Kapanewon Gamping Gandeng Bernas Digital Academy Latih Kemampuan Jurnalistik

Sleman – Guna memberikan bekal pemahaman dan keterampilan dasar jurnalisme dan penulisan berita menggunakan bahasa jurnalistik dengan kaidah teknik menulis di media online atau website organisasi maka Pemerintah Kapanewon Gamping menggandeng Bernas News Digital Academy menyelenggarakan kegiatan pelatihan jurnalistik pengantar konten creator dan pengelolaan media sosial yang digelar di Ruang Rapat A Lantai II Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Rabu (29/6/2022) siang.

Pelatihan jurnalistik yang ditujukkan bagi pegawai di bidang hubungan masyarakat tersebut diikuti oleh perwakilan dari Unit Pengelola Kegiatan Mandiri Kapanewon Gamping, Kepolisian Sektor Gamping, Komando Rayon Militer 17/GP, Pamong Kalurahan, Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan Wilayah II (Godean dan Gamping), Balai Penyuluh Keluarga Berencana, Pendamping Kalurahan Program Keluarga Harapan, serta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kapanewon Gamping.

Kegiatan yang dipandu Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat Kapanewon Gamping, Ika Putra Puspitaningrum dibuka secara langsung oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Wahyudi menghadirkan Direktur Bernas News Digital Academy, YB Margantoro bersama Sekretaris Korporat, Ayusandra Adhitya sebagai narasumber yang membahas tentang penulisan artikel dan pentingnya mengelola media sosial.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Wahyudi mengemukakan bahwa media sosial merupakan sebuah alat komunikasi personil hubungan masyarakat suatu lembaga yang diharapkan dapat menggunakan media sosial tersebut untuk mengomunikasikan terkait program-program kegiatan yang dilakukan dan nantinya mendapatkan umpan balik dari masyarakat sebagai koreksi atau masukan agar lembaga dalam memberikan pelayanan semakin baik dan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Dengan adanya pelatihan ini bapak ibu semuanya akan memperoleh ilmu serta keahlian di bidang pembuatan konten dan pengelolaan media sosial. Walau dalam waktu singkat, harapan kami kedepan peserta bisa menggunakan media sosial secara bijak sesuai dengan tugas dan fungsi selaku pengampu di masing-masing kelembagaan,” tutur Wahyudi.

Berdasarkan paparan materi YB Margantoro selaku Pemimpin Redaksi Bernas News memberikan tips efektif menulis yakni memiliki catatan harian, membebaskan diri, dapat mengekspresikan diri, menemukan diri, kecintaan mengikat ilmu, membaca buku sebanyak-banyaknya, serta melakukan aktivitas intelektual praktis yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

“Sebelum berani menulis di media massa, berlatihlah menulis di buku agenda, di media internal, korporat atau komunitas sampai akhirnya dapat menulis di media umum. Jika memiliki ide atau gagasan dan memiliki bahan referensi yang cukup untuk mendukung ide tersebut akan mampu menuliskannya secara baik, benar, dan menarik,” ujar YB panggilan akrabnya.

Agar bisa memulai menulis sebuah artikel, YB Margantoro menyarankan peserta supaya gemar membaca. Selanjutnya, menulis dengan kalimat yang pendek, mudah dimengerti, dan menarik dari sebuah ide serta menanggapinya. Kemudian mengetik secara rapi dari halaman pertama hingga empat, dan mengirimkan ke media massa yang dipilih. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kapanewon Depok Gelar Rakorpim Membahas PMK

Depok – Kapanewon Depok menggelar Rapat Koordinasi Antar Pimpinan (Rakorpim) Instansi Kapanewon Depok di Kopi Legi Sambilegi Kidul Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Senin (27/06/2022). Rapat tersebut membahas mengenai Antisipasi dan Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Hewan Ternak (Sapi, Kambing) serta Kesiapsiagaan Menjelang Iduladha Tahun 2022 dengan menghadirkan  narasumber drh. Nyoman Ayu Anggreni Tisnawati, Kepala Bid. Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, dan drh. Yeny Prasetyawati dari Poskeswan DepoK

Plt. Panewu Depok, Arifin, dalam sambutanya mengucapkan selamat datang kepada peserta Rakorpim Kapanewon Depok yang rutin dilaksanakan satu bulan sekali, dan pada kesempatan kali ini mengambil tema Antisipasi dan pencegahan PMK yang sedang marak berikut penangananya dengan menghadirkan narasumber di bidangnya

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kab. Sleman dr. Nyoman menyampaikan saat ini di Kabupaten hampir semua kapanewon dilaporkan telah terjangkit PMK. “Hanya wilayah Kapanewon Minggir yang belum terdapat kasus PMK,” kata drh. Nyoman.

drh. Yeny Prasetyawati dari Poskeswan wilayah Depok menjelaskan tentang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di mana dapat dilihat dari ciri-cirinya yaitu, hewan ternak mengalami demam hingga 39-41 derajat Celcius, adanya pembengkakan kelenjar, terutama di daerah mandibula/rahang bawah, terdapat luka di sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, hingga ambing atau payudara, produksi air liur tinggi, hewan ternak kesulitan menelan makanan dan tidak mau makan, hewan bernapas dengan cepat dan kesulitan berdiri, serta munculnya luka pada kuku yang mengakibatkan kuku ternak terlepas.

“Ternak dengan gejala di atas akan dengan mudah menularkan PMK ke ternak lainnya, baik melalui medium udara atau kontak langsung. Oleh karena itu, apabila ternak mengalami sejumlah gelaja PMK segera lakukan karantina ternah dan semprot kandang dengan desinfektan. Adapun ternak yang terinfeksi akan diberikan penanganan khusus, yakni berupa vitamin dan obat-obatan sebagaimana yang saat ini tengah dilakukan,” kata drh. Yeny. (Wasana/KIM Depok)




Dinas PMK Sleman Gelar Pelatihan Anggota BPKal Prambanan

Sleman – Untuk meningkatkan kapasitas anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan di kapanewon Prambanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman mengadakan pelatihan/bimbingan teknis yang diselenggarakan pada Selasa (28/6/2022).

Bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kapanewon Prambanan Anggota, pelatihan menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman Samsul Bakri, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Nurhidayat, dan Sub-koordinator Perencanaan Khusus Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Bappeda Sleman, Eko Adi Prasetya.

Samsul Bakri Kepala Dinas PMK Kab. Sleman pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Badan Permusyawaratan Kalurahan adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk kalurahan. “Berdasarkan keterwakilan wilayah dan keterwakilan perempuan yang pengisiannya ditetapkan secara demokratis,” ujarnya.

Sementara Nurhidayat selaku AnggotaDPRD Sleman menandaskan bahwa kegiatan ini diInisiasi untuk optimalisisasi kinerja BPKal yang selama ini belum begitu kelihatan kinerjanya. “Di mana usulan-usulan BPK dipandang belum optimal oleh masyarakat, bahkan seolah menjadi subordinat dari Kalurahan,” kata Nurhidayat.

Menurutnya, peran BPKal penting karena Sleman Timur kedepannya akan menjadi destinasi wisata utama di Sleman.

“Di sini peran BPKal menjadi urgent dan harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas untuk menunjang Tupoksinya dan akan terus diperbaiki untuk mengawasi berbagai kegiatan di kalurahan dengan menggunakan berbagai usulan pokok pikiran serta ketugasan selaku dewan,” ungkap Nurhidayat.

Di samping itu, peran Bumdes menurutnya juga harus selalu ditingkatkan untuk bisa melihat berbagai potensi yang dikembangkan untuk peningkatan perekonomian kalurahan.

Pelatihan sendiri dipandu langsung oleh Panewu Prambanan, Ishadi Zayid yang menyampaikan materi dengan judul Sinergi BPKal dan Pemerintah Kalurahan yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Kalurahan di lingkup kapanewon Prambanan. Sementara materi kedua tentang Perencanaan Pengajuan BKK Dana Keistimewaan disampaikan oleh Eko Adi Prasetya. (Arief Hartanto)




Peran KIM Dalam Memupuk Budaya Memilah Memilih Informasi

Sleman – Untuk menjawab tantangan masyarakat saat ini dalam mencerna informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan di dunia maya maka Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kapanewon Gamping menyelenggarakan kegiatan ‘Dialog Budaya Pendhapa’ yang berlangsung di Studio RRI Pro 4 Kotabaru, Yogyakarta, Selasa (28/6/2022) malam.

Dialog yang disiarkan secara langsung melalui FM 106.6 MHz dan AM 1107 KHz RRI Pro 4 Yogyakarta dengan mengangkat tema KIM dan Budaya Memilah Memilih Informasi tersebut dipandu oleh anggota Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY), Sugiman Dwi Nurseto yang menghadirkan Ketua KIM Pararta Guna, Adnan Iman Nurtjahjo bersama Sekretaris KIM Pararta Guna, Lena Lailasari Girsang sebagai narasumber.

Mengawali perbincangannya, Adnan Iman Nurtjahjo menyampaikan tentang hadirnya KIM di tengah-tengah masyarakat yang memerlukan informasi bermanfaat, dimana situasi saat ini perubahan begitu cepat terjadi karena arus informasi yang tak terbendung. Menurutnya, KIM dapat membantu masyarakat untuk memenuhi haknya dalam berinformasi. Dengan adanya informasi yang diperlukan dan positif maka dapat mendorong produktifitas secara jangka panjang sehingga masyarakat dapat secara mandiri berdaya guna.

“Dengan dibentuknya KIM di setiap kapanewon dan kalurahan maka penyerapan informasi dari masyarakat ke pemerintah dan begitu pula sebaliknya akan lebih mudah dan terarah serta harapan untuk mewujudkan masyarakat yang inovatif dalam meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendayagunaan informasi dan komunikasi untuk mencapai masyarakat informasi yang sejahtera akan terwujud,” ujar Adnan.

Dirinya menambahkan, dengan adanya KIM diharapkan masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi, dan berdiskusi hingga memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi secara bersama-sama melalui aktivitas yang dijalankan KIM yang disebut ADINDA yang merupakan singkatan dari Akses informasi, Diskusi, Implementasi, Networking, Diseminasi, dan Advokasi atau Aspirasi.

Di sisi lain, Lena Lailasari Girsang menyebutkan bahwa KIM dapat berperan sebagai agen penyeimbang informasi yang beredar di masyarakat luas dengan memberikan informasi yang berimbang dan mempertimbangkan kaidah jurnalistik. Sesuai dengan maksud pembentukan KIM yaitu mewujudkan jejaring diseminasi informasi, mendorong partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan pembangunan, serta mendorong peningkatan kualitas dan kecerdasan publik dalam mengonsumsi informasi.

Lena juga berpesan agar masyarakat harus cerdas dalam memilah dan memilih informasi. Karena budaya memilah dan memilih informasi merupakan sebuah proses perubahan pikiran dan akal budi yang mengarah menjadi kebiasaan untuk memisahkan dan menentukan informasi yang layak untuk disimpan, diingat, maupun disebarluaskan kepada orang lain. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




2 Tahun Dijadikan Tempat Isoter, Asrama Haji Sleman Disterilkan

Sleman – Satgas COVID-19 Kabupaten Sleman bersama pengurus Asara Haji Sleman melakukan tahapan sterilisasi di Asrama Haji Sleman dalam rangka pengakhiran Asrama Haji sebagai lokasi Isoter (Isolasi Terpusat) COVID-19 di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang dilakukan pada Senin (27/6/2022) itu bertujuan untuk mensterilisasikan seluruh ruangan dan kamar yang ada pada asrama tersebut. Pasalnya sekitar 2 tahun terakhir, asrama tersebut digunakan sebagai tempat isolasi pasien yang terpapar COVID-19.

Makwan, selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman mengatakan bahwa sterilisasi dilakukan dengan cara pengasapan ke seluruh kamar menggunakan bahan Peroksida dengan kadar yang rendah.

“Setiap kamar sudah dilakukan sterilisasi, kemudian secara resmi kita nyatakan steril. Kemudian pengelola dapat melaksanakan tugas dan menjalankan asrama haji seperti sebagaimana fungsi sebelumnya,” ujar Makwan.

Ia berharap Asrama haji dapat digunakan seperti semula, sehingga masyarakat dapat kembali lagi menggunakan fasilitas tersebut.

“Sesuai dengan MOU yang ditandatangani oleh Bupati Sleman, terakhir tanggal 30 Juni dan akan kita serahkan kembali asrama haji kepada pengelola,” tambahnya.

Terakhir, Makwan menjelaskan setelah ditutupnya asrama haji sebagai tempat isolasi terpusat, selanjutnya pemerintah akan menyiagakan Rusunawa Gemawang sebagai tempat Isoter. (Rep Ivan)