Karang Taruna Donoharjo Wakili Kapanewon Ngaglik dalam Pemilihan Karang Taruna Berprestasi 2022

Ngaglik – Karang Taruna Donoharjo (Kanadon) memamerkan program-program kerjanya dalam rangka mengikuti Pemilihan Karang Taruna Berprestasi 2022 di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (8/6/2022).

Program kerja Kanadon di antaranya di bidang sosial budaya dengan menggelar Jetis Suruh Night Festival yang diisi dengan drama, tari kolosal, pentas band, kesenian gedruk, dan festival lampion pada beberapa waktu yang lalu. Di bidang ekonomi dengan mengelola pemancingan di Embung Jetis Suruh, membuka stand di sunmor dan terlibat langsung pada kegiatan Global Gotong Royong Tetrapreneur (G2RT) dan BUMDES Sri Taman Rejeki Kalurahan Donoharjo. Di bidang ekonomi kreatif yang menjadi unggulan adalah kerajinan bambu di padukuhan Wonosari dengan nama Seniniman yang sekarang ini pemasarannya sudah sampai ke Malaysia.

Sementara itu untuk kegiatan Unit Kesejahteraan Sosial di antaranya Kanadon Peduli dengan ikut perperan dalam penanggulangan kemiskinan di kalurahan, aktif dalam pendataan PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) maupun membantu penyaluran BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa). Sedangkan untuk UKS (Usaha Kesejarahan sosial) sebagai langkah nyata dari kegiatan Kanadon Peduli tersebut adalah membantu masyarakat kurang mampu dengan membagi sembako yang dilakukan setiap sebulan satu kali di tiap padukuhan secara bergilir.

Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih saat menghadiri tahap evaluasi dalam Pemilihan Karang Taruna Berprestasi 2022 ini mengatakan bahwa karang taruna sebagai organisasi sosial kemasyarakatan mempunyai peran penting dalam masyarakat yang merupakan pilar kekuatan di dalam pembangunan suatu wilayah utamanya kalurahan. “Kebanyakan orang orang sukses yang berkiprah di masyarakat dan pemerintahan berasal dari karang taruna karena di sini dilatih untuk berorganisasi, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri , kepemimpinan sehingga peka terhadap lingkungan dan sekitarnya,” kata Siti Wahyu Purwaningsih.

Sementara itu Lurah Donoharjo Hadi Rintoko menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Donoharjo atas semangat dan keyakinan yang tinggi mengikuti Lomba Karang Taruna Berprestasi tahun ini. “Karang Taruna Donoharjo selalu berperan aktif memajukan desa. Dalam program kerjanya selalu menjalin sinergitas dengan pemerintah, komponen masyarakat maupun lintas sektor termasuk dunia usaha yang merupakan pilar partisipasi Pembangunan Kesejahteraan Sosial, selain itu Kanadon terlibat dalam setiap kegiatan baik secara ekonomi, administrasi maupun sosial kemasyarakatan apalagi selama masa pandemi ini. Dengan keyakinan dan semangat yang tinggi pemerintah kalurahan berharap agar Kanadon menjadi lebih baik ke depannya,” kata Hadi.

Ketua Karang Taruna kabupaten Sleman selaku ketua tim juri, Samirin dalam sambutannya menyampaikan bahwa karang taruna merupakan salah satu bagian dari potensi sumber kesejahteraan sosial yang sangat diandalkan sebagai mitra kerja pemerintah untuk melaksanakan bakti sosialnya dalam pencegahan dan pengentasan masalah kesejahteraan yang ada di masyarakat. Sedangkan dalam penjurian Karang Taruna Berprestasi ini ada beberapa hal yang dinilai seperti keterpaduan dalam melaksanakan program, meningkatkan kepedulian, jejaring kerjasama kemitraan, dukungan dunia usaha, dukungan masyarakat dan pemerintah. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




PSM Moyudan Ikut Serta dalam Lomba PSM Teladan Sleman

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kapanewon Moyudan, Anton Sudarto mengikuti Lomba PSM Teladan Kabupaten Sleman yang digelar pada Kamis (9/6/2022) di Kebon Buah Bendhosari, Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman. Kegiatan ini merupakan ajang untuk PSM berprestasi yang dengan semangat kesukarelaan dan kesetiakawanan mampu memecahkan masalah sosial yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungus PSM.

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sendiri merupakan relawan sosial sebagai salah satu sumber daya manusia penyelenggara kesejahteraan sosial mempunyai kesempatan untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 telah mengamanahkan kepada Pemerintah, dunia usaha, dan sebagai masyarakat untuk bersinergi dalam melaksanakan pembangunan kesejahteraan masyarakat, yaitu untuk membangun SDM daya yang dapat berkomitmen untuk memberdayakan segala kemampuan dan potensi dirinya untuk mandiri dan dapat hidup layak sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik.

“PSM Kapanewon harus meningkatkan kemampuan ketrampilan, kreasi dan produksi, mengerahkan swadaya dan swadana untuk menanggulangi masalah masyarakat,” ungkap Panewu Moyudan, Harsawasana.

Di kesempatan ini dipamerkan berbagai produk dari UMKM seperti  kuliner, kerajinan  dan sebagainya yang menjadi binaan PSM Moyudan. Jalinan kerjasama yang sudah berjalan dan bekerjasama dengan berbagai pihak seperti LPMK, Panti Sosial, BPRSW, Rumah Singgah, Koperasi, BMT, Bank, Pendamping PKH, TKSK, TKSD, Karang Taruna, Lembaga Pendidikan mulai dari Play Group, TPA, TK, SD, SLB SMP, SMU, SMK, LPK maupun perguruan tinggi, Instansi Pemerintah, Dukuh, Kalurahan, Kapenwon, Dinas terkait dan Organisasi Kemasyarakatan. (Arief Hartanto)




PAUD Holistik Integratif untuk Pengembangan Anak Usia Dini

Sleman – Sebanyak 54 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Formal dan nonformal di Kabupaten Sleman mengikuti Bimbingan Teknis Pengelolaan Program PAUD Holistik Integratif di ruang pertemuan Sari Dewi Catering pada Kamis (9/6/2022) dan Jumat (10/6/2022).  Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Tuarini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Elis Indriyani, Kepala Seksi PTK PAUD dan Dikmas.

Dalam sambutannya, Tuarini menyampaikan bahwa lembaga PAUD merupakan tempat belajar pertama anak usia dini setelah keluarga. Sehingga lembaga PAUD berkualitas yang dapat memenuhi layanan kebutuhkan anak usia dini menjadi satu hal yang penting. Layanan PAUD yang menyeluruh Holistik Integratif (HI) sangat dibutuhkan dalam Pengembangan Anak Usia Dini.

Untuk mewujudkan Lembaga PAUD berkualitas yang memberikan layanan HI tidak bisa lepas dari Kompetensi guru dan pendidiknya.  “Tugas dari guru dan pendidik di lembaga adalah membimbing, mendidik, mengasuh dan menstimulasi anak didiknya,” pungkasnya.

Narasumber pada hari pertama, Haryanti dari Forum PAUD Kabupaten Sleman menyampaikan materi pertama yaitu tentang Kesehatan dan Gizi. Haryanti  menegaskan tentang program PAUD HI yang meliputi Pendidikan, Kesehatan dan Gizi, serta perlindungan dan kesejahteraan. Sementara materi kedua tentang Program Pendidikan disampaikan oleh Sri Mardiyanti dari Himpaudi Kabupaten Sleman.

Hari ke-2 peserta mendapatkan materi tentang Program Perlindungan dan Program Kesejahteraan yang  disampaikan oleh Sri Lestari, dari Himpaudi Kabupaten Sleman.

Peserta diajak mencermati indikator PAUD HI dengan harapan dapat mengevaluasi lembaga masing-masing untuk mengetahui apakah lembaganya sudah melaksanakan layanan secara Holistik Integratif. Selain itu peserta diajak menyusun program2 PAUD HI yang sesuai standar. (Resmi Widayati/KIM Depok)




Inovasi Bhabinkamtibmas Bripka Mujadi untuk Masyarakat Bokoharjo

Sleman – Berbagai program kegiatan hasil inovasi Bripka Mujadi Bhabinkamtibmas Kalurahan Bokoharjo Polsek Prambanan, dievaluasi oleh Jajaran Polda DIY melalui Penilaian Inovasi Bhabinkamtibmas Kamis (9/6/2022) di Aula Kalurahan Bokoharjo l, Kapanewon Prambanan. Kegiatan evaluasi jajaran Polda DIY ini dalam rangka Hari Bhayangkara ke 76 tahun 2022.

Berbagai inovasi Bripka Mujadi yang dipaparkan meliputi inovasi program penyambungan jaringan listrik 0 (nol) rupiah, Pembentukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bumi Perdamaian Prambanan, Kaleng sedekah Magrib, Pembayaran Beaya listrik Masjid, Jumat berkah dengan sedekah beras, pemberdayaan masyarakat dengan program babon ayam, layanan ambulance serta Donor Darah bersama pak Babin.

Dengan penuh haru, sesekali tak mampu berucap ketika menyampaikan laporan Bripka Mujadi menyampaikan bahwa yang dilakukannya itu didasari atas prinsip untuk bisa memberi apa kepada masyarakat, bukan mendapat apa dari masyarakat serta adanya keyakinan bahwa sedekah mampu menjauhkan bala musibah.

“Ketika saya melakukan sambang wilyah dan sambang rumah, saya mendapat banyak masukan dan keluhan dari warga yang sedang mengalami kesulitan, terutama bidang ekonomi dan prasarana,” ungkap Mujadi.

Dari situlah kemudia Bripka Mujadi berusaha memberikan jalan keluar. Berbagai keluhan yang didengarnya kemudian melahirkan banyak inovasi. Hal itu dilakukan dengan bersinergi bersama berbagai komunitas, lembaga dan masyarakat. Termasuk terbentuknya komunitas kancane pak Babin

Sementara itu Penewu Prambanan Ishadi Zayid dalam sambutannya menaruh rasa hormat dan apresiasi terhadap yang dilakukan Bribka Mujadi.

“Dia adalah sosok yang berjiwa sosial dan pantas diteladani. Lebih lanjut katakan, bersama bhabinkamtibmas, penanganan Covid-19 berjalan baik, capaian vaksin memenuhi target, pengendalian dukup signifikan hasilnya. Evaluasi ini memlihat cermin yang sebenarnya, Mujadi tidak sedang melukis, tetapi cermin sehingga apa adanya, maka sangat layak bila Bripka Mujadi mendapatkan penghargaan,” pungkas Ishadi.

Ketua Tim Evaluasi Kasubdit Bhabinkamtibmas Polda DIY AKBP Sinungwati ketika memberikan sambutan mengharapkan agar Inovasi yang dilakukan tidak menyebabkan Bripka Mujadi meninggalkan tugas pokok dan fungsinya. “Inovasi dilakukan disela sela waktu luar tugas. Dan kegiatan yang dilakukan terdokumentasikan dengan baik, sehingga setiap saat bisa dengan mudah dibaca dan dilihat sebagai bukti,” terang Sinungwati.

Lebih dari itu, AKBP Sinungwati juga berharap agar antara Penewu, Lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai pilar diwilayah kuwat bersinergi hingga kokoh mengayomi masyarakat.

Hadir dalam Evaluasi itu Wakapolres Sleman Kompol Toni Priyanto, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Sleman Joko Saptono, Fokmompimcam, lembaga desa dan berbagai komunitas kancane pak Bhabin dan perwakilan masyarakat. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pemkab Sleman Bersiap Sambut PPDB Tahun 2022

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan terus mempersiapkan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022. Ery Wardana, Kepala Disdik Sleman mengatakan bahwa pelaksanaan PPDB tahun ini akan tetap mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 22021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejurusan.

Ery juga menambahkan jika mengacu pada Permen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 tahun 2021 ini, PPDB untuk jenjang SD melalui 3 jalur dan SMP 4 melalui 4 jalur.  Untuk PPDB jenjang SMP jalur yang dapat digunakan meliputi jalur zonasi (zonasi radius dan zonasi wilayah), jalur afirmasi (calon siswa dari keluarga miskin dan calon siswa disabilitas), jalur perpindahan tugas orang tua, serta jalur prestasi.

“Mengenai pelaksanaan PPDB, masih mengacu pada Permen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 tahun 2021, dengan menggunakan 4 jalur untuk SMP, kemudian SD 3 jalur. Kalau yang SD tidak begitu rumit. Namun yang SMP masih menggunakan 4 jalur yaitu jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua, dan jalur prestasi. Untuk jalur zonasi masih dibagi dua, yaitu zonasi radius dan jalur zonasi wilayah.  Kemudian yang kedua jalur afirmasi dibagi menjadi dua, jalur afirmasi siswa dari keluarga misikan dan afirmasi calon siswa disabilitas,” jelasnya pada Jumpa Pers yang digelar di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman, Kamis (9/6/2022).

Untuk formasi atau kuota masing-masing jalur diketahui jika jalur zonasi (radius dan wilayah) berdaya tampung minimal 50% dari daya tampung di satuan pendidikan tersebut. Kemudian jalur afirmasi (siswa KK miskin dan disabilitas) berkuota maksimal 15%, dengan rincian 12% untuk jalur afirmasi siswa KK misin dan 3% untuk siswa disabilitas. Selanjutnya jalur perpindahan tugas orang tua berdaya tampung / formasinya sebesar 5%. Dan jalur prestasi formasinya maksimal 30% dengan rincian 25% untuk penduduk Kabupaten Sleman, dan 5% untuk penduduk luar Sleman.

Terdapat perubahan dalam pelaksanaan PPDB tahun ini, jika pada PPDB tahun lalu pelaksaan penerimaan siswa baru melalui keempat jalur tersebut dilaksanakan secara serentak atau bersamaan, maka pada tahun ini diubah dengan menyelesaikan selain jalur zonasi wilayah. Sehingga PPDB jalur zonasi wilayah dilangsungkan diakhir.

“Kemudian perlu kami (Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman) sampaikan ada perubahan mendasar terkait dengan PPDB ini, kalau tahun lalu keempat jalur tersebut kami jadwalkan berlangsung bersama-sama. sehingga mungkin dari masyarakat ada yang merasa  bingung karena harus memilih melalui jalur apa. Ditahun 2022 ini kami rubah untuk jalur selain zonasi wilayah kami selesaikan dulu. Jadi jalur zonasi wilayah itu kita lakukan terakhir. Karena nanti jika masih ada sisa kuota zonasi, maka akan ditambah ke kuota zonasi wilayah,” sambung Ery.