Sleman Bangkit dengan UMKM Go Digital

Sleman – Adanya pandemi menyebabkan banyak UMKM mengalami dampak yang cukup parah seperti penurunan omzet hingga harus melakukan pengurangan karyawan. Mereka yang tetap bertahan di masa pandemi kebanyakan adalah yang mampu merubah pola usaha mereka dari konvensional ke digital.

Hal tersebut yang menjadi latar belakang Komunitas Pecinta Sleman Sejati untuk turut mendorong UMKM agar mampu bergerak menuju digitalisasi usaha dengan menyelenggarakan Webinar Sleman Bangkit pada Rabu (22/6/2022).

“Tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat Kabupaten Sleman dengan tema UMKM Bangkit,

Pariwisata Bangkit dan PSS Bangkit. Webinar ini mendiskusikan tentang pentingnya digitalisasi UMKM di Indonesia secara umum dan Kabupaten Sleman secara khusus, serta ikut serta upaya pemerintah dalam mendigitalisasi dan menginkubasi para plelaku UMKM,” kata Suhono, Pembina Komunitas Pecinta Sleman Sejati.

Kegiatan ini diikuti juga oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Ia menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan webinar ini dan berharap pelaksanaan webinar akan mampu mendorong dan membangkitkan seluruh warga kabupaten Sleman untuk bangkit pasca pandemi.

“Kegiatan ini mencerminkan tingginya semangat gotong royong dalam pemulihan ekonomi masyarakat dan semoga semangat ini dapat terus terpatri dan menjadi motivasi pemulihan di sektor lainnya,” kata Kustini.

Kustini juga menjelaskan bahwa tema webinar selaras dengan upaya pemerintah Kabupaten Sleman dalam pemulihan ekonomi, pariwisata, dan UMKM pasca pandemi, di mana Pemkab Sleman sangat mendukung berbagai aktivitas para pelaku yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Webinar sendiri menampilkan pembicara yaitu Siti Azizah, Deputi Bidang Kewirausahaan dengan Topik Program digitalisasi UMKM di Kementrian Koperasi dan UMKM, yang terdiri dari penjelasan mengenai Peran Digitalisasi dalam Membangkitkan UMKM Indonesia, Peluang bertumbuhnya UMKM di Indonesia, tantangan UMKM di Indonesia, dan Inkubasi bagi para UMKM.

Sementara narasumber kedua yaitu Endah Sri Widiastuti, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman dengan Topik Tantangan digitalisasi UMKM di Kabupaten Sleman. Narasumber ketiga adalah Jhon Sarjono, Branch Manager PT Bank Rakyat Indonesia dengan topik Sistem Keuangan yang Membantu UMKM Lebih Berkembang

Untuk narasumber keempat yaitu Tri Cahyani Budiati dari UMKM ARBAS yang menyampaikan topik tantangan Pengembangan Digitalisasi UMKM, dan narasumber kelima adalah Andrew Brian Osmons  peneliti Smart City And Community Inovation Center (SCCIC) atau Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas dengan tema UMKM Go Digital. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Beri Ruang Anak untuk Berkontribusi Dalam Pembangunan, Kalurahan Condongcatur Bentuk Forum Anak

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan pertemuan guna membahas pembentukan Forum Anak Kalurahan Condongcatur, di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Rabu (22/6/2022).

Kamituwa, Al Thouvik Sofisalam, selaku penanggungjawab bidang kegiatan menyampaikan bahwa peserta pembentukan forum anak tingkat Kalurahan condongcatur ini berasal perwakilan anak usia SMP dari 18 Padukuhan di mana masing-masing padukuhan diwakili oleh 2 anak, serta 5 orang perwakilan siswa dan siswi kelas VII dan VIII dari SMP N 1 Depok, SMP N 2 Depok, dan SMP Muhammadiyah 2 Depok didampingi guru BK, yang berasal dari Condongcatur atau pengurus OSIS. “Selain itu, hadir juga pengurus Forum Anak Kapanewon Depok,” kata Al Thouvik.

Dalam sambutanya Plt. Lurah Condongcatur, Sugiyanto, menyampaikan bahwa Forum Anak dibentuk untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak dalam rangka pemenuhan Hak Partisipasi Anak.

“Forum Anak sebagai wadah partisipasi untuk mendorong keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan anak, untuk membantu pemerintah mencari solusi solusi terkait masalah dan isu yang berkembang di masyarakat salah satunya masalah perkawinan anak (usia dini) dan juga kasus kejahatan jalanan yang marak saat ini yang melibatkan anak,” kata Sugiyanto.

Dipandu oleh Al Thouvik, Forum Anak Condongcatur terbentuk dengan ketuanya adalah Adiba dari Pringwulung dan Tiara sebagai wakil ketua dari Banteng baru Kayen. Kepengurusan yang dibentuk akan mendapatkan SK untuk menjabar selama 2 tahun.

Usai pembentukan kemudian dilajutkan dengan pembekalan dari Praktisi Anak yaitu Tim KLA Sleman, Arief Winarko, yang menyampaikan materi Peran Serta Forum Anak Dalam Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak

Arief mengatakan bahwa forum anak dibentuk untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak anak dalam rangka pemenuhan hak anak yaitu Hak Hidup, Hak Tumbuh Kembang, Hak Partisipasi dan Hak Perlindungan. Anak-anak yang tergabung dalam forum anak dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah kalurahan.

“Forum Anak sebagai ruang ekspresi bakat. Anak-anak dapat menyusun program-program tentang anak, Forum Anak juga akan dilibatkan dalam Musyawarah Kalurahan untuk menyampaikan usulan kegiatanya. Diharapkan nantinya setiap kegiatan forum anak dapat di laporkan setiap 3 bulan, 6 bulan dan tahunan untuk diinputkan ke web di Kabupaten Layak Anak (KLA),” ujar Arief.

Arief menambahkan bahwa dalam forum anak, setiap anak akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman baik teori maupun praktik mengenai isu-isu terkini tentang permasalahan yang dialami anak seperti pengunaan gadget, bullying dan permasalahan anak lainnya, sehingga mereka dapat mengedukasi dan menginformasikan hal tersebut kepada teman sebaya.

“Karena anak-anak dalam forum anak berperan sebagai pelopor dan pelapor secara individual maupun kelompoknya sebagai langkah antisipasi jika telah mengalami atau mengetahui ada permasalahan yang dialami anak seperti kekerasan, sehingga menjadi tahu dan berani, harus melapor kemana dan sebagainya,” terang Arief.

Dalam acara ini juga dilakukan diskusi kelompok tentang harapan dan permasalahan anak, di mana masing-masing kelompok kemudian memaparkan hasil diskusinya. (Wasana/KIM Depok)




Pemkab Sleman Galakkan Masyarakat Olah Sampah Mandiri untuk Hindari Tumpukan Sampah

Sleman – Untuk memudahkan proses pembuangan dan pengolahan sampah kembali, serta menghindari adanya penumpukan sampah maka Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan kegiatan sosialisasi dan penggalakan Gerakan Masyarakat (Germas) Mengolah Sampah Mandiri yang digelar di Ruang Rapat A lantai II Kantor Kapanewon Gamping, Selasa (21/6/2022) siang.

Dalam sambutan pembukanya, Panewu Gamping, Sarjono mengungkapkan bahwa Gerakan masyarakat mengolah sampah mandiri memberikan manfaat yang sangat menguntungkan bagi masyarakat. Manfaat tersebut yakni salah satunya dapat mengurangi pencemaran udara yang diakibatkan adanya penumpukan sampah yang masih tercampur antara sampah organik dan anorganik sehingga mengurangi pencemaran udara yang mengganggu kesehatan, serta menambah nilai ekonomi dari hasil sampah anorganik yang terpilah.

Ia menginformasikan bahwa di wilayah Kapanewon Gamping pada tahun 2008 sudah berdiri Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Padukuhan Ngaran Kalurahan Balecatur, dan tahun 2021 di Padukuhan Cambahan Kalurahan Nogotirto yang didukung adanya dua Depo Sampah di wilayah Ambarketawang dan Nogotirto. Namun, saat ini TPS3R tersebut mengalami kendala berupa tidak adanya bahan baku sampah yang akan dipilah maupun diolah karena terbatasnya anggaran operasional untuk transportasi pengambilan sampah.

“Gerakan ini menekankan pada pelibatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat serta pembinaan dan pendampingan Pemerintah Daerah untuk keberlanjutan TPS3R dengan maksud mengurangi residu sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di daerah Piyungan agar tidak memicu permasalahan baru,” tutur Sarjono.

Kesempatan kali ini digunakan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo untuk menghimbau masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping agar melaksanakan surat edaran dengan baik demi kepentingan dan kenyamanan bersama.

“Saya berharap masyarakat dapat memilah sampah sejak dari rumah tangga. Adapun pemilahan sampah di rumah dapat dikelompokkan menjadi tiga yakni sampah organik, sampah anorganik dan sampah residu. Jika hal ini dilakukan secara rytin maka bisa mengurangi residu sampah yang dibuang ke TPST Piyungan hingga 50% jumlahnya,” tegas Kustini.

Selain itu, Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, M. Didin menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman sedang dalam proses membangun empat TPST guna mengatasi permasalahan sampah yang ada di wilayah Kabupaten Sleman yang menghasilkan timbulan sampah sebanyak ,35 kg/hari. Pada tahun 2023 diperkirakan baru dua TPST yang dapat beroperasi yaitu wilayah Kabupaten Sleman bagian timur (Kapanewon Kalasan) yang diperkirakan mampu mengolah sampah dari sepuluh kapanewon dan bagian barat (Kapanewon Minggir) mampu mengolah sampah dari tujuh kapanewon.

“Sambil menunggu selesainya pembangunan empat TPST di wilayah kabupaten Sleman saat ini dinas terkait melakukan safari keliling tentang gerakan memilah sampah di tingkat Kapanewon sesuai dengan arahan Bupati Sleman melalui Surat Edaran Nomor 030 Tahun 2022 tentang gerakan pilah sampah dari rumah,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Ciptakan Hidup Bersih dan Sehat Melalui Sahabat Wash

Sleman – SMK Muhammadiyah 1 Moyudan menerima bantuan donasi pelanggan Indomaret, Selasa (21/6/2022). Bantuan tersebut merupakan hasil dari program Sahabat Wash yang akan diserahkan kepada sekolah maupun PMI DIY dan Sleman.

Marketing Communication Executive Director PT. Indomarco Prismatama, Feki Oktavianus dalam sambutanya mengatakan bahwa Program Sahabat Wash yang bekerjasa dengan PMI bertujuan untuk membantu terciptanya hidup bersih dan sehat kepada masyarakat sekolah, yang meliputi guru, murid dan orangtua murid. Selain itu juga dalam rangka meningkatkan ketersediaan fasilitas air bersih dan sanitasi.

“Program Sekolah Sehat, Aman dan Hebat (Sahabat) Water Sanitation and Hygeinis (Wash) Diimplementasikan dalam kegiatan Sekolah Sehat maupun Sekolah Aman dengan kegiatan pengadaan/perbaikan sarana air bersih, penyediaan/perbaikan sarana sanitasi, penyediaan fasilitas kesehatan UKS serta peningkatan pengetahuan tentang PHBS yang sesuai kualitas dan standar sekolah sehat,” kata Feki.

Selain itu, lanjut Feki, dalam aktivitas untuk Sekolah Aman juga dibantu dengan kegiatan pengadaan sarana penunjang kebersihan dan kesehatan untuk peningkatan prestasi lingkungan bersih dan sehat di sekolah, serta edukasi kebencanaan bagi guru dan siswa.

Sementara itu, Ketua PMI DIY GBPH H Prabukusumo dalam sambutanya mengapresiasi program Sahabat Wash dan memberikan penghargaan kepada pelanggan Indomaret.

“Program Sahabat Wash sangat bermanfaat bagi sekolah, karena sekolah merupakan tempat belajar dan mendidik anak, sehingga diperlukan lingkungan yang bersih, sehat, aman dan nyaman. Oleh karena itu apa yang dltelah diterima dan dilaksanakan perlu dijaga bahkan ditingkatkan,” ujar Prabukusumo.

Dalam kesempatan itu pula dilakukan penyerahan secara simbolis dari Indomaret baik kepada PMI DIY, PMI Sleman maupun kepada Sekolah. (Tri Joko S/PMI Kalasan)




FLH Berbah Gelar Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2022 di Telaga Lembah Bumi Wangi, Dusun Karang Wetan, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Selasa (21/6/2022).

Kegiatan diawali dengan melakukan pungut sampah anorganik berupa plastik, botol, kertas dll di sekitaran lokasi oleh FLH dan para relawan. Selain itu ada juga donasi eco enzyme yang dituangkan di perairan Telaga oleh tamu undangan dan peserta. Kemudian dilanjutkan dengan tebar ikan dan pelepasan burung perkutut yang dilakukan oleh tamu kehormatan. Kesemuanya itu bertujuan untuk melestarikan keseimbangan ekosistem alam dan menjaga perairan Telaga Lembah Bumi Wangi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk menjaga bumi, terutama dalam mengelola sampah, sesuai denga surat Edaran Bupati Sleman Nomor 30 Tahun 2022 tentang Pemilahan Sampah Dari Rumah.

“Warga masyarakat diharapkan bisa melakukan kegiatan pengelolaan sampah dengan baik dan benar,” kata Epiphana.

Hal senada juga disampaikan oleh Panewu Berbah, Rohmiyanto yang mengingatkan agar masyarakat senantiasa dapat memperhatikan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang bertanggungjawab, terutama di lokasi wisata. Menurutnya hal tersebut dapat menjaga lingkungan tetap bersih, dan bermanfaat terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Yang harus diperhatikan adalah kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” kata Rohmiyanto.

Acara dilanjutkan dengan sarasehan yang dipimpin oleh Ketua FLH Berbah Kusnadi yang mengambil tema penanganan sampah dan penegakan perundangan tentang pengelolan sampah, dengan narasumber yang berasal dari DLH dan Satpol PP Sleman. (Kusnadi/Kim Berbah)