Jaga Keamanan dan Kondusivitas, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal Gelar Kerja Bakti Cipta Kondisi Area Babarsari

Caturtunggal – Pasca terjadinya tawuran pada Senin (04/07/2022) lalu di Babarsari, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar kerja bakti cipta kondisi area Babarsari, khususnya di Ruko Kledokan Raya, Selasa pagi (05/07/2022).

Pada kegiatan kerja bakti cipta kondisi tersebut dimulai dengan apel pembersihan Ruko Kledokan Raya yang dipimpin oleh Abubakar selaku sekretaris BKAD Kabupaten Sleman diikuti jajaran Satpol-PP, Danramil 11 Depok, Polsek Depok Raya, Puskesmas Depok 3, Kapanewon Depok, Kalurahan Caturtunggal beserta anggota Satlinmas.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, menyampaikan bahwa seluruh pihak terkait mulai dari unsur Pemerintah Kabupaten Sleman, Kepolisian, TNI, Satpol-PP dan Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bekerja sama dalam giat kerja bakti, dan harapnya dapat menjadikan wilayah Babarsari, umumnya Caturtunggal lebih kondusif.

“Melalui giat kerja bakti dan cipta kondisi ini, kami yakinkan bahwa wilayah Babarsari khususnya Caturtunggal sudah dan tetap kondusif serta aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan aktivitas di wilayah Caturtunggal”, tambahnya.

Sementara itu, Abubakar menyampaikan pesan untuk tetap menjaga kondusivitas dan keamanan kamtibmas di wilayah Babarsari dan Sleman pada umumnya. Mengutip pernyataan Sri Sultan HB X bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah rumah semua anak bangsa.

“Mari bersama-sama terus menjaga agar Yogyakarta tetap istimewa,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok)




Lantik Pengurus Baru, Yongmodoo Sleman Targetkan Juara Umum Dalam Porda DIY 2022

Sleman – Sleman menargetkan juara umum cabang olahraga Yongmoodo pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DIY yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Kabupaten Sleman, Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang pada pelantikan pengurus FYI Sleman di Aula Makodim 0732/Sleman, Jumat (1/7/2022).

Pada kesempatan tersebut, Danny menuturkan bahwa Kabupaten Sleman ditargetkan untuk meraih juara umum cabor Yongmoodo pada Porda yang akan berlangsung pada 1-9 September 2022 tersebut.

“Para periode sebelumnya, Sleman berada di nomor dua. Baru tertulis dua, bukan satu. Tentu masih ada di atasnya,” kata pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) Kabupaten Sleman tersebut.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menyamakan visi dan misi demi meningkatkan prestasi yang telah diraih. “Diharapkan peningkatan dapat muncul dari program-program, rencan-rencana, dari visi dan misi yang dilaksanakan oleh kepengurusan yang baru,” lanjutnya.

Ia berharap, dengan pelantikan pengurus baru ini, Yongmoodo Sleman dapat meningkatkan prestasi yang telah diraih dari kepengurusan yang lama, dimulai dari pagelaran Porda XVI DIY tahun 2022. “Mari kita sama-sama bekerja, untuk memajukan cabang olahraga Yongmoodo, khususnya di Kabupaten Sleman,” tambah Danny.

Target juara umum ini juga senada dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo yang mengatakan bahwa Sleman ditargetkan meraih medali emas di 5 nomor cabor Yongmoodo , dari 9 nomor yang dipertandingkan. “Sleman mengikuti 8 dari 9 nomor yang dipertandingkan. Dengan meraih medali emas di 5 nomor, akan menjadikan Sleman juara umum,” kata Joko.

Hal tersebut tentu akan mendukung target Pemkab Sleman untuk meraih hattrick juara umum dalam pagelaran porda, di mana pada dua pagelaran sebelumnya, Kabupaten Sleman telah berhasil menorehkan prestasi sebagai juara umum.

“Kita pernah hattrick juara umum berturut-turut, yaitu pada tahun 2009, 2011, 2013. Kemudian pada dua Porda sebelumnya, 2017 di Bantul dan 2019 di Kota Jogja itu juara umum. Tahun 2022 kebetulan kita menjadi tuan rumah, mudah-mudahan kita bisa mempertahankan,” ungkap Joko.

Untuk itu, ia mengajak setiap pihak untuk dapat memberikan dukungan, demi meraih prestasi yang telah dicanangkan dalam slogan Satu Tekad, Sleman Hattrick Lagi.




Lurah Donoharjo Lantik 4 Pamong Kalurahan

Sleman – Lurah Donoharjo Hadi Rintoko melantik dan mengambil sumpah jabatan 4 orang pamong di Kalurahan Donoharjo, di Aula Kalurahan Donoharjo pada Kamis (30/6/2022). Keempat pamong tersebut adalah Febri Husada sebagai Danarto, Maryanto sebagai Dukuh Penen, Nur Suhadi dukuh Balong , dan Alex Hendri Wijaya sebagai Dukuh Ngepas Lor.

Dalam sambutannya, Hadi mengucapkan bahwa sebagai pamong mempunyai tanggung jawab yang tidak sederhana. “Harus siap mental manakala terjun dan melayani  masyarakat. Jangan kaget bila sepak terjangnya dipotret dari ujung rambut sampai ujung kaki. Namun demikian janganlah hal itu menjadi beban. Bekerja dengan baik, jujur, amanah, kompak adalah kata kunci untuk mewujudkan Donoharjo yang Sritaman dan Srigunung, terasa indah dilihat dari dalam dan tampak indah pula dilihat dari luar,” kata Hadi.

Sejalan dengan hal itu, Siti Wahyu Purwaningsih Panewu Ngaglik dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa menjadi pamong tidak mudah, harus bisa mengayomi masyarakat dengan sikap dan sifat yang beragam.

“Ngemong anak yang satu induk saja berat apalagi ngemong orang se-Padukuhan. Jadi harus pintar bersikap agar tidak terjadi gesekan. Orang yang tidak suka janganlah dibenci , jadikan ia pengendali  dari tindakan kita. Menjadi pamong juga jangan anti kritik. Sikapi kritikan sebagai kekuatan yang menjadikan kita jauh lebih baik lagi. Yang sebelumnya rival jadikanlah teman berkolaborasi untuk berani ikut test pamong pasti punya kemampuan dan keberanian. Ajak mereka untuk bekerja sama membangun wilayah,” kata Siti.

Lebih lanjut, Siti mengarahkan agar para pamong yang terpilih harus mampu bekerja dalam teamwork.

“Pamong yang dilantik hari ini harus bekerja kompak , saling mendukung satu sama  lain, sesuai dengan aturan yang berlaku. Kekompakan dan komunikasi juga sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman. Selain itu menjadi pamong harus loyal. Loyal bukan berarti menuruti semua kemauan atasan. Apabila kebijakan tidak benar, bawahan harus mengingatkan dan memberi masukan agar semua berjalan dengan baik” tuturnya.

Ia juga berpesan untuk menjadi pamong yang dapat meninggalkan kenangan yang baik kepada masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang meninggalkan kenangan baik. Meninggalkan pembangunan yang tidak bisa dilupakan warganya sehingga suatu saat apabila purna tugas akan meninggalkan kesan dan kenangan yang baik pula. Dan bagi istri atau pendamping pamong agar selalu aktif menjadi tim penggerak PKk di padukuhan masing-masing,” pungkas Siti. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)