Caturtunggal Gelar Jemput Bola Perekaman KTP-el bagi Warga Pemula dan Lansia

Caturtunggal – Dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA), Kalurahan Caturtunggal bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman menggelar jemput bola perekaman KTP-el bagi warga pemula dan lansia di Balai Padukuhan Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (31/08/2022).

Kegiatan tersebut meliputi konsultasi adminduk langsung antara pemohon dan petugas, pelayanan perekaman KTP-el, pemutakhiran Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el, dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).

Selama pelaksanaan kegiatan, terdapat 12 warga pemula yang melakukan perekaman KTP-el, update KTP-el (rusak, hilang, perubahan elemen data) sebanyak 25 permohonan, pembaharuan KK sebanyak 96 permohonan, dan permohonan KIA sebanyak 46 permohonan.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan secara bertahap dapat mewujudkan masyarakat yang tertib dan sadar adminduk di wilayah Kalurahan Caturtunggal.

“Kami sampaikan juga terima kasih kepada Dinas Dukcapil yang telah membantu program ini dan harapannya ke depan dapat terus berkolaborasi mewujudkan pelayanan yang prima bagi masyarakat Caturtunggal khususnya,” imbuh Bambang Harjati Susetyo, Kepala Urusan Tata Laksana Kalurahan Caturtunggal.

“Kami apresiasi antusiame warga masyarakat, khususnya Padukuhan Tambakbayan dan Ngentak, semangat masyarakat untuk mengurus maupun memutakhirkan dokumen kependudukannya,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok).




Pentingnya Memperhatikan PMT untuk Balita dan Lansia

Dalam rangka membantu pemenuhan kecukupan zat gizi bagi balita dan lansia, Pemerintah Kalurahan Donoharjo  memberikan dana stimulan kepada 23 Posyandu Balita dan 16 Posyandu Lansia yang berada di 17 Padukuhan di Wilayah Donoharjo pada Senin (29/08/2022). Bantuan diserahkan langsung oleh Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko di Aula Kantor Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko dalam acara pertemuan kader posyandu Lansia dan Balita tersebut  memberikan apresiasi kepada para kader atas perjuangan yang luar biasa membantu masyarakat di tengah keterbatasan pendanaan dari kalurahan.

“Pemberian Makanan tambahan merupakan alokasi dana dari pencegahan stunting yang jumlahnya hanya  14% per tahun dari keseluruhan dana desa. Meskipun tergolong tidak seberapa, namun penyelenggaraan posyandu balita maupun lansia selama ini telah berjalan dengan baik , dan ini tidak terlepas dari peran kader yang berkiprah langsung di masyarakat. Kami menyadari tanpa adanya kader maka program pembangunan tidak akan berjalan sesuai rencana,” kata Hadi.

Lebih lanjut ia berharap bahwa penyerahan dana PMT hendaknya bisa dipergunakan untuk membantu kegiatan operasional di posyandu terutama untuk mencegah kurang  gizi pada balita dan lansia di masing masing posyandu sehingga akan mampu  meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Terimakasih juga kepada pihak puskesmas Ngaglik 2 yang selama ini telah bersinergi membantu dan membimbing para kader di posyandu di setiap kegiatannya,” tambah Hadi.

Theodorus Indarto, Nutrisionis Puskesmas Ngaglik 2 menerangkan bahwa Pemberiaan Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita atau lansia dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Pemberian PMT yang diberikan di jadwal buka Posyandu setiap bulan  sangat penting mencegah masalah kurang gizi di pada balita maupun lansia sebab kurang gizi bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak, berat badan kurang, stunting hingga penurunan kecerdsaan anak yang dapat berpengaruh kepada kehidupan anak ke depannya.

“PMT yang diberikan adalah makanan selain makanan pokok jadi diutamakan kudapan lokal .yang kaya akan gizi. Dibuat atau diproduksi sesuai dengan ketersediaan bahan di daerah masing-masing dan emiliki kandungan gizi yang dibutuhkan,” ujar Theo.

Ia juga mengingatkan agar PMT diutamakan berasal dari sumber protein hewani dan nabati serta sumber vitamin dan mineral terutama berasal dari sayur dan buah.

“Contohnya makanan tambahan  pada balita misalnya biskuit, potongan buah, bubur kacang hijau, puding susu, rolade tahu sosis, nuget ayam sayuran, sup jagung, dan lainnya,” ungkap Theo lagi.

Untuk lansia, Theo juga mengingatkan untuk memperhatikan harus asupan nutrisi, untuk mendukung kesehatan tubuhnya.

“Banyak Lansia yang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan lainnya, sehingga perlu diperhatikan pola makan sehat lansia untuk memperlambat perkembangan penyakit degeneratif sehingga lansia tetap sehat dapat menjalankan aktivitas kehidupan dengan lebih baik,” ujar Theo

“Untuk melengkapi nutrisi dalam menu sehari buah dan sayur jangan sampai terlewatkan, pilih tekstur makanan yang lembek. Dan perlu diperhatikan pula penggunan minyak, gula, dan garam khususnya bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan seperti hipertensi, penyakit jantung atau diabetes mellitus,” tambah Theo lagi. ( Upik Wahyuni KIM Donoharjo)




Kalurahan Pakembinangun Gelar Tirakatan Satu Dasawarsa Keistimewaan DIY

Sleman – Kalurahan Pakembinangun menggelar acara Tirakatan memperingati Satu Dasawarsa Keistimewaan DIY di Aula Kalurahan Pakembinangun, Selasa (30/8/2022). Kegiatan dihadiri oleh Panewu Pakem, Kapolsek Pakem, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah Pakembinangun, serta segenap Pamong Kalurahan Pakembinangun.

Suranto, Lurah Pakembinangun menyampaikan bahwa Keistimewaan Ngayogyakarta telah dirasakan oleh masyarakat Pakembinangun, walaupun masih ada beberapa kekurangan.

“Di antaranya adalah program-program yang menggunakan Dana Keistimewaan tersebut masih terasa sedikit yang sampai ke tingkat Kalurahan. Ini yang harus kita jadikan catatan,” ujar Suranto.

Ia juga menuturkan bahwa Pakembinangun akan dijadikan desa wisata atas arahan dari Kesbangpol dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, di mana nantinya akan dibangun kantong-kantong budaya agar masyarakat masih tetap bangga dengan keistimewaan DIY.

Untuk itu, Suranto meminta seluruh Pamong dan Staf Kalurahan harus turut serta dalam upaya pencanangan Program Kantong-kantong budaya sampai ke tingkat Kalurahan oleh Pemerintah DIY maupun Kabupaten, dan harus diupayakan bagaimana kantong-kantong tersebut ngremboko (berkembang) di kalurahan masing-masing.

“Keistimewaan itu bukan hanya adat istiadat, akan tetapi juga tradisi dan kebiasaan yang telah melekat di masyarakat. Dan nyatanya semua itu masih sangat melekat di hati masyarakat,” papar Suranto.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ikrar kawula ngayogyakarta hadiningrat, yang dibaca oleh Pak Lurah dan diikuti semua peserta yang hadir. Adapun isi dari ikrar tersebut adalah Setia kepada NKRI, UUD 1945, dan UU Keistimewaan DIY nomor 13 Tahun 2012, siap menjaga dan mengisi keistimewaan DIY dengan dilandasi semangat golong-gilig, sawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh, menghormati Bhinneka Tunggal Ika dalam masyarakat sebagai satu lingkup keluarga besar (bebrayan agung) DIY, serta bertekad untuk menjaga, memelihara, dan mengembangkan adat  tradisi kebudayaan yang bersumber dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Pakualaman, sesuai filosofi Sangkan Paraning Dumadi, Manunggaling Kawulo Gusti, dan Memayu Hayuning Bawana dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)