40 Orang di Selomartani Ikuti Pelatihan Bahasa, Sastra, dan Panatacara

Sleman – Sebanyak 40 orang yang terdiri dari Perangkat Kalurahan dan Karang Taruna Kapanewon Kalasan mengikuti pelatihan Bahasa, Sastra/Adiwicara dan Panatacara, di Gedung Pertemuan Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan yang berlangsung selama 2 hari yaitu Rabu (18/5/2022) sampai Kamis (19/5/2022).

Kasi Bahasa dan Sastra Bidang Sejarah, Bahasa Sastra dan Permusiuman Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Ita Kurniawati menuturkan bahwa egiatan pelatihan ini merupakan program Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, tahun anggaran 2022. “Kegiatan ini bertujuan untuk pelestarian dan pengembangan Bahasa dan Sastra Jawa,” kata Ita.

Selama dua hari peserta mendapatkan materi pembelajaran meliputi implementasi nilai-nilai budaya dan pedoman wicara bahasa Jawa oleh Prof. Dr. Drs. Suwarno, , Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni UNY.

Materi berikutnya Pangetraping Busana Mataram Gagrag Ngayogyakarta ing Panatacara lan Pamedharsabda oleh Faizal Noor Singgih dari Paguyuban Panatacara Kabupaten Sleman, Renggeping Wicara oleh Agus Wiranto dari DPD PPY Kabupaten Sleman serta Renggeping Wicara lan Pangetraping Busana oleh Yuana Agus Dirgantara, dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa Jawa SMA Kabupaten Sleman.

Pelatihan dengan metode teori, tanya jawab dan praktik, baik berkaitan dengan medhar Sabda maupun mengenal dan mengenakan pakaian adat Jawa Gagrag Ngayogyakarta. Seluruh peserta diwajibkan membara pakaian dari rumah kemudian praktik di tempat pelatihan.

Salah seorang peserta yang enggan disebut namanya mengaku beruntung dan senang berkesempatan mengikuti pelatihan. “Kula sampun dangu pingin ndherek latihan (saya sudah lama ingin mengikuti latihan),” akunya. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Rumah Belajar Sukarela Bantu Anak Capai Keberhasilan Belajar

Sleman – Sebagai wujud pengamalan sila kedua dari Pancasila dan membantu anak-anak di sekitar tempat tinggalnya yang berusia 7 sampai 12 tahun dalam menyelesaikan masalah kesulitan belajar di sekolah dalam mencapai keberhasilan belajar secara optimal maka siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Depok Sleman kelas XIII yang memiliki kompetensi keahlian Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan, Azzahra Salsabila menginisiasi berdirinya ‘Rumah Belajar Sukarela’ yang terletak di Keditan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.

Berdasar keterangan yang diberikan Azzahra Salsabila di sela-sela mengajarnya, Rabu (18/5/2022) bahwa kegiatan sosial di bidang pendidikan ini adalah untuk memberikan layanan bimbingan belajar agar peserta dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memberikan motivasi belajar selamanya secara positif dan efektif sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing sehingga siswa mampu mandiri dalam belajar.

Kegiatan yang sudah berjalan selama dua bulan tersebut disambut baik dan antusias oleh anak-anak sekolah yang tinggal di Keditan. Saat ini jumlah peserta pembelajar di Rumah Belajar Sukarela sebanyak 16 anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 1 sampai kelas 6. Adapun pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar dilakukan secara rutin setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul hingga WIB.

“Saya menginisiasi terbentuknya Rumah Belajar Sukarela bertujuan untuk membantu anak-anak di Keditan yang masih bersekolah dan belum pernah mengikuti bimbingan belajar komersil yang menjamur di Yogyakarta karena biaya yang mahal. Kalau anak-anak disini tidak dibantu dalam memahami materi pelajaran di sekolah maka mereka akan tertinggal sehingga tidak mampu mengerjakan ujian sekolah,” terang Zahra panggilan akrabnya.

Siswi yang pernah menjadi juara 1 lomba desain batik tingkat Provinsi dan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di Tingkat Nasional serta meraih 200 thropy kejuaraan ini menambahkan bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar di Rumah Belajar Sukarela siswa dapat secara terbuka menerima dan memahami kelebihan maupun kekurangannya, mengerti kendala dalam belajarnya, mengetahui faktor penyebabnya sehingga dapat mengatasi kesulitannya secara mandiri.

“Yang utama adalah peserta pembelajar disini memiliki kesiapan mental, keterampilan membaca buku pelajaran, mengerjakan tugas-tugas sekolah, membuat jadwal belajar, memantapkan diri dalam pelajaran tertentu, siap menghadapi ujian di sekolah, serta mau berusaha mendapatkan informasi terkini guna memperluas wawasannya,” tambah Zahra.

Di akhir keterangannya, Putri dari Ibu Eny kartiningsih dan pernah menjadi ‘Inspiring Student’ tahun 2016 di lembaga bimbingan belajar Prime Generation Yogyakarta tersebut berharap ada pihak yang secara ikhlas dan sukarela menjadi donatur di Rumah Belajar Sukarela untuk mendukung adanya  sarana dan prasarana yang memadai berupa meja kecil, papan tulis, dan alat tulis kantor guna menunjang penyelenggaraan kegiatan bimbingan belajar dalam aktivitas belajar mengajar sehingga menjadi lebih efisien dan membantu siswa mencapai keberhasilan belajar yang optimal. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)