Selasa Ceria, Layanan Ramah Anak Puskesmas Seyegan

Sleman – Puskesmas Seyegan menyelenggarakan acara soft launching program pelayanan kesehatan untuk anak-anak yaitu “Selasa Ceria” pada Selasa (14/6/2022). Adanya layanan tersebut berangkat dari salah satu keunggulan fasilitas yang dimiliki oleh Puskesmas Seyegan, yaitu memiliki fasilitas pemeriksaan kesehatan untuk anak-anak dan ruang terbuka publik ramah anak. Layanan “Selasa Ceria” sendiri merupakan program yang diadakan setiap hari Selasa, di mana pihak puskesmas membuka pelayanan one stop service dan pelayanan ke luar gedung untuk anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan.

Kepala Puskesmas Seyegan, Ratih Susila menjelaskan bahwa pelayanan untuk anak di Puskesmas Seyagan terbagi menjadi dua, yaitu ruang periksa anak sakit dan ruang periksa anak sehat yang memang perlu dipisahkan.

“Pada setiap hari selasa ada layanan Selasa Ceria, jadi layanan one stop service yang holistik dari pelayanan dokter, perawat, fisioterapi, dan psikologi di dalam gedung,” ujar Ratih.

Ratih menjelaskan bahwa untuk pelayanan luar gedung dilakukan pemantauan kesehatan anak-anak khususnya pada Kapanewon Seyegan. Pemantauan yang dilakukan baik untuk anak-anak maupun untuk pedagang jajanan anak. Beberapa layanan dikhususkan agar anak dan orang tua lebih nyaman dalam memeriksakan kesehatan. Layanan tersebut berupa antrian prioritas untuk anak dan ruang periksa khusus anak yang tidak dicampur dengan pasien dewasa.

“Selain itu disini ada fasilitas yang tidak semua puskesmas miliki yaitu fisioterapi, dimana petugas fisioterapi memberikan terapi gerakan-gerakan tertentu agar motorik dan tumbuh kembang anak sesuai dengan standar,” tambahnya.

Pada kegiatan tersebut ikut dihadiri Panewu Seyegan, Yakti Yudanto yang juga memantau kegiatan soft launching tersebut. Ia ikut medukung kegiatan puskesmas ramah anak sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya pemeriksaan terhadap anak, Yakti juga turut mengapresiasi peran petugas puskesmas dalam memberdayakan penjual jajanan anak-anak di sekolah.

“Selalu dipantau dan dimonitor apakah mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi perkembangan anak-anak di sekolah,” ujar Yakti. Jika setelah dievaluasi menunjukkan bahwa jajanan tersebut tidak mengandung bahan yang berbahaya, maka akan diberikan semacam label yang menandakan bahwa jajanan tersebut aman jika dikonsumsi oleh anak.

“Biar bagaimana pun tanpa masyarakat yang sehat untuk suatu rangkainan jalannya pembangunan tidak akan bisa jalan jika masyarakatnya sendiri tidak sehat, baik secara fisik maupun non-fisik,” ungkap Yakti.

Puskesmas Seyegan sendiri menyediakan beberapa layanan ramah anak, yang dibagi menjadi 2, yaitu pelayanan dalam gedung dan luar gedung. Pelayanan dalam gedung terdiri dari nomor antrian anak tersendiri dan didahulukan, ruang periksa khusus anak, ruang farmasi, ruang bermain, dan ruang tunggu ramah anak, jalur imunisasi aman, dan sanitasi khusus anak dan disabilitas.

Sementara untuk pelayanan luar gedung meliputi kunjungan, pemantauan, dan pengawasan anak dan juga jajanan anak sekolah, posyandu remaja dan balita juga forum anak, skrining kesehatan dan kesehatan gigi di sekolah, pemberian obat cacing dan tablet penambah darah di sekolah, pengambilan sample dan inspeksi di rumah balita stunting, dan pemeriksaan Hb (bekerja sama dengan UGM) dan skrining anemia bagi siswa putri di sekolah.

Dengan adanya fasilitas-fasilitas diatas, diharapkan masyarakat khususnya daerah Seyegan dapat dengan segera memeriksakan anak mereka jika memang ada keluhan kesehatan ataupun sakit. (Rep Ivan)




Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024, Wujud Komitmen Bawaslu Sleman

Sebagai wujud komitmen Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) beserta jajarannya terhadap pengawasan penyelenggaraan tahapan pemilihan umum tahun 2024 maka Bawaslu Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan ‘Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024’ secara daring yang digelar secara serentak oleh Bawaslu Republik Indonesia, Selasa (14/6/2024).

Kegiatan yang digelar di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Sleman diikuti oleh segenap Pimpinan dan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Rahmat Bagja.

Dalam keterangannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Muhammad Abdul Karim Mustofa menuturkan bahwa kegiatan yang digelar secara nasional tersebut dilakukan untuk menyiapkan kemampuan sumber daya manusianya dalam mengawasi penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024 yang secara resmi telah dimulai berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024.

Ia menambahkan bahwa kegiatan yang dilakukan jajaran Bawaslu dari tingkat pusat hingga tingkat kabupaten/Kota seluruh Indonesia dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum 2024 mendatang dan memastikan seluruh tahapannya berjalan secara demokratis.

Guna menghadapi pemilihan umum 2024 Bawaslu Kabupaten Sleman telah menyiapkan personilnya dalam melakukan pengawasan baik secara fisik maupun keterampilannya. Sebagai modal dalam melaksanakan pengawasan penyelenggaraan tahapan pemilihan umum, Bawaslu Kabupaten Sleman telah memberikan peningkatan kapasitas sumber daya manusianya secara rutin.

“Tantangan dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 sangat berat, apalagi dibarengi dengan pemilihan kepala daerah serentak secara nasional. Kegiatan apel hari ini pertanda bahwa seluruh jajaran Bawaslu telah siap melaksanakan pengawasan Pemilu 2024 yang tahapannya dimulai pada 14 Juni 2022,” tutur Karim.

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024 maka tahapan terdekat yang akan diawasi Bawaslu adalah pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu 2024.

“Mengacu pada pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman, tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu terdapat berbagai permasalahan, seperti kepengurusan ganda pada partai politik peserta Pemilu, pencatutan nama Aparatur Sipil Negara, anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia sebagai pendukung salah satu peserta Pemilu yang tidak diperbolehkan Undang-Undang,” tambahnya.

Usai kegiatan, Karim menegaskan bahwa jajarannya telah siap mengawasi jalannya tahapan pemilihan umum 2024 di wilayah Kabupaten Sleman selama 24 jam. Selanjutnya, Ia berharap melalui pengawasan yang baik akan menghasilkan pesta demoktrasi berjalan lancar dan damai. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Padukuhan Sedogan Bahas Realisasi RPJMKal Tahun 2022

Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo menggelar Rapat Koordinasi Terbatas untuk membahas perkembangan realisasi dan pencapaian RPJMKal di awal tahun 2022 pada Selasa (14/6/2022) di RM Bakmi dan Bebek Goreng Tempel, Sleman. Rapat dipimpin langsung oleh Dukuh Sedogan, Aisyag Putri Wulansari. Aisyah mengatakan ada beberapa hal di RPJMKal yang telah direalisasikan, namun tidak sesuai dengan pengajuan.

“Perencanaan yang terutang dalam RPJMKal bersumber dari banyak pihak, ada yang dari APBDes, BKK kabupaten, dana aspirasi anggota dewan, dana pokir atau pokok pikiran dari dewan yang selama ini selalu mengawal program-program yang diajukan dari padukuhan seperti yang disepakati menjadi RPJMKal Lumbungrejo,” ungkap Aisyah.

Rapat juga dihadiri langsung oleh Lurah Lumbungrejo, Misbah Al-Hakim. Dalam arahannya, Misbah menyampaikan bahwa sebisa mungkin setiap program yang akan dikerjakan harus yang sudah tertuang dan disepakati menjadi RPJMKal.

“Harapannya seluruh masyarakat Lumbungrejo, khususnya Padukuhan Sedogan bisa merasakan hasil dari program-program yang diajukan,” ujar Misbah.

Ia juga mengatakan agar pada tahun 2023, dana desa dapat digunakan dengan maksimal untuk seluruh program yang tertunda pada pandemi kemarin.

Sementara itu, Ketua BPKal Lumbungrejo, Sutardi mengatakan bahwa program-program dalam RPJMKal sudah telah menjadi patokan baku untuk menentukan program prioritas. (sbd/KIM Senyum Tempel)




FKUB Sleman Lakukan Pembinaan dan Penguatan FKUB Turi

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman melakukan Pembinaan dan Penguatan FKUB Kapanewon Turi di Kuliner Bumde Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman, Selasa (14/6/2022). Pembinaan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Desaku, yang dilanjutkan dengan pemaparan materi.

Bela, dari FKUB Sleman memaparkan materi tentang Substansi FKUB yang diatur dalam peraturan Menteri, yaitu Tugas Kepala Daerah terhadap FKUB, Pemberdayaan FKUB, dan pendirian rumah ibadah. Selain itu dijelaskan juga mengenai ketentuan umum FKUB yang mengatur tentang kerukunan umat beragama, dan keorganisasian FKUB itu sendiri.

Sementar untuk narasumber kedua, Nur Jamil Dimyati memaparkan tentang pemersatu bangsa yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Ia juga mengapresiasi peserta yang hadir dalam pembinaan yang dilakukan.

“Dengan berkumpulnya tokoh masyarakat ini, sangat kami puju karena menandakan bahwa masyarakat rukun,” kata Nur.

Sementara itu, Najmudin memaparkan tentang pentingnya menjaga rumah ibadah dari konflik. Ia juga menjelaskan mengenai tata cara mendirikan rumah ibadah.

Pelaksanaan acara ini juga mendapatkan apresiasi dari Kapolsek Turi AKPM Darban. Ia mengatakn FKUB harus ada, dan dapat menjadi media untuk menjembatani kerukunan antar umat. “Warga selalu bersatu sehingga tidak terjadi konflik antar umat beragaman,” kata Kapolsek Darban. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)