PMI Cangkringan Sosialisasikan Program Ladamanis

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Cangkringan menyelenggarakan Sosialisasi tentang Layanan Darah Sleman Gratis (Ladamanis) dan edukasi tentang donor darah, Jumat (3/6/2022), di Pendapa Kapanewon Cangkringan.

Endri, Ketua PMI Kapanewon Cangkringan menuturkan bahwa sosialisasi dan edukasi ini dilakukan bertujuan untuk makin memasyarakatkan program Ladamanis hingga ke seluruh masyarakat, walaupun demikian fihanya tidak ingin masyarakat sakit. “Sedang terkait edukasi tentang donor darah bertujuan agar masyarakat mengetahui syarat dan persiapan untuk donor darah, dengan demikian setiap kesempatan akan donor memenuhi syarat dan bisa terbil,” jelas Endri.

Penewu Cangkringan Djaka Sumarsana dalam sambutanya mengapresiasi kegiatan kemanusiaan yang diinisiasi PMI Kapanewon, serta mendorong agar masyarakat terus berusaha meningkatkan dan mempertahankan solidaritas kemanusian. “Relawan Donor Darah hendaknya bisa terkoordinir dan dibuat satu Grup WA, agar ketika diperlukan atau ada jadwal donor darah bisa lebih banyak hasilnya,” ujar Djaka.

Sementara itu Tim Sosialisasi dari PMI Kabupaten Sleman terdiri Joko Saptono, Subardi, Untung Purnama dan Agus Wiranto. Terkait Ladamanis disebutkan bahwa salah satu tugas PMI adalah memberikan pelayanan darah. Darah diperoleh dari masyarakat melalui donor darah. Sebelum darah diberikan kepada pasien yang memerlukan transfusi, darah di-skrining dan diproses melalui beberapa tahapan.

Proses produksi darah memerlukan biaya yang cukup banyak setidaknya diatas 300 ribu per kantong. Dulu biaya proses produksi itu menjadi beban masyarakat/ keluarga penderita. Namun, sejak tahun 2019 biaya pengganti proses produksi darah dicukupi dana APBD Sleman, maka terhadap penduduk Sleman yang kebetulan sedang sakit, dirawat di Rumah Sakit yang telah MOU dengan PMI Sleman dan membutuhkan tranfusi, dapat mengakses Ladamanis. Caranya tinggal menyampaikan kepada Rumah Sakit serta mengikuti arahanya. Keluarga pasien tidak perlu repot, karena semua sudah akan diurus uleh pihak rumah sakit.

Untuk mengikuti donor darah, calon pendonor perlu memastikan kesiapan dirinya, seperti dalam kondisi sehat dan tidak sedang mengkonsumsi obat, usia antara 17-60 tahun, berat badan minimal 50 kg, tekanan darah antara 110-159 atas, dan 70-90 bawah. Selain itu, para pendonor harus beristirahat cukup dan makan 4 Jam sebelum donor. Tidur minimal 5 jam sebelum donor, serta cukup minum air putih. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Dinas PU Sosialisasikan Proyek Peningkatan Jembatan Merah

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman melaksanakan sosialisasi pelaksanaan pekerjaan peningkatan jembatan prayan (merah) di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kamis (2/6/2022).

Sosialisasi ini diikuti oleh Kepala bidang Bina Marga Kabupaten Sleman, Polres Sleman, Panewu Depok yang diwakili Kepala Jawatan Kemakmuran, Danramil 11 Depok, Polsek Depok Barat dan Depok Timur, Lurah Condongcatur bersama ulu ulu, Lurah Caturtunggal yang diwakili Carik, warga padukuhan Soropadan Condongcatur dan warga padukun Santren Caturtunggal

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengucapkan terimakasih kepada DPUPKP Sleman atas pembangunan jembatan Prayan/jembatan merah ini, setelah menunggu sekian lama jembatan tidak difungsikan karena mengalami kerusakan. “Jembatan tersebut merupakan akses jalan yang cukup crowded setiap harinya, sehingga saya berharap proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar dengan hasil yang baik,” ujar Reno.

Peningkatan Jembatan Prayan (Merah) berukuran 22 x 9 M2 akan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana CV. Marga Mulya dengan nomor kontrak 027/1199/SP/, nilai kontrak Rp. dengan konsultan supervisi PT. Darmasraya Mitra Amerta. Waktu pelaksanaan pekerjaan yaitu selama 150 hari kalender (17 Mei sd 13 Oktober 2022) dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender (14 Okober 2022 sd 14 April 2023). Nantinya jalan dari arah timur (prayan) akan lurus tembus ke jalan Affandi dengan dibangun jembatan baru sedangkan jembatan lama (merah) dipertahankan sebagai cagar budaya dan akan dilengkapi Taman dipojok barat sisi utara

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, meminta dukungan masyarakat selama proses pembangunan jembatan yang sudah cukup lama diusulkan dan baru dapat terealisasi saat ini. Dalam pelaksanaan di lapangan, ia juga meminta agar dilakukan rekayasa lalu lintas dengan melibatkan Polres Sleman.

“Dimohon apabila ada kerusakan jalan selama proses pengalihan jalur menjadi tanggung jawab pemrakarsa untuk melakukan perbaikian,” kata Isti.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama keluarga Alm. Yemtini yang memiliki lahan paling dekat dengan lokasi yang harus mengiklaskan lahannya untuk pembangunan jembatan. “Dan telah memperoleh ganti untung untuk pembebasan lahannya dari tanah kas desa Caturtunggal yang saat ini sedangkan dalam proses perizinan,” ungkap Isti lagi. (Wasana/KIM Depok)