Dinas Pertanian Sleman Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian Holtikultura dan Perkebunan

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman melaksanakan Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian Holtikultura dan Perkebunan, Sub Kegiatan Pembentukan dan Penyelenggaraan Sekolah Lapang Kelompok Tani Tingkat Kabupaten bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) bertempat di Rumah Dukuh Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (20/6/2022). Pelatihan diikuti oleh 25 orang perwakilan KWT se-Kalurahan Condongcatur.

Plt. Lurah Condongcatur, Sugiyanto, berterimakasih kepada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan yang telah memberikan pelatihan kepada kelompok tani di Condongcatur,”

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur juga senantiasa memberikan dorongan, motivasi kepada kelompok tani dan ternak, berharap kepada KWT untuk terus  melakukan kreativitas dan inovasi dalam pengolahan produk-produk pertanian,” ujar Sugiyanto.

Ulu-ulu Condongcatur, Murgiyanta, menyampaikan tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk memberikan skill dan pengetahuan bagi KWT agar bisa melakukan olahan hasil pertanian, khususnya holtikultura dan perkebunan. “Terutama sebagai alternatif saat harga jual komoditas anjlok, meningkatkan kualitas hasil produk dan memperpanjang waktu penyimpanan,” kata Murgiyanta.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari, di mana pada hari pertama akan diberikan materi teori tentang Kebijakan pembangunan holtikultura dan perkebunan (dinas pertanian), Pemberdayaan kelompok tani dalam pengembangan olahan hasil holtikultura (kalurahan), Bisnis plan dan teknik pemasaran (Disperindag Sleman) dan Pembinaan penerapan SOP dalam pengolahan produk hasil holtikultura (PPL).

“Sedangan untuk hari kedua, materi praktik merupakan pembuatan minuman berbahan serai,” kata Rofiq. (Wasana/KIM Depok)




PCA Moyudan Gelar Edukasi Tentang Donor Darah

Sleman – Majelis Kesehatan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kapanewon Moyudan menggandeng PMI Kabupaten Sleman menyelenggarakan edukasi tentang donor darah, Minggu (19/6/2022) di Aula SMK Muhammadiyah 1 Moyudan.

Ketua PCA ‘Aisyiyah Moyudan Suharti didampingi Ketua Majelis Kesehatan Supardinah menuturkan, bahwa menyongsong dilaksanakannya Muktamar Aisyiyah, organisasinya mempunyai program donor darah. Tetapi masih banyak yang takut karena belum paham apa donor darah, bagaimana caranya dan apa syaratnya.

“Atas dasar itu maka menggandeng PMI untuk memberikan edukasi terlebih dahulu. Harapanya para peserta sosialisasi dan edukasi yang berasal dari 21 ranting dengan perwakilan masing-masing dua orang itu nantinya dapat meneruskan kepada masyarakat dan jamaah dalam acara pengajian di rantingnya. Terlebih telah ada testimoni dari peserta tentang manfaat donor darah bagi diri sendiri dan orang lain. InshaAllah saat digelar acara donor darah banyak pesertanya,” tandasnya.

Sementara itu Tim PMI yang langsung dipimpin Ketua PMI Sunartono, banyak memberikan penjelasan tentang manfaat donor bagi pendonor maupun penerima transfusi. Tak pelak banyak pertanyaan dari peserta yang ibu itu tentang dampak transfusi dari sisi medis maupun manfaat dari sisi medis.

“Usia memulai donor sebaiknya sejak usia 17 tahun, kalau sejak usia muda sudah rutin berdonor, maka pada usia 55 tahun masih aman. Tetapi harus dalam kondisi sehat,” terang Sunarto. Atas inisiasi Pengurus PCA dan Majelis Kesehatan itu, Sunartono berharap nantinya aktivitas PCA Moyudan diikuti oleh PCA Kapanewon lainya, dan banyak peserta donor yang masih muda usia atas edukasi dan peran ‘Aisyiyah. “Demikian pula sosialisasi tentang adanya program Ladamanis Pemda Sleman melalui PMI Kabupaten Sleman,” lanjut Sunarto. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Bupati Sleman Kukuhkan Personil KSB Bangunkerto

Sleman – Sebanyak 60 personil Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi dikukuhkan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Sabtu (18/6/2022), di area Wisata Agro. Personil yang dikukuhkan yang berasal dari berbagai komponen diwilayah Kalurahan Bangunkerto.

Menurut laporan kepala Dinas Sosial Provinsi DIY Endang Patmintarsih, rangkaian pembentukan dimulai tanggal 16 Juni dan berakhir pada saat pengukuhan Sabtu 18 Juni 2022.

KSB Bangunkerto dilengkapi dengan lumbung sosial dengan logistiknya, harapannya ketika terjadi emergensi akibat bencana alam, KSB dapat berperan penting dan cepat.

Kegiatan KSB menurut Patmintarsih, merupakan solusi untuk menumbuhkan ketanggapan dan kesiapsiagaan terhadap terjadinya bencana diwilayah. Kesiapsiagaan mempunyai arti penting untuk meminimalkan adanya korban, baik jiwa maupun metri. Karena di DIY terdapat titik-titik rawan bencana, termasuk bencana sosial. “Hingga saat ini di DIY telah ada sebanyak 52 KSB,” ujar Patmintarsih.

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo usai mengukuhkan dalam sambutanya memberikan apresiasi atas terbentuknya KSB di Bangunkerto. Kustini berharap agar KSB dapat memperkuat dan melengkapi unsur-unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana diwilayah Kapanewon Turi.

KSB memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah, karena harus menggerakkan masyarakat untuk dapat peduli dan sadar serta memiliki kapasitas dalam penanggulangan bencana,” ujar Kustini.

Kabupaten Sleman, lanjut Kustini, hingga saat ini terdapat 15 KSB. Untuk tahun 2022 diprogramkan pembentukan 5 KSB. “Diharapkan setiap Kapanewon terbentuk KSB agar masyarakat memilik wadah dan akses yang sama. Karena di kabupaten sendiri terdapat potensi bencana meliputi erupsi gunung Merapi, banjir dan lahar dingin, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi dan kebakaran,” tandas Kustini.

Sebelum dilakukan pengukuhan, diperagakan simulasi penangan pengungsi akibat erupsi Merapi oleh masyarakat setempat dan pengurus KSB. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Program Rehabilitasi Sosial di Taman Wreda LKS Mugi Waras Sumbersari Moyudan

Moyudan – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Mugi Waras, Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman menerima program bantuan sosial dari Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan ini merupakan program rehabilitasi sosial tahun 2022, sub program pembinaan dan bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial untuk lanjut usia.

Selama enam bulan kedepan, sebanya 25 lansia yang tergabung dalam kegiatan day care Taman Wreda LKS Mugi Waras akan diberikan pendampingan dan pembinaan yang meliputi keterampilan, kesehatan, pertanian, agama, dan kesenian. Kegiatan ini diadakan dua minggu sekali dan dimulai pada hari Minggu, (19/6/2022) di sekretariat LKS Mugi Waras.

Pada pertemuan pertama ini ada 2 kegiatan yaitu pembinaan fisik berupa senam lansia dan pendampingan keterampilan yaitu membuat kalung dari manik-manik. Senam lansia dipimpin instruktur senam Tri Linawati dari Semingin Sumbersari Moyudan, sedangkan ketrampilan membuat kalung manik-manik  dibimbing oleh Suti Lestari dari Blendung, Sumbersari Moyudan, dibantu para kader.

“Kita harus bersyukur dan berterima kasih mendapat program ini karena sangat bermanfaat  bagi kehidupan sehari-hari untuk kesejahteraan anggota. Melihat panjenengan sedaya  senang, hati  saya senang. Dan saya berterima kasih kepada segenap kader yang penuh semangat bersedia  mendampingi para lansia pada kegiatan ini,” ujar Ketua LKS Mugi Waras Djumanah. (Eny MS/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pemuda Kalangan Kunjungi Bank Sampah dan Sedekah Sampah Moyudan

Sleman – Pemuda Kalangan, Desa Ambartawang, Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang melakukan kunjungan ke Bank Sampah Sumber Rejeki di Padukuhan Sombangan Sumbersari, Moyudan dan Shadaqoh Sampah Basuki di Kruwet, Sumberagung, Moyudan, Sabtu (18/6/2022).

Ninik selaku ketua rombongan mengatakan bahwa maksud dan tujuannya berkunjung untuk melihat bagaimana cara mendirikan pengelolaan sampah mandiri. :Dikarenakan di Kalangan belum ada pengelolaan sampah mandiri maka pemuda berkeinginan untuk membentuk. Karena belum berpengalaman kepingin untuk menimba ilmu,” kata Ninik.

Sugiyanto direktur Bank Sampah Sumber Rejeki yang juga sekretaris JPSM Kapanewon Moyudan Kabuten Sleman menuturkan bahwa untuk mengelola sampah yang terpenting adalah niat dan kemauan. Untuk pengelolaan yang berbentuk bank sampah, harus ada buku induk untuk mencatat pembelian sampah dari nasabah. “Biasanya nasabah menjual ke bank sampah masih campur atau belum dipilah sehingga harus dipilah sesuai jenisnya. Kredibilitas pengurus juga harus dijaga untuk menjaga kepercayaan dari nasabah,” kata Sugiyanto.

“Sementara untuk sedekah sampah, pelaksanaannya lebih mudah karena cukup ditimbang dan dipilah, dan hasilnya, sebagian bisa untuk operasional, dan sebagian bisa digunakan untuk kegiatan kampung, sesuai kesepakatan bersama,” pungkas Sugiyanto. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)