Dinsos Sleman Lakukan Monev di KSB Sukoharjo

Sukoharjo – Kelompok Siaga Bencana (KSB) Sukoharjo menerima tamu dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman dalam rangka Monitoring dan Evaluasi. Tim dari Dinsos Sleman diterima langsung Ketua KSB Sukoharjo Edi Suyatno didampingi beberapa pengurus yang lain pada Kamis (14/4/2022)

Dalam kesempatan tersebut, Sahid dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman menyampaikan hal-hal apa saja yang harus ada di keadministrasian KSB Sukoharjo, seperti susunan organisasi, SK kepengurusan, SOP dan data -data kondisi logistik.

“Apabila masih ada kekurangan dalam keadministrasian, bisa meminta bantuan dari pendamping KSB,Tagana yang ada di Sukoharjo,” jelas Sahid.

Edi Suyatno selaku ketua KSB Sukoharjo mengutarakan kondisi KSB sekarang ini memang masih dalam tahap awal karena memang masih baru dan belum lama dibentuk.

“Kami akan berusaha melengkapi semua keadministrasian dan bangunan yang memang harus disiapkan,secara bertahap,” demikian papar Edi.

Monev diakhiri dengan pengecekan logistik dan kondisi bangunan oleh Sahid dan didampingi pengurus KSB Sukoharjo. (Eswe/KIM Sukoharjo)




Pentingnya Pendampingan Calon Pengantin untuk Mencegah Terjadinya Stunting

Sleman – Salah satu hal yang menjadi faktor terjadinya stunting adalah kondisi ibu saat hamil dan melahirkan. Hal tersebut dikarenakan semakin muda usia ibu saat hamil dan melahirkan, semakin besar kemungkinan untuk melahirkan anak yang stunting.

Demikian yang disampaikan oleh Koordinator KB Kapanewon Ngaglik, Abidah dalam kegiatan me-refresh peran dan fungsi tim pendamping keluarga terutama terhadap calon manten dalam membantu mencegah Stunting di Aula Kalurahan Donoharjo Rabu (13/4/2022).

Menurut Abidah, Ibu penderita anemia dan memiliki indeks massa tubuh rendah dapat mengakibatkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya stunting, setiap pengantin harus dipastikan berada dalam kondisi ideal.

“Karena itu pendampingan semua calon pengantin dan calon pasangan usia subur merupakan kegiatan prioritas yang harus ada. Pendampingan harus diberikan tiga bulan sebelum menikah dan upaya mencegah stunting ini cakupan PUS (pasangan usia subur) yang memperoleh pemeriksaan sebagai bagian pelayanan nikah,” terang Abidah.

Lebih lanjut Abidah menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan ini dilakukan oleh Tim pendamping keluarga dengan koordinator PLKB Kapanewon bersama dengan Bidan, PKK, serta kader KB.

Implementasi strategi pencegahan Stunting sendiri dilakukan dari hulu dengan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Saat mengurus pengantar nikah, tahap pertama yang harus dilakukan adalah registrasi di Elsimil dan mengisi form skrining berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan. Kemudian dilanjutkan ke tahap kedua, yaitu pemeriksaan kesehatan di Puskesmas, meliputi tinggi, berat, Lila, Hb, dan kebiasaan merokok.

Setelah itu, lanjut ke tahap ketiga yaitu petugas pendamping memastikan calon pengantin mengisi Elsimil dengan data sesuai hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan. Pendamping menjelaskan hasil Elsimil, edukasi, konsultasi, akses untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi, serta rujukan. Untuk tahap keempat yaitu pendaftaran nikah di KUA, di mana petugas meminta calon pengantin untuk melampirkan sertifikat atau kartu kewaspadaan Stunting yang dapat diunduh setelah calon pengantin mengisi kuesioner Elsimil. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Aisyiyah Sleman Berikan Buka Gratis dan Santunan untuk Panti Asuhan di Prambanan

Sleman – Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sleman berbagi ifthar (buka) dan santunan untuk Panti Asuhan Aisyiyah An-Nur Prambanan pada Rabu (13/4/2022). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PDA Sleman beserta perwakilan dan Ketua PDPM Sleman beserta jajaran, dan diterima oleh Pengurus Panti Asuhan Aisyiyah An-Nur, Kapanewon Prambanan.

 “Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan ini salah satunya kita isi dengan Berbagi ifthar dan santunan untuk Panti Asuhan yang mana pada kesempatan ini kami bekerjasama dengan PDA Sleman dan kelompok pengajian Step2Allah London,” kata Ketua PDPM Sleman Eko Sumardiyanto

Sementara itu, Ketua PDA Sleman Siti Aminah Masykur mengatakan bahwa Aisyiyah adalah gerakan perempuan yang aktif di bidang sosial. “Gerakan perempuan Muhammadiyah Aisyiyah lahir pada tahun 1917 merupakan organisasi perempuan yang didirikan sebagai jawaban atas pentingnya perempuan berkiprah di wilayah-wilayah sosial kemasyarakatan,” kata Siti. 

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada Santri Panti Asuhan Aisyiyah An-Nur untuk terus belajar, berdoa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam cita-citanya.

Acara juga diisi dengan Tausyiah oleh Ustad Joko Aryanto Sekretaris PDM Sleman yang menyampaikan tentang semangat Aisyiyah dalam Gerakan Al Ma’un. Di akhir acara dilakukan penyerahan santunan kepada Santri Panti Aisyiyah An-Nur, serta menjelang buka bersama kegiatan diisi dengan Doa dari perwakilan Santriwati Panti Asuhan Aisyiyah An-Nur. (Arief Hartanto)




Kapanewon Moyudan Gelar Safari Tarawih Keliling di Masjid Al-Falah Sombangan

Sleman – Guna mengisi dan menyemarakan Ramadhan 1443 H Kapanewon Moyudan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Safari Tarawih Keliling. Kegiatan ini diselenggarakan empat kali di masing-masing Kalurahan.

Hari Rabu (13/4/2022) Masjid Al-Falah Sombangan Kalurahan Sumbersari menjadi tempat yang dikunjungi Safari Tarawih Keliling Kapanewon Moyudan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Panewu Moyudan Harsowarsono dan jajaran Muspika Kapanewon Moyudan. Selain itu, hadir pula Lurah Sumbersari Sukadi beserta Pamong Kalurahan Sumbersari.

Sukadi Lurah Sumbersari dalam sambutanya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Tim Safari Tarawih Keliling Kapanewon Moyudan. Lebih lanjut Sukadi menyampaikan rasa bangga karena salah satu masjid di Sumbersari yaitu masjid Al-Falah Sombangan menjadi tempatnya. ” Semoga bisa menjadikan bertambah semangat jamaah,” kata Sukadi.

H. Jazuli sebagai ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) melaporkan bahwa Masjid Al-Falah Sombangan sudah ditetapkan sebagai Masjid besar Kapanewon Moyudan berdasarkan SK No. 16/Kep. Panewu/2021. Selain untuk ibadah sholat lima waktu masjid juga menjadi tempat TPA yang saat ini berjumlah 45 santri. “Masjid juga mengurus masalah sosial dengan memberi bantuan kepada jamaah yang kurang mampu. Juga memberi bantuan seragam untuk anak TPA gratis,” ungkapnya.

Sedangkan ketua Rombongan Safari Keliling yang diwakili oleh Desi Aryadi yang juga merupakan Kepala Puskesmas Moyudan mengimbau kepada jamaah umtuk selalu menjaga kesehatan. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Puskesmas Moyudan membuka vaksin pada setiap hari Rabu. (Giek/KIM Sumber Biworo Moyudan)




Siswa MAN 4 Sleman Temukan Inovasi Abon Berbahan Nangka Muda

Sleman – Tiga siswa MAN 4 Sleman melakukan kreasi dan inovasi membuat abon dari nangka muda. Adalah Kevin Ari Aprianto (XI MIPA 1), Nasfa Aulia (XI MIPA 2) dan Radhia Farsya (X MIPA 1) yang menelurkan inovasi abon dari nangka muda ini. Ketiga siswa yang tergabung dalam Manesa Young Researchers (Mayors) dan juga siswa kelas Agribisnis Hasil Pertanian (APHP) ini menemukan inovasi tersebut dari hasil percobaan dari penelitian mereka.

“Abon barbahan nangka ini sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh. Nangka muda kaya akan vitamin C, antioksidan dan tinggi serat,” terang Kevin pada Rabu (13/4/2022) di MAN 4 Sleman.

Apa yang dibuat oleh ketiga siswa tersebut kemudian diikutkan dalam lomba Business Plan UPY. “Alhamdulillah, produk yang kami kirimkan menjadi finalis National Business Competition 2022. Mohon doa restu dan dukungan semoga meraih juara,” papar Kevin Ari Aprianto.

Selain itu, ada juga respon positif dari Vista Ari Rahmawati, , seorang Nutrisionis Muda dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Vista menanyakan kandungan gizi abon berbahan Nangka muda tersebut. 

“Siapa tahu produk ini nantinya bisa menjadi olahan yang bisa dikembangkan menjadi produk lokal untuk penanganan stunting, isu dan upaya pemerintah mengurangi stuting lagi banyak dibicarakan,” tegasnya. 

Inovasi ketiga siswa tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala MAN 4 Sleman, Mohamad Yusuf. “Saya mengapresiasi inovasi anak-anak, semoga semakin sukses.  Ini semakin menegaskan MAN 4 Sleman membekali siswa agar kreatif, berkarakter, ber-entrepreneur dan berkinerja,” kata Yusuf. (Edy S/KIM Moyudan)