Dukung Pariwisata Sleman, Kapanewon Gamping Gelar Kirab Bregodo Gegayengan

Sleman – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sleman ke-106 dan mendukung pariwisata di Kabupaten Sleman maka Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar Festival Kirab Bregodo Gamping Gegayengan se-Kapanewon Gamping. Prosesi kirab bregodo yang dilaksanakan di Pendopo Kapanewon Gamping, Jumat (27/5/2022) sore hari dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, didampingi Panewu Gamping, Sarjono, Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarja, dan Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Kompol Kompol Bartolomeus Muryanto.

Rute kirab bregodo gamping gegayengan tahun 2022 dimulai dari kantor kapanewon gamping menuju arah selatan melalui Puskesmas Gamping I sampai jalan Wates. Kemudian bergerak kea rah timur hingga ke Pasar Buah dan Sayur Gamping, dilanjutkan menuju ke utara sampai ke Masjid Agung Gamping. Selanjutnya berjalan ke arah barat dan berakhir di halaman Kantor Kapanewon Gamping dengan jarak tempuh sekitar 2,5 km.

Prosesi kirab yang dipandu oleh Anwar Sudrajat diikuti oleh Bregodo Rukun krido Mudo dari Kalurahan Nogotirto, Bregodo Catur Projo Manunggal dari Kalurahan Balecatur, Bregodo Ambarketawang dari Kalurahan Ambarketawang, Bregodo Wirotomo dari Kalurahan Trihanggo, serta Bregodo Pesanggrahan dari Kalurahan Banyuraden yang merupakan perwakilan bregodo dari kalurahan se-Kapanewon Gamping

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Danang Maharsa mengapresiasi Pemerintah Kapanewon Gamping atas terselenggaranya kegiatan festival kirab bregodo guna mengembangkan potensi  masyarakat yang ada di wilayah Gamping supaya menjadi bangsa yang berbudaya.

“Bregodo keprajuritan merupakan budaya nasional asli yang patut dipertahankan di tengah-tengah kemajuan kebudayaan yang sangat pesat saat ini. Dengan adanya keberadaan Bregodo keprajuritan di masing-masing kalurahan berarti masyarakat berupaya mempertahankan, memelihara, dan melestarikan budaya bangsa yang adiluhung,” kata Danang.

Selama menempuh perjalanan kirab bregodo dilakukan penilaian yang mencakup aspek kekompakan antar tim, keselarasan cara berjalan dari seluruh anggota, kreativitas dari segi busana, aksesoris penunjang, musik pengiring, serta  gerakan yang ditampilkan. Adapun penilaian dilakukan oleh Dewan Juri yang terdiri dari Agus Sumaryono dari Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Projo Suwasono, dan Riyo Dirjo Manggolo.

Hasil penilaian kirab bregodo dari Dewan Juri memutuskan Bregodo Wirotomo memperoleh nilai 257 (Juara I), Bregodo Pesanggrahan memperoleh nilai 256 (Juara II), Bregodo Ambarketawang memperoleh nilai 255 (Juara III), Bregodo Catur Projo Manunggal memperoleh nilai 253 (Juara Harapan I), serta Bregodo Rukun Krido Mudo memperoleh nilai 252 (Juara Harapan II) yang mendapatkan hadiah uang pembinaan dari Pemerintah Kapanewon Gamping yang diberikan oleh Panewu Gamping, Sarjono secara simbolis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bantu Lakukan Mitigasi Non Struktural Tanggulangi Bencana, FPRB Gamping Dikukuhkan

Sleman – Guna membantu Pemerintah Kapanewon Gamping melakukan mitigasi non struktural dalam penanggulangan bencana di wilayah Kapanewon Gamping maka dibentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kapanewon Gamping yang secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Jumat (27/5/2022).

Prosesi pengukuhan kepengurusan FPRB yang berlangsung di Pendopo Kapanewon Gamping dihadiri oleh Panewu Gamping, Sarjono didampingi Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarja dan Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Bartolomeus Muryanto. Tampak hadir dalam kegiatan antara lain Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi, Kepala Kantor Urusan Agama Kapanewon Gamping, H. Imam Safingi, Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji. Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Lurah se-Kapanewon Gamping.

Dalam arahannya, Bupati Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa  FPRB Gamping merupakan wadah yang menyatukan organisasi pemangku kepentingan, yang bergerak dalam mendukung upaya Pengurangan risiko bencana di wilayah Kapanewon Gamping.

Bupati berharap dengan terbentuknya FPRB Gamping melalui Surat Keputusan Panewu Gamping Nomor 09/KPTS/GP/2022 maka seluruh komunitas relawan dapat melakukan upaya mitigasi non struktural yakni mengurangi risiko bencana dengan menurunkan kerentanan dan meningkatkan kemampuan menghadapi bahaya bencana, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana di wilayah Kapanewon  Gamping.

“Melihat keadaan wilayah Kabupaten Sleman yang didominasi oleh keberadaan gunungapi yang aktif, serta beberapa sungai yang mengalir menuju Pantai Selatan maka Kabupaten Sleman mempunyai potensi kejadian bencana letusan gunungapi, tanah longsor, banjir lahar dingin, dan banjir bandang yang dapat terjadi jika didukung oleh curah hujan yang tinggi,” tambah Bupati.

Usai mengukuhkan pengurus FPRB Kapanewon Gamping, Bupati Sleman secara simbolis memberikan surat keputusan dan alat komunikasi HT kepada Ketua FPRB Gamping, Dedy Dwi Harjanto. Adapun susunan lengkap kepengurusan FPRB Kapanewon Gamping masa bakti 2022 – 2024 yaitu Panewu Gamping, Panewu Anom Gamping, Komandan Koramil 17/GP, Kepala Kepolisian Sektor Gamping (Penasehat), Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping (Pembina), Albertus Dedy Dwi Harjanto (Ketua Umum), Suratman (Ketua 1), R.V. Aditya Viky Wijaya (Ketua 2), Adnan Iman Nurtjahjo Amir (Sekretaris Umum), Aryo Tejo (sekretaris 1), Sri Purwanti (Sekretaris 2), Tri Wahyu (Bendahara Umum), Bakoh Waluyo (Bendahara 1), Sarjana (Bendahara 2), Giwanto (Koordinator Divisi Rescue), Nandar Martolo (Koordinator Divisi Logistik), Muhamad Yasin Ciptowibowo (Koordinator Divisi Mitigasi), Destyawan Dwi Nugroho (Koordinator Divisi Keadaan Darurat), Slamet Haryanto (Koordinator Divisi Pertolongan Pertama Gawat Darurat), Fery Subekti (Koordinator Divisi Peringatan Dini), Herlan Nur Sabdo (Koordinator Divisi Keamanan), serta seluruh Komunitas Relawan di wilayah Kapanewon Gamping sebagai anggota. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Tiga siswa MAN 1 Sleman Juarai Lomba Lari Hot Sprint Contest Tahun 2022

Tiga siswa MAN 1 Sleman berhasil menjuarai lomba lari  Hot Sprint Contest (HSC) seri 2 tahun 2022. Lomba yang diselenggarakan Persatuan Atlet Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sleman. Lomba yang memperebutkan piala Kepala Dinas pendidikan kabupaten Sleman berlangsung di stadion atletik Tridadi Sleman, Minggu (29/5/2022). 

Dua orang siswa MAN 1 Sleman, Zaky Zanuar (X MIPA 1)  juara 1 kategori lomba lari putra SMA/MAN jarak 1000 m dengan waktu tempuh 3 menit 32 detik, dan di kategori yang sama, Huthama Ahmad Taha (X MIPA 1) juara 3 dengan waktu tempuh 3 menit 44 detik. Dan satu orang siswa, Rafael Maulana Supandang (X IIk) meraih juara 3 kategori lomba lari putra SMA/MAN jarak 100m.

“Alhamdulillah, saya bersyukur berhasil menjuarai lomba lari ini, mohon doa restu Bapak/Ibu guru semoga bisa meraih juara di ajang yang lebih tinggi,” ungkap Zaky. Sementara itu Farai merasa belum puas karena baru barada di urutan ketiga.  Ia bertekad untuk berusaha latihan lagi agar menjadi lebih baik di ajang kompetisi berikutnya.

Sementara itu Sutarlip, Guru olahraga sekaligus pembimbing bersyukur dan mengapresiasi keberhasilan anak didiknya dalam ajang lomba lari Hot Sprint Contest  seri2 tahun 2022. 

“Alhamdulillah, atas kerja keras anak-anak yang laur biasa, tiga siswa berhasil meraih juara, yang sebelumnya pada seri 1, yang digelar (31/1) baru satu anak, yang berhasil  meraih juara,”  kata Tarlip. (smn)




MAN 1 Sleman Deklarasikan Diri Sebagai Madrasah Ramah Anak

Sleman – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sleman mendeklarasikan diri sebagai Madrasah Ramah Anak. Deklarasi yang dikemas dalam acara apel bendera yang diikuti siswa kelas X dan XI di halaman MAN 1 Sleman, Sabtu (28/5/2022).

Deklarasi Madrasah Ramah Anak merupakan komitmen seluruh warga MAN 1 Sleman untuk mewujudkan madrasah dalam menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab di madrasah.

H. Soir, Kepala Madrasah (Kamad) sebagai pembina apel mengingatkan pentingnya mengajarkan akhlak mulia sejak dini. Karena kalau tidak  maka dikhawatirkan generasi Z yang selalu terkait dengan teknologi akan tergerus akhlak dan etikanya.

“Manakala tidak dibekali sedini mungkin maka kekhawatiran itu akan menjadi kenyataan bahwa generasi Z yang saat ini berada di level Madrasah Aliyah/SMA kelak ketika hidup di masyarakat akan menjadi orang -orang yang tidak bisa menjunjung nilai-nilai akhlak mulia dan etika,” ungkap Soir.

Mengakhiri amanatnya kamad mengajak agar seluruh kegiatan madrasah dilaksanakan sesuai dengan etika dan nilai-nilai akhlakul karimah.  “Jangan sampai hari ini mendeklarasikan besuk berakhir, mari bekerja sama untuk mewujudkan madrasah ramah anak di mana saja dan kapan saja. Mewujudkan Madrasah Ramah Anak bukan karena ingin dipuji orang lain tetapi karena semata-mata menjalankan perintah agama,” pungkas Soir.

Selanjutnya penandatanganan dilakukan oleh Teguh (ketua komite), Soir (kepala madrasah), Budi Irianto, (pelaku usaha), Henry Suryadi (kepala tata usaha), Muhammad Aziz (perwakilan siswa), Hanum Salsabila (ketua Osis), Suryono (guru), Siti Zubaidah (alumni), dan Wulandari (pegawai). (smn)




Klinik Nyawiji Dekatkan Akses Kesehatan Kepada Masyarakat

Sleman – Dalam rangka mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, Pemerintah Kalurahan Condongcatur mendirikan klinik kesehatan masyarakat yang diberi nama Klinik Nyawiji. Klinik tersebut diresmikan pada Jumat (27/5/2022) dibarengkan dengan acara rutin Gowes Jupon dan juga peresmian proyek-proyek yang ada di padukuhan di Pringwulung (Konblokisasi RW 41), Dabang (Konblokisasi RW 26 Pringgolayan), Pondok (Konblokisasi RW 6)

Klinik Nyawiji sendiri berada di Komplek Kantor Kalurahan Condongcatur, tepatnya di sebelah timur Gedung Serbaguna. Konsep klinik ini sendiri adalah memberikan pelayanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat umum saat puskesmas tutup. Klinik Nyawiji dapat menjadi alternatif pertolongan kesehatan pertama sehingga akan mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, yang akan bersinergi dengan Puskesmas Depok II dan Rumah Sakit. Klinik Nyawiji dikelola oleh dokter-dokter muda yang berasal dari Kalurahan Condongcatur.

Seremonial peresmian klinik Nyawiji Kalurahan Condongcatur sendiri dihadiri langsung oleh Panewu Depok, Kepala Puskesmas Depok II, Danramil 11 Depok, Kapolsek Depok Timur, Kepala Cabang Bank BPD Condongcatur, Tim Manajemen Klinik Nyawiji, BPKal Condongcatur, Pamong Kalurahan Condongcatur, Lembaga Kalurahan, Kader Kesehatan Condongcatur dan para goweser Jumat Pon.

Panewu Depok, Wawan Widiantoro, menyambut baik terobosan luar biasa yang dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur dengan membuat klinik kalurahan yang merupakan klinik kalurahan perama dan satu-satunya di Kabupaten Sleman. “Keberadaan klinik ini sangat penting untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dengan biaya yang terjangkau,” kata Wawan.

Saat ini di Kabupaten Sleman ada 29 Rumah Sakit, di mana 10 di antaranya ada di Kapanewon Depok, mulai dari kelas biasa, menengah sampai layanan VVIP. Selain itu, di Depok juga telah ada 3 Puskesmas.  “Tetapi tidak semua masyarakat dapat mengakses faskes tersebut dengan biaya terjangkau (murah),” lanjut Wawan.

<aka Klinik Nyawiji Condongcatur hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut dengan konsep sederhana dan dekat karena juga menerapkan One Stop Service, begitu konsultasi periksa langsung diberi obat karena klinik Nyawiji telah dilengkapi ruang farmasi, kecuali pasien yang memerlukan tindakan medis lanjutan khusus,

“Harapannya masyarakat Condongcatur dapat deteksi dini mengetahui kesehatannya dengan adanya klinik Nyawiji ini ikut menjaga warga untuk tetap sehat, dikelola oleh dokter dokter muda yang ramah dan smart,” ujar Wawan.

Sementara dr. Yaltafit  Abror Jeem, selaku perwakilan dari manajemen Klinik Nyawiji Condongcatur menyampaikan bahwa pendekatan Klinik Nyawiji adalah memberikan kemudahan akses bagi warga menengah kebawah (marginal) yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.

“Harapannya dengan adanya Klinik Nyawiji menjadi lebih mudah, efisien dan efektif dan bersinergi dengan Puskesmas ketika jam tutup puskesmas maka dapat ke klinik Nyawiji condongcatur yang akan buka setiap hari mulai pukul – WIB,” terang dr. Yaltafit.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu berdirinya Klinik Nyawiji, seperti Bank BPD DIY yang telah memberikan bantuan CSR-nya sebesar Rp. 100 juta untuk merehabilitasi gedung bekas Polindes menjadi Klinik Nyawiji, juga kepada kepala Puskesmas Depok II yang membantu menginisiasi berdirinya Klinik Kesehatan Masyarakat dengan memberikan pendampingan.

“Kalurahan yang baik tidak hanya memberikan layanan dari sisi administrasi, tapi juga dari sisi kesehatan karena kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia, diharapkan dokter-dokter muda yang ada di klinik nyawiji untuk tetap Istikamah menjadikan Kalurahan Condongcatur dapat melindungi masyarakat dari sisi kesehatan,” kata Reno.

Klinik Nyawiji, lanjut Reno, memberikan biaya yang terjangkau murah tetapi bukan murahan. “Ketika aktivitas masyarakat Condongcatur banyak di pagi hari, klinik Nyawiji buka pada sore hari, saling melengkapi dan bermitra dengan Puskesmas Depok II,” tambah Reno.

Peresmian ditandai dengan penguntingan pita oleh Panewu Depok, yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Lurah Condongcatur, sebelum melakukan peninjauan ruangan Klinik Nyawiji. Sementara itu di Gedung Serbaguna Condongcatur dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) oleh Puskesmas Depok II seperti pengecekan tensi, pengecekan gula darah, pengecekan kolesterol dan konsultasi kesehatan yang banyak dimanfaatkan oleh para Goweser. (Wasana/KIM Depok)