Anggota KWT Kartini Kalongan Antusias Ikuti Sosialisasi Budidaya Kelapa Genjah Kopyor

Sleman – Tahun 2015, Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapatkan pelatihan pengolahan pohon pisang dari program CSR Pertamina sebagai upaya untuk memanfaatkan lahan kosong. Pada tahun 2016, KWT Kartini sudah bisa mengolah pohon pisang dari batang hingga buahnya sehingga bisa menghasilkan aneka produk olahan pisang yang punya nilai ekonomi tinggi dan dipasarkan secara luas di masyarakat. Hal tersebut tentu bisa menambah tambahan penghasilan untuk anggotanya.

Keberhasilan KWT Kartini dalam upaya peningkatan perekonomian anggota ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak antara lain dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY yang merupakan aspirasi anggota DPRD DIY Sadar Narima untuk Sosialisasi Budi Daya Kelapa Genjah Kopyor.

Ketua KWT Kartini, Diana Listanti mengapresiasi apa yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY yang menggelar sosialisasi untuk 32 orang anggotanya pada Selasa (31/5/2022) di Kalongan Depok, Sleman. Para peserta terlihat antusias dan semangat dalam mengikuti sosialisasi dengan harapan menjadi upaya lain untuk meningkatkan perekonomian anggota dengan budidaya kelapa genjah kopyor ini.

Dalam paparannya, Suharyanta dan Ari indriyani dari Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan menyampaikan beberapa keunggulan populasi kelapa kopyor asal Pati tersebut adalah cepat berbuah (3-4 tahun) sehingga dikategorikan sebagai kelapa kopyor Genjah dan  persentase menghasilkan buah kopyor pertandan yang tinggi mencapai 50%. 

“Tanaman ini telah dibudidayakan lebih dari 50 tahun yang lalu, dan telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) sebagai calon varietas unggul lokal pada tahun 2007, sehingga berpotensi dilepas sebagai populasi  unggul lokal. Selain itu kelapa genjah merupakan jenis tanaman yang pendek dan berbuah lebat memudahkan petani dalam proses pemanenan,” kata Suharyanta.

Ia menambahkan bahwa budi daya dengan jarak tanam 6 Meter akan menghasilkan persentase kegagalan atau mati 0%. Buah kelapa genjah kopyor di pasaran dijual dari harga Rp. ,00 hingga Rp. ,00.

Dikutip dari laman resmi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, risiko tertinggi berada di titik kritis pengangkutan, cuaca dan pembuatan lubang tanam. Waktu penanaman diperkirakan antara periode November-Desember di mana curah hujan memenuhi persyaratan penanaman kelapa genjah. (Arief Hartanto)




Bangun Kebersamaan dan Sinergitas Komrel, Kekandhangan Banyuraden Gelar Syawalan

Sleman – Dalam rangka membangun kebersamaan dan sinergitas antar komunitas relawan (Komrel) dibawah naungan Kekandhangan Banyuraden untuk menyelesaikan masalah dibidang kebencanaan maka diselenggarakan kegiatan syawalan yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa (31/5/2022) malam.

Kegiatan yang dipandu oleh Sekretaris Kekandhangan, Adnan Iman Nurtjahjo dibuka dengan sambutan Ketua Kekandhangan, drh. I Komang Tri Kumara dihadapan Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aiptu Ifanudin, Tokoh Agama Banyuraden, Kyai Ahmad Shofi, serta para relawan yang hadir dari komunitas Tarung Derajat Satlat Demakijo, Dharma Laku, Sahular (Sahabat Ular), GSS (Geplakan Siap Siaga), Siasat (Siaga Satwa), Kukila Edu Farm, serta KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Pararta Guna.

Dalam sambutannya, drh. I Komang Tri Kumara berharap kepada seluruh relawan dapat menciptakan sinergi antar komunitas yang sangat diperlukan dalam menangani permasalahan kemanusiaan yang ada di masyarakat. Menurutnya, dengan semakin banyak relawan yang bergerak akan mempermudah dan mempercepat penyelesaian masalah kemanusiaan.

“Dengan makin banyaknya elemen relawan yang tergerak guna menolong sesama manusia yang tertimpa bencana dalam lingkup lokal, nasional, atau pun global maka akan tercipta kolaborasi dari berbagai pihak yang merupakan salah satu cara mengantisipasi krisis kemanusiaan,” tutur drh. Komang.

Selanjutnya dilakukan pengucapan ikrar syawalan yang dipimpin oleh Bendahara Kekandhangan, Bakoh Waluyo yang ditirukan seluruh elemen relawan untuk merefleksikan ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, kebersamaan, persatuan dan saling berbagi kasih sayang, serta saling memaafkan baik secara individu maupun kelompok usai hari raya idul fitri karena dalam penjalanan hidupnya manusia tidak bisa luput dari kesalahan dan kekhilafan.

Sebagai hiburan dilakukan demonstrasi beladiri tarung derajat dari Satuan Latihan Demakijo yang telah berhasil mengantarkan petarungnya berprestasi di berbagai kompetisi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam arahan pelatih tarung derajat, Kang Feryadi.

Hal senada disampaikan Kang Feriyadi bahwa dalam pandangan Islam, syawalan atau halal bihalal mempunyai makna saling menghormati sesama manusia yang diwujudkan dalam bingkai silaturahmi. Di samping itu, melalui kegiatan syawalan ini dapat membangun kebersamaan guna menggapai kesuksesan.

“Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan ini sebaiknya tetap dipertahankan dan dilestarikan karena merupakan refleksi ajaran Islam yang mengutamakan sikap persatuan, persaudaraan, dan saling berbagi kasih sayang usai lebaran,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping).




Peringati Hari Lahir Pancasila, Wedomartani Gelar Malam Seni Kebhinekaan

Sleman – Memperingati hari Lahir Pancasila, Pemerintah Kalurahan Wedomartani menggelar Malam Gelar Seni Budaya Kebhinekaan yang diselenggarakan di Pendopo Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Selasa (31/5/2022) malam. Kegiatan yang dimeriahkan oleh penampilan kelompok kesenian dari lintas agama tersebut bertujuan untuk memupuk dan mempertahankan kesolidan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan, yang diselenggarakan setiap tahun oleh pemerintah Kalurahan Wedomartani. Kelompok/Komunitas seni yang tampil merupakan perwakilan dari lintas agama dan Karang Taruna Kalurahan Wedomartani.

Kendati suasana hujan, gelar seni budaya dengan pembawa acara trio gesit Kamituwo Mujiburohman, Dini dan Unsur Karang Taruna itu secara bergantian menyebutkan pengisi acara, meliputi Baba Band (Gereja Katholik Petrus dan Paulus Babadan), kesenian Angklung (GKBI Kayen), Pasraman Saraswati (Pura Widya Dharma), Paguyuban Badui dan Kubro Siswo (Krapayak), Barongsai Panbres Yogyakarta serta Sanggar Seni Parikesit Karang Taruna Wedomartani dengan seniman mudanya.

“Malam ini kita tampil disini, Keberagaman adalah fitrah yang harus disyukuri, dan karena keberagaman itulah kita menjadi kuat,” tutur Mujiburohman yang juga merupakan Ketua Kalurahan budaya itu menyemangati penonton yang hadir.

Lurah Wedomartani, Teguh Budiyanto dalam sambutan singkatnya berharap agar keharmonisan dan toleransi yang telah tercipta di Wedomartani dipertahankan, dijaga dan dijadikan modal pembangunan untuk memajukan Wilayah.

Sementara itu Kasi Pembinaan Adat Tradisi dan Lembaga Seni Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Provinsi DIY, Endang Widuri dalam sambutannya memberikan apresiasi kegiatan yang digelar oleh pemerintah dan masyarakat Wedomartani.

“Keberagaman, kerukunan dan keharmonisan harus tetap dijaga. Kebudayaan sebagai salah satu diantara pemersatu dan identitas  bangsa dipupuk, dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada kelompok kelompok masyarakat sebagai basisnya, demikian pula dengan tradisinya,” ungkapnya.

Galar Seni Budaya yang juga dihadiri Tim Monev Joko Saptono dan Unsur Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman serta dukungan dana keistimewa diakhiri penampilan atraksi spektakuler tutup mata dari Kelompok Kesenian Kubro Siswa dan Badui Krapyak. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




UP2K Pakembinangun Terima Kunjungan Dari Aceh Singkil

Sleman – Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Kalurahan Pakembinangun menerima kunjungan dari UP2K Kabupaten Aceh Singkil pada Selasa (31/5/2022). Acara dihadiri langsung oleh Ketua PKK Sleman, R. Ay. Sri Hapsari, Ketua PKK Pakembinangun, Tri Hayati Hastutiningrum Suranto, dan Panewu Pakem, Rakhmat Harinawan.

Acara sendiri diawali dengan paduan suara ibu-ibu pengurus UP2K Pakembinangun yang membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Sleman Sembada, dan Mars PKK. Selain itu, ada juga penampilan tari Pudjastuti yang dibawakan oleh Pemilik Sanggar Tari Artdance, Artha beserta rekan-rekan yang berasal dari Dusun Duwetsari Pakembinangun.

Ketua PKK Pakembinangun, Tri Hayati Hastutiningrum Suranto, pada kesempatan tersebut memaparkan mengenai profil, sejarah, dan prestasi UP2K Pakembinangun.

“Kami berjuang cukup lama, dan ternyata sebelum tahun 1996, keberhasilan dan administrasi dari UP2K belum pernah kami temukan dokumentasinya. Untuk itu kami mohon maaf. Akhirnya pada tahun 2019, barulah UP2K Pakembinangun menerima penghargaan Juara III Tingkat Nasional. Ini bukti bahwa perjuangan ibu-ibu UP2K itu nyata, dan memerlukan waktu yang panjang serta lama untuk berhasil. Maka ibu-ibu sekalian jangan pernah menyerah,” ungkap Tri Hayati.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu ikon produk UP2K yang dinilai paling berhasil adalah Coklat Tempe “Pawiro” dan Abon Lele “Nayaru”. Kedua ikon ini pernah menjadi juara pertama pada stand Pameran Potensi Daerah Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Ketua UP2K Kabupaten Aceh Singkil, Ibu Achma Dulrasid mengucapkan apresiasinya kepada UP2K Pakembinangun yang telah bersedia menerima dirinya dan beberapa wakil dari Aceh Singkil.

“Kami di sini dilayani selayaknya saudara. Dari Provinsi, kami dilayani dengan sangat hangat dan ramah. Serasa tak ingin kembali ke Aceh. Namun kami lebih tertarik untuk mengunjungi Pakembinangun. Karena UP2K di sini pernah memperoleh juara UP2K Nasional tingkat III. Kami merasa perlu mengadakan studi banding ke sini. Kami ucapkan selamat dan salut kepada ibu-ibu UP2K Pakembinangun. Proruk-produknya juga luar biasa. Semoga keberhasilan ini bisa kami tularkan ke Aceh Singkil,” paparnya.

Acara diakhiri dengan pertukaran cenderamata, dari Aceh Singkil untuk UP2K Pakembinangun yang diterima oleh Tri Hayati Suranto. Lurah Pakembinangun pun juga memberikan cenderamata berupa kain Batik “Sengsem”, yang merupakan batik khas Pakembinangun. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




YPKBR Donoharjo Gelar Syawalan dan Pelantikan Pengurus Periode 2022 – 2025

Menjadi pengurus yayasan sosial merupakan sebuah kerelaan, tanpa pamrih apapun. Hal tersebut yang ditekankan oleh Saptono Budi Samodra dalam sambutannya sebagai Ketua Pengurus Harian YPKBR (Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Bina Remaja) Donoharjo periode 2022 -2025, pada acara pelantikan pengurus, syawalan serta peresmian mushala Al Muhsin SLB Tunas Kasih 2 di Lungguhrejo, Wonokerto Turi, Sleman, Rabu (1/6/2022).

“Menjadi pengurus yayasan sosial tidak dalam rangka mencari apapun kecuali Ridha Allah SWT serta mencari  bekal sebanyak-banyaknya untuk menghadap kepadaNya,” kata Budi.

Namun demikian Saptono menambahkan bahwa kepengurusan ini adalah suatu bentuk tanggungjawab. “Dengan melaksanakan tugas secara bersama, semoga amanah bisa kita lanjutkan dan semoga program-program bisa kita kembangkan sehingga pelayanan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus ini bisa kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa para pengurus baru juga membutuhkan kekompakan dan hubungan baik dengan unit usaha YPKBR lainnya, seperti Panti Asuhan Bina Remaja yang terletak di Padukuhan Bantarjo, Sekolah Luar Biasa Tunas Kasih 1 yang terletak di Padukuhan Bantarjo, dan Sekolah Luar Biasa Tunas Kasih 2 yang terletak di Padukuhan Lungguhrejo, Wonokerto, Turi, Sleman.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang hadir dalam pelantikan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kelangsungan acara, terutama tarian yang ditampilkan oleh para remaja.

“Penampilan mereka menunjukkan bahwa di antara kita tidak ada bedanya. Kepada Bapak Ibu Guru, kami sampaikan ucapan terimakasih karena telah mendidik anak-anak dengan sangat baik.  Allah menciptakan setiap manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terima kasih kepada Bapak Ibu Guru sebagai pendidik yang telah mendidik dengan penuh kesabaran dan tanggungjawab, semoga mereka menjadi anak yang berkualitas, berkarakter dan berakhlakul karimah,” kata Kustini.

Kustini juga menekankan bahwa Pemkab Sleman akan terus memperhatikan operasional sekolah yang berada di bawah YPKBR, seperti pembangunan musala.“Ada dinas sosial, nanti kita data dibantu dengan CSR maupun BAZNAS. Untuk penyempurnaan musala silakan mengajukan proposal untuk tahun 2023,” tambah Kustini.

Ditemui usai acara, Usup, Kepala SLB Tunas Kasih 1 Donoharjo menyampaikan bahwa anak didiknya  memiliki segudang prestasi di antaranya atas nama Thoriq Hermansyah juara 1 tingkat nasional tahun 2020 Cabang memakai sepatu bertali untuk anak tuna grahita, Ervina juara 1 SOIna (Special Olimpics Indonesia) 2022 tingkat DIY cabang tenis meja khusus anak tuna grahita, dan bulan depan maju tingkat nasional di Semarang masih pada even SOIna.

“Ervina juga juara 1 Paperda (ajang kompetisi olahraga internasional untuk atlet penyandang disabilitas) khusus anak ABK dan juara 1 tenis meja tinggal putri khusus grahita, serta juara 3 ganda campuran tenis meja tahun 2022,” kata Usup.

Ada juga Heppy Nafisah juara 2 November 2018 kegiatan PEPARDA (Pekan Paralimpic Daerah, sebuah ajang kompetisi di bidang olahraga yang dikhususkan untuk para penyandang disabilitas) untuk cabang tenis meja ganda campuran Tuna rungu dan Ahmad Syarif juara 3 ganda campuran tenis meja 2022 tingkat DIY.

Sementara, Haryanto, Kepala SLB Tunas Kasih 2 di Turi menyebutkan beberapa prestasi yang dimiliki oleh anak didiknya, antara lain atas nama Amelia Putri Rosanti, juara Boga 1 Kabupaten Sleman antar SLB tahun 2021 untuk kelompok Tuna Grahita, atas nama Hendra juara bocce (lempar bola) tingkat nasional tahun 2019 untuk kelompok down sindroma serta sebagai Juara 2 bulutangkis tingkat propinsi atas nama Rista Budi P 2019 dari kelompok tuna rungu. (Endarwati/KIM Donoharjo)