Kemenag DIY Minta Guru Madrasah Dapat Tingkatkan Profesionalitas

Sleman – Guru madrasah diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas dan prestasi siswa madrasah. Hal tersebut yang ditekankan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Masmin Afif, saat memberikan arahan pada acara pelantikan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM) Indonesia Provinsi  masa bakti 2022-2022 di aula MAN 1 Sleman, Senin (25/07/2022).

Masmin mengucapkan selamat mengemban amanah kepada pimpinan yang telah dilantik. Beliau berharap ada upaya nyata yang dilakukan oleh PGM Indonesia. Ia juga berpesan agar para Guru madrasah untuk semakin terlihat gerak langkah perjuangannya dengan meningkatkan profesionalitas dan prestasi siswa-siswi madrasah. 

“Selain itu, Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) agar menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan dan tugas pengurus. Semangat juang pengurus PGM DIY juga harus dilakukan dengan penuh bijaksana dan cermat,” lanjutnya.

Sedangkan Ketua umum pimpinan pusat PGM Indonesia, Yaya Supandi menyampaikan sejarah singkat serta tujuan dari PGM Indonesia. Menurutnya pada tanggal 4 Juli 2008 menjadi saksi sejarah karena telah dilaksanakan musyawarah nasional pertama yang berlangsung di Cibubur. “PGM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah dan menjaga martabat organisasi serta menjadi bentengnya guru madrasah Kemenag RI”, jelasnya.

Turut hadir dalam acara terebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Abd. Suud, jajaran pimpinan pusat PGM Indonesia dan Kepala MAN 1 Sleman, H. Soir. (smn)




Kalurahan Condongcatur Fasilitasi Perekaman Data Adminduk untuk ODGJ

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur memfasilitasi pengajuan Jemput Bola Perekaman Data E-KTP dan Pembuatan KK bagi para ODGJ yang ditampung oleh Yayasan Efata Yogyakarta. Data tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh Plt. Lurah Condongcatur kepada Yayasan Efata di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Prambanan, Senin (25/7/2022). Total ada 24 e- KTP dan 3 lembar KK untuk 24 anggota Yayasan Efata yang beralamat No. 5 Babadan Baru Padukuhan Kentungan, yang sebagian besarnya adalah ODGJ.

Plt. Lurah Condongcatur, Sugiyanto, dalam  sambutanya menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur menerima laporan dan permohonan dari Yayasan Efata yang berada di wilayah Condongcatur untuk  membantu pembuatan Adminduk bagi anggotanya agar memiliki NIK untuk proses pembuatkan KK dan E-KTP.

“Dari bagian Tata Laksana, data data ODGJ yang dibina dan ditampung Yayasan Efata diajukan ke Dukcapil Sleman untuk Jemput Bola proses rekam data, sebab jika tidak mempunyai KK dan KTP mereka tidak dapat dibuatkan BPJS Kesehatan dan tidak bisa mengakses bantuan bantuan lainnya dari pemerintah, karena amanat UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan menyatakan bahwa setiap penduduk mempunyai hak untuk memperoleh dokumen kependudukan,” terang Sugiyanto.

“Administrasi kependudukan diarahkan untuk memenuhi hak asasi setiap orang di bidang administrasi kependudukan tanpa diskriminasi pelayanan publik yang profesional,” lanjutnya.

Pengelola Yayasan Efata Yogyakarta, Adi Salitonga mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur sehingga dari Dukcapil Sleman dapat memberikan layanan khusus dalam pengajuan data Adminduk bagi para penghuni Yayasan Efata.

“Yayasan ini hanya sebuah panti yang penghuninya adalah orang-orang yang selama ini sudah dianggap sampah masyarakat, bukan dalam arti kiasan, tetapi senyatanya memang begitu. Mereka makan dengan cara mengais dari satu tempat sampah ke tempat yang lainnya. Mereka yang sudah terbuang dari keluarga, dan nyaris dianggap tidak ada lagi dalam data statistik kependudukan, karena mereka bukan lagi gelandangan, tapi ya memang orang yang dianggap gila dan tidak waras dalam arti sebenar-benarnya (ODGJ),” kata Adi.

Adi melalui Yayasan Efata Yogyakarta yang dikelola bersama istrinya tersebut kemudian menampung mereka agar dirumahkan untuk kembali dimanusiakan. Yayasan Efata sendiri saat ini menampung 25 ODGJ, baik laki-laki maupun perempuan yang terlantar di jalanan. Para ODGJ tersebut tidak mempunyai identitas dan tidak terawat.

“Setiap hari mengurus ODGJ, laki-laki dan perempuan yang rata-rata sudah sangat sepuh. Dari cerita, yang kadang bisa digali mereka berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Kok bisa? Bisa, karena ternyata, memang tata cara banyak kota mempercantik lingkungan hidupnya, dengan menangkapi dan membuang mereka begitu saja ke daerah lain,” ungkap Adi.

Hal seperti ini, lanjut Adi bukan menjadi rahasia lagi. Ia menuturkan ada orang gila dari Pekanbaru atau Kupang terdampar hingga ke Jogja. Kemudian olehnya, mereka dipungut dari jalan, diajak pulang. Hanya dengan boncengan naik motor begitu saja, bahkan pernah mencapai 41 orang,

Yayasan Efata Yogyakarta melakukan metode penyembuhan dengan sangat sederhana dengan berdoa, makan, dan mandi secara teratur dan tepat waktu.

“Walau tidak ada harapan untuk sembuh 100 persen, tetapi kenyataanya mereka bisa kembali hidup teratur, melayani mereka, bisa menjauhkan diri dari sikap arogan dan berlebihan. Belajar bersama-sama menjadi manusia kembali, menjadi sederhana dan rendah hati,” pungkas Adi. (Wasana/KIM Depok)




KONI Sleman Gelar Latihan Bersama Cabang Olahraga Bela Diri

Sleman – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman menggelar latihan bersama cabang olahraga bela diri di Hall Bulutangkis Universitas Negeri Yogyakarta, Depok, Sleman, Minggu (24/7/2022). Latihan bersama diikuti total 60 atlet dari cabang olahraga bela diri seperti Kempo, Taekwondo, Karate, Yongmoodo, dan Hapkido se-Kabupaten Sleman.

Latihan bersama dari 5 cabang olahraga bela diri ini dimaksudkan untuk memberi variasi latihan dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke XVI tahun 2022.

“Kalau biasanya tiap cabang olahraga bela diri mengadakan latihan rutin sendiri, kali ini kita berikan variasi sekaligus dinilai kesiapannya oleh antar cabang olahraga,” ujar Ketua KONI Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo.

Selain itu, Joko mengatakan beberapa cabang olahraga telah melakukan latih tanding, baik try in maupun try out dalam rangka persiapan menuju Porda ke XVI tahun 2022.

“Latih tanding try in, yaitu mengundang latih tanding dengan atlet luar daerah. Sedangkan try out, yaitu atlet melakukan tandang ke luar daerah seperti, Solo, Sukoharjo, Tegal, Magelang, dan Salatiga,” ungkap Joko.

Dalam latihan bersama tersebut, atlet cabang olahraga bela diri juga diberikan pendampingan dari Tim Psikolog yang sudah disiapkan oleh KONI Sleman.

“Latihan bersama juga mengundang Tim Psikolog guna memberikan motivasi dan beberapa permainan untuk mendapatkan nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, kekompakan, semangat, dan sebagainya,” tambah Joko.

Senada dengan Joko, salah satu atlet cabang olahraga Yogmoodo, Ayu mengatakan latihan bersama ini dilakukan guna memotivasi atlet untuk menjadi lebih baik lagi.

“Latihan bersama ini agar mengurangi kejenuhan atlet karena berlatih selama setahun guna persiapan Porda ke depannya lebih baik lagi dan memotivasi agar bisa menjadi juara,” kata Ayu.




Diskominfo Sleman Apresiasi Pemenang Lomba Pertunra 2022

Guna memberikan apresiasi terhadap pemenang lomba pertunjukan rakyat (Pertunra) antar Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sekabupaten Sleman tahun 2022 maka Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan pemberian penghargaan yang digelar di Pendopo Baleroso Resto Jalan kaliurang KM. 11 Ngaglik, Sleman, Sabtu (23/7/2022).

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro mengungkapkan bahwa perlombaan Pertunra perlu dilaksanakan untuk mempromosikan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Sleman sekaligus melestarikan pertunjukan rakyat (Pertunra) dan media tradisional.

“Lomba pertunra ini sudah digelar sejak tahun 2018 dengan tema yang berbeda. Untuk tahun 2022 mengangkat tema Ayo Migrasi ke TV Digital, Wifi Sleman Untuk Sesarengan, Melindungi Anak Remaja Dari Menjadi pelaku Maupun Korban Kekerasan Jalanan, serta Lindungi Data Pribadi,” tutur Eka Suryo.

Thropy kejuaraan, piagam penghargaan, dan uang pembinaan diberikan bagi pemenang lomba oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa kepada KIM Kerto Mandiri Turi (Juara I), KIM Donoharjo Ngaglik (Juara II), KIM Lumintu Ngemplak (Juara III), KIM Pararta Guna Gamping (Juara Harapan I), KIM Ceria Pakem (Juara Harapan II), serta KIM Depok (Juara Harapan III).

Seusai memberikan penghargaan, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa memberikan pesan sesuai kedudukan KIM sebagai mitra kerja penyebarluasan informasi dalam upaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang sangat dibutuhkan. Menurutnya, Diseminasi informasi menjadi tugas bersama Pemerintah dengan seluruh komponen yang ada, termasuk Kelompok Informasi Masyarakat.

“Dengan adanya fenomena di tengah masyarakat terkait adanya salah persepsi, disinformasi, bahkan informasi hoaks yang sering beredar maka diseminasi informasi diperlukan guna memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, cepat dan mudah diakses,” tegas Danang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Director of Smart City & Community Innovation Center, Prof. Suhono Harso Supangkat, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Purwati didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Noor Hidayati ZP, Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih, Kapolsek, Danramil, Para Lurah di wilayah Kapanewon Ngaglik, serta pegiat KIM di wilayah Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Ribuan Peserta Lari Bersama di Stadion Maguwoharjo

Sleman – Lebih dari 1000 peserta mengikuti acara penutupan HVR (Hybrid Virtual Run) yang diselenggarakan di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Minggu (24/7/2022).

Penutupan HVR ini diisi dengan senam Sleman Bangkit dilanjutkan lari bersama mengitari Stadion Maguwoharjo. Para peserta berasal dari berbagai kalangan baik dari pemerintah, lembaga pemerintah maupun non pemerintah, civitas akademika, pelaku UMKM, maupun masyarakat umum.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Hybrid Virtual Run yang diinisiasi oleh Profesor Suhono sebagai Ketua Pembina Komunitas Pecinta Sleman Sejati. “Kebersamaan antara pemerintah, lembaga, civitas akademika, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat akan membawa Sleman menjadi semakin maju lagi,” kata Kustini.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutan virtualnya menyampaikan sangat mendukung kegiatan Sleman Bangkit sebagai langkah nyata untuk menghadapi kondisi dunia yang sedang menghadapi tantangan baik kesehatan ekonomi hingga lingkungan.

“Pendigitalan dan pencerdasan di segala bidang merupakan hikmah Covid-19 yang sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa. Kementerian Kelautan dan Perikanan mengapresiasi gerakan digitalisasi dan pencerdasan pada program Sleman Bangkit khususnya untuk sektor UKM, pariwisata, dan olahraga seperti lari, yang dapat tercatat dan tersimpan dengan aplikasi yang ada pada telepon genggam,” jelas Sakti Wahyu Trenggono lagi.

Usai dilaksanakan lari bersama, juga dilakukan penyerahan trofi, piala, dan uang pembinaan untuk para pemenang lomba. Sebagai Best Runner individual male 21 K atas nama I Arif Pusdika dengan jarak 46,12 km waktu tempuh menit kecepatan 27,28 km.

Best Runner Individual Female 21 K atas nama Tri Cahyani B dengan jarak tempuh 134,76 km waktu menit kecepatan 15,29 km. Best Runner Team Male @21 K Tim Cooldown dengan jarak 102,9 km, waktu tempuh menit kecepatan 6,9 km. Adapun Best Tim of Female 21 K diraih Tim Run48 dengan jarak km waktu m3nit dan kecepatan 12,68 km (Endarwati/KIM Donoharjo)