Diskominfo DIY Kembangkan Ekonomi di Era Milenial Lewat Laboratorium Cipta Kreasi Teknologi

Untuk mengembangkan perekonomian masyarakat di era milenial melalui produk audio visual maka Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion tentang perencanaan pembuatan ruang laboratorium cipta kreasi teknologi audio visual yang dilaksanakan di Ruang Kresna Diskominfo Daerah Istimewa Yogyakarta Jalan Bigjen Katamso, Yogyakarta, Rabu (3/8/2022).

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo DIY, Rahmat Sutopo mewakili Plt. Kepala Dinas, Ni Made Dwipanti Indrayanti yang berhalangan hadir untuk mengawali diskusi, Koordinator Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Komisi Informasi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Surani, Ketua Forum Kelompok Informasi Masyarakat DIY, H. Suripto, serta Sekretaris Forum Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo.

Adapun sebagai narasumber yakni Dosen Program Studi Komputer dan Sistem Informasi Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada sekaligus Direktur Akasacara Film, Yusron Fuadi, serta Tenaga Ahli dari CV. Lotus Karya Benua yang memberikan paparan penanggap.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo DIY, Rahmat Sutopo mengungkapkan bahwa salah satu sektor penggerak penting menuju Indonesia yang maju, mandiri, adil dan Makmur adalah kegiatan ekonomi kreatif yang mempunyai potensi sangat besar. Karena ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang digerakan oleh sumber daya alam terbarukan dan tersedia secara berlimpah di Indonesia. Selain itu, Indonesia memiliki sumber daya manusia kreatif dalam jumlah yang besar, serta sumber warisan budaya yang unik dan beragam. Untuk itu, diperlukan upaya pengembangan ekonomi kreatif yang berkesinambungan sebagai sumber daya saing baru bagi masyarakat yang berkualitas hidup lebih baik.

“Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta secara bersama-sama telah meletakkan dasar pengembangan ekonomi kreatif yang akan membawa bangsa menuju pembangunan ekonomi yang berkualitas. Salah satunya dengan membangun laboratorium cipta kreasi teknologi audio visual yang berlokasi di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” ungkap Rahmat dihadapan peserta diskusi.

Sesuai dengan laporan akhir yang dibuat oleh CV. Lotus Karya Benua, lokasi laboratorium cipta kreasi teknologi audio visual yang memiliki zona kreatif, zona solusi, zona produktif, dan zona hijau akan dibangun di Dusun Ngawen, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, serta di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta dengan biaya berkisar 517 juta rupiah.

Adapun hasil kajian yang termuat dalam laporan akhir tersebut mencakup beberapa aspek antara lain terkait lokasi, potensi budaya, sosial dan ekonomi yang berhubungan dengan cipta kreasi teknologi audio visual, operator secara kelembagaan, sarana dan prasarana, pelatihan yang bisa dikembangkan, serta pemeliharaan peralatan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kundha Kabudayan Sleman Gelar Cerdas Cermat Sejarah

Sleman – Dalam rangka memberikan inovasi dalam mempelajari sejarah, Kundha Kabudayan Sleman menggelar Lomba Cerdas Cermat Kesejarahan (LCCK) tingkat berjenjang. Kegiatab tersebut dibuka langsung oleh Anas Mubakhir, Kepala Seksi Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permusiman di Gedung Kesenian Sleman, Rabu (3/8/2022).

“Ikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, pasti kalian akan memperoleh manfaat,  ingat pesan Presiden Indonesia pertama, Bung Karno yang mengingatkan, jas merah, jangan melupakan sejarah,” kata Anas.

Kegiatan LCCK diikuti 44 tim, terdiri dari 3 sisiwa per tim, dari SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sleman yang merupakan seleksi awal untuk menentukan 9 tin terbaik. Dari 9 tim tersebut akan diambil 3 juara mewakili LCC Kesejarahan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.  Pada seleksi awal ini, setiap tim wajib mengerjakan 120 soal tertulis selama 60 menit. 

“Tidak ada perpanjangan waktu bagi yang datang terlambat.  Maka pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya,” kata salah satu panitia saat menjelaskan aturan sebelum pengerjaan soal. 

Hasil seleksi awal, terpilih 9 sekolah yaitu, SMA Negeri 1 Kalasan, SMA Kolese De Brito Depok, MAN 3 Sleman Mlati, SMA Negeri Godean, SMA IT Baitussalam Prambanan, SMA N 1 Gamping, SMA N 1 Ngaglik, SMA IT Bina Umat, dan SMA N 1 Sleman. (Edy – KIM Moyudan)