Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Adakan Bimtek Pengelolaan Lembaga PAUD untuk Himpaudi Moyudan

Sleman – Sebanyak 56 pendidik PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) se-Kapanewon Moyudan mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Pengelolaan Lembaga PAUD. Bimtek diadakan selama 3 hari, dari Rabu (18/5/2022) sampai Jumat (20/5/2022) bertempat di Gedung Kesatuan Bangsa dan Politik Pemkab Sleman.
Sebagai pengantar kegiatan disampaikan oleh Seksi Kurikulum dan Peserta Didik PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan, Sri Muliani yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari Program Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) Kapanewon Moyudan 2022.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Sri Sumiyatun yangg kemudian menyampaikan Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman antara lain tentang fasilitasi pendidik dan tenaga kependidikan, Biaya Operasional Pendidikan, dan lain-lain.
Sedangkan Panewu Moyudan Harsowasono menyampaikan Kebijakan Kapanewon yang merupakan pelaksana kebijakan kabupaten. Beliau juga memberikan data bahwa jumlah lembaga PAUD di Moyudan sebanyak 41, adapun jumlah guru PAUD ada 77 orang, dan tenaga kependidikan ada 44 orang. “Kapanewon mendorong pemerintah kalurahan dlm pembinaan dan dukungan terhadap lembaga PAUD,” jelasnya.
Selanjutnya narasumber untuk materi inti di hari pertama iadalah Ketua Himpaudi Moyudan Dwi Sumarjanah dengan materi Pemberdayaan Lingkungan sebagai Sumber Belajar. Disebutkan bahwa sumber belajar ada 6 yaiku pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan lingkungan. “Identifikasi potensi lingkungan di sekitar lembaga teman-teman, pasti banyak yg dpt dijadikan sumber belajar,” paparnya.
Kemudian pada hari kedua, materi disampaikan oleh narasumber Yanta Rokhmat Hidayat yang mengulas tentang Membangun Kemitraan dengan Stakeholder. “Menjalin kemitraan itu sangat penting. dan kita harus tahu strategi dalam menjalin kemitraan untuk mencapai tujuan,” jelas Penilik PAUD Kapanewon Moyudan tersebut.
Sedangkan pemateri selanjutnya adalah Sri Mardianti (Ketua Himpaudi Daerah Kabupaten Sleman), menyampaikan materi tentang Pengelolaan Program Lembaga PAUD Unggulan yang Visioner.
“Gali dan cermati keunggulan SDM di lembaga Anda, lalu tentukan mau dibawa kemana lembaga Anda sesuai SDM yg dimiliki. Apakah sekolah hijau, sekolah inklusi, sekolah berbasis budaya, dan lain-lain-lain,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengarahkan agar setiap lembaga PAUD membuat moto yang sesuai dengan visi, misi dan keunggulan masing-masing lembaga, di mana lembaga satu dengan lainnya pasti berbeda.
Sedangkan hari terakhir, materi diberikan oleh nara sumber Sri Wahyuni sebagai Wakil Ketua 1 Himpaudi DIY dan juga Tutor UT Yogyakarta. Ia menjelaskan tentang manajemen satuan PAUD berbasis 8 Standar, yaitu srandar STPPA, standar Isi standar proses, standar PTK, standar sarpras, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Pada kesempatan tersebut, Sri Wahyuni juga menyertakan contoh-contoh pembuatannya.
Di akhir paparannya, Sri Wahyuni yang juga merupakan Asesor BAN PAUD dan PNF DIY ini berpesan kepada pendidik PAUD mengenai pentingnya menjaga diri sebagai seorang pendidik. “Kepercayaan orang tua menitipkan putra-putrinya tidak datang dengan sendirinya, tapi dari tutur, sikap dan kemampuan kita,” pungkasnya. (Eny Murtiningsih/KIM Sumber Biwara Moyudan).



