Kembangkan Kompetensi Petani Milenial, DPPP Sleman Gelar Pelatihan Agribisnis

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan agribisnis bagi petani muda milenial, di Ruang Sasana Wicara Kalurahan Condongcatur selama 3 hari dari Selasa (17/5/2022) sampai Kamis (19/5/2022).

Pada pelatihan, para peserta yang berjumlah 25 orang (18 dari condongcatur dan 7 dari Caturtunggal) memperoleh materi pengetahuan seperti kebijakan pertanian di kabupaten Sleman, menyusun rencana usaha kegiatan dan kebutuhan, pengelolaan dan pengembangan usaha, budidaya bawang merah, pengendalian hama penyakit, dan pemasaran online.  Dihari terakhir Kamis 19 Mei 2022 dilaksanakan kunjungan lapang petani sukses bawang merah di Tirmartani Kalasan

Menurut Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, program pelatihan agrobisnis bagi petani milenial ini mempunyai tujuan utama untuk menumbuhkembangkan kewirausaan muda pertanian.

“Merangkul generasi muda ke dunia pertanian dipandang sebagai upaya ideal untuk pembangunan sektor pertanian sebagai penyangga ketahanan pangan yang berkelanjutan, generasi muda milenial yang lahir di sekitar 1980 sampai 2000an merupakan target utama, perilaku generasi milenial juga menjadi market driver pada generasi ini biasanya ditandai dengan adanya keakraban dengan komunikasi, media, juga teknologi digital,” jelas Reno. (Wasana/KIM Depok)




BKKBN DIY Monev Kampung KB Condongcatur

Sleman – BKKBN DIY melaksanakan Monev Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kalurahan Condongcatur, Rabu (18/5/2022) yang menjadi perwakilan Kabupaten Sleman dalam lomba Kampung KB di tingkat Provinsi DIY.

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim verifikasi dan evaluasi penguatan Kampung KB Condongcatur dan ucapan  terimakasih kepada Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman atas kepercayaanya sehingga Kampung KB Condongcatur terpilih mewakili kabupaten Sleman dalam lomba kampung KB tingkat provinsi DIY.

Sementara Sekretaris Dinas P3AP2KB Sleman, Suyudi, MM menyapaikan harapanya semoga setelah evaluasi penguatan Kampung KB ini dapat lebih baik dan memperoleh hasil yang terbaik. “Karena kampung KB Condongcatur telah melalui seleksi dan verifikasi dan layak untuk maju mewakili kabupaten Sleman dalam lomba Kampung KB tahun 2022,” katanya.

Perwakilan BKKBN DIY, Witriastuti Susani Anggraeni, mewakili tim verifikasi lapangan penguatan kampung KB dalam sambutanya menyampaikan dalam memperingati Hari Keluarga Nasional ke XXVIII diselenggarakan penguatan kampung keluarga berkualitas (KKB) sebagai upaya pembinaan serentak dan menyeluruh serta apresiasi bagi pengelolaan KKB di tingkat provinsi

“Penguatan kampung keluarga berkualitas dilakukan dengan cara pemilihan kampung KB terbaik melalui seleksi berkas yang dilaksanakan di 34 provinsi se Indonesia dan sampai dengan saat ini di DIY 118 Kampung KB dengan data Kampung KB di Kabupaten Sleman sebanyak 34, Kabupaten Bantul 47, Kabupaten Gunungkidul 36, Kabupaten Kulonprogo 26 dan Kota Yogyakarta ada 45 Kampung KB,” jelas Witriastuti.

Tim verifikasi (dewan juri), lanjuy Witriastuti, setelah menerima berkas/profil kampung KB dari kabupaten/kota selanjutnya dilakukan  kunjungan lapangan/verifikasi lapangan untuk melakukan penilaian kampung KB dengan instrumen  dengan memuat 3 indikator dengan 14 variabel yang telah ditetapkan.

Sementara dari BKKBN Pusat, RR. Endang Wulandari, menyampaikan dalam rangka pemetaan kualitas kampung KB, Direktorat Analisi Dampak Kependudukan meminta kepada seluruh provinsi untuk melaksanakan kegiatan penguatan kampung berkualitas dengan tujuan untuk melakukan pemetaan KKB, melakukan pembinaan secara menyeluruh dan serentak, serta mengapresiasi pelaksanaan sistem Pengelolaan KKB.

“Yang diharapkan dari Monev kampung KB ini adalah terpilihnya Kampung Keluarga Berkualitas terkait pengelolaan KKB dan Kunjungan lapangan ini adalah untuk memverifikasi atau membuktikan secara langsung dilapangan terhadap berkas /profil KKB yang telah dikirimkan,” ujar Endang.

Penyampaian selayang pandang kampung keluarga berkualitas condongcatur disampaikan ketua Pokja KKB Condongcatur, Novita Safitri yang menyampaikan bahwa Kampung KB Condongcatur didirikan pada 22 Januari 2019 dengan Visi terwujudnya keluarga berkualitas menuju masyarakat yang sejahtera.

Sementara misinya adalah tercapainya zero stunting, meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat, memberdayakan masyarakat membangun keluarga kecil yang berkualitas, sejahtera dan mandiri, meningkatkan jumlah peserta KB aktif modern, meningkatkan ketahanan keluarga melalui program BKB, BKR, BKL, PIK-R dan UPPKA, serta mewujudkan balita sehat melalui program DASHAT. (Wasana/KIM Depok)




40 Orang di Selomartani Ikuti Pelatihan Bahasa, Sastra, dan Panatacara

Sleman – Sebanyak 40 orang yang terdiri dari Perangkat Kalurahan dan Karang Taruna Kapanewon Kalasan mengikuti pelatihan Bahasa, Sastra/Adiwicara dan Panatacara, di Gedung Pertemuan Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan yang berlangsung selama 2 hari yaitu Rabu (18/5/2022) sampai Kamis (19/5/2022).

Kasi Bahasa dan Sastra Bidang Sejarah, Bahasa Sastra dan Permusiuman Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Ita Kurniawati menuturkan bahwa egiatan pelatihan ini merupakan program Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, tahun anggaran 2022. “Kegiatan ini bertujuan untuk pelestarian dan pengembangan Bahasa dan Sastra Jawa,” kata Ita.

Selama dua hari peserta mendapatkan materi pembelajaran meliputi implementasi nilai-nilai budaya dan pedoman wicara bahasa Jawa oleh Prof. Dr. Drs. Suwarno, , Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni UNY.

Materi berikutnya Pangetraping Busana Mataram Gagrag Ngayogyakarta ing Panatacara lan Pamedharsabda oleh Faizal Noor Singgih dari Paguyuban Panatacara Kabupaten Sleman, Renggeping Wicara oleh Agus Wiranto dari DPD PPY Kabupaten Sleman serta Renggeping Wicara lan Pangetraping Busana oleh Yuana Agus Dirgantara, dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa Jawa SMA Kabupaten Sleman.

Pelatihan dengan metode teori, tanya jawab dan praktik, baik berkaitan dengan medhar Sabda maupun mengenal dan mengenakan pakaian adat Jawa Gagrag Ngayogyakarta. Seluruh peserta diwajibkan membara pakaian dari rumah kemudian praktik di tempat pelatihan.

Salah seorang peserta yang enggan disebut namanya mengaku beruntung dan senang berkesempatan mengikuti pelatihan. “Kula sampun dangu pingin ndherek latihan (saya sudah lama ingin mengikuti latihan),” akunya. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Rumah Belajar Sukarela Bantu Anak Capai Keberhasilan Belajar

Sleman – Sebagai wujud pengamalan sila kedua dari Pancasila dan membantu anak-anak di sekitar tempat tinggalnya yang berusia 7 sampai 12 tahun dalam menyelesaikan masalah kesulitan belajar di sekolah dalam mencapai keberhasilan belajar secara optimal maka siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Depok Sleman kelas XIII yang memiliki kompetensi keahlian Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan, Azzahra Salsabila menginisiasi berdirinya ‘Rumah Belajar Sukarela’ yang terletak di Keditan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.

Berdasar keterangan yang diberikan Azzahra Salsabila di sela-sela mengajarnya, Rabu (18/5/2022) bahwa kegiatan sosial di bidang pendidikan ini adalah untuk memberikan layanan bimbingan belajar agar peserta dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memberikan motivasi belajar selamanya secara positif dan efektif sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing sehingga siswa mampu mandiri dalam belajar.

Kegiatan yang sudah berjalan selama dua bulan tersebut disambut baik dan antusias oleh anak-anak sekolah yang tinggal di Keditan. Saat ini jumlah peserta pembelajar di Rumah Belajar Sukarela sebanyak 16 anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 1 sampai kelas 6. Adapun pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar dilakukan secara rutin setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul hingga WIB.

“Saya menginisiasi terbentuknya Rumah Belajar Sukarela bertujuan untuk membantu anak-anak di Keditan yang masih bersekolah dan belum pernah mengikuti bimbingan belajar komersil yang menjamur di Yogyakarta karena biaya yang mahal. Kalau anak-anak disini tidak dibantu dalam memahami materi pelajaran di sekolah maka mereka akan tertinggal sehingga tidak mampu mengerjakan ujian sekolah,” terang Zahra panggilan akrabnya.

Siswi yang pernah menjadi juara 1 lomba desain batik tingkat Provinsi dan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di Tingkat Nasional serta meraih 200 thropy kejuaraan ini menambahkan bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar di Rumah Belajar Sukarela siswa dapat secara terbuka menerima dan memahami kelebihan maupun kekurangannya, mengerti kendala dalam belajarnya, mengetahui faktor penyebabnya sehingga dapat mengatasi kesulitannya secara mandiri.

“Yang utama adalah peserta pembelajar disini memiliki kesiapan mental, keterampilan membaca buku pelajaran, mengerjakan tugas-tugas sekolah, membuat jadwal belajar, memantapkan diri dalam pelajaran tertentu, siap menghadapi ujian di sekolah, serta mau berusaha mendapatkan informasi terkini guna memperluas wawasannya,” tambah Zahra.

Di akhir keterangannya, Putri dari Ibu Eny kartiningsih dan pernah menjadi ‘Inspiring Student’ tahun 2016 di lembaga bimbingan belajar Prime Generation Yogyakarta tersebut berharap ada pihak yang secara ikhlas dan sukarela menjadi donatur di Rumah Belajar Sukarela untuk mendukung adanya  sarana dan prasarana yang memadai berupa meja kecil, papan tulis, dan alat tulis kantor guna menunjang penyelenggaraan kegiatan bimbingan belajar dalam aktivitas belajar mengajar sehingga menjadi lebih efisien dan membantu siswa mencapai keberhasilan belajar yang optimal. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




FKPM Diminta Peka terhadap Konflik di Masyarakat

Ngaglik – Anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Donoharjo diminta agar peka terhadap konflik di sekitar, serta mampu menetralisir dan memediasi. FKPM diharapkan mampu melakukan penyelesaian konflik di masyarakat agar tidak menjadi besar dan dilaporkan polisi.

“Jika bisa diselesaikan masyarakat sendiri, diselesaikan sendiri agar tidak menjadi permainan padahal kemudian berdamai. Bagi polisi, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka maka harus kirim data ke kejaksaan. Jika dipending sekarang tidak bisa,” jelas Susila, Kanit Binmas Polsek Ngaglik saat memberikan sambutannya pada Saresehan FKPM di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (17/5/2022).

Iptu Susila menjelaskan bahwa FKPM adalah mitra polisi dalam menjaga kamtibmas di masyarakat. Untuk wilayah Ngaglik, Iptu Susila menyebut Donoharjo paling banyak jumlah anggota FKPM-nya.

“Melihat dari laporan kegiatan dan keuangan, inovasi kegiatannya sehingga bisa mandiri, hal seperti inilah yang diinginkan oleh semua instansi. Jiwa sosial tentu ada imbal balik. Ada rejeki disyukuri, tidak ada pun diterima dengan baik. Jiwa sosial tinggi, tapi ora ngarep-arep (tidak mengharapkan),” ungkap Iptu Susila mengapresiasi FKPM Donoharjo.

Sejak dibentuk kepengurusan baru pada tahun 2020, bendahara FKPM Donoharjo melaporkan sampai saat ini tercatat uang masuk dari donasi berbagai pihak termasuk anggota dan hasil keuntungan dari penjualan kaos, masker, maupun aksesoris. Jumlah pengeluaran tercatat 000 dan dengan saldo saat ini .

Selain untuk melaporkan kegiatan, saresehan FKPM ini diharapkan dapat menjadi momen silaturahmi, dan sarana melakukan tukar pikiran dan tukar pendapat yang bisa memajukan organisasi. (Endarwati/KIM Donoharjo).