Pramuka Sebagai Ujung Tombak Kebangkitan Nasional

Sleman – Pramuka dapat menjadi ujung tombak kebangkitan nasional dalam menghadapi segala tantangan global. Hal tersebut ditekankan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menjadi Pembina pada Apel Besar Hari Pramuka ke-61 Tahun 2022 di Lapangan Denggung Kabupaten Sleman, Sabtu (27/8/2022).
Sri Sultan menuturkan bahwa, Pramuka sebagai kader bhayangkara NKRI dengan moto perjuangan ‘Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Ku Baktikan’ dapat menjadi simbol pengabdian tanpa batas terhadap, kepentingan bangsa Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan tema peringatan yang diambil pada Apel Besar Hari Pramuka tahun 2022 ini, yaitu Mengabdi Tanpa Batas, Untuk Membangun Ketangguhan Bangsa. “Sebuah pengabdian tanpa henti bagi bangsa, Negara, dan masyarakat,” ujar Sri Sultan.
Pramuka atau Praja Muda Karana yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya harus dapat menjadi pembawa ketenangan saat kerusuhan, kedamaian saat kekalutan, kegembiraan saat kesedihan, pembawa kepastian saat kebimbangan, dan menjadi penyelamat di tengah bahaya.
“Pramuka adalah generasi tangguh yang sudah teruji, karena dibina oleh keadaan, ditempa oleh pengalaman, dan disatukan oleh tujuan dalam gerakan pramuka,” tutur Sri Sultan.
Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah Pandemi COVID-19, di mana Indonesia telah perlahan memasuki masa pascapandemi. Menurut Sri Sultan, pengabdian pramuka dalam menghadapi kondisi tersebut dapat diwujudkan dalam semangat kerelawanan, untuk mengajak masyarakat segera bangkit.
“Pramuka memiliki peran penting untuk aktif membantu kebangkitan pasca pandemi COVID-19. Dengan semangat, daya juang, empati dan solidaritas yang tinggi pramuka dapat menjadi modal sosial untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi Pascapandemi,” ujar Sultan.
Menurut Sri Sultan, Pramuka dapat mengambil peran dalam kebangkitan bangsa dengan memanfaatkan potensi seluas-luasnya, dengan catatan semuanya harus dipersiapkan dan dimanfaatkan dengan segera dan terukur. “Agar dapat bangkit menjadi bangsa yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” imbuhnya.
Sri Sultan berharap, dengan apel besar yang dilakukan ini, dapat menumbuhkan semangat para anggota pramuka untuk lebih peka, peduli dan tangkas dalam memberikan pengabdian bagi bangsa di segala bidang.
“Semoga pramuka Indonesia dapat menjadi pemuda pancasila, yang mampu mengaplikasikan moto Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Ku Baktikan,” tutupnya.