Dinas PU Sosialisasikan Proyek Peningkatan Jembatan Merah

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman melaksanakan sosialisasi pelaksanaan pekerjaan peningkatan jembatan prayan (merah) di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kamis (2/6/2022).

Sosialisasi ini diikuti oleh Kepala bidang Bina Marga Kabupaten Sleman, Polres Sleman, Panewu Depok yang diwakili Kepala Jawatan Kemakmuran, Danramil 11 Depok, Polsek Depok Barat dan Depok Timur, Lurah Condongcatur bersama ulu ulu, Lurah Caturtunggal yang diwakili Carik, warga padukuhan Soropadan Condongcatur dan warga padukun Santren Caturtunggal

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengucapkan terimakasih kepada DPUPKP Sleman atas pembangunan jembatan Prayan/jembatan merah ini, setelah menunggu sekian lama jembatan tidak difungsikan karena mengalami kerusakan. “Jembatan tersebut merupakan akses jalan yang cukup crowded setiap harinya, sehingga saya berharap proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar dengan hasil yang baik,” ujar Reno.

Peningkatan Jembatan Prayan (Merah) berukuran 22 x 9 M2 akan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana CV. Marga Mulya dengan nomor kontrak 027/1199/SP/, nilai kontrak Rp. dengan konsultan supervisi PT. Darmasraya Mitra Amerta. Waktu pelaksanaan pekerjaan yaitu selama 150 hari kalender (17 Mei sd 13 Oktober 2022) dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender (14 Okober 2022 sd 14 April 2023). Nantinya jalan dari arah timur (prayan) akan lurus tembus ke jalan Affandi dengan dibangun jembatan baru sedangkan jembatan lama (merah) dipertahankan sebagai cagar budaya dan akan dilengkapi Taman dipojok barat sisi utara

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, meminta dukungan masyarakat selama proses pembangunan jembatan yang sudah cukup lama diusulkan dan baru dapat terealisasi saat ini. Dalam pelaksanaan di lapangan, ia juga meminta agar dilakukan rekayasa lalu lintas dengan melibatkan Polres Sleman.

“Dimohon apabila ada kerusakan jalan selama proses pengalihan jalur menjadi tanggung jawab pemrakarsa untuk melakukan perbaikian,” kata Isti.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama keluarga Alm. Yemtini yang memiliki lahan paling dekat dengan lokasi yang harus mengiklaskan lahannya untuk pembangunan jembatan. “Dan telah memperoleh ganti untung untuk pembebasan lahannya dari tanah kas desa Caturtunggal yang saat ini sedangkan dalam proses perizinan,” ungkap Isti lagi. (Wasana/KIM Depok)




Anggota KWT Kartini Kalongan Antusias Ikuti Sosialisasi Budidaya Kelapa Genjah Kopyor

Sleman – Tahun 2015, Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapatkan pelatihan pengolahan pohon pisang dari program CSR Pertamina sebagai upaya untuk memanfaatkan lahan kosong. Pada tahun 2016, KWT Kartini sudah bisa mengolah pohon pisang dari batang hingga buahnya sehingga bisa menghasilkan aneka produk olahan pisang yang punya nilai ekonomi tinggi dan dipasarkan secara luas di masyarakat. Hal tersebut tentu bisa menambah tambahan penghasilan untuk anggotanya.

Keberhasilan KWT Kartini dalam upaya peningkatan perekonomian anggota ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak antara lain dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY yang merupakan aspirasi anggota DPRD DIY Sadar Narima untuk Sosialisasi Budi Daya Kelapa Genjah Kopyor.

Ketua KWT Kartini, Diana Listanti mengapresiasi apa yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY yang menggelar sosialisasi untuk 32 orang anggotanya pada Selasa (31/5/2022) di Kalongan Depok, Sleman. Para peserta terlihat antusias dan semangat dalam mengikuti sosialisasi dengan harapan menjadi upaya lain untuk meningkatkan perekonomian anggota dengan budidaya kelapa genjah kopyor ini.

Dalam paparannya, Suharyanta dan Ari indriyani dari Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan menyampaikan beberapa keunggulan populasi kelapa kopyor asal Pati tersebut adalah cepat berbuah (3-4 tahun) sehingga dikategorikan sebagai kelapa kopyor Genjah dan  persentase menghasilkan buah kopyor pertandan yang tinggi mencapai 50%. 

“Tanaman ini telah dibudidayakan lebih dari 50 tahun yang lalu, dan telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) sebagai calon varietas unggul lokal pada tahun 2007, sehingga berpotensi dilepas sebagai populasi  unggul lokal. Selain itu kelapa genjah merupakan jenis tanaman yang pendek dan berbuah lebat memudahkan petani dalam proses pemanenan,” kata Suharyanta.

Ia menambahkan bahwa budi daya dengan jarak tanam 6 Meter akan menghasilkan persentase kegagalan atau mati 0%. Buah kelapa genjah kopyor di pasaran dijual dari harga Rp. ,00 hingga Rp. ,00.

Dikutip dari laman resmi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, risiko tertinggi berada di titik kritis pengangkutan, cuaca dan pembuatan lubang tanam. Waktu penanaman diperkirakan antara periode November-Desember di mana curah hujan memenuhi persyaratan penanaman kelapa genjah. (Arief Hartanto)




Bangun Kebersamaan dan Sinergitas Komrel, Kekandhangan Banyuraden Gelar Syawalan

Sleman – Dalam rangka membangun kebersamaan dan sinergitas antar komunitas relawan (Komrel) dibawah naungan Kekandhangan Banyuraden untuk menyelesaikan masalah dibidang kebencanaan maka diselenggarakan kegiatan syawalan yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa (31/5/2022) malam.

Kegiatan yang dipandu oleh Sekretaris Kekandhangan, Adnan Iman Nurtjahjo dibuka dengan sambutan Ketua Kekandhangan, drh. I Komang Tri Kumara dihadapan Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aiptu Ifanudin, Tokoh Agama Banyuraden, Kyai Ahmad Shofi, serta para relawan yang hadir dari komunitas Tarung Derajat Satlat Demakijo, Dharma Laku, Sahular (Sahabat Ular), GSS (Geplakan Siap Siaga), Siasat (Siaga Satwa), Kukila Edu Farm, serta KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Pararta Guna.

Dalam sambutannya, drh. I Komang Tri Kumara berharap kepada seluruh relawan dapat menciptakan sinergi antar komunitas yang sangat diperlukan dalam menangani permasalahan kemanusiaan yang ada di masyarakat. Menurutnya, dengan semakin banyak relawan yang bergerak akan mempermudah dan mempercepat penyelesaian masalah kemanusiaan.

“Dengan makin banyaknya elemen relawan yang tergerak guna menolong sesama manusia yang tertimpa bencana dalam lingkup lokal, nasional, atau pun global maka akan tercipta kolaborasi dari berbagai pihak yang merupakan salah satu cara mengantisipasi krisis kemanusiaan,” tutur drh. Komang.

Selanjutnya dilakukan pengucapan ikrar syawalan yang dipimpin oleh Bendahara Kekandhangan, Bakoh Waluyo yang ditirukan seluruh elemen relawan untuk merefleksikan ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, kebersamaan, persatuan dan saling berbagi kasih sayang, serta saling memaafkan baik secara individu maupun kelompok usai hari raya idul fitri karena dalam penjalanan hidupnya manusia tidak bisa luput dari kesalahan dan kekhilafan.

Sebagai hiburan dilakukan demonstrasi beladiri tarung derajat dari Satuan Latihan Demakijo yang telah berhasil mengantarkan petarungnya berprestasi di berbagai kompetisi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam arahan pelatih tarung derajat, Kang Feryadi.

Hal senada disampaikan Kang Feriyadi bahwa dalam pandangan Islam, syawalan atau halal bihalal mempunyai makna saling menghormati sesama manusia yang diwujudkan dalam bingkai silaturahmi. Di samping itu, melalui kegiatan syawalan ini dapat membangun kebersamaan guna menggapai kesuksesan.

“Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan ini sebaiknya tetap dipertahankan dan dilestarikan karena merupakan refleksi ajaran Islam yang mengutamakan sikap persatuan, persaudaraan, dan saling berbagi kasih sayang usai lebaran,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping).




Peringati Hari Lahir Pancasila, Wedomartani Gelar Malam Seni Kebhinekaan

Sleman – Memperingati hari Lahir Pancasila, Pemerintah Kalurahan Wedomartani menggelar Malam Gelar Seni Budaya Kebhinekaan yang diselenggarakan di Pendopo Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Selasa (31/5/2022) malam. Kegiatan yang dimeriahkan oleh penampilan kelompok kesenian dari lintas agama tersebut bertujuan untuk memupuk dan mempertahankan kesolidan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan, yang diselenggarakan setiap tahun oleh pemerintah Kalurahan Wedomartani. Kelompok/Komunitas seni yang tampil merupakan perwakilan dari lintas agama dan Karang Taruna Kalurahan Wedomartani.

Kendati suasana hujan, gelar seni budaya dengan pembawa acara trio gesit Kamituwo Mujiburohman, Dini dan Unsur Karang Taruna itu secara bergantian menyebutkan pengisi acara, meliputi Baba Band (Gereja Katholik Petrus dan Paulus Babadan), kesenian Angklung (GKBI Kayen), Pasraman Saraswati (Pura Widya Dharma), Paguyuban Badui dan Kubro Siswo (Krapayak), Barongsai Panbres Yogyakarta serta Sanggar Seni Parikesit Karang Taruna Wedomartani dengan seniman mudanya.

“Malam ini kita tampil disini, Keberagaman adalah fitrah yang harus disyukuri, dan karena keberagaman itulah kita menjadi kuat,” tutur Mujiburohman yang juga merupakan Ketua Kalurahan budaya itu menyemangati penonton yang hadir.

Lurah Wedomartani, Teguh Budiyanto dalam sambutan singkatnya berharap agar keharmonisan dan toleransi yang telah tercipta di Wedomartani dipertahankan, dijaga dan dijadikan modal pembangunan untuk memajukan Wilayah.

Sementara itu Kasi Pembinaan Adat Tradisi dan Lembaga Seni Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Provinsi DIY, Endang Widuri dalam sambutannya memberikan apresiasi kegiatan yang digelar oleh pemerintah dan masyarakat Wedomartani.

“Keberagaman, kerukunan dan keharmonisan harus tetap dijaga. Kebudayaan sebagai salah satu diantara pemersatu dan identitas  bangsa dipupuk, dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada kelompok kelompok masyarakat sebagai basisnya, demikian pula dengan tradisinya,” ungkapnya.

Galar Seni Budaya yang juga dihadiri Tim Monev Joko Saptono dan Unsur Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman serta dukungan dana keistimewa diakhiri penampilan atraksi spektakuler tutup mata dari Kelompok Kesenian Kubro Siswa dan Badui Krapyak. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




UP2K Pakembinangun Terima Kunjungan Dari Aceh Singkil

Sleman – Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Kalurahan Pakembinangun menerima kunjungan dari UP2K Kabupaten Aceh Singkil pada Selasa (31/5/2022). Acara dihadiri langsung oleh Ketua PKK Sleman, R. Ay. Sri Hapsari, Ketua PKK Pakembinangun, Tri Hayati Hastutiningrum Suranto, dan Panewu Pakem, Rakhmat Harinawan.

Acara sendiri diawali dengan paduan suara ibu-ibu pengurus UP2K Pakembinangun yang membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Sleman Sembada, dan Mars PKK. Selain itu, ada juga penampilan tari Pudjastuti yang dibawakan oleh Pemilik Sanggar Tari Artdance, Artha beserta rekan-rekan yang berasal dari Dusun Duwetsari Pakembinangun.

Ketua PKK Pakembinangun, Tri Hayati Hastutiningrum Suranto, pada kesempatan tersebut memaparkan mengenai profil, sejarah, dan prestasi UP2K Pakembinangun.

“Kami berjuang cukup lama, dan ternyata sebelum tahun 1996, keberhasilan dan administrasi dari UP2K belum pernah kami temukan dokumentasinya. Untuk itu kami mohon maaf. Akhirnya pada tahun 2019, barulah UP2K Pakembinangun menerima penghargaan Juara III Tingkat Nasional. Ini bukti bahwa perjuangan ibu-ibu UP2K itu nyata, dan memerlukan waktu yang panjang serta lama untuk berhasil. Maka ibu-ibu sekalian jangan pernah menyerah,” ungkap Tri Hayati.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu ikon produk UP2K yang dinilai paling berhasil adalah Coklat Tempe “Pawiro” dan Abon Lele “Nayaru”. Kedua ikon ini pernah menjadi juara pertama pada stand Pameran Potensi Daerah Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Ketua UP2K Kabupaten Aceh Singkil, Ibu Achma Dulrasid mengucapkan apresiasinya kepada UP2K Pakembinangun yang telah bersedia menerima dirinya dan beberapa wakil dari Aceh Singkil.

“Kami di sini dilayani selayaknya saudara. Dari Provinsi, kami dilayani dengan sangat hangat dan ramah. Serasa tak ingin kembali ke Aceh. Namun kami lebih tertarik untuk mengunjungi Pakembinangun. Karena UP2K di sini pernah memperoleh juara UP2K Nasional tingkat III. Kami merasa perlu mengadakan studi banding ke sini. Kami ucapkan selamat dan salut kepada ibu-ibu UP2K Pakembinangun. Proruk-produknya juga luar biasa. Semoga keberhasilan ini bisa kami tularkan ke Aceh Singkil,” paparnya.

Acara diakhiri dengan pertukaran cenderamata, dari Aceh Singkil untuk UP2K Pakembinangun yang diterima oleh Tri Hayati Suranto. Lurah Pakembinangun pun juga memberikan cenderamata berupa kain Batik “Sengsem”, yang merupakan batik khas Pakembinangun. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)