Badan Kesbangpol Sleman Sosialisasikan Reksa Desa di Kalurahan Lumbungrejo

LUMBUNGREJO – Sebagai upaya peningkatan keamanan dan pencegahan konflik di masyarakat, Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi dan Penguatan Kelembagaan Reksa Desa pada Selasa (19/07) di Aula Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Hery Sutopo, Plt. Panewu Tempel, Suyanto, Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim, Pamong Kalurahan serta perwakilan PKK, karang taruna, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Hery Sutopo menjelaskan bahwa keberadaan Reksa Desa sendiri memiliki tugas seperti memelihara kondisi damai dalam kehidupan masyarakat serta merespons secara cepat dalam menyelesaikan secara damai permasalahan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

“Reksa Desa dibentuk agar Kalurahan Lumbungrejo khususnya, mampu menjadi penjaga bagi warganya,” imbuh Hery.

Hery menambahkan bahwa penguatan kelembagaan Reksa Desa akan menjadi salah satu instrumen dalam mendeteksi dan mencegah timbulnya konflik di tengah masyarakat. Pencegahan konflik seyogyanya dilakukan secara terpadu antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat luas, baik secara kelembagaan maupun individual, sehingga dapat terwujud sinergi yang baik demi efektivitas upaya pencegahan konflik.

Diharapkan juga agar setiap peristiwa yang terjadi dapat langsung diketahui oleh para pemangku kepentingan sekaligus para pemangku kewenangan sehingga apabila diperlukan respons cepat, para pemangku kewenangan dapat mengambil kebijakan yang cepat, tepat, dan akurat. (sbd/KIM Tempel)




Pokja Kampung KB Condongcatur Gelar Rakor Bahas Penanganan Stunting

Kalurahan Condongcatur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pokja Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) di Ruang Wacana Loka pada Jumat (15/7/2022).

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, dalam sambutannya berterima kasih kepada Pokja Kampung KB sehingga Kampung KB Condongcatur meraih juara 2 tingkat DIY pada Monev Kampung KB tahun 2022 ini.

“Saya harap, kita semua dapat melengkapi dan pembenahan kembali kekurangan dan kelengkapan terutama pada Rumah Data Kalurahan (RDK) dan dari pemerintah kalurahan akan selalu mendukung setiap kegiatan dan program Kampung KB Condongcatur,” ucapnya.

Sementara Ketua Kampung KB Condongcatur, Novita Safitri, membahas tentang Rumah Data Kalurahan (RDK) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang menjadi salah satu upaya BKKBN untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Pendekatan ini dilakukan di sejumlah Kampung KB seluruh Indonesia dengan sasaran baduta, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Dalam acara tersebut juga dilakukan persiapan Tim DASHAT Condongcatur yang akan tampil pada acara “Dialog Sembada” di TVRI Yogyakarta pada tanggal 20 Juli 2022. Acara tersebut akan menghadirkan Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas P3AP2KB dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman dengan narasumber Bupati Sleman dan Dinkes Kabupaten Sleman.

Penanggung jawab Program KB Depok, Siti Juwariyah, menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak yang terlalu pendek dan menjadi kerdil pada usianya.

“Hal ini disebabkan oleh asupan gizi yang kurang akibat pemberian makanan yang kurang sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting bukan hanya terjadi pada ibu hamil dan anak balita tetapi juga pada remaja putri,” kata Siti.

Ia menambahkan bahwa stunting dapat dicegah dengan cara mengonsumsi pangan berkualitas dan dari beragam sumber gizi seperti karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral. (Wasana/KIM Depok)




Bupati Ajak Semua Pihak Majukan Sleman

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan Kabupaten Sleman sangat terbuka dengan ide-ide dan gagasan dari pihak manapun dalam rangka memajukan daerahnya.

“Pemda Sleman langsung mengapresiasi dan mendukung kegiatan Sleman Bangkit, UMKM Bangkit, Pariwisata Bangkit, dan PSS Bangkit. Sleman selalu welcome terhadap siapapun. Kita harus bisa mengangkat Sleman yang sudah bagus ini, di antaranya melalui kegiatan Fun Run yang akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Kustini Sri Purnomo saat mengikuti Hybrid Virtual Run yang diselenggarakan di Wisdom Park UGM, Kabupaten Sleman, Minggu (17/7/2022).

Hybrid Virtual Run merupakan acara yang digagas Prof. Suhono dari komunitas Pecinta Sleman Sejati. Konsepnya adalah memajukan pariwisata dan UMKM melalui lomba-lomba, salah satunya lomba lari ini.

Sementara itu Rektor UGM periode 2017-2022 Prof. Panut Mulyono menyampaikan optimismenya bahwa kegiatan Hybrid Virtual Run yang digagas di Jogja ini akan semakin meluas dan besar.

Prof. Panut juga menyampaikan ide-ide kreatifnya terkait pariwisata dan UMKM. “Agar lebih mudah untuk memperkenalkan kepada wisatawan domestik dan mancanegara, maka spot-spot wisata perlu dikemas dalam cerita yang dipublikasikan dengan baik melalui media sosial, media elektronik, dan media cetak. Sudah banyak bukti tempat wisata yang dulu sepi setelah dipublikasikan dengan baik maka menjadi tujuan wisata yang luar biasa ramai,” ujar Prof. Panut.

Menurut Prof. Panut, dengan banyaknya orang yang datang untuk berwisata diharapkan juga mereka akan membeli produk UMKM. Demikian pula dengan kehadiran mahasiswa ke Sleman, mereka membutuhkan makanan dan aneka kebutuhan yang dapat mendorong produk UMKM baik pangan, sandang, dan penyedia kebutuhan lain menjadi laku.

Rektor UGM ini juga menyampaikan bahwa di 4 hektar area UGM saat ini sedang dibuat super creative hub atau Gelanggang Inovasi dan Kreativitas. Ada tiga zona di dalamnya, yaitu zona kepemimpinan, zona kewirausahaan, dan zona seni budaya. Bangunan tersebut akan memfasilitasi pertemuan para mahasiswa dengan berbagai pihak dari luar kampus yang ingin mengembangkan potensi dan talenta di berbagai bidang, tidak terkecuali terkait pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

Kabupaten Sleman tentu akan mendapat banyak manfaat dari keberadaan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas tersebut. “Terima kasih Ibu Bupati, atas bantuannya dalam pengurusan IMB. Berkat bantuan Ibu Bupati semua menjadi lancar. Harapannya, kita dapat membuat berbagai kegiatan atau event yang besar dan bersifat global di Sleman, dan semoga Sleman menjadi rujukan bagi kabupaten lain di Jogja dan wilayah lain,” pungkas Panut. (Endarwati/KIM Donoharjo)




DPD PPNI Kabupaten Sleman Gelar Rakerda I

Sleman – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Pengurus Perawat Nasional (PPNI) Kabupaten Sleman melaksanakan pelantikan pengurus dan rapat kerja daerah (Rakerda) I periode 2022-2027 di The Rich Hotel, Mlati, Sleman, Sabtu (16/7/2022). Rakerda pertama DPD PPNI Kabupaten Sleman ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menjalankan amanah musyawarah daerah ke-X tahun 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Muhamad Nasrukin Salasa, Ketua DPD PPNI Kabupaten Sleman.

“Ini merupakan langkah awal kita bersama dimana kita diamanahkan kurang lebih 6000 perawat se Kabupaten Sleman untuk dapat mengangkat, memberikan perlindungan, meningkatkan kompetensi, dan profesionalisme perawat se Kabupaten Sleman”, kata Nasrukin.

Dalam kegiatan rakerda ini salah satunya tujuannya adalah mempertajam program kerja yang sudah disusun dan diamanatkan mejadi kegiatan yang dapat diaplikasikan kepada kebutuhan anggota PPNI Kabupaten Sleman.

“Sehingga nanti diharapkan dalam rakerda kali ini kita dapat menyusun program kerja sebagai rencana anggaran belanja untuk 5 tahun ke depan”, kata Nasrukin.

Nasrukin juga menyampaikan beberapa program kerja yang harus segera tercapai selama 6 bulan ke depan seperti pelantikan 23 Dewan Pengurus Komisariat periode baru, perlindungan hukum pada setiap anggota, penyelesaian kepemilikam lahan PPNI, Optimalisasi pelayanan keperawatan, meningkatkan standar asuhan dan mutu, serta sarana pra sarana keperawatan melalui program satu desa satu perawat.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama menyampaikan bahwa PPNI merupakan organisasi yang bersifat pemersatu, pembina, pengembang, dan pengawas keperawatan di Indonesia.

“PPNI memiliki peran strategis untuk berperan aktif memberikan sumbangsih dalam program pembangunan kesehatan di Kabupaten Sleman”, kata Cahya.

Banyaknya perawat di Kabupaten Sleman ini membutuhkan wadah untuk mengorganisir sehingga mereka dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan mereka tapi juga memberikan pelayanan yang lebih optimal dan bermutu.

“Kebersamaan dan kekompakkan pengurus selalu dijaga untuk menghadapi tantangan kedepan yang cukup berat sehingga program kerja PPNI kedepan harus mampu menata, mengatur, maupun menciptakan suatu sistem yang sesuai dengan regulasi”, kata Cahya.

Penguatan organisasi PPNI ini dapat menciptakan profesionalisme dan inovasi juga memenuhi tuntutan pengembangan pengetahuan teknologi sosial budaya khususnya di bidang keperawatan.

“Untuk hasil Rakerda I ini diharapkan bisa diimplementasikan lebih baik demi membawa PPNI lebih bernilai lagi kedepannya,“ kata Cahya.




Memberdayakan Kelompok Difabel dengan Pelatihan Boga

Ngaglik – Tak hanya niat yang kuat dan dibekali keterampilan dalam bidang memasak, kejujuran pun menjadi sebuah modal penting dalam menjalankan usaha di bidang kuliner.

“Orang harus jujur termasuk kepada pelanggan. Misalnya menjual soto, jika sudah habis bilang habis , jangan bilang masih lalu diberi bumbu seadanya karena itu akan menjadikan kehilangan pembeli,” ujar Eko Suhargono, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman saat menutup secara resmi Pelatihan Boga bagi Penyandang Disabilitas di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (15/7/2022).

Selain kejujuran, tekad yang kuat juga menjadi kunci sukses lainnya. Tekad ini harus diwujudkan dengan tindakan nyata.

“Misalnya memiliki minat pelatihan boga, (kemudian) sudah diajari, maka minat itu harus dijalankan,” lanjut Eko lagi.

Hal berikutnya yang juga penting adalah kontinuitas. “Niat atau kemauan harus dilakukan dengan betul jangan “dat-nyeng” atau tidak stabil, kadang baik, kadang buruk, kadang semangat, kadang tidak semangat,” lanjut Eko.

“Kadang, kita bahkan kalah dengan burung dan ayam. Mereka, ketika sinar matahari mulai muncul sudah bangun dan mencari makanan sementara kita masih kalah dengan rasa dingin dan malas. Padahal Tuhan akan memberi dengan kita berusaha,” pungkas Eko.

Pelatihan Boga bagi Penyandang Disabilitas ini telah selesai diselenggarakan, dimulai sejak 11 Juli dan diikuti peserta sebanyak 10 orang difabel atau keluarganya. Pelatihan ini diharapkan mampu memberi manfaat bagi para peserta, keluarga, maupun orang lain dengan tujuan akhir bisa memberdayakan kelompok difabel.

Menghadirkan pelatih dari Jurusan Tata Boga UNY, materi yang diberikan antara lain pembuatan kroket jagung, ayam kremes, bolu tape, keripik pisang, nuget pisang, donat, kue kering, onde-onde, sempol ayam, dan kacang sembunyi. (Endarwati/KIM Donoharjo)