E-Warong Serahkan 10 Juta Rupiah untuk Donasi Bulan Dana PMI

Sleman – Komunitas E-Warong Kabupaten menyerahkan donasi bulan Dana PMI Kabupaten Sleman sebesar Rp 10 juta rupiah, Jumat (27/5/2022) di Gedung Lantai 3 Setda Kabupaten Sleman.

Duwi, pengelola E-Warong Kabupaten Sleman asal Triharjo Sleman menuturkan, dana yang diserahkan kepada panitia pada bulan dana PMI sebesar 10 juta. “Yang dihimpun dari 28 pengelola E-Warong yang ada di Kabupaten Sleman,” kata Duwi.

Pihaknya baru mengetahui belakangan ini kalau ada bulan dana, atas informasi yang diterimanya kemudian bersama teman-temanya ber musyawarah. Kesimpulannya adalah menggalang dana bantuan untuk disalurkan kepada PMI.

Rekan-rekanya sangat senang bisa berpartisipasi dibidang sosial kemanusian, tuturnya. Selanjut kegiatan ini akan diusahakan secara rutin tanpa harus saat bulan dana.

Ia berharap yang dilakukan itu bisa menginspirasi komunitas lainya untuk peduli sosial kemanusiaan.

Hasil penggalangan suka rela itu semula diserahkan melalui Dinas Sosial, kemudian darahkan kepada panitia Bulan Dana, dan diterima Ketua Panitia bulan dana yang juga Sekda Sleman, Hardo Kiswoyo.

Sementara itu Sekda Sleman, Hardo Kiswoyo, saat memberi arahan pada evaluasi bulan dana mengharap OPD memberikan informasi kemungkinan adanya peluang untuk pengembangan sasaran, disamping itu juga mengefektifkan pengumpulan melalui kupon yang tersedia.

Hingga saat evaluasi pelaksanaan bulan dana, telah terkumpul . Pengumpulan dana akan berakhir pada penghujung bulan Juni 2022. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Kenalan dengan Dunia Kerja, Siswa MAN 1 Sleman Ikuti Program PKL  

Sleman – Untuk mengenal dunia kerja dan dunia usaha, siswa MAN 1 Sleman ikut serta dalam program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang disediakan oleh sekolah. Kepala Madrasah (Kamad) H. Soir, mengatakan PKL ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada dunia kerja dan usaha. Sehingga ketika mereka terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya mereka tidak canggung dan dapat beradaptasi dengan cepat. “Dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lulusan Madrasah yang berkualitas, memiliki daya saing dan relevansi dengan dunia usaha dan dunia industri,” ungkap Kamad 

Sementara itu , Ketua program keterampilan mengatakan bahwa kecakapan dan keterampilan vokasi tidak hanya diperoleh melalui proses pembelajaran teori – praktik di kelas, namun siswa perlu melaksanakan PKL di lembaga atau dunia industri. PKL merupakan bagian dari program wajib untuk keterampilan yang diikuti siswa. 

 “Pelaksanaan program ini sesuai SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 5466 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Pembelajaran MA Plus Keterampilan,” terang Gunarta ketika meninjau peserta PKL di BLPT Yogyakarta, Rabu (25/5/2022).

Lulusan Madrasah aliyah diharapkan memiliki keunggulan kompetitif dalam bidang vokasi/keterampilan tertentu. Madrasah Plus Keterampilan pada hakekatnya merupakan Madrasah Aliyah yang menyelenggarakan program tambahan keterampilan sebagai salah satu mata pelajaran pilihan. Seiring dengan perkembangan zaman maka perlu disiapkan  sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh sebab itu para siswa perlu diasah dan dibimbing agar terampil dan bisa berkembang sesuai kebutuhan dunia kerja di era teknologi.

Adapun lokasi PKL selengkapnya adalah program keterampilan Teknik Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor, Teknik Desain dan Produk Furniture, Teknik Komputer & Jaringan dan Teknik Multimedia melakukan PKL di BLPT Yogyakarta. Program Keterampilan Tata Busana berlangsung di LPK Nita Busana. Sedangkan program keterampilan Tata Boga dilaksanakan di Grand Serela Hotel Yogyakarta. (smn)




Beda Raga Nunggal Rasa Paguyuban Eks Pegawai Deppen

Sleman – Paguyuban Eks pegawai Departemen Penerangan (DEPPEN) Kabupaten Sleman, menyelenggarakan silaturahmi temu kangen, Kamis (26/5/2022) di RM Puri Mataram Sleman. Temu kangen bertajuk Beda Raga Nunggal Rasa ini dihadiri 96 orang terdiri dari eks pegawai Deppen saat itu dan keluarga.

Silaturahmi tanpa kemasan formal itupun membuat suasana santai, akrab penuh rasa persaudaraan. Bersama FH. Djurdjani yang pernah menjadi kepala kantor Deppen Sleman, seluruh peserta bernostalgia sembari mengingat kembali dinamika saat bertugas waktu. Tak pelak cerita pengalaman pembinaan Klompencapir dengan Tim Pembina Siaran Pedesaan (TPSP)nya, pengalaman bertugas memutar Film/bioskop keliling maupun penerangan dengan media Pertunjukan Rakyat (Pertunra). Demikian pula cerita tentang rapat kring bagi para juru penerang kecamatan. Dinamika tugas  bersama PLKB, Mantri Tani, PPL, KUA, POLSEK, KORAMIL dan Mantri Transmigrasi pun menghangatkan suasana temu kangen.

Ketua Paguyuban Eks Pegawai Deppen Sleman, Sri Widodo menuturkan, pada saat Deppen dilikuidasi jumlah pegawai tercatat 158 orang. “Saat itu person pegawai terpisah bertugas diberbagai instansi. Ada yang di UIN SUKA, UNY, BPS, Kemen Kum Ham, KPU dan terbanyak di Pemda Sleman. Diantara 158 itu sekarang masih 9 yang masih aktif sebagai pegawai,” kata Sri Widodo.

Kurang lebih tiga tahun tidak ada pertemuan, seiring membaiknya situasi pandemi Covid 19, banyak yang menginginkan pertemuan sekaligus halal bilhalal. Walaupun demikian tetap ada sisi edukasi dan informasinya. Kali ini eks pegawai Deppen menerima sosialisasi tentang Layanan Darah Masyarakat Sleman Gratis (LADAMANIS) oleh Joko Saptono.

Disela-sela cerita, FH. Djurdjani yang pernah memimpin Deppen Sleman berpesan, sekalipun Departemen Penerangan tinggal kenangan, tetapi ruh, jiwa dan semangat Api Nan Tak Pernah Kunjung Padam harus tetap dijaga dan diimplementasikan setiap eks pegawai Deppen dimanapun bertugas, termasuk dimasyarakat.

“Pokoknya kita tetap bersatu, rukun bersaudara. Paguyuban lestari, orangnya berguna,” pungkas Djurdjani. (Tri Joko/KIM Kalasan)




Permainan Tradisional Sebagai Bukti Identitas Peradaban Bangsa Indonesia

Permainan olahraga tradisional merupakan sebuah identitas peradaban Bangsa Indonesia. Permaianan tersebut bukan hanya sekedar olahraga, tetapi dapat menunjukkan karakter sebuah bangsa, yaitu kerja sama. Hal tersebut yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sleman saat membuka kegiatan lomba permainan dan olahraga tradisional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga di Lapangan Pemkab Sleman, Rabu (25/5/2022).

“Esensinya olahraga permainan tradisional adalah membangun kebersamaan, selaras dengan tema hari ulang tahun atau hari jadi Kabupaten Sleman yaitu Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah,” kata Aji.

Menurut Aji, Sesarengan Mbangun Sleman tersebut memiliki dasar kebersamaan dan kegotong-royongan. “Hal tersebut bisa dilatih, bisa divisualisasikan dalam permainan tradisional ini,” tambah Aji.

Permainan tradisional, lanjut Aji, sangat membutuhkan interaksi antar individu untuk dimainkan. Artinya, dengan memainkan permainan tradisional dapat membangun kebersamaan dan memahami perasaan orang lain, sehingga dapat memupuk rasa untuk menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

“Mudah-mudahan, gumregahnya para peserta yang ikut permainan tradisional ini menjadi inspirasi masyarakat luas untuk tidak lupa dengan jati diri bangsa sebagai bangsa yang bisa berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya,” ujar Aji.

Dispora Sleman sendiri menggelar lomba permainan dan olahraga tradisional dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sleman yang jatuh pada 15 Mei 2022 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang berada di Kabupaten Sleman. Ada beberapa nomor lomba yang diadakan, diantaranya adalah Lomba Halang Rintang (Gobak Sodor), Egrang, Lomba Balap Karung, dan Lomba Senam Kreasi Sleman Bangkit.