BIN DIY Gelar Vaksinasi Massal di Trihanggo

Sleman – Untuk mendorong keluar dari masa pandemi COVID-19 menjadi endemic, Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Istimewa Yogyakarta bersinergi dengan Pemerintah Kalurahan Trihanggo, Angkringan Mbok Naryo dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta menggelar percepatan vaksinasi massal  ‘Indonesia Sehat Indonesia Hebat’ dosis 1, 2, dan dosis booster yang dilaksanakan di Pendopo Angkringan Mbok Naryo, Jalan Kabupaten, Trihanggo, Gamping, Sleman, Rabu (27/7/2022).

Dalam keterangannya, Kepala BIN Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigjen Pol Andry Wibowo menerangkan bahwa terkait dengan proses transisi dari masa pandemi ke masa endemi yang memerlukan waktu lama maka peranan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster menjadi sangat penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat segera keluar dari masa pandemi yang berkepanjangan. Harapannya adalah roda perekonomian masyarakat dapat berjalan normal kembali.

“Dibandingkan dengan vaksin dua dosis sebelumnya, vaksin booster dapat memberikan perlindungan dari serangan virus Covid-19 yang lebih baik sehingga kekebalan komunal di masyarakat semakin baik dan masyarakat menjadi aman saat beraktivitas sehingga ekonomi masyarakat dapat bertumbuh,” terang Brigjen Andry disela kunjungannya.

Di samping itu, Brigjen Andry menghimbau kepada masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan hidup bersih dan sehat disamping melakukan vaksinasi booster karena mulai pertengahan bulan Juli 2022 akan diberlakukan sebagai syarat perjalanan dalam negeri baik melalui perjalanan darat, laut maupun udara.

Turut memantau kegiatan vaksinasi massal antara lain Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Kompol Bhartolomeus Muryanto, Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo, Kepala Unit Binmas Polsek Gamping, AKP Y Ponidi, Panit Binmas Polsek Gamping, Ipda Mamik Susanti, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Harley Benyamin Joshua, Lurah Trihanggo, Putra Fajar Yunior, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang mengampu Kalurahan Trihanggo.

Sesuai penjelasan dari Tenaga Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Suryanto bahwa kegiatan vaksinasi massal kali ini pihaknya menyediakan vaksin jenis Sinovac, Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna agar semua masyarakat yang belum menerima vaksinasi dosis 1 dan 2, maupun dosis booster dapat mengikuti tanpa mempermasalahkan jenis vaksin yang akan diberikan.

Ia menambahkan bahwa jumlah peserta yang divaksin sebanyak 523 orang yang terlayani oleh 4 petugas vaksinator dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Menurutnya, tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan vaksinasi massal tersebut lantaran vaksinasi booster diburu warga guna melengkapi persyaratan dalam beraktivitas dalam menggunakan berbagai moda transportasi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bimtek Batik Donoharjo Ditutup Dengan Pameran Batik Colet

Bimbingan Teknik Batik Donoharjo resmi ditutup pada Selasa (26/7/2022) di Pendopo Embung Jetis Suruh, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Penutupan diwarnai dengan ditampilkannya hasil bimtek berupa Batik Colet dengan beragam motif seperti Kawung, Truntum, Bunga, Tanaman, Tangkai Parijoto, dan daun Buah Salak hingga motif kontemporer dengan variasi warna yang memberikan kesan eksklusif dan modern.

Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdaganan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan pemerintah kalurahan Donoharjo sejak tanggal 18 Juli 2022 ini ditutup oleh Timbul Saptowo anggota DPRD Sleman.

“Sebagai wakil rakyat akan selalu berkomunikasi terkait dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,dan saat ini ketrampilan sebagai modal berwirausaha adalah kebutuhan yang mendesak untuk menunjang UMKM bangkit paska pandemi COVID-19,” kata Timbul.

Ia juga berpesan agar kegiatan ini dapat terus dilanjutkan agar manfaatnya dapat benar-benar dirasakan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada bimtek ini sendiri, jenis batik yang dipilih sebagai tema adalah Batik Colet. Bambang Sumaryoto, Pemilik Rumah Batik Nakula Sadewa yang juga merupakan instruktur bimtek menuturkan, Batik Colet dipilih karena pengerjaannya lebih sederhana, namun tetap tidak meninggalkan kaidah sebuah batik.

Batik Colet, lanjut Bambang, tidak seperti batik tulis yang pola/motif nya dibuat menggunakan canting dan lilin malam panas. Motif Batik Colet menggunakan cap/stempel   tembaga menggunakan lilin malam panas kemudian dari pola tersebut diberi warna atau dicolet menggunakan kuas.

“Bedakan antara batik dengan kain bermotif batik. Pada batik, pengerjaannya dengan menggunakan lilin malam panas dan sebagian atau seluruhnya dikerjakan dengan tangan pengrajin. Tetapi kain dengan motif batik adalah kain yang motifnya dikerjakan dengan menggunakan mesin atau disebut batik printing,” kata Bambang.

Selanjutnya, dilakukan proses penguncian warna dengan mencelupkan kain ke dalam larutan kimia agar muncul warna yang dikendaki, kemudian ditembok atau ditutup dengan malam panas menggunakan kuas atau canting. Tahap selanjutnya diberi warna dasar sesuai yang diinginkan dan dilakukan pelorotan malam lilin dengan cara direbus dan dikeringkan.

“Hampir semua dikerjakan secara manual dan hasilnya batik dengan motif eksklusif dan warna yang menawan,” jelas Bambang.

Bambang berharap dengan pelatihan ini para peserta bisa membedakan antara Batik Tulis, Batik Colet, Batik Printing, Ecoprint, Jumputan, dan jenis batik lainnya. “Semua tampak indah tapi dengan proses berbeda hasilnya akan berbeda pula,” ujar Bambang.

Bambang berpesan agar keterampilan membatik ini dapat dijadikan modal untuk mandiri menambah income keluarga sekaligus melestarikan batik yang menjadi kebanggan bangsa Indonesia.

Di akhir pelatihan terbentuk kelompok batik Donomukti sebagai wadah untuk mengelola manajemen batik di Donoharjo baik dalam pengadaan barang, produksi, pemasaran, promosi , dan lainnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)