Lurah Caturtunggal Kukuhkan Jaga Warga Se-Kalurahan Caturtunggal

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, mengukuhkan Jaga Warga Kalurahan Caturtunggal bertempat di Auditorium Driyakarya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Senin (30/05/2022).

Pengukuhan ditandai dengan penyerahan SK oleh Lurah Caturtunggal kepada Ketua Pengurus Jaga Warga tiap padukuhan. Total anggota jaga yang dikukuhkan sebanyak 462 orang. Pengukuhan Jaga Warga ini merupakan realisasi dan pengaplikasian dari Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 28 Tahun 2021 tentang Kelompok Jaga Warga.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Budiharjo, Asisten Administrasi Umum, Kunto Riyadi, Kepala Satpol-PP Kabupaten Sleman, Panewu Depok, Kapolsek Depok Barat, Kapolsek Bulaksumur, Kapolsek Depok Timur, Danramil 11 Depok, Kepala Puskesmas Depok 3, Lurah serta Pamong, Ketua BPKal Caturtunggal dan Lembaga Kalurahan Caturtunggal.

“Kami ucapkan selamat atas pengukuhan Jaga Warga se-Kalurahan Caturtunggal,” ucap Harda.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberadaan jaga warga diharapkan untuk bisa mendorong menggerakkan prakarsa masyarakat dan upaya menggali, menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah sistem sosial yang ikut dalam masyarakat, melakukan mediasi penanganan, dan penyelesaian gangguan sosial dalam kehidupan masyarakat serta melakukan upaya cegah diri dan deteksi dini untuk mencegah timbulnya gangguan keamanan ketertiban umum, ketenteraman dan kesejahteraan masyarakat.

“Keamanan dan ketenteraman masyarakat bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat, sehingga keberadaan jaga warga di masyarakat akan membantu tugas pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” sambung Panewu Depok, Wawan Widiantoro.

Agus Santoso menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan bekerja sama dengan Satpol-PP Daerah Istimewa Yogyakarta telah melaksanakan sosialisasi dan pembinaan jaga warga di 20 padukuhan pada 17 Mei 2022 lalu.

Lebih lanjut, Agus Santoso berharap bahwa keberadaan jaga warga dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan situasi kondusif dan dapat membangkitkan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di masyarakat.

“Jaga warga akan menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong-royong antar warga. Jadi, tidak hanya menciptakan rasa aman, nyaman, tertib, tetapi bagaimana semangat gotong-royong itu kita bangkitkan,” pungkas Agus Santoso. (Danang/KIM Depok)




PRNU Banyuraden Resmikan Kantor Sebagai Pusdatin

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Banyuraden secara resmi memiliki kantor sekretariat sebagai pusat penyimpanan data dan layanan informasi (Pusdatin) guna mendukung pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Banyuraden dalam mengelola organisasi dan kegiatan, badan ortonom serta lembaganya.

Peresmian kantor sekretariat Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Banyuraden yang terletak di Patran, Padukuhan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping dilakukan oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman pada Senin (30/5/2022), ditandai dengan pembukaan tirai selubung papan nama disaksikan oleh Rois Syuriah PRNU Banyuraden, Kyai Ahmad Shofi, Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping, Silahudin Jamil, serta Ketua Tanfidziyah PRNU Banyuraden, Suhartono.

Dalam sambutannya, Lurah Banyuraden, Sudarisman menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus NU Banyuraden atas terwujudnya kantor sekretariat yang diupayakan secara mandiri untuk menopang seluruh kegiatan dalam menciptakan kemaslahatan masyarakat sekitar.

“Semoga dengan adanya kantor sekretariat ini dapat menjadikan semangat para pengurus bertambah sehingga dapat memajukan organisasi dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sudarisman.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris MWCNU Gamping, Silahudin Jamil bahwa sebagai pengurus ranting yang relatif baru, PRNU Banyuraden terbilang selangkah lebih maju dibandingkan dengan ranting yang lain. Beberapa kegiatan kemaslahatan masyarakat sudah dilakukan seperti pemberian santunan kaum dhuafa, anak yatim piatu, pentasyarufan tali asih bagi para rois, guru ngaji, dan santri di wilayah Kalurahan Banyuraden.

“Saya memberikan apresiasi atas terwujudnya kantor sekretariat Nahdlatul Ulama di wilayah Banyuraden, semoga dapat menginspirasi pengurus ranting di Kalurahan yang lain untuk berlomba memajukan organisasi dan mampu memperbaiki kehidupan masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi maupun pendidikan,” kata Silahudin.

Ia berharap dengan adanya kantor sekretariat yang representatif agar aktivitas organisasi terkelola dengan baik dan menjadikan Nahdlatul Ulama di Banyuraden lebih kompak guna memberikan kemanfaatan umat sehingga dapat memperkuat kerukunan dan hubungan kemasyarakatan.

Kegiatan peresmian kantor sekretariat PRNU Banyuraden yang dikemas dalam acara syawalan diisi dengan mauidhoh hasanah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Hadi Prambanan, KH. Sajaroh untuk memberikan nasihat yang dapat membangkitkan semangat dalam mengamalkan syariat islam.

“Sebagai makhluk Allah SWT, kita berkewajiban untuk selalu beribadah kepada-Nya dalam keadaan apapun guna mendapatkan cinta-Nya. Salah satunya yaitu selalu mengerjakan sholat lima waktu, sholat tahajud, sholat dhuha, dan sholat sunnah lainnya, termasuk menjalankan puasa Ramadhan, puasa sunnah, rajin bersedekah serta menunaikan haji maupun umrah,” pungkas Gus Jaroh. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kapolsek Moyudan Berikan Motivasi Kepada Para Siswa Sekolah Lansia

Moyudan – Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Moyudan AKP. Estiqomah mengunjungi kegiatan siswa di Sekolah Lansia BKL Mugi Waras Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Minggu (29/5/2022). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BKL Mugi Waras, Djumanah, Koordinator PKB Moyudan Wahyu Ariyanti Rosaria Bawaningsih, Ketua Tim Penggerak PKK Sumbersari Indarti, para kader, dan segenap siswa Sekolah Lansia.

Estiqomah menyampaikan pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para siswa lansia yang penuh antusias mengikuti pembelajaran Sekolah Lansia tersebut, dan memberikan motivasi. Dikatakan, adanya sekolah lansia dapat untuk menghilangkan rasa kesepian karena anak cucu sudah sibuk dengan urusannya masing-masing. “Mbah Kakung, Mbah Putri, kita harus bisa menerima dan legawa apapun yang terjadi. Jalani kehidupan ini dengan  senang hati agar selalu sehat.  Hidup harus dibuat bahagia,” katanya.

Sementara itu psikolog Wita Hendardijati yang menjadi pemateri pada kesempatan itu menyampaikan  materi tentang emosi. Dijelaskan bahwa emosi itu ada 2 yaitu emosi negatif, misalnya marah, tersinggung, mengamuk, kecewa, dan sebagainya dan emosi positif, seperti  perasaan senang,  penuh semangat, iklhas, dan sebagainya.

“Emosi negatif dapat dikelola menjadi positif dengan cara tersenyum, bergerak,  bercerita dengan orang lain, dan sebagainya. Perasaan dan pikiran harus dibuat seimbang,” jelasnya.

Kegiatan sekolah lansia di hari itu merupakan pertemuan yang ke-6 dari 10 kali pertemuan pada jenjang S1 (Standar 1) yang dijadwalkan. Direncakan setelah selesai, akan diadakan ujian kemudian wisuda di hotel berbintang bersama sekolah  lansia lainnya di DIY. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dukung Smart Village Tamanmartani, Dispora Sleman Gelar Lomba Tradisional

Sleman – Sebanyak 512 peserta mengikuti lomba olahraga tradisional dalam rangka mendukung Smart-Village Kalurahan Tamanmartani, Minggu (29/5/2022) yang berlangsung di Lapangan Tamanan Pabrik, Tamanmartani, Kalasan. Lomba yang juga dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Sleman itu melibatkan masyarakat, dengan memperlombakan olahraga tradisional Bakiak dan Tarik Tambang. Cabang Bakiak putra dan putri masing masing tercatat 128 regu. Demikian pula tarik tambang juga untuk putra dan putri dengan jumlah peserta masing masing 128 regu.

Kamituwo Tamanmartani Awan Paradhes menuturkan, pesta olahraga tradisional itu merupakan program dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, dengan panitianya berasal dari Karang Taruna Taman Bhina Karya Tamanmartani.

“Agar masyarakat yang terlibat lebih banyak, maka lomba diadakan antar RT se-Kalurahan. Sedang untuk tarik tambang setiap regu 8 orang, kalau bakiak satu tim 3 orang,” kata Awan.

Karena diadakan antar RT, tak pelak hampir seluruh masyarakat tumpah ruah memadati lapangan Tamanan Pabrik. Bahkan yang teragendakan lomba tingkat anak2 secara spontan diadakan dengan peserta hampir 200 anak putra maupun putri. Masing masing cabang diambil kejuaraan Juara 1 sampai 4. Para pemenang mendapat hadiah uang pembinaan dan piala.

Hasil lomba yang berlangsung hingga menjelang petang itu dari juara satu hingga empat adalah Bakiak Putra: Klurak RT 4, Kebon RT 3, Keniten RT 2 dan Kenaji RT 7. Untuk Putri Tamanan Pabrik RT 4, Tamanan Pabrik RT 2, Keniten RT 3 dan Caturharjo RT 4. Sementara untuk cabang Tarik Tambang Putra hasilnya adalah Pucung RT 4, Tegalrejo RT 2, Pucung RT 5, Pakem RT 1. Untuk Tarik Tambang Putri masing Karang Mojo, Pucung 5, Jingkangan 4 dan Karangmojo.

Penewu Kalasan Siswanto dalam sambutanya mengapresiasi perhelatan besar nan langka itu. “Tamanmartani merupakan Kalurahan Budaya, dan Olahraga yang dilombakan adalah olahraga tradisional yang dulu pernah berkembang dimasyarakat. Ini merupakan bagian dari kebudayaan yang harus diangkat kembali dan dikembangkan,” pinta Siswanto. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Sepak Terjang Kerelawanan RAPI

Sleman – Menjadi anggota RAPI adalah relawan murni, gajinya tidak ada dan tidak ada tendensi apapun. Demikian disampaikan Tugiman, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Ngaglik dalam acara syawalan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Jumat (28/5/2022) di Aula Kapanewon Ngaglik.

Sehingga, Tugiman mengapresiasi RAPI Ngaglik yang telah membantu dalam komunikasi dengan tidak mengenal waktu, tidak mengenal lelah menginformasikan perkembagan keadaan.

“Ketika pandemi COVID-19 yang lalu, RAPI juga memiliki peran yang sangat besar sampai ke pelosok wilayah lereng Merapi, membantu Bapak Ibu Guru dalam proses belajar mengajar sehingga segala sesuatunya dapat diantisipasi,” kata Tugiman.

Tugiman berharap semangat dan kerelawanan RAPI ini dapat ditiru para generasi muda untuk turut berjuang dalam kegiatan kemanusiaan.

Sementara itu Mujadid, salah satu anggota RAPI dengan kode JZ12JIR sebelum menyampaikan Ikrar syawalan dan doa menyampaikan kutipan Ayat Al Qur’an Surat Ali Imran (3) ayat 133 dan 134 yang artinya “dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Mujadid menjelaskan bahwa nafkah tidak selalu berupa uang, namun juga waktu dan pikiran, serta menahan diri dari rasa marah dan memaafkan kesalahan orang lain.

“Orang melakukan kesalahan ada tingkatannya, ada yang tidak sengaja lalu meminta maaf. Ada yang sengaja lalu meminta maaf. Tapi ada juga orang yang sengaja meminta maaf tapi tidak mau meminta maaf. Karena itulah Allah menciptakan Syawal sebagai sarana untuk saling memaafkan agar kita semua termasuk golongan orang yang bertakwa,” jelas Mujadid lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)