Hybrid Virtual Run, Cara Baru Berkompetisi Lari

Ngaglik – Ulang tahun Kabupaten Sleman yang ke-106 pada 15 Mei lalu menjadi sebuah momentum untuk mengajak seluruh warga Kabupaten Sleman untuk gumregah (bangkit) bersama, seiring dengan peralihan dari pandemi kepada endemi hingga wilayah Kabupaten Sleman telah memasuki level satu.

Dalam upaya untuk turut serta mendorong masyarakat agar gumregah bersama itulah maka komunitas Pecinta Sleman Sejati ingin berkontribusi memberi semangat, sumbang pemikiran dan sumbang kegiatan untuk kebangkitan menuju percepatan kesejahteraan Sleman yang lebih baik.

“Pandemi telah memberi banyak pelajaran bahwa waktu dan tempat bukan kendala sehingga kita bisa berhubungan, bersilaturahmi dan berkegiatan antara satu dengan yang lain tanpa terikat oleh tempat dan waktu dengan mengembangkan inovasi dan kreativitas yang menjadi bagian di era digitalisasi “, jelas Prof Suhono H Supangkat, pembina komunitas Pecinta Sleman Sejati dalam acara pembukaan Hybrid Virtual Run, Minggu (26/6 2022) di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman.

“Hibryd Virtual Run adalah budaya olah raga normal baru berbasis digital. Lari dan olah raga bersama tidak mengenal waktu dan tempat, dimana saja dan kapan saja bisa dilaksanakan untuk kolaborasi,” jelas Suhono lagi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa sebelum membuka secara resmi HVR menegaskan bahwa Sleman memiliki potensi yang sangat besar, sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. “Potensi dan perkembangan jaman yang tidak bisa kita hindari adalah teknologi, yang memungkinkan kita beraktivitas sama tanpa harus berada di waktu dan tempat yang sama,” ujar Danang.

Kegiatan HVR secara offline ini akan berkelanjutan, untuk lari tahun ini akan di lakukan 2 kali lagi dengan puncaknya pada tanggal 24 Juli 2022 di Lapangan Maguwoharjo sebagai pengantar klub sepakbola kebanggaan Sleman, PSS memasuki Liga 1 2022.( Endarwati/ KIM Donoharjo)




Pembinaan dan silaturrahim Pengurus TPQ SE Kabupaten Sleman

Ngaglik – Guna menjalin silaturahmi antar pengurus dan direktur lembaga TPQ Se Kabupaten Sleman, Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) NU Sleman menggelar sosialisasi dan pembinaan TPQ di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran yang beralamatkan di Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (26/6/2022).

Sebagai tuan rumah, Agus H. Quoies Hassan mewakili pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas berlangsungnya kegiatan ini. Ia berharap agar kegiatan ini terus berjalan dari hilir ke hilir.

“Kegiatan ini musti ditindaklanjuti karena, sebagaimana yang kita ketahui bahwa Al Quran merupakan sumber dari akhlaqul karimah, sudah semestinya generasi-generasi kita arahkan untuk selalu mudawamatul quran bagaimanapun caranya,” jelasnya.

Turut hadir dan juga menyampaikan sambutan. Ketua PCNU Kabupaten Sleman . Jambari dan ketua DPW JQH KH. Ujang Sihabuddin S,Ag. . Mereka memberikan apresiasi yg setinggi-tingginya kepada Pengurus Cabang JQH Sleman karena kegiatan ini berjalan dengan penuh semangat, banyak yang hadir, bahkan menjadi agenda yang pertama dilakukan oleh JQH, saat JQH di daerah lainnya belum melaksanakan kegiatan semacam ini.

Dengan mengusung tema “Membangun Peradaban Bersama” acara ini berlangsung sangat meriah dan sukses. Karena dapat menghadirkan 130 peserta dari beberapa kapanewon Se Kabupaten Sleman. Dengan dipandu oleh divisi pembinaan TPQ Hasan Asy’ari, acara ini berlangsung dengan baik, pertanyaan demi pertanyaan terjawab secara gamblang. Pembahasan terkait nomor statistik, emis, kurikulum dll. Ini merupakan langkah awal untuk kembali menggerakkan semangat dan menjalin silaturrahim sebagaimana arahan ketua JQH.

Menurutnya, kerjasama antar anggota ini tak luput atas dorongan ketua JQH yakni Mohammad Yazid yang tak henti hentinya memberikan support , bahwa barometer pendidikan karakter berakar dari anak-anak, sebagaimana hadis Rosulullah.

Tentunya banyak hal yang diharapkan dalam terlaksananya acara ini, sebagaimana yang disampaikan oleh pengurus JQH Sleman. . “Didiklah anakmu tiga hal; mencintai Nabi, mencintai Ahli baitihi dan mencintai membaca Al Qur`an”.(Ajeng)




Kominfo Sleman Manfaatkan Petunra Sebagai Media Diseminasi Informasi

Sleman – Dalam rangka pengembangan dan peningkatan pemanfaatan media pertunjukan sebagai saluran media komunikasi dan diseminasi informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan “Lomba Pertunjukan Rakyat (Petunra) bagi Kelompok Informasi Masyarakat se-Kabupaten Sleman Tahun 2022 pada Minggu (26/6/2022).

Diselenggarakan di Gedung Kesenian Kabupaten Sleman, Petunra tahun 2022 ini diikuti oleh 7 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yaitu KIM Depok (Kapanewon Depok), KIM Ceria (Kapanewon Pakem), KIM Kertomandiri (Kapanewon Turi), KIM Lumintu (Kapanewon Ngemplak), KIM Donoharjo (Kapanewon Ngaglik), KIM Sumber Biwara (Kapanewon Moyudan), dan KIM Pararta Guna (Kapanewon Gamping).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sleman, Noor Hidayati ZP menuturkan bahwa tema yang diambil pada Petunra ini adalah topik yang berhubungan dengan perkembangan teknologi dan informasi modern, seperti Wifi Padukuhan, TV Digital, Melindungi Anak dari Kekerasan Jalanan, dan Perlindungan Data Pribadi.

“Mengingat semenjak tahun 2020 kegiatan pementasan tersebut tidak diselenggarakan akibat COVID-19, diharapkan dengan lomba pertunjukkan ini dapat menjadi penyemangat dalam memulai lagi kegiatan seni tradisional yang serupa. Hal tersebut bertujuan agar dapat menjadikan seni tradisional tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga menyosialisasikan program-program pemerintah, dan juga melestarikan seni tradisional yang ada di Sleman,” kata Noor Hidayati.

Sementara itu, Eka Suryo Prihantoro, Kepala Diskominfo Sleman dengan pelaksanaan Petunra ini dapat terus medorong masyarakat untuk selalu melestarikan seni dan budaya agar dapat selalu menjaga identitas sebagai masyarakat Sleman.

“Perkembangan teknologi informasi adalah suatu keniscayaan, akan tetapi budaya dan tradisi adalah sesuatu yang perlu kita uri-uri dan lestarikan karena membawa nilai-nilai baik yang akan selalu berguna pada zaman se-modern apapun,” ungkapnya.

Eka juga mengucapkan terima kasih kepada Panewu dan Lurah yang telah memfasilitasi kegiatan KIM di tingkat Kapanewon dan Kalurahan. Tanpa kerja sama yang dilakukan tentu saja program-program yang dilakukan akan sulit untuk direalisasikan.

“Kemitraan antara KIM dan pemerintah ini yang kita harapkan dapat terus berjalan dan saling memberi manfaat, yang pada muaranya adalah terwujudnya masyarakat Sleman yang Cerdas sesuai visi misi Bupati Sleman 2021-2024,” tutup Eka. (Rep Ivan)