Urgensi Pemanfaatan Media Digital untuk Berdakwah

Sleman – Dalam rangka mendukung kemajuan teknologi dalam menyiarkan ilmu agama, 2 dosen FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dr. Zain Muktaf dan Dr. Sugeng Riyanto, menggelar pelatihan pemanfaatan media digital untuk mendukung syiar dan dakwah, Jumat, (13/5/2022). Mereka memberikan pemaparan di depan 20 peserta pelatihan dakwah digital di lingkungan PCM Tempel. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat UMY yang berlolaborasi dengan PCM Tempel.
Dalam sambutannya Ketua PCM Tempel Arief Sulistyo menyambut baik kolaborasi antara UMY dan PCM Tempel untuk memajukan dakwah Agama Islam. Sulityo juga menekankan pentingnya umat Islam mengejar ketertinggalan dalam literasi digital.
Sugeng Riyanto dalam pemaparannya menekankan mengenai pentingnya penguasaan dunia digital dan media sosial sebagai media dakwah. “Smartphone yang beredar di Indonesia melebihi jumlah penduduknya, artinya sebenarnya tingkat penggunaan dan ketergantungan masyarakat terhadap dunia digital sangat tinggi, dan ini menjadi peluang sebagai media dakwah,” kata Sugeng.
Apalagi di Kapanewon Tempel ini, lanjut Sugeng, mayoritas masyarakat sudah ter-linked satu sama lain dalam jejaring media sosial, serta banyaknya ustaz maupun ustazah yang dapat dijadikan narasumber dari konten konten dakwah sehingga tak ada lagi alasan untuk tidak menggunakan media digital sebagai media dakwah. Dalam kaitan produksi konten yang kreatif, Angkatan Muda Muhammadiyah harus mempu menjadi tulang punggung terutama sebagai content creator dakwah digital ini.
Sementara itu, Zain Muktaf memberikan beberapa tips bagaimana cara pembuatan konten. Setiap jenis media sosial, kata Zain, mempunyai segmentasi tersendiri, sehingga harus memperhitungkan jenis konten yang ingin diproduksi. “Pembuatan konten layaknya iklan, harus memepertimbangan tiga hal utama, yakni target, strategi dan media. Dakwah juga harus melihat pada siapa target utamanya, lalu bagaimana konten yang harus dibuat dan media apa yang paling bagus digunakan sebagai kendaraan yang umumnya merupakan media sosial,” terang Zain. Lebih lanjut, Zain mengatakan bahwa dakwah di lingkungan jamaah Muhammadiyah dapat dilakukan dengan poster, podcast maupun video-video pendek. Sedangkan kendaraannya dapat menggunakan berbagai media sosial seperti what app, Instagram, facebook, twitter dan lain lain. (Arief Hartanto



