Kapanewon Pakem Gelar Upacara Peringati Hari Koperasi dan Hari Anak Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-75 dan Hari Anak Nasional Tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2022 mendatang, Kapanewon Pakem menggelar upacara pada Senin (18/07/2022). Upacara tersebut diikuti seluruh jawatan dan staf serta seluruh pamong di seluruh kalurahan di Kapanewon Pakem.
Kapten Infanteri Kusno selaku inspektur upacara membawakan amanat dari Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, bahwasanya upacara peringatan ini ditujukan untuk para insan koperasi dan pegiat koperasi serta para pelaku koperasi di Kabupaten Sleman.
“Agar upacara peringatan ini selalu menjadi momentum yang sangat tepat untuk merevitalisasi semangat koperasi seperti yang telah dicita-citakan 75 tahun silam, yaitu gotong royong, kerja sama, mengedepankan rasa senasib sepenanggungan dan kebersamaan,” tutur Kusno.
Ia melanjutkan, peringatan hari koperasi tahun ini mengusung tema “Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan” yang merupakan representasi dari upaya Koperasi untuk bertransformasi menjadi profesional dan kekinian.
“Oleh karena itu, pembangunan koperasi diupayakan secara berkesinambungan agar tumbuh sejajar dengan badan usaha lain, memiliki kepekaan tinggi dalam pengembangan usaha, dan diminati oleh generasi muda. Dengan perkembangan perekonomian dan era digital yang semakin luas, diharapkan koperasi mampu menjawab tantangan dengan melakukan berbagai inovasi dari produk inovasi sistem IT dan inovasi lainnya untuk menampilkan wajah Koperasi menjadi lebih modern, adaptif, dan kreatif,” lanjutnya.
Kusno memaparkan bahwa Hari Anak Nasional yang akan diperingati tanggal 23 Juli 2022 dengan tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” menjadi momentum untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat dalam menjamin pemenuhan hak anak untuk hidup tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi.
Dalam amanat tersebut, disebutkan bahwa stunting telah menjadi isu nasional yang patut menjadi perhatian bersama untuk segera diatasi. Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024.
Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri telah menetapkan sejumlah regulasi dan program untuk menurunkan angka balita stunting di bawah 5 persen pada tahun 2026. Pada tahun 2021, angka stunting di Kabupaten Sleman berada di angka 6,9 persen dan diharapkan agar angka tersebut dapat terus menurun.
“Saya mengajak kepada seluruh warga Kabupaten Sleman untuk mengubah pola pikir agar memprioritaskan kesehatan anak, calon ibu, dan ibu hamil dengan berbagai upaya terpadu dari semua sektor dan semua tindakan dari kalurahan, kapanewon, hingga kabupaten. Saya yakin target penurunan stunting dapat tercapai,” pungkas Kusno. (Asrori Wardan/KIM Ceria Pakem)



