Komunitas Ayo Yoga Sleman Gelar Latihan Jaga Kebugaran Tubuh

Sleman – Demi menjaga kebugaran dan menguatkan keseimbangan tubuh, Komunitas Ayo Yoga Sleman yang beranggotakan sekitar 70 orang menyelenggarakan kegiatan peningkatan pelatihan sekaligus syawalan yang digelar di area Pantai Goa Cemara, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Sabtu (21/5/2022).

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Agung Armawanta selaku Pembina Komunitas Ayo Yoga Sleman didampingi Ketua Komunitas, Rahman Subadi.

Dalam sambutannya, Agung Armawanta mengapresiasi adanya kegiatan latihan sekaligus wisata yoga di area Pantai Goa Cemara sebagai sarana penyegaran tubuh dan peningkatan kebugaran bagi masyarakat.

“Yoga merupakan aktivitas fisik yang menggabungkan pernafasan dan keseimbangan tubuh sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan mengikuti Yoga maka fokus mental kita akan terasah, fleksibilitas tubuh akan meningkat, serta membantu mencegah dan mengobati beberapa masalah kesehatan jika dilakukan dengan rutin,” tutur Agung.

Ketua Komunitas Ayo Yoga Sleman, Subadi menambahkan bahwa komunitas yang dipimpinnya ini terbentuk atas inisiatif masyarakat sekitar dan saat ini telah resmi terdaftar dalam Forum Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI) yang difasilitasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman. Dirinya memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk bergabung dengan komunitasnya dengan mengikuti latihan yoga demi menjaga kebugaran tubuh.

“Latihan yoga kami lakukan setiap hari Jumat pukul hingga pagi dan hari Selasa pukul sampai sore yang dilaksanakan di lapangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dengan instruktur yoga yang sudah berpengalaman, Kartikaningsih, dan Rochmad Wisnu Aji,” tambah Subadi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kalurahan Budaya Sleman Tampilkan Tarian di Bandara YIA

Sleman – Sebanyak 19 Kalurahan Budaya Kabupaten Sleman mementaskan tari unggulanya di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (21/5/2022) dan Minggu (22/5/2022).

Sejak pukul pagi kontingen masing-masing Kalurahan mulai berdatangan dan tepat pukul siang pentas bertajuk Jogja Glorius Culture for The World dimulai dengan kirab dari Kawasan Tugu Malioboro lantai 3 menuju terminal kedatangan.

Di kawasan kedatangan ini dipentaskan lima kesenian secara bergantian, selanjutnya kirab menuju terminal keberangkatan di lantai dua dengan lima sajian kesenian Kalurahan berikutnya.

Kalurahan Budaya Kabupaten Sleman yang pentas hari Sabtu 21 Mei meliputi Bangunkerto (bregada prajurit), Pandowoharjo (tari Wanita Tama), Argomulyo (Beksan Pramuladi), Margoagung (tari Lenggang Timur & Tari Sayuk Rukun), Sinduharjo (kesenian Badui) dan Margodadi (Tari Edan-edanan). Sementara Kalurahan Sidoluhur (Tari Sekar Putri & Ni Luh), Caturharjo (Tari Garuda), Sendangagung (Tari Mangestuti) dan Wedomartani menampilkan Kubro Siswo.

Antusias pengunjung baik di kedatangan maupun keberangkatan di hari kedua Minggu 22/5/2022 tak kalah dibanding hari Sabtu. Dengan pelaku seni yang rata-rata usia remaja menampilkan kesenian tradisional kerakyatan maupun kreasi baru, mereka berhasil memukau penonton. Bahkan tidak sedikit yang ikut menari sembari swafoto.

Kalurahan budaya yang tampil dihari Minggu meliputi Bregada Ambarketawang, tari Among Salaka Girikerto, tari Rampak Jonggrang Madurejo, tari Hedrug Liong Widodomartani, kesenian Badui Sumberejo, Kubro Siswo Banyurejo, tari Goyang-goyang Sendangmulyo, Tari Salak  Wonokerto serta Tari Kipas Asri dari Kalurahan Tamanmartani.

Kepala Seksi pembinaan Adat tradisi, lembaga seni Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Provinsi DIY Endang Widuri menuturkan, kegiatan pentas seni di Bandara YIA didukung oleh dana keistimewaan. Setiap kabupaten/Kota diberikan kesempatan secara bergilir sesuai jadwal dan kesepakatan, pasca pandemi Covid 19 diawali dari kabupaten Sleman. “Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan bagi kelompok seni yang ada di Kalurahan budaya dengan baik, sehingga bisa menyuguhkan kemampuannya dengan maksimal, dengan tetap memantapkan koordinasi antara pengurus Kalurahan budaya, pemerintah Kalurahan, pelaku seni dan para pendamping,” tuturnya. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Kapanewon Depok Adakan Pembinaan Usaha Dagang untuk UMKM

Sleman – Panewu Depok bersama Lurah Condongcatur membuka kegiatan Pembinaan Usaha Dagang Angkatan II di Kalurahan Condongcatur yang bertempat di Warung Pinggir Sawah Leles Condongcatur, Senin (23/5/2022).

Pembinaan Usaha Dagang Angkatan II ini mengambil tema “Mewujudkan Kapasitas SDM Sektor   Perdagangan Untuk Mewujudkan Masyarakat Niaga Yang Tangguh Dan Berdaya Saing” berlangsung mulai tanggal 23 Mei 2022 sampai dengan 25 Mei 2022.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Anggota DPRD Sleman, H. Ardi Sehami, Disperindag Kabupaten Sleman dan 20 Pelaku Usaha di wilayah Kapanewon Depok yang berasal dari Maguwoharjo, Caturtunggal dan Condongcatur.

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, berharap kegiatan Pembinaan Usaha Dagang yang akan berlangsung selama 3 hari ini kedepannya dapat meningkatkan usaha para pelaku UMKM. “Dapat menjadi ladang peningkatan usaha untuk meningkatkan produk, usaha dan penjualan bagi peserta pelaku usaha yang ada di wilayah Kapanewon Depok,” kata Reno.

Adapun peserta pembinaan usaha dagang ini diantaranya pelaku usaha di bidang sembako, usaha modiste, jahit/sablon kain, usaha shampo lidah buaya, usaha warung makan dan kuliner, serta usaha online rumah tangga.

Ardi Sehami sebagai salah satu narasumber berharap kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan dari usaha kecil/mikro nantinya terus berkembang meningkat menjadi besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Wasana/KIM Depok)




Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Adakan Bimtek Pengelolaan Lembaga PAUD untuk Himpaudi Moyudan

Sleman – Sebanyak 56 pendidik PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) se-Kapanewon Moyudan mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Pengelolaan Lembaga PAUD. Bimtek diadakan selama 3 hari, dari Rabu (18/5/2022) sampai Jumat (20/5/2022) bertempat di Gedung Kesatuan Bangsa dan Politik Pemkab Sleman.

Sebagai pengantar kegiatan disampaikan oleh Seksi Kurikulum dan Peserta Didik PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan, Sri Muliani yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari Program Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) Kapanewon Moyudan 2022.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Sri Sumiyatun yangg kemudian menyampaikan Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman antara lain tentang fasilitasi pendidik dan tenaga kependidikan, Biaya Operasional Pendidikan, dan lain-lain.

Sedangkan Panewu Moyudan Harsowasono menyampaikan Kebijakan Kapanewon yang merupakan pelaksana kebijakan kabupaten. Beliau juga memberikan data bahwa jumlah lembaga PAUD di Moyudan sebanyak 41, adapun jumlah guru PAUD ada 77 orang, dan tenaga kependidikan ada 44 orang.  “Kapanewon mendorong pemerintah kalurahan dlm pembinaan dan dukungan terhadap lembaga PAUD,” jelasnya.

Selanjutnya narasumber untuk materi inti di hari pertama iadalah Ketua Himpaudi Moyudan Dwi Sumarjanah dengan materi Pemberdayaan Lingkungan sebagai Sumber Belajar. Disebutkan bahwa sumber belajar ada 6 yaiku pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan lingkungan. “Identifikasi potensi lingkungan di sekitar lembaga teman-teman, pasti banyak yg dpt dijadikan sumber belajar,” paparnya.

Kemudian pada hari kedua, materi disampaikan oleh narasumber Yanta Rokhmat Hidayat yang mengulas tentang Membangun Kemitraan dengan Stakeholder. “Menjalin kemitraan itu sangat penting. dan kita harus tahu strategi dalam menjalin kemitraan untuk mencapai tujuan,” jelas Penilik PAUD Kapanewon Moyudan tersebut.

Sedangkan pemateri selanjutnya adalah Sri Mardianti (Ketua Himpaudi Daerah Kabupaten Sleman),   menyampaikan materi tentang Pengelolaan Program Lembaga PAUD Unggulan yang Visioner.

“Gali dan cermati keunggulan SDM di lembaga Anda, lalu tentukan mau dibawa kemana lembaga Anda sesuai SDM yg dimiliki. Apakah sekolah hijau, sekolah inklusi, sekolah berbasis budaya, dan lain-lain-lain,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengarahkan agar setiap lembaga PAUD membuat moto yang sesuai dengan visi, misi dan keunggulan masing-masing lembaga, di mana lembaga satu dengan lainnya pasti berbeda.

Sedangkan hari terakhir, materi diberikan oleh nara sumber Sri Wahyuni sebagai Wakil Ketua 1 Himpaudi DIY dan juga Tutor UT Yogyakarta. Ia menjelaskan tentang manajemen satuan PAUD berbasis 8 Standar, yaitu srandar STPPA, standar Isi standar proses, standar PTK, standar sarpras, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Pada kesempatan tersebut, Sri Wahyuni juga menyertakan contoh-contoh pembuatannya.

Di akhir paparannya, Sri Wahyuni yang juga merupakan Asesor BAN PAUD dan PNF DIY ini berpesan kepada pendidik PAUD mengenai pentingnya menjaga diri sebagai seorang pendidik. “Kepercayaan orang tua menitipkan putra-putrinya tidak datang dengan sendirinya, tapi dari tutur, sikap dan kemampuan kita,” pungkasnya. (Eny Murtiningsih/KIM Sumber Biwara Moyudan).




Kondisi Kesehatan Hewan Ternak Asal Sleman Dalam Keadaan Aman, Wabup Minta Masyarakat Tak Perlu Panik

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meninjau langsung kondisi ternak sapi di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping, pada (21/5/2022). Peninjauan ini sebagai bentuk tanggapan terhadap keresahan masyarakat terkait kabar virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat dikhawatirkan masyarakat beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil peninjauan, Danang mengatakan bahwa kondisi hewan ternak di lokasi pemantauan saat ini dalam keadaan sehat dan aman dari paparan virus PMK. Sedangkan, untuk penemuan ternak yang terdeteksi virus PMK, dinyatakan tak berasal dari peternak kabupaten Sleman.

Seperti halnya yang sudah disampaikan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada (21/5), ditemukan 9 domba dinyatakan positif terjangkit virus PMK. Akan tetapi, dari penelusuran Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melalui pemilik domba, diketahui bahwa dua di antaranya dibeli dari Kabupaten Bantul dan berasal dari Garut, Jawa Barat. Usai diterima oleh pemilik, domba tersebut dikumpulkan dalam satu kandang yang sama dengan 7 domba lainnya.

“Kondisi hewan dari paparan virus PMK di sini masih aman. Kalaupun ada, bukan berasal dari Sleman tapi berasal dari ternak luar daerah. Dari hasil pemantauan hari ini, hewan di sini kondisinya masih dalam keadaan sehat dan aman. Dikarenakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan kabupaten Sleman juga terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap kesehatan hewan ternak,” jelas Danang.

Ditambahkan Danang, pengawasan tak hanya dilakukan saat hewan sudah berada di pasar, namun juga dimulai dari proses penerimaan hewan. Terdapat regulasi yang diterapkan dalam menerima hewan ternak. Setiap hewan yang masuk akan diperiksa kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Jika dari pemeriksaan dan pengawasan hewan dalam keadaan sehat, maka diperbolehkan untuk masuk. Akan tetapi, jika hewan menunjukkan indikasi terpapar virus PMK, maka akan dikembalikan ke daerah asalnya.

Kabupaten Sleman juga menggalakkan langkah penanganan terpadu dengan memberikan pengobatan suportif berupa vitamin A, D, E, desinfeksi peralatan dan area kandang setiap hari. Selain itu, dokter siaga juga disiapkan untuk melakukan pemantauan secara langsung. Danang pun turut mengapresiasi kesadaran para pedagang untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK di kabupaten Sleman.

“Kesadaran para pedagang di sini juga tinggi. Kondisi saat ini pedagang tidak berani membeli hewan ternak dari luar. Sehingga di lingkungan Sleman, saat ini dalam keadaan aman,” lanjut Danang.

Untuk memastikan kondisi hewan ternak di Sleman tetap aman jelang hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan kabupaten Sleman turut melakukan pemantauan di beberapa pasar. Sehingga, Danang Maharsa pun menuturkan agar masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terkait kondisi hewan ternak di Sleman. (Humas Sleman)