiknya kepada masyarakat.

“Peran RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan dimasyarakat dan banyak lagi, apalagi pada masa pandemi juga turut berperan aktif dalam menjaga dan menyosialisasikan penerapan disiplin perilaku hidup sehat,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok).




Gandeng Polres Sleman, MAN 4 Sleman Berikan Penguatan Karakter untuk Remaja

Sleman – Masa remaja masa yang indah di mana sedang mencari jati diri hingga remaja sering melakukan hal-hal yang buruk sebagai kompensasi. Untuk itu, perlu sebuah pencegahan agar para remaja dapat menghindari hal tersebut. Salah satunya melalu kegiatan positif. Hal tersebut yang disampaikan oleh Mohamad Yusuf, Kepala MAN 4 Sleman saat memberi pengantar dalam acara Penyuluhan Penyalahgunaan Narkoba Zat Addictive dan Pencegahan Bullying di Laboratorium Agama MAN 4 Sleman, Selasa (26/4/2022)

“Salurkan minat bakat kalian melalui berbagai kegiatan positif. Jadikan diri sebagai remaja moslem yang berkarakter mulia, bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” papar Mohamad Yusuf.

Kegiatan menghadirkan narasumber Iptu Giri Sutopo, Kuaurbinops Sat BinMas Polres Sleman, yang menyampaikan materi membentuk pelajar yang berkarakter, disiplin, cerdas, bertanggungjawab, dan berakhlaq mulia.

Giri menyinggung penyebab munculnya kejahatan jalanan yang marak akhir-akhir ini. “Munculnya kejahatan di jalan disebabkan beberapa factor seperti mem-bleyer-bleyer saat berkendaraan, suka nongkrong dengan komunitas, yang biasanya ditemani minuman keras serta membawa senjata tajam. Ketika Bleyer-bleyer dan berpapasan dengan komunitas lain akan memicu kemarahan dan akhirnya bisa menimbulkan bentrok atau tawuran.   Hal seperti itu harus dihindari,” ungkap Giri di depan 180 peserta didik MAN 4 Sleman.

Ia menegaskan agar remaja jangan sampai terjerat narkoba. “Mengkonsumsi Narkoba dan Miras dapat mengakibatkan ketergantungan serta dapat diancam pidana sesuai UU 35/2009 tentang Narkotika, UU 05/1997 tentang Psikotropika dan UU 36/2009 tentang Kesehatan,” tegasnya. 

Guna menanggulangi penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja diperlukan kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah.  “Orang tua sebagai sebagai role model utama bagi anak, memahami perkembangan psikologi anak, mengapresiasi anak, terciptanya kondisi sekolah yang nyaman, pemberlakuan jam belajar masyarakat, dukungan terhadap penegakan hukum yang dilakukan aparat,” tambahnya. 

Terkait agar tidak menjadi sasaran bullying, Giri mengatakan bahwa yang harus dilakukan adalah bersama selalu berpikiran positif, menghargai diri sendiri dan orang lain, percaya diri, optimis, dan berani mengatakan haknya. (Edy /KIM Moyudan)