Dukung Smart Village Tamanmartani, Dispora Sleman Gelar Lomba Tradisional

Sleman – Sebanyak 512 peserta mengikuti lomba olahraga tradisional dalam rangka mendukung Smart-Village Kalurahan Tamanmartani, Minggu (29/5/2022) yang berlangsung di Lapangan Tamanan Pabrik, Tamanmartani, Kalasan. Lomba yang juga dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Sleman itu melibatkan masyarakat, dengan memperlombakan olahraga tradisional Bakiak dan Tarik Tambang. Cabang Bakiak putra dan putri masing masing tercatat 128 regu. Demikian pula tarik tambang juga untuk putra dan putri dengan jumlah peserta masing masing 128 regu.
Kamituwo Tamanmartani Awan Paradhes menuturkan, pesta olahraga tradisional itu merupakan program dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, dengan panitianya berasal dari Karang Taruna Taman Bhina Karya Tamanmartani.
“Agar masyarakat yang terlibat lebih banyak, maka lomba diadakan antar RT se-Kalurahan. Sedang untuk tarik tambang setiap regu 8 orang, kalau bakiak satu tim 3 orang,” kata Awan.
Karena diadakan antar RT, tak pelak hampir seluruh masyarakat tumpah ruah memadati lapangan Tamanan Pabrik. Bahkan yang teragendakan lomba tingkat anak2 secara spontan diadakan dengan peserta hampir 200 anak putra maupun putri. Masing masing cabang diambil kejuaraan Juara 1 sampai 4. Para pemenang mendapat hadiah uang pembinaan dan piala.
Hasil lomba yang berlangsung hingga menjelang petang itu dari juara satu hingga empat adalah Bakiak Putra: Klurak RT 4, Kebon RT 3, Keniten RT 2 dan Kenaji RT 7. Untuk Putri Tamanan Pabrik RT 4, Tamanan Pabrik RT 2, Keniten RT 3 dan Caturharjo RT 4. Sementara untuk cabang Tarik Tambang Putra hasilnya adalah Pucung RT 4, Tegalrejo RT 2, Pucung RT 5, Pakem RT 1. Untuk Tarik Tambang Putri masing Karang Mojo, Pucung 5, Jingkangan 4 dan Karangmojo.
Penewu Kalasan Siswanto dalam sambutanya mengapresiasi perhelatan besar nan langka itu. “Tamanmartani merupakan Kalurahan Budaya, dan Olahraga yang dilombakan adalah olahraga tradisional yang dulu pernah berkembang dimasyarakat. Ini merupakan bagian dari kebudayaan yang harus diangkat kembali dan dikembangkan,” pinta Siswanto. (Tri Joko S/KIM Kalasan)



