YPKBR Donoharjo Gelar Syawalan dan Pelantikan Pengurus Periode 2022 – 2025

Menjadi pengurus yayasan sosial merupakan sebuah kerelaan, tanpa pamrih apapun. Hal tersebut yang ditekankan oleh Saptono Budi Samodra dalam sambutannya sebagai Ketua Pengurus Harian YPKBR (Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Bina Remaja) Donoharjo periode 2022 -2025, pada acara pelantikan pengurus, syawalan serta peresmian mushala Al Muhsin SLB Tunas Kasih 2 di Lungguhrejo, Wonokerto Turi, Sleman, Rabu (1/6/2022).
“Menjadi pengurus yayasan sosial tidak dalam rangka mencari apapun kecuali Ridha Allah SWT serta mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk menghadap kepadaNya,” kata Budi.
Namun demikian Saptono menambahkan bahwa kepengurusan ini adalah suatu bentuk tanggungjawab. “Dengan melaksanakan tugas secara bersama, semoga amanah bisa kita lanjutkan dan semoga program-program bisa kita kembangkan sehingga pelayanan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus ini bisa kita wujudkan bersama,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa para pengurus baru juga membutuhkan kekompakan dan hubungan baik dengan unit usaha YPKBR lainnya, seperti Panti Asuhan Bina Remaja yang terletak di Padukuhan Bantarjo, Sekolah Luar Biasa Tunas Kasih 1 yang terletak di Padukuhan Bantarjo, dan Sekolah Luar Biasa Tunas Kasih 2 yang terletak di Padukuhan Lungguhrejo, Wonokerto, Turi, Sleman.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang hadir dalam pelantikan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kelangsungan acara, terutama tarian yang ditampilkan oleh para remaja.
“Penampilan mereka menunjukkan bahwa di antara kita tidak ada bedanya. Kepada Bapak Ibu Guru, kami sampaikan ucapan terimakasih karena telah mendidik anak-anak dengan sangat baik. Allah menciptakan setiap manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terima kasih kepada Bapak Ibu Guru sebagai pendidik yang telah mendidik dengan penuh kesabaran dan tanggungjawab, semoga mereka menjadi anak yang berkualitas, berkarakter dan berakhlakul karimah,” kata Kustini.
Kustini juga menekankan bahwa Pemkab Sleman akan terus memperhatikan operasional sekolah yang berada di bawah YPKBR, seperti pembangunan musala.“Ada dinas sosial, nanti kita data dibantu dengan CSR maupun BAZNAS. Untuk penyempurnaan musala silakan mengajukan proposal untuk tahun 2023,” tambah Kustini.
Ditemui usai acara, Usup, Kepala SLB Tunas Kasih 1 Donoharjo menyampaikan bahwa anak didiknya memiliki segudang prestasi di antaranya atas nama Thoriq Hermansyah juara 1 tingkat nasional tahun 2020 Cabang memakai sepatu bertali untuk anak tuna grahita, Ervina juara 1 SOIna (Special Olimpics Indonesia) 2022 tingkat DIY cabang tenis meja khusus anak tuna grahita, dan bulan depan maju tingkat nasional di Semarang masih pada even SOIna.
“Ervina juga juara 1 Paperda (ajang kompetisi olahraga internasional untuk atlet penyandang disabilitas) khusus anak ABK dan juara 1 tenis meja tinggal putri khusus grahita, serta juara 3 ganda campuran tenis meja tahun 2022,” kata Usup.
Ada juga Heppy Nafisah juara 2 November 2018 kegiatan PEPARDA (Pekan Paralimpic Daerah, sebuah ajang kompetisi di bidang olahraga yang dikhususkan untuk para penyandang disabilitas) untuk cabang tenis meja ganda campuran Tuna rungu dan Ahmad Syarif juara 3 ganda campuran tenis meja 2022 tingkat DIY.
Sementara, Haryanto, Kepala SLB Tunas Kasih 2 di Turi menyebutkan beberapa prestasi yang dimiliki oleh anak didiknya, antara lain atas nama Amelia Putri Rosanti, juara Boga 1 Kabupaten Sleman antar SLB tahun 2021 untuk kelompok Tuna Grahita, atas nama Hendra juara bocce (lempar bola) tingkat nasional tahun 2019 untuk kelompok down sindroma serta sebagai Juara 2 bulutangkis tingkat propinsi atas nama Rista Budi P 2019 dari kelompok tuna rungu. (Endarwati/KIM Donoharjo)