Perwosi Ngaglik Masyarakatkan Senam Sleman Bangkit melalui Lomba

Ngaglik – Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-77 Kemerdekaan RI, Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) Kapanewon Ngaglik menyelenggarakan Lomba Senam Sleman Bangkit di Pendopo Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (6/8/2022).
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa gerakan dalam tarian Sleman Bangkit mengandung unsur kearifan lokal, yaitu unsur jathilan dan kubro siswo. “Dulu, setiap kali Kabupaten Sleman menyelenggarakan lomba senam di Pendopo Kabupaten, yang terdengar musik Angguk. Padahal Angguk berasal dari Kulon Progo. Bersyukur sekarang kita memiliki senam yang mengandung unsur seni dari wilayah kabupaten Sleman sendiri yaitu senam Sleman Bangkit,” papar Kustini.
Bupati Sleman ini juga mendorong peserta untuk bangkit dan tetap semangat. “Kita harus bangkit semuanya. Baik UMKM, kesehatan, pendidikan, maupun pariwisata. Kita melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa Sleman punya senam yang tidak kalah bagus dengan senam dari daerah yang lain. Diharapkan masyarakat semua menyadari bahwa senam Sleman bangkit ini milik kita. Pesan saya buat semua peserta, kalah menang tetap semangat, yang penting tetap berolah raga,” ujarnya lagi.
Lomba senam diikuti enam kelompok pamong dan tujuh kelompok umum yang ada di wilayah Kapanewon Ngalik.
Sebagai juara lomba dari kelompok pamong adalah Kalurahan Sariharjo, diikuti juara dua Donoharjo, juara tiga Sinduharjo, juara harapan satu Minomartani, juara harapan dua Sukoharjo, dan juara harapan tiga Sardonoharjo.
Adapun pemenang dari kelompok umum menghasilkan juara pertama Sariharjo, juara dua Sinduharjo, juara tiga Sardonoharjo, juara harapan satu Sukoharjo juara harapan dua Minomartani dan juara harapan tiga Donoharjo.
Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih menyampaikan bahwa ide dan kreatifitas kegiatan lomba ini berasal dari Perwosi Kapanewon Ngaglik. “Karena Perwosi Ngaglik juga maka kegiatan ini bisa terselenggara. Kapanewon hanya bisa memfasilitasi untuk rapat koordinasi,” terang Siti Wahyu.
Panewu berharap semoga ajang ini tahun depan bisa diikuti masyarakat yang lebih luas, baik oleh instansi maupun swasta sehingga Senam Bangkit bisa dihafal oleh seluruh masyarakat. (Endarwati/KIM Donoharjo)