Sekolah Lansia Mugi Waras Jalani Kelas Terakhir

Moyudan – Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia Mugi Waras Blendung yang berada kembali digelar pada hari Minggu, (14/8/2022), bertempat di Rumah Singgah Lansia Blendung, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kegiatan sekolah yang merupakan pertemuan yang ke-10 dan yang terakhir ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan (Ditlanhan) BKKBN Pusat, Perwakilan BKKBN DIY, Diektur IRL, Panewu Moyudan, Koordinator PKB Moyudan, dan Lurah Sumbersari.

Pada sambutannya perwakilan dari BKKBN DIY Wittriastuti Susani Anggraeni menyampaikan bahwa sekolah lansia ini diadakan sebagai ajang silaturahmi antar anggota lansia dan untuk membantu para lansia merawat dirinya agar bisa mandiri. “Sepanjang bisa melakukan sendiri, tidak perlu minta bantuan anak cucu,” paparnya.

Sedangkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya bahwa di Sleman telah ada sekolah lansia sehingga dapat untuk meningkatkan kesejahteraan  para lansia, dan berharap kedepannya dapat dilanjutkan kembali.

Sementara itu, dr. Elsa Pongtuluran dari Dithanlan BKKBN mengemukakan bahwa Sekolah Lansia adalah  tanggung jawab bersama.

“Maka perhatian dan dukungan dari semua pihak sangat diperlukan sehingga para lansia menjadi lansia yang sehat, produktif, mandiri dan bahagia selamanya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, sekolah lansian juga diisi dengan materi yang disampaikan oleh  Aquino Erjinyuare tentang teknik membuat pernafasan untuk orang yang butuh pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit.

Usai pemberian materi,  Daru Andani dari BKKBN DIY memberikan pengumuman bahwa wisuda akan diadakan pada tanggal 27 September 2022, dengan anggaran dari BKKBN.

“Pokoknya agar panjenengan semua benar-benar senang dan bahagia,” pungkasnya kepada 50 orang lansia yang mengikuti kelas tersebut. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moydan).




Forkom UMKM Madurejo Dikukuhkan

Sleman – Lurah Madurejo H. Sumadi mengukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Forum UMKM) Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan pada Minggu (14/8/2022) di Objek Wisata Pring Ledok Tonjon, Madurejo, Prambanan. Pengukuhan juga dihadiri Penewu Prambanan Ishadi Zayid dan Tim Monev Pendamping Desa/Kalurahan Budaya Joko Saptono.

Melalui Surat Keputusan Lurah Madurejo No: 09/KPTS.L/MD/VIII/2022, tertanggal 10/8/2022, Sumadi menuturkan bahwa   Forkom sudah bisa beraktivitas sebagai mitra pemerintah maupun sesasama anggota Forkom.

“Baik didalam upaya pengembangan kualitas organisasi maupun dalam rangka meningkatkan kualitas produk, pemasaran yang semua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat Madurejo,” ujarnya.

Sementara itu Penewu Prambanan Ishadi Zayid berharap dengan terbentuknya Forkom UMKM ini , para pelaku UMKM makin bisa tanggap terhadap perkembangan selera masyarakat. “Kepekaan juga diharapkan dalam rangka menangkap peluang senyampang dengan makin menjamurnya destinasi wisata yang dikembangkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Ishadi beranggapan bahwa pelaku UMKM jangan menjadi penonton diwilayah sendiri. Mereka harus bisa mengisi dan meramaikan  destinasi dengan produk-produk yang berkualitas dan bedaya saing.

“Tonjolkan dan berbanggalah dengan Icon Madurejo, dengan demikian diharapkan Madurejo makin menarik dan makin banyak pengunjung, tentu berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Madurejo,” tandas Ishadi.

Forkom UMKM Madurejo dengan masa Bhakti hingga tahun 2026, dengan komposisi Pengurus harian Ketua Desi Iramawati, Sekretaris Evi Dwi Astuti, Bendahara Gunari serta dilengkapi Bidang Kerajinan/Fasion, Pengobatan Tradisional, Jasa, Perdagangan, Legalitas serta bidang Kegiatan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Gowes Bareng Setu Legi Promosikan Destinasi Wisata di Sleman

Sleman – Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) menggelar Gowes Bareng Sabtu Legi bersama komunitas sepeda yang ada di DIY maupun goweser mandiri pada Sabtu (13/8/2022) dengan Tujuan Desa Wisata Pancuran Tuk Bulus Bimomartani Ngemplak Sleman.

Gowes mengambil titik start di Halaman Kalurahan Condongcatur jam WIB menyusuri jalanan yang asri menikmati sejuknya udara pagi di Desa Wisata Pancuran tuk bulus yang beralamat di RT 05 RW 18 Tegal, Balong Bimomartani Ngemplak Sleman. Sampai di lokasi, peserta disambut grub karawitan geger budoyo, para pedagang UMKM aneka makanan yang dibuat warga sekitar.

Dukuh Balong, mengucapkan terimakasih kepada para Goweser Setu Legi karena dengan adanya Gowes mempromosikan Destinasi Desa Wisata ini diharapkan bisa mengaet pengunjung khsususnya mereka yang suka bermain air, kolam di pancuran tuk bulus lumayan cukup besar sekitar antara 5 meter dengan panjang kurang lebih 11 meter.

Sementara itu, Pembina Algojo, Reno Candra Sangaji yang juga merupakan Lurah Condongcatur memberikan dana taliasih kepada Dukuh Balong sebagai rasa ikut peduli untuk membangkitkan kembali objek wisata Desa Wisata Pancuran Tuk Bulus, sehingga seiring berangsur hilangnya Covid 19 kedepan dapat menarik dan ramai dikunjungi masyarakat sekitar dan terus meluas menjadi salah satu tujuan wisata minat khusus.

Ia juga menuturkan bahwa Algojo selalu berkomitmen untuk terus mempromosikan tempat wisata yang berada di Kabupaten Sleman. “Bahwa komitmen gowes Setu Legi yang dilaksanakan selapan hari sekali (35 hari) merupakan bentuk komitmen mengunjungi tempat tempat daerah desa wisata khususnya yang ada di Kabupaten Sleman baik wisata yang masih baru atau yang sudah ada tetapi kurang pengungjungnya sehingga perlu dipromosikan kembali salah satunya dengan gowes bareng dari berbagai komunitas sepeda ini karena ikhtiar Algojo yaitu bagaimana dengan bersepeda dapat mengerakkan ekonomi warga di desa desa wisata yang ada,” ujar Reno.

“Semoga destinasi desa wisata Pancuran Tuk Bulus ini dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat, dilakukan penambahan fasilitas dengan bantuan dari dinas pariwisata, swasta dan lainya sehingga dapat mengerakkan perekonomian warga sekitar dengan UMKM  berjualan makanan dan cenderamata lainnya,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)




Pentingnya Strategi Pembelajaran Adaptif dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Sleman – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di sekolah Muhammadiyah berbasis Kurikulum Merdeka Belajar pada Jumat (128/2022). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UAD dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Tempel serta SMP Muhammadiyah 1 Tempel dengan tujuan untuk peningkatan kompetensi bagi segenap guru.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, H. Arif Sulisty dalam sambutan acara yang berlangsung di Aula Darul Arqom menyampaikan kepada segenap kepala sekolah dan guru baik SMK dan SMP di Kapanewon Tempel untuk mengikuti kegiatan ini yang dengan cermat, sungguh-sungguh dan tindaklanjutnya nanti akan dilakukan sekolah masing-masing.

“Diharapkan sekolah-sekolah dapat melaksanakan kurikulum tersebut dengan ciri khas Al Islam dan Kemuhammadiyahan serta mewujudkan Profil pelajar Muhammadiyah dan juga profil pelajar Pancasila. Ke depan kerjasama dengan UAD akan terus dilakukan,” ungkap Arif.

Pemateri pertama, Dr. Dian Artha Kusumaningtyas  menyampaikan bahwa kurikulum merdeka ini memiliki titik poin pada kedalaman materi.

“Anak-anak terus diajak untuk mencintai ilmu, terus belajar dan menjadi pembelajar yang baik dan kurikulum merdeka menguatkan orientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi melalui penyederhanaan konten, dan pemberian fleksibilitas,” jelas Dian.

Sementara Kurikulum 2013 memuat keluasan materi atau memberikan materi ke siswa sebanyak-banyaknya. Kurikulum tersebut tidak terpakai karena orientasi Kurikulum merdeka pada kedalaman materi, masing-masing sekolah memiliki kekhasan atau gaya sendiri-sendiri.

“Pembelajaran berbasis proyek. Yakni proyek yang kolaboratif, aplikatif dan lintas mapel. Tidak ada mapel yang paling keren. Tiga kata kunci, penyederhanaan konten, esensial, berbasis proyek dan rumusan capaian pembelajaran yang fleksibel. Kasih anak-anak proyek. Selain itu disampaikan pembelajaran dengan paradigma baru berupa profil pelajar Pancasila,” tutur Dian.

Sementara itu, pemateri kedua Dr. Ishafit, memaparkan tentang virtual laboratory untuk pembelajaran adaptif. Menurutnya, ada 3 tugas utama pendidik yakni membimbing peserta didik agar memahami kehidupan (educating), membimbing agar menguasai pengetahuan (teaching) dan menguasai ketrampilan (training). (Arief Hartanto)