Program IBM Langkah Strategis Ajak Masyarakat Perang Melawan Narkoba

Sleman – Sebagai langkah strategis untuk mengajak masyarakat ikut berperan serta bergerak dalam memerangi penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di lingkungannya secara aktif dan mandiri maka Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Sleman melalui Seksi Rehabilitasi melakukan kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika serta Skrining pada Unit Intervensi Berbasis Masyarakat bagi kalangan remaja yang digelar di Kantor Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Rabu (24/8/2022) siang.

Kegiatan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) diikuti sebanyak 15 remaja yang merupakan Agen Pemulihan sebagai mitra kerja BNN Kabupaten Sleman yang memiliki kepedulian terhadap masalah Narkoba, serta berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di wilayah Kalurahan Wedomartani.

Dalam paparan materinya, Kamituwo Wedomartani, Mujiburrochman mengatakan bahwa program Intervensi Berbasis Masyarakat adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Sleman dalam menangani penyalahgunaan narkoba di masyarakat melalui kegiatan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkoba sehubungan dengan ketersediaan dan aksesibilitas layanan yang masih terbatas jumlahnya.

“Selain melakukan sosialisasi, Pemerintah Kalurahan Wedomartani juga melaksanakan skrining program terhadap peserta yang hadir guna mengetahui riwayat penggunaan zat Napza yang dilakukan oleh Tim Agen Pemulihan IBM Wedomartani,” terang Mujiburrochman.

Selanjutnya, hasil skrining peserta tersebut dapat dijadikan pedoman sebagai mitra program Intervensi Berbasis Masyarakat untuk mengikuti rangkaian layanan yang diberikan oleh Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sleman yang bersinergi dengan Tim Agen Pemulihan Kalurahan  Wedomartani.

Di tempat terpisah, Kepala BNN Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah mengungkapkan bahwa Program Intervensi Berbasis Masyarakat merupakan langkah konkret dari lembaga yang dipimpinnya untuk menginisiasi terwujudnya layanan rehabilitasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai solusi atas kendala sulitnya akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.

“Lingkup kerja pelaksanaan program ini adalah desa atau kalurahan yang dikategorikan rawan penyalahgunaan narkoba. Adapun pembentukan unit Intervensi Berbasis Masyarakat dapat berkolaborasi dengan Program Desa Bersinar dan Program Pemberdayaan Masyarakat,” ungkapnya.

AKBP Siti Alfiah berharap supaya Program Intervensi Berbasis Masyarakat dapat dijadikan sebagai salah satu amunisi dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, dan dapat dikolaborasikan secara simultan dengan program yang telah berjalan lainnya seperti Kampung Keluarga Berencana. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Peluang Wisata di Kapanewon Tempel

Sleman – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menggelar acara FGD III Interkoneksi Destinasi di Kapanewon Tempel sebagai mendongkrak pengembangan wisata di Kabupaten Sleman, Kamis (25/8/2022) di Kopi Njongke Sendangadi Mlati, Sleman.

Aris Herbandang, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap pengelolaan pariwisata.

“Pariwisata dapat diartikan sebagai lokomotif pada sektor ekonomi. Dengan adanya Tempat Pariwisata yang dikelola dengan baik maka akan terbentuk pengembangan ekonomi masyarakat. Terlebih kini ekomoni masyarakat sudah kembali aktif,” kata Aris.

Kapanewon Tempel sendiri merupakan daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah wisata. Endang Dwi Wardani dari Caritra menuturkan, karakteristik Kapanewon Tempel sendiri memiliki sumberdaya ekowisata yang berorientasi pada kegiatan Gunung Merapi dan aktivitasnya.

“Fungsi kota Berdasarkan pusat-pusat pertumbuhan wilayah Kabupaten Sleman, menjadi wilayah dengan fungsi khusus/wilayah penyangga (buffer zone) dan menjadi pendukung dan batas perkembangan kota di tinjau dari Kota Yogyakarta,” jelas Endang.

Ia menambahkan bahwa zonasi tematik wisata di Kapanewon Tempel sendiri bisa digolongkan dalam 3 jenis yakni wisata minat khusus,  pendukung aktivitas wisata,  dan wisata sejarah dan budaya.

“Dengan mengangkat isu strategis  berupa penyediaan sarana prasarana untuk mengoptimalkan potensi alam dan budaya serta pengembangan wisata lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kualitas SDM,” tambah Endang.

Endang juga menjabarkan beberpa potensi wisata di Kapanewon Tempel, diantaranya adalah kesenian yang tumbuh dan berkembang di Tempel seperti Kesenian Ketoprak di Desa Pondokrejo dan Desa Banyurejo, Kuda Lumping di Desa Banyurejo, Jatilan di Margosono Desa Tambakrejo, Karawitan di Gaten Desa Sumberejo dan di Mandan Desa Banyurejo, sholawatan di Gadingan Desa Sumberejo dan di Karanggawang Desa Mororejo, dan Kuntulan di Semampir Desa Tambakrejo. (Arief Hartanto)