Pemkab Sleman Tertibkan Penyebaran Tembakau Ilegal

Sleman – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Bea Cukai Yogyakarta menggelar penertiban Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) ilegal di Wilayah Kapanewon Sleman, Pakem, dan Turi, Selasa (30/8/2022). Penertiban ini berhasil mengamankan sejumlah batang rokok ilegal dari 4 kios yang tidak dilekati pita cukai.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan, Sri Madu Rakyanto mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Sleman terkait dana bagi hasil BKCHT.

“Dalam giat kali ini ditemukan beberapa rokok ilegal yang tidak bercukai dan memakai cukai palsu yang sangat merugikan untuk pemasukan pajak bagi negara,” ujar Madu.

Madu menyampaikan selain merugikan negara, peredaran rokok ilegal berpotensi untuk dikonsumsi oleh anak di bawah umur.

“Dengan harga yang murah, anak-anak di bawah umur berpotensi untuk membeli,” kata Madu.

Madu mengimbau untuk masyarakat untuk menggunakan rokok legal saja demi membatasi peredaran rokok ilegal.
Senada dengan Madu, Petugas Pemeriksa dari Bea Cukai Yogyakarta, Afif mengatakan operasi ini untuk menekan peredaran rokok ilegal di DIY.

Sedangkan untuk batang rokok ilegal ditegahkan oleh Petugas Bea Cukai karena telah melanggar Undang – Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 Pasal 54 terkait barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai.

Afif mengatakan selain penegahan BKCHT ilegal, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada retailer untuk tidak menerima tawaran apapun terkait rokok yang tidak dilekati oleh pita cukai dan untuk tembakau iris harus dilekati pita cukai.

Afif berharap agar masyarakat dan pemerintah bersama-sama untuk saling berkoordinasi, bekerja sama, dan saling sinergi untuk dapat mencegah peredaran rokok ilegal.




Melihat Upacara Merti Kali di Belik Sukun Pucanganom

Sleman – Masyarakat Padukuhan Pucanganom dan Sempu Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak menggelar acara ritual Merti Kali di Belik Sukun Pucanganom, Minggu (28/8/2022). Acara dimulai dengan kirab bregada dengan mengusung ubarampe berupa gunungan wulu wetu dan kendi penyimpan air. Kirab yang berasal dari berbagai unsur lapisan masyarakat berjalan sejauh satu kilo meter mengelilingi Padukuhan Pucanganom dan wilayah Sempu.

Ketika sampai di Belik Sukun, sesepuh masyarakat memulai prosesi dengan mengambil air yang kemudian dimasukkan kedalam kendi, baru kemudian para pemuka agama berdoa bergantian untuk kelestarian air sendang, untuk keselamatan umat dan kesejahteraan masyarakat, dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ratusan orang tertunduk khusuk berdoa, tak terkecuali anak. Usai doa lintas agama, baru kemudian masyarakat berebut Gunungan.

Lurah Wedomartani Teguh Budiyanto dalam sambutan sebelum melepas kirab yang juga dihadiri Tim Monev Pendamping Budaya Joko Saptono itu mengatakan, upacara adat dan tradisi masyarakat di Pucanganom dan Sempu merupakan cermin rasa syukur atas anugrah Tuhan dan dinikmati oleh masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Oleh karenanya, ungkapan rasa syukur dan doa lintas agama perlu dilestarikan. Hal itu menunjukkan adanya kerukunan, kesatuan dan persatuan yang ada dan telah berlangsung dimasyarakat sejak dahulu. Kami berharap peristiwa budaya ini terus dijaga kelestariannya, karena memberikan kekuatan tersendiri bagi kehidupan masyarakat,” pungkas Teguh Budiyanto.

Kegiatan Merti Kali yang didukung tokoh lintas umat beragama dimeriahkan dengan pentas berbagai jenis kesenian rakyat dan seni religius.(Tri Joko S/KIM Kalasan)




Peringatan HUT ke-77 RI di Dusun Candi 3

Sleman – Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia merupakan hal yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Terhitung 77 tahun negara Indonesia telah merdeka, tentunya tidak lepas dari jerih payah para pejuang dan banyak tokoh nasional. Maka sudah sepatutnya kita sebagai bangsa Indonesia mengenang jasa-jasa pahlawan kita yang sudah membela bangsaIndonesia di dalam memperjuangkan kemerdekaan RepublikIndonesia. Selain mempertahankan kemerdekaan, kita sebagai generasi penerus tentunya harus mengisi kemerdekaan itu dengan melakukan hal-hal positif, yang dapat menumbuhkan wawasan kebangsaan.

Salah satunya yang dilakukan Persatuan Pemuda Pemudi Candi 3, di mana mereka menggelar serangkaian kegiatan lomba dan karnaval bagi masyarakat Dusun Candi 3 dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 RI.

Diawali dengan perlombaan dan pentas seni, peringatan 17 Agustus di Dusun Candi 3 ditutup dengan kemeriahan Karnaval. Dengan menerjunkan ratusan warga yang terdiri dari 6 RT ini, terlihat semarak yang luar biasa dari masing masing RT. Selain kirab dan penampilan kreasi kostum, setiap kelompok juga akan dinilai untuk dipilih juara. 

Beragam tema ditampilkan oleh masing masing rombongan RT, dimulai dari tema budaya dengan bregadha, ditampilkan juga marching band, jaranan, badut, tema perjuangan dan lainnya.

Karnaval ini digelar pada Minggu (28/8/2022). Rute yang diambil merupakan jalan disekitar candi 3, berlanjut di Jl Kaliurang dan transit di Lapangan Candi Winangun. Kemudian diakhiri di garis finish lapangan candi 3 sekaligus pembagian door prize.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalammenciptakan masyarakat Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yangdapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama membangunmasyarakat yang sehat ,serta menumbuhkan jiwa muda yang berdasarkepada semangat juang bangsa,” ujar Irvan, Dukuh Candi 3. (Ajeng/KIM Ngaglik)