Menjalankan Yayasan dengan Akuntabel

Ngaglik – Para calon pengurus organisasi YPKBR (Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Bina Remaja) Donoharjo periode 2022-2025 mendapatkan bimbingan teknis dan pembekalan di Kompleks SLB Tunas Kasih, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (23/5/2022). YPKBR Donoharjo yang didirikan sejak tahun 1981 kini telah memiliki tiga unit kegiatan yakni satu Panti Asuhan Bina Remaja, dan dua SLB Tunas Kasih.

Dalam materi yang disampaikan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono menjelaskan bahwa yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

“Yayasan dapat melakukan kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan serta tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, atau peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan mendirikan badan usaha,” terang Eko.

Meski demikian, Eko menambahkan bahwa yayasan tidak dapat melakukan kegiatan usaha secara langsung karena yayasan tidak boleh digunakan sebagai wadah usaha. “Organ yayasan yang terdiri dari pembina, pendiri, pengurus, dan pengawas yayasan tidak boleh merangkap sebagai anggota direksi/pengurus atau anggota dewan komisaris/pengawas pada badan usaha yang didirikan atau yayasan yang melakukan penyertaan. Terlebih lagi, yayasan sebagai badan hukum harus memiliki kemandirian, transparansi, dan akuntabilitas,” kata Eko.

Pemateri berikutnya, Drs Sularno, M.A, Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) memberikan ilmunya tentang strategi best practice pengelolaan yayasan bidang pendidikan dan amal usaha.

Sularno menjelaskan strategi agar bisa mengelola pertama selalu adakan evaluasi dan peningkatan penyempurnaan kelembagaannya. “Organ yayasannya perlu dicek, dievaluasi. Jika pembina hanya satu (maka) rentan dibawa kepada selera satu orang, pengawas ada tiga orang, pengurus ada orang dari berbagai disiplin ilmu, juga dikawal, tidak boleh pengurus harian yang merangkap,” terang Sularno yang mencontohkan LBW UII kini banyak memiliki lini di bidang pendidikan, amal, maupun usaha.

Strategi berikutnya, selain organ yayasannya dilengkapi, AD ART dievaluasi dan struktur organisasi terus dikembangkan
Setiap program awali dengan analisis SWOT, juga dilengkapi dengan program kerja jangka panjang, menengah, dan pendek.

“Kunci managemen ada pada tata kelola.
Sesuatu yang baik benar jika tidak dikelola baik akan kalah dengan yang batil. Unsur monitor evaluasi, monitoring, pengawasan sangat penting dan butuh pengelola yang punya watak dan visi seperti Rasulullah, fathonah, juga visioner. Terakhir, laporan pertanggungjawaban harus ada, setahun 2 kali dan ada rapat konsultasi,” pungkas Sularno. (Endarwati/KIM Donoharjo).




RMI Gelar Pelatihan Media Sosial untuk Santri

Dalam rangka memperingati hari lahir Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan halal bihalal, PC NU Kabupaten Sleman menggelar pelatihan media sosial pada Minggu (22/5/2022) di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah, Kapanewon Ngemplak, Sleman. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan kepada santri untuk dapat mempelajari dan menguasai teknologi, sehingga tidak menyebabkan disrupsi negatif di kehidupan sehari-hari.

Pelatihan menghadirkan 2 orang narasumber yaitu, Saeful Anwar, Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Bahasa UGM, serta Zeni Hafidhotun Nisak, Founder Sinau Space.

“Kegiatan ini sangatlah menarik dan penting, ia berharap agar ke depannya akan diadakan lagi event seperti ini yang mengundang lebih banyak peserta terutama perwakilan pesantren se-Kabupaten Sleman,” kata Jambari, Ketua Penyelenggara kegiatan Harlah RMI.

Ia juga berharap ilmu yang didapat oleh peserta nantinya dapat disampaikan kepada orang lain agar lebih bermanfaat.

Sementara itu, Muhammad Asyrofuddin, Ketua RMI Sleman berharap para peserta dapat memahami dan mengamalkan pelatihan yang diberikan, karena pemahaman mengenai pemanfaatan sosial media itu penting, “Untuk menemukan isu global dalam dunia media sosial,” kata Asyrofuddin. (Ajeng/KIM Ngaglik)




Tingkatkan Keterampilan Berbahasa Jawa, Pasbuja Gelar Gladhen Cerkak

Untuk dapat menikmati dan memanfaatkan karya sastra guna mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan dalam kehidupan, meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam berbahasa Jawa, Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman menggelar gladhen nulis cerita cekak (cerkak) yang dilaksanakan di Aula Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Minggu (22/5/2022).

Pelatihan penulisan cerkak hasil kerja sama Pasbuja Kawi Merapi dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada tersebut diikuti oleh 25 peserta dibimbing oleh Novelis Senior, Budi Sardjono dan Ketua Pasbuja Kawi Merapi, Sutopo Sugihartono yang kesehariannya sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Memetri Kundha Kabudayan Sleman, serta Pemimpin Umum Majalah Basa Jawa Digital Belik.

Dalam paparan materinya terkait teknis penulisan cerkak, Sutopo Sugihartono menegaskan bahwa dalam penulisan cerkak seyogyanya harus memenuhi struktur yang meliputi eksposisi, komplikasi, krisis, klimaks, serta solusi agar karya yang dihasilkan alur ceritanya mengalir dengan indah dan enak dibaca.

“Unsur cerkak umume dumadi saka tema, papan kedadeyan, wektu, kahanan, tokoh sarta ana pesan moral lan sapanunggalane, senajan mung adhapur fiktif,” tutur Sutopo di hadapan peserta gladhen cerkak.

Dirinya menambahkan bahwa cerkak termasuk karangan fiksi yang merupakan salah satu karya sastra seperti geguritan, esai, dan lain sebagainya. Di dalam cerkak, penulis dapat menceriterakan tentang kehidupan untuk mengedukasi masyarakat dan mendukung terlaksananya program pemerintah.

Hal senada disampaikan oleh Novelis senior, Budi Sardjono yang mengupas tentang bagaimana menemukan ide, mengembangkan ide, serta mengolah ide menjadi sebuah karya sastra berupa cerkak maupun pengalaman pribadi atau kejadian nyata di masyarakat yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi penulisan cerkak.

“Guna memperoleh ide sebagai bahan penulisan cerkak, seorang penulis harus terjun ke lapangan langsung untuk memperkaya wawasannya. Mencari ide cerita tidak dapat dilakukan hanya berdiam diri di dalam rumah,” tegas Sastrawan yang akrab disapa Budsar.

Di ujung kegiatan pelatihan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Wiwien Widya Rahayu mengemukakan bahwa seluruh peserta diharapkan dapat menghasilkan sebuah karya cerkak yang akan disusun oleh para mentor menjadi sebuah buku antologi berjudul ‘Nagari Sewu Candi’ sebagai ikon Kabupaten Sleman sekaligus sebagai ajang komunikasi antara peserta senior dengan yunior untuk saling belajar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Anggota JPSM Sehati Dapatkan Pelatihan Public Speaking dan Tour Guiding

Pegiat lingkungan Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman bersama Project B Indonesia dan pengelola tour wisata internasional Travelxism menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Public Speaking dan Tour Guiding dalam Potensi Wisata Daur Ulang Sampah bagi anggota kelompok JPSM Sehati Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin (23/5/2022) di kantor PSM Kasturi, Karang Asem, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh 20 orang perwakilan dari beberapa kelompok pengelola sampah baik bank sampah, sedekah sampah, maupun TPS3R. Selain itu, hadir juga melalui virtual zoom Founder Travelxism, Co–Founder Project B Indonesia, dan mahasiswa dari program Kampus Merdeka.

Dalam sambutannya Co–Founder Project B Indonesia Yeby Yuriandara mengapresiasi seluruh pihak yang telah membuat program pelatihan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan anggota  kelompok pengelola sampah, dan bagaimana cara memadukan pengelolaan sampah dengan kegiatan wisata berkelanjutan.

“Harapannya kegiatan ini akan berlanjut dan bisa dikembangkan ke masing-masing kelompok sehingga bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi baru dalam usaha pengelolaan sampah,” kata Yeby.

Sementara itu, Founder sekaligus CEO Travelxism Gilang Ahmad Fauzi berharap Travelxism bisa membantu membuat suatu program di masing-masing destinasi wisata daur ulang sampah sehingga akan menumbuhkan wisata berkelanjutan berbasis pengelolaan sampah yang dilakukan anggota Kabupaten Sleman.

“Semoga kegiatan pelatihan ini memberikan manfaat kepada pengelola Sampah dan pariwisata Kabupaten Sleman,” kata Gilang.

Materi pelatihan Public Speaking dan Tour Guiding sendiri disampaikan oleh pemateri dari tim Travelxism yang terdiri dari Anidya P, Desy Putri Ramadhani, Fara Nabila Andayani, dan Yoga Hermawardana. Masing-masing pemateri memberikan pengetahuan mengenai bagaimana Public Speaking dan menjadi Tour Guiding yang baik ketika menerima tamu di destinasi wisata masing-masing.

Selain itu, diberikan juga pelatihan membuat konsep dan program pariwisata yang disesuaikan dengan kondisi kewilayahan dan ketersediaan prasarana penunjang, sehingga bisa membuat destinasi wisata yang menarik berwawasan lingkungan dengan biaya minimalis. (Kusnadi/KIM Berbah)