Pemuda Kalangan Kunjungi Bank Sampah dan Sedekah Sampah Moyudan

Sleman – Pemuda Kalangan, Desa Ambartawang, Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang melakukan kunjungan ke Bank Sampah Sumber Rejeki di Padukuhan Sombangan Sumbersari, Moyudan dan Shadaqoh Sampah Basuki di Kruwet, Sumberagung, Moyudan, Sabtu (18/6/2022).

Ninik selaku ketua rombongan mengatakan bahwa maksud dan tujuannya berkunjung untuk melihat bagaimana cara mendirikan pengelolaan sampah mandiri. :Dikarenakan di Kalangan belum ada pengelolaan sampah mandiri maka pemuda berkeinginan untuk membentuk. Karena belum berpengalaman kepingin untuk menimba ilmu,” kata Ninik.

Sugiyanto direktur Bank Sampah Sumber Rejeki yang juga sekretaris JPSM Kapanewon Moyudan Kabuten Sleman menuturkan bahwa untuk mengelola sampah yang terpenting adalah niat dan kemauan. Untuk pengelolaan yang berbentuk bank sampah, harus ada buku induk untuk mencatat pembelian sampah dari nasabah. “Biasanya nasabah menjual ke bank sampah masih campur atau belum dipilah sehingga harus dipilah sesuai jenisnya. Kredibilitas pengurus juga harus dijaga untuk menjaga kepercayaan dari nasabah,” kata Sugiyanto.

“Sementara untuk sedekah sampah, pelaksanaannya lebih mudah karena cukup ditimbang dan dipilah, dan hasilnya, sebagian bisa untuk operasional, dan sebagian bisa digunakan untuk kegiatan kampung, sesuai kesepakatan bersama,” pungkas Sugiyanto. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kakanwil Kemenag DIY Apresiasi Stand MAN 4 Sleman di Bazar Expo Pesparawi XIII

Sleman – MAN 4 Sleman berkesempatan untuk mengikuti Bazar Expo pada gelaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pasparawi) XIII tingkat nasional, di mana DIY sebagai tuan rumah. Kegiatan sendiri dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Masmin Afif.

“Kami ucapkan selamat kepada MAN 4 Sleman yang ikut andil dalam Bazar Expo Pesparawi XIII.  Hasil karya anak-anak ini diharapkan bisa diterima masyarakat melalui stand ini. Ini juga untuk menegaskan bahwa madrasah terus membekali siswa-siswinya dengan keterampilan, mengembangkan bakat minat,selain menempuh ilmu agama.  Selamat semoga lancar,” kata Masmin Afif, saat mengunjungi stand MAN 4 Sleman di Jogja Expo Center (JEC) Ahad (19/6/2022).

Melalui kegiatan ini Madrasah Aliyah yang merupakan sekolah Islam memberi bukti nyata dalam menerapkan moderasi beragama. 

“Seluruh komponen Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk Madrasah Aliyah terlibat dalam gelaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pasparawi).  Kemenag dan madrasah-madrasah menjadi LO (liaison Officer) menjemput para Kepala Kantor wilayah (kakanwil) Kementerian Agama se-Indonesia.  Ini bentuk riil kita mengaplikasikan moderasi beragama, menghargai perbedaan saling mendukung saling membantu.  Semoga kerukunan umat beragama di DIY terus dapat kita jaga dan kita wujudkan bersama,” lanjut Masmin Afif.

Dalam expo tersebut, MAN 4 Sleman menampilkan hasil karya siswa dari Kelas Ketrampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) berupa berbagai jenis makanan kreatif abon dari Nangka muda, berbagi kue kering dan lainnya.  Sementara siswa Desain Komunikasi Visual (DKV) memamerkan karya seperti seperti t-shirt, mugs, cover buku, aneka lukisan maupun hasil desain, pin gantungan kunci dan masih banyak lagi. (Edy/KIM Moyudan)




Merti Sungai Untuk Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Kendalikan Lingkungan Hidup

Sebagai wujud nyata tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup terhadap pencemaran air di sepanjang aliran Sungai Bedog maka Komunitas Bedog Lestari melaksanakan kegiatan ‘Merti Sungai’ yang digelar di Bantaran Sungai Bedog, Kaliabu, Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (19/6/2022).

Kegiatan pembersihan sungai dari kotoran sampah yang dipimpin oleh Ketua Komunitas Bedog Lestari, Iskandar ini dihadiri Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Purwoko Sasmoyo, Perwakilan Pemerintah Kapanewon Gamping dari Jawatan Kemakmuran, Kepala Unit Intelijen Keamanan Kepolisian Sektor Gamping, Iptu Sigit Sudarmanto, serta Ketua Rukun Warga 13 Kaliabu, Kirmanto. Selain itu, turut terlibat Komunitas Dharma Laku, Kekandhangan, Sahular, Siaga Satwa, KIM Pararta Guna, serta segenap warga RT 03, RT 04, dan RT 05.

Sebelum memulai kegiatan, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Purwoko Sasmoyo menyampaikan pentingnya merawat dan melestarikan sungai, serta mengajak warga di bantaran sungai agar ikut aktif dalam kegiatan bersih sungai.

Selain itu, disampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman telah melakukan kajian berupa identifikasi sumber pencemar sungai terkait dengan ikan endemik di sepanjang aliran Sungai Bedog yang sudah banyak menurun populasinya dengan melibatkan pihak ketiga.

“Keberadaan ikan endemik atau ikan sungai yang asli seperti Wader, Cethol, Nilem, Uceng, Tawes, serta Udang Air Tawar maka ekosistem sungai akan terawat. Karenanya, kita harus menjaga kehidupannya agar ikan endemik dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cara tidak menangkap ikan di sungai menggunakan setrum atau racun,” pesan Purwoko.

Ia menambahkan untuk menjamin kelangsungan pemanfaatan sumber daya ikan dan mempertahankan kelestariannya di sungai, pihaknya bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan program restocking atau penebaran benih ikan guna meningkatkan jumlah populasi ikan endemik sekaligus melestarikan keragaman sumberdaya ikan.

Aktivitas pengangkatan sampah dan ranting-ranting pohon bambu yang menghambat aliran sungai Bedog sepanjang 200 meter di wilayah RW 13 Kaliabu tersebut dilakukan oleh warga sekitar dibantu oleh sejumlah relawan yang hadir menggunakan Perahu Alumunium Jon Boat the Trekkers yang dilengkapi peralatan yang diperlukan.

Secara serentak kegiatan Merti Sungai hari ini dilakukan oleh lima komunitas sungai yang tergabung dalam Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) yaitu Komunitas Kalidoso Banaran, Komunitas Kali Sembung Krapyak, Komunitas Kali Krajan, Komunitas Kali Buntung Gebang, termasuk Komunitas Bedog Lestari Kaliabu. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Keterlibatan Madrasah dalam Pesparawi Nasional XIII Expo sebagai Wujud Nyata Moderasi Beragama

Yogyakarta — Keterlibatan madrasah dalam Pesparawi Nasional XIII Expo adalah wujud nyata pelaksanaan program prioritas moderasi beragama. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama DIY H. Masmin Afif, saat mengunjungi Stand MAN 1 Sleman dalam Madrasah Expo Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII di Jogja Expo Center, Minggu (19/6/2022).

Menurut Masmin, keterlibatan keluarga besar Kementerian Agama termasuk madrasah merupakan wujud nyata pelaksanaan program prioritas moderasi beragama.

“Walaupun ini kegiatan saudara kita kaum nasrani namun kita keluarga besar kementerian agama terlibat semua. Hal ini merupakan bentuk nyata untuk mewujudkan moderasi beragama, saling menghargai perbedaan, saling mendukung dan saling membantu. Semoga kerukunan beragama di DIY dapat terus kita jaga dan terus kita wujudkan,” terang Masmin

“Pesparawi yang mengusung tema ‘Harmony in Diversity’ ini semakin memperat tali silaturrahim dan kerukunan umat di Yogyakarta dengan adanya pameran UMKM diikuti madrasah, pondok pesantren, dan lembaga keagamaan lainnya di Jogja Expo Center (JEC) selama agenda Pesparawi berlangsung,” lanjut Masmin. 

Sementara itu Kepala MAN 1 Sleman, , mengatakan bahwa dalam even tersebut, MAN 1 Sleman sebagai bagian dari madrasah keterampilan akan menampilkan produk-produk unggulan yang telah dihasilkan oleh siswa.

“Kita akan mengikuti even tersebut selama dua hari yaitu tanggal 29 dan 20. Kita akan menampilkan produk keterampilan desain grafis, tata busana, tata boga dan produk lainnya yang tidak kalah menarik,” terangnya. (smn)




Kalurahan Sukoharjo Sediakan Layanan Pemeriksaan IVA Gratis untuk Warga

Sukoharjo – Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi wanita menjadi salah satu alasan Kalurahan Sukoharjo bekerja sama dengan Puskesmas Ngaglik II rutin melakukan kegiatan pengecekan dan pemeriksaan IVA gratis bagi warganya.

“Untuk pelaksanaan IVA disesuaikan kondisi. Tahun sebelumnya masih dalam situasi COVID-19 dilaksanakan sampai tiga kali karena antusias peserta, dan tahun ini dilaksanakan di bulan Juni. Ke depannya rencana akan diadakan di bulan Oktober, tentunya tetep mengikuti prokes,” terang Endah Prastiwi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Sukoharjo menjelaskan pada saat pendampingan pelaksanaa IVA di kalurahan Sukoharjo, Sabtu (18/6/2022)

Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. “Jadi apabila ada gejala atau tanda yang mengindikasi ke penyakit kanker leher rahim (kanker serviks) maka akan segera diketahui dan diambil tindakan agar tidak lebih parah dan mengurangi resiko kematian,” papar Yuli, Bidan dari Puskesmas Ngaglik II.

Sementara itu, Sulastri pengurus Pokja 4 PKK kalurahan Sukoharjo menjelaskan bahwa antusiasme warga cukup bagus dengan adanya kegiatan ini. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta IVA di kalurahan Sukoharjo.

“Wanita terutama ibu- ibu yang sudah menikah  atau pernah melakukan hubungan suami istri yang menjadi sasaran kegiatan ini. Karena wanita- wanita inilah yang rentan terkena kanker leher Rahim,” kata Sulastri.

Para peserta juga mengaku senang dengan adanya kegiatan ini, salah satunya adalah Pipit. “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, saya ikut agar bisa tahu kesehatan reproduksi saya. Dengan begitu apabila ada gejala salah satu penyakit, bisa tahu lebih awal dan segera diobati agar tidak makin parah,” cetus Pipit. (Eswe/KIM Sukoharjo Ngaglik)