Perkuat Akidah Keislaman, Masjid Al-Amin Adakan Pengajian Nuzulul Qur’an

Sleman – Dalam rangka memperkuat akidah keislaman, Takmir Masjid Al-Amin Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman mengadakan Pengajian Nuzulul Qur’an pada Minggu (17/4/2022). Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi tausian oleh Ustaz Budi Suyoto.

Dalam tausiahnya, Ustaz Budi Suyoto memaparkan mengani tahapan diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

“Al-Qur’an diturunkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW tanggal 17 Ramadan di Gua Hira, 5 Km dari kota Makkah,” terang Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, di mana yang membaca, yang mendengarkan, dan yang belajar Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat.

“Dan manfaat terbesar Al-Qur’an akan menjadi pelindung nanti di hari pembalasan bagi manusia yang gemar dan rajin membaca dan belajar Al-Qur’an,” pungkas Ustaz Budi mengakhiri tausyiahnya.

Sementara H. Mohammad Zainudin selaku ketua panita Nuzulul Qur’an masjid Al Amin berharap pengajian ini dapat memberikan manfaat untuk semua jemaah. (Kusnadi/KIM Berbah)




Rumah Zakat Salurkan Bantuan Program Syiar Qur’an Bagi Santri

Sleman – Program berbagi Al-Qur’an dan sajadah merupakan salah satu program dari Rumah Zakat selama bulan Ramadan tahun 1443 H. Penyalurannya sendiri dilaksanakan pada hari Sabtu (16/4/2022), bertempat di Masjid As-Siraj. Sebanyak 25 paket disalurkan kepada jamaah ibu-ibu dan santri TPA Masjid As-Siraj yang beralamatkan di Pucung, Kranggan II, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Asti Wulandari, Relawan Inspirasi Rumah Zakat yang bertugas di wilayah Kelurahan Jogotirto mengatakan bahwa dengan program Syiar Qur’an ini dapat memotivasi ibu-ibu serta santri untuk belajar Alquran

“Semoga dengan mushaf Al-Qur’an yang baru menambah semangat belajar dan membaca Al-Quran,” tambah Asti Wulandari.

Karena jumlah paket yang terbatas, maka penerima Al-Qur’an dipilih dari ibu-ibu dan santri TPA yang sudah masuk kelas Al- Qur’an. Paket yang dikemas dengan apik dalam sebuah tas tersebut diserahkan secara simbolik kepada Wahyu dan Nur selaku perwakilan dari Takmir Masjid serta pengasuh TPA masjid As Siraj.

Wahyu dalam kesempatan menyampaikan banyak terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah memberikan kepercayaan, melalui Program Ramadan Syiar Qur’an jamaah dan santri TPA masjid As-Siraj. “Program Kegiatan Ramadan Rumah Zakat sangat bermanfaat bagi jamaah dan santri TPA, semoga menjadi ladang amal bagi semua pihak,” tambah Wahyu.

Salah satu penerima bantuan adalah Rizky (14th) yang merupakan putra dari Napsiati yang biasa berjualan serabi. Rizky salah satu santriwan penerima Al-Qur’an dan sajadah muka dari Rumah Zakat mengaku senang. Dia menuturkan bahwa dengan mendapat Al-Quran yang baru, membuatnya menjadi semangat mengaji. “Terima kasih rumah Zakat,” kata Rizky. (Asti Wulandari/KIM Berbah)




Jalin Silaturahmi, MWCNU Gamping Gelar Tarawih Keliling

Untuk menjalin tali silaturahmi bersama masyarakat dusun Besole dan sekitarnya, maka jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping melakukan kegiatan tarawih keliling di Mushola At-Tawadlu Besole, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (16/4/2022).

Rombongan yang dipimpin Rois Syuriah MWCNU Gamping, KH. Ahmad Mabarun bersama Mustasyar, KH. Muhammad Nasrulloh ini diikuti oleh segenap badan otonom, pengurus Lembaga Dakwah, Lembaga Bahtsul Masail, Lembaga Kemaslahatan Keluarga, Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh, Lembaga Perekonomian, serta jajaran Muslimat.

Rois Syuriah MWCNU Gamping, KH. Ahmad Mabarun merasa bersyukur dan bahagia karena kegiatan tarawih keliling pada bulan Ramadhan sudah lama tidak dilakukan dan baru kali ini dapat dilaksanakan, akibat dua tahun berada pada masa pandemi COVID-19.

“Kegiatan safari Ramadhan 1443 Hijriyah ini ditujukan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antar pengurus Nahdlatul Ulama baik di tingkat kapanewon Gamping maupun tingkat kalurahan atau ranting Trihanggo paska pelantikan pengurus,” tutur Kyai yang akrab disapa Gus Barun tersebut.

Pada kegiatan tarawih keliling yang juga dihadiri perangkat pemerintah Kalurahan Trihanggo dan jajaran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Trihanggo ini juga, pengurus MWCNU Gamping melalui Lembaga Amal Zakat Infak dan Shodaqoh menyerahkan bantuan pembangunan Mushola At-Tawadlu yang diterima oleh perwakilan Panitia Pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Trihanggo, Junaidi Affan bersama Kamituwa Kalurahan Trihanggo, Budik Ariyantono juga memberikan bantuan dana pembangunan yang diharapkan dapat memberikan semangat tersendiri dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




FLH Berbah Semarakkan Ramadan dengan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan serta menguatkan akidah kesyukuran kepada Allah SWT, Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah mengadakan kegiatan ngabuburit ngaji lingkungan menjelang buka puasa dengan pelatihan pembuatan eco enzyme pada hari Jumat (15/4/2022) di Rumah Kediaman Bapak Supardi Bercak, Jogotirto Berbah Sleman, DIY.

Kusnadi, Ketua FLH Berbah mengatakan bahwa kegiatan pelatihan penangan sampah organik ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua peserta, dan nantinya bisa diterapkan di rumah masing-masing, sehingga lingkungan sekitar dapat menjadi lebih baik.

“Dari komunitas FLH Berbah akan siap berbagi tentang pengelolaan lingkungan terutama sampah, kita iklas bergerak kebaikan bumi, sebagai rasa syukur kepada pencipta,” kata Kusnadi yang juga merupakan pemiliki Nara Art, tempat pengrajin daur ulang sampah di Berbah.

Sementara Panewu Berbah Rohmiyanto, AP dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan FLH Berbah terkait dengan pengelolaan lingkungan. “Karena menjaga bumi mengelola sampah adalah kewajiban pribadi dan kewajiban bersama. Harapannya bumi yang terjaga dengan baik akan menjadi warisan yang baik untuk anak cucu kelak,” tambah Rohmiyanto.

Acara sendiri dipandu oleh Andayani, Yaya, dan Awang Kurniawan dari FLH Berbah yang membahas tentang salah satu cara penangan sampah dengan membuat eco enzyme.

Eco enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompayong yang merupakan pendiri Asosiasi Petani Organik Thailand. Penelitian yang dilakukan puluhan tahun telah didedikasikan olehnya untuk dikembangkan pada masyarakat sebagai bentuk kepedulian pada bumi, sehingga eco enzyme tidak diperjualbelikan, tetapi hanya didonasikan.

Eco enzyme adalah produk ramah lingkungan yang mudah digunakan dan mudah dibuat. Eco enzyme bisa dibuat dengan menggunakan bahan organik seperti kulit buah yang masih segar bersih tidak busuk.

“Adapun perbandingannya adalah 10:3:1 yaitu 10 bagian air, 3 bagian bahan organik, 1 bagian gula atau molase. Ketiga bahan tersebut dimasukkan dalam wadah yang bisa ditutup rapat dan dibiarkan selama 3 bulan baru bisa di panen,” kata Yaya.

“Selama proses fermentasi berlangsung 3 bulan. Pada bulan pertama akan terbentuk alkohol, bulan kedua akan keluar cuka dan bulan ketiga terbentuk enzyme. Setelah tiga bulan atau bisa lebih eco enzyme bisa dipanen dan bisa dipergunakan   untuk berbagai keperluan,” tambah Awang Kurniawan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Aisyiyah Berbah Gelar Kajian Ramadan Menyambut Milad Aisyiyah yang ke-105

Sleman – Aisyiyah Berbah menggelar kajian Ramadan di Masjid Al Muslimin Abu Abdulrahman Pajangan, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Jumat (15/4/2022). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah yang ke-105 yang jatuh pada tanggal 19 Mei 2022.

Dalam kajian, pembahasan disampaikan oleh Eny Rochayati yang menyampaikan kajian bagaimana Aisyiyah sebagai oraganisasi perempuan, terus berjuang dan berdakwah demi kepentingan umat, bangsan, dan kemanusiaan. “Perjuangan Aisyiah lebih satu abad sebagai pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan yang terlibat dalam memajukan kehidupan perempuan dan bangsa Indonesia, hadir memenuhi panggilan suci dan mulia untuk mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin,” kata Eny.

Panggilan dakwah tersebut, lanjut Eny, lahir dari nilai-nilai Islam yang berkemajuan dan telah digerakkan melalui praktis amaliyah Aisyiyah dalam berbagai bidang kehidupan seperti peneguhan keagamaan (spiritualitasi), pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hukum ekonomi, pendidikan politik kewargaan, pengkaderan, dan bidang lainnya. “Keberhasilan Aisyiyah dalam mengemban misi dakwah merupakan rohmat Allah SWT yang harus disyukuri,” jelas Eny.

Aisyiah bersama Muhammadiyah telah mengambil peran strategis dan bekerja keras menanggulangi pandemi COVID-19 dalam berbagai kegiatan sebagai upaya penanganan langsung melalui Rumah sakit Aisyiah dan Muhammadiyah, klinik dan kegiatan para relawan.

Kegiatan pendampingan masa pandemi dan pasca pandemi dengan pendampingan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi warga terdampak dan kegiatan lainnya secara meluas dan melintas batas. Kegiatan Aisyiah yang secara masif dilaksanakan sampai ditingkat cabang dan ranting secara nasional. “Potensi sosial Aisyiah yang begitu besar dan kokoh telah ditunjukkan dengan pengkhidmatan dalam menangani pandemi COVID-19,” pungkas Eny.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan kajian juga diikuti dengan peluncuran Lansia Aisyiyah Berkah. “Semoga dengan wadah Lansia Aisyiah Berkah para Lansia tambah semangat mensyukuri nikmat usia yang dianugerahkan semoga di usia yang semakin Sepuh tetap semangat memberi keberkahan buat diri dan lingkungan,” kata Yuyun Purwaningsih.

Selain itu, ada juga sosialisasi dampat dan penanganan TBC oleh Kader TBC Aisyiyah Berbah, Ari Catur. “Bahwa TBC adalah termasuk salah satu penyakit yang berbahaya. Sehingga penanganan pasien TBC memerlukan waktu yang lama untuk dinyatakan sembuh. Oleh sebab itu pencegahan akan lebih baik dengan budaya bersih dan memakai masker,” jelas Ari. (Kusnadi/KIM Berbah)