1001 Siswa SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman Jalani Wisuda Akbar Baca Tulis Al-Quran

Sleman – Dengan tema Jadikan Al Qur’an Sebagai Teman, Syiarkan Sekolah Berkemajuan, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman bekerja sama dengan Badan Kerjasama Sekolah (BKS) SMP Muhammadiyah se-Sleman dan Musyawarah Guru Muhammadiyah Mata Pelajaran  (MGMMP) Al- Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) mengadakan Wisuda Akbar Angkatan ke-2 Baca Tulis Hafal Al Qur’an (BTHQ)  bagi siswa SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara berlangsung Sabtu (27/8/2022) di Gedung Serba Guna, Denggung Sleman.

Dalam sambutannya H. Suwadi Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wisuda akbar yang kedua, setelah sebelumnya dilakukan pada 22 Desember 2022. “Pada wisuda akbar ke-2 ini ada siswa terdiri 880 siswa lulus iqro dan 121 siswa hafidz,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang berkesempatan hadir menyambut baik pelaksanaan wisuda akbar ini. Ia berpesan agar momen wisuda ini dapat menjadi awal agar anak-anak tersebut nantinya dapat menjadi anak yang teladan, dan dapat membangun Sleman ke depannya.

“Anak-anak adalah generasi cerdas yang akan membangun Kabupaten Sleman, sehingga setelah wisuda ini untuk terus belajar dan ditingkatkan di rumah serta diwujudkan dalam kehidupan. Diharapkan anak-anak akan menjadi anak-anak teladan dan akan membangun Kabupaten Sleman ke depan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gita Danu Pranata, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta memberikan motivasi kepada para wisudawan-wisudawati untuk terus berlatih dan terus belajar, baik ilmu murni maupun ilmu agama.

“Menjadikan ilmu dan agama satu kesatuan dan terintegrasi sejak Muhammadiyah didirikan dan sejak Kyai Ahmad Dahlan menjadikan gerakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur Gita.

Salah satu peserta wisudawan terbaik, Alim Annasrullah menyampaikan bahwa untuk dapat menguasai dan hafal Al Qur’an itu awalnya dengan mengikuti program dauroh selama satu bulan di sekolah.

“Dengan konsep atau prinsip rutin dan konsisten dalam membaca dan menghafal serta ada jadwal khusus mulai pagi, jelang siang, siang, sore dan malam. Insya Allah jika sudah rutin akan jadi ringan sehingga Al Qur’an insya Allah akan menjadi teman kita,” ungkapnya. (Arief Hartanto)




Polsek Godean Sosialisasikan Pentingnya Menjaga Ketertiban Lalu Lintas 

Sleman – Kepolisian Sektor (Polsek) Godean menyosialisasikan mengenai Pentingnya Menjaga Ketertiban Lalu Lintas Dan Pencegahan Kenakalan Remaja kepada siswa dan siswi MAN 1 Sleman, di halaman MAN 1 Sleman, Sabtu (27/8/2022).

Pada kesempatan tersebut, Kanit lantas Polsek Godean, Iptu Lilis Purwaningsih menjelaskan mengenai etika dan tata cara berlalu lintas di jalan raya. Bagaimana cara berkendara yang aman, menghargai pejalan kaki dan tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas.

“Kalau belum punya SIM, jangan mengendarai motor dulu, sebaiknya kalian menggunakan transportasi umum, atau sepeda biasa saja agar terhindar dari laka lantas.” pesan Lilis Purwaningsih didampingi Ipda Tugi Prihyatno, Aipda Sugeng Kurniawan, Anggota lantas, Aipda Antonius Suharyanto, Anggota Lantas dan Aipda Arif Dani, Anggota Lantas.

Selain sosialisasi tata tertib berlalulintas, pada kesempatan tersebut juga disampaikan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja oleh Ipda Purwantara, Panit Binmas Polsek Godean, Aipda Ahmad Heru Noer Z, Bhabinkamtibmas Sidoarum. Menurut Ahmad Heru, kenakalan remaja di usia sekolah antara lain narkoba, pergaulan bebas, berkendaraan hingga kasus kekerasan tawuran dan lainnya.

”Para pelajar, generasi tunas bangsa hendaknya menghindari bahaya-bahaya tersebut dengan meningkatkan kegiatan positif seperti belajar di sekolah maupun di luar sekolah, dan menjalankan aktifitas seperti olahraga dan ibadah,” terang Heru.

Sementara, Kepala MAN 1 Sleman menyambut baik sosialisasi ini. Ia berharap agar siswa memahami tata tertib berlalu lintas dengan baik. Kalian semua agar mengikuti arahan, imbauan polisi dengan baik. “Kita wajib tertib terhadap diri kita  sendiri maupun terhadap orang lain,” kata Kamad. (smn)




Jalan Penghubung Dusun Purwodadi dan Sawungan Diresmikan

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meresmikan jalan yang menghubungi Dusun Purwodadi, Kalurahan Pakembinangun, dengan Dusun Sawungan, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem pada Jumat (26/8/2022). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh Wabup Sleman, di depan jajaran Muspika Pakem.

Danang menuturkan bahwa jalan ini nantinya dapat bermanfaat bagi warga kedua dusun. “Nantinya jalan ini dapat menjadi jalan perekonomian bagi kedua dusun,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Pakem, Serda Kusdi menyambut baik adanya jalan yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat ini. Dirinya berharap jalan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama bagi para petani.

“Saya berharap jalan ini menjadi jalan yang bermanfaat bagi para petani yang ingin ke sawah, ataupun warga yang akan menuju ke dusun sebelahnya. Saya salut bahwa dulu jalan ini hanya jalan setapak dan becek saat hujan. Saat ini sudah menjadi jalan yang keras dan mudah dilalui,” pungkas Serda Kusdi. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Pramuka Sebagai Ujung Tombak Kebangkitan Nasional

Sleman – Pramuka dapat menjadi ujung tombak kebangkitan nasional dalam menghadapi segala tantangan global. Hal tersebut ditekankan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menjadi Pembina pada Apel Besar Hari Pramuka ke-61 Tahun 2022 di Lapangan Denggung Kabupaten Sleman, Sabtu (27/8/2022).

Sri Sultan menuturkan bahwa, Pramuka sebagai kader bhayangkara NKRI dengan moto perjuangan ‘Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Ku Baktikan’ dapat menjadi simbol pengabdian tanpa batas terhadap, kepentingan bangsa Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan tema peringatan yang diambil pada Apel Besar Hari Pramuka tahun 2022 ini, yaitu Mengabdi Tanpa Batas, Untuk Membangun Ketangguhan Bangsa. “Sebuah pengabdian tanpa henti bagi bangsa, Negara, dan masyarakat,” ujar Sri Sultan.

Pramuka atau Praja Muda Karana yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya harus dapat menjadi pembawa ketenangan saat kerusuhan, kedamaian saat kekalutan, kegembiraan saat kesedihan, pembawa kepastian saat kebimbangan, dan menjadi penyelamat di tengah bahaya.

“Pramuka adalah generasi tangguh yang sudah teruji, karena dibina oleh keadaan, ditempa oleh pengalaman, dan disatukan oleh tujuan dalam gerakan pramuka,” tutur Sri Sultan.

Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah Pandemi COVID-19, di mana Indonesia telah perlahan memasuki masa pascapandemi. Menurut Sri Sultan, pengabdian pramuka dalam menghadapi kondisi tersebut dapat diwujudkan dalam semangat kerelawanan, untuk mengajak masyarakat segera bangkit.

“Pramuka memiliki peran penting untuk aktif membantu kebangkitan pasca pandemi COVID-19. Dengan semangat, daya juang, empati dan solidaritas yang tinggi pramuka dapat menjadi modal sosial untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi Pascapandemi,” ujar Sultan.

Menurut Sri Sultan, Pramuka dapat mengambil peran dalam kebangkitan bangsa dengan memanfaatkan potensi seluas-luasnya, dengan catatan semuanya harus dipersiapkan dan dimanfaatkan dengan segera dan terukur. “Agar dapat bangkit menjadi bangsa yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” imbuhnya.

Sri Sultan berharap, dengan apel besar yang dilakukan ini, dapat menumbuhkan semangat para anggota pramuka untuk lebih peka, peduli dan tangkas dalam memberikan pengabdian bagi bangsa di segala bidang.

“Semoga pramuka Indonesia dapat menjadi pemuda pancasila, yang mampu mengaplikasikan moto Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Ku Baktikan,” tutupnya.




Program IBM Langkah Strategis Ajak Masyarakat Perang Melawan Narkoba

Sleman – Sebagai langkah strategis untuk mengajak masyarakat ikut berperan serta bergerak dalam memerangi penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di lingkungannya secara aktif dan mandiri maka Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Sleman melalui Seksi Rehabilitasi melakukan kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika serta Skrining pada Unit Intervensi Berbasis Masyarakat bagi kalangan remaja yang digelar di Kantor Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Rabu (24/8/2022) siang.

Kegiatan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) diikuti sebanyak 15 remaja yang merupakan Agen Pemulihan sebagai mitra kerja BNN Kabupaten Sleman yang memiliki kepedulian terhadap masalah Narkoba, serta berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di wilayah Kalurahan Wedomartani.

Dalam paparan materinya, Kamituwo Wedomartani, Mujiburrochman mengatakan bahwa program Intervensi Berbasis Masyarakat adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Sleman dalam menangani penyalahgunaan narkoba di masyarakat melalui kegiatan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkoba sehubungan dengan ketersediaan dan aksesibilitas layanan yang masih terbatas jumlahnya.

“Selain melakukan sosialisasi, Pemerintah Kalurahan Wedomartani juga melaksanakan skrining program terhadap peserta yang hadir guna mengetahui riwayat penggunaan zat Napza yang dilakukan oleh Tim Agen Pemulihan IBM Wedomartani,” terang Mujiburrochman.

Selanjutnya, hasil skrining peserta tersebut dapat dijadikan pedoman sebagai mitra program Intervensi Berbasis Masyarakat untuk mengikuti rangkaian layanan yang diberikan oleh Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sleman yang bersinergi dengan Tim Agen Pemulihan Kalurahan  Wedomartani.

Di tempat terpisah, Kepala BNN Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah mengungkapkan bahwa Program Intervensi Berbasis Masyarakat merupakan langkah konkret dari lembaga yang dipimpinnya untuk menginisiasi terwujudnya layanan rehabilitasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai solusi atas kendala sulitnya akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.

“Lingkup kerja pelaksanaan program ini adalah desa atau kalurahan yang dikategorikan rawan penyalahgunaan narkoba. Adapun pembentukan unit Intervensi Berbasis Masyarakat dapat berkolaborasi dengan Program Desa Bersinar dan Program Pemberdayaan Masyarakat,” ungkapnya.

AKBP Siti Alfiah berharap supaya Program Intervensi Berbasis Masyarakat dapat dijadikan sebagai salah satu amunisi dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, dan dapat dikolaborasikan secara simultan dengan program yang telah berjalan lainnya seperti Kampung Keluarga Berencana. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)