BNNK Sleman Gandeng KIM untuk Kampanyekan Pencegahan Narkoba

Sleman – Guna merespon situasi bangsa Indonesia yang berada dalam status darurat Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba), para pemangku kepentingan dan kebijakan di negeri ini tak berdiam diri melihat Narkoba menghancurkan generasi muda. Termasuk institusi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman dengan menyelenggarakan kegiatan workshop penguatan kepada insan media untuk mendukung program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) yang digelar di Hotel Indoluxe, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (18/8/2022).

Workshop diikuti oleh 20 orang perwakilan dari anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang tergabung dalam Forum Kelompok Informasi Masyarakat Sembada Kabupaten Sleman yang diampu oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman. Mereka adalah KIM Pararta Guna Gamping, KIM Trihanggo, KIM Ngaglik, KIM Kertomandiri Turi, KIM Senyum Tempel, KIM Gerbangparis Prambanan, KIM Sinduharjo, KIM Depok, KIM Sleman, serta KIM Berbah,

Adapun sebagai narasumber adalah Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah, bersama Pendiri Jogja Care House, Bro Eko Prasetyo, dan Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Sosial, merangkap Direktur Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Erik Hadi Saputra yang masing-masing mengupas materi tentang Kota Tanggap Ancaman Narkoba, Adiksi Dasar, Rehabilitasi, serta Creative Thinking Dalam Circle of Excellence.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah menerangkan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam dunia dan dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Karenanya, perang besar terhadap narkotika yang diserukan pemimpin bangsa Indonesia menuntut seluruh komponen bangsa untuk bergerak melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara.

“Bahkan rakyat pun dituntut mengambil langkah sekecil apapun guna membantu memerangi kejahatan narkotika yang secara perlahan menggerogoti bangsa Indonesia. Termasuk Forum Kelompok Informasi Masyarakat Sembada melalui penulisan artikelnya,”  tutur AKBP Alfiah dihadapan para pegiat informasi.

Menurutnya, saat ini Indonesia dalam keadaan darurat narkoba yang disebabkan karena letak geografis yang terbuka sehingga menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia, peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja melainkan juga anak-anak, kondisi demografis yang sangat besar yaitu 270,2 juta jiwa menjadi pasar potensial peredaran gelap narkoba, sistem penegakan hukum yang belum mampu memberikan efek jera kepada penjahat narkoba, serta lembaga pemasyarakatan yang bertransformasi menjadi pusat kendali peredaran gelap narkoba.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BNN Kabupaten Sleman, kawasan rawan di wilayah Kabupaten Sleman terdapat di kalurahan Banyuraden, Margomulyo, Sinduadi, Caturtunggal, Maguwoharjo, Tamanmartani, Sariharjo, Sinduharjo, Wedomartani, Tridadi, dan Tlogoadi.

Langkah dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman untuk menangani permasalahan narkoba dengan program Kota Tanggap Ancaman Narkoba yang ditujukan guna meningkatkan ketanggapan Kabupaten Sleman dalam menghadapi ancaman narkoba dengan memperkuat kemampuan antisipasi adaptasi dan mitigasi, serta memperkuat tali silaturahmi yang baik dengan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kibarkan Sang Merah Putih untuk Mengenang Jasa Pejuang Kemerdekaan

Sebagai wujud rasa terima kasih dan mengenang jasa para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara Republik Indonesia, Pemerintah Kapanewon Gamping melaksanakan upacara pengibaran Sang Merah Putih di Lapangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (17/8/2022).

Upacara dipimpin langsung oleh  Kanit Patroli Sabhara Kepolisian Sektor Gamping, AKP Subilal selaku Komandan Upacara dan Panewu Gamping, Sarjono sebagai Inspektur Upacara, serta Kanit Binmas Kepolisian Sektor Gamping, AKP. selaku Perwira Upacara.

Hadir mengikuti pelaksanaan upacara, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Kompol Bartholomeus Muryanto, Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarja, Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon Gamping, Jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Lurah di wilayah Kapanewon Gamping beserta jajarannya, Karang Taruna, mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gamping, Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran Putra Samodera Yogyakarta, Sekolah  Menengah Atas Islam 1 Sleman, Sekolah Menengah Kejuruan YPKK 1 Sleman, Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kapanewon Gamping, serta tamu undangan lainnya.

Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan oleh para pelajar jenjang Sekolah Menengah Atas/Kejuruan yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang dilatih oleh Pelda Tejo Supriyanto dan Serka Acip Mulyawana dari Koramil 17/Gamping, AKP Subilal dan AKP. Y. Ponidi dari Kepolisian Sektor Gamping, serta Harley Benyamin Joshua dari Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping.

Usai pelaksanaan upacara, Panewu Gamping, Sarjono mengungkapkan bahwa pengibaran bendera selain memiliki makna penghormatan atas jasa para pahlawan Indonesia yang telah memperjuangkan kemerdekaan juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan patriotisme sekaligus melatih kedisiplinan.

Sarjono menambahkan bahwa peristiwa ini mengandung pesan moral khusus bagi setiap pemuda generasi penerus bangsa agar senantiasa berjiwa ksatria, memiliki tanggung jawab yang tinggi supaya dapat selalu menjaga dan memelihara kemerdekaan dengan semangat patriotisme dan cinta tanah air seperti yang telah diperjuangkan oleh para pendahulunya.

“Kemerdekaan Republik Indonesia yang diraih oleh segenap bangsa Indonesia bukan merupakan hadiah dari penjajah, melainkan dicapai dengan penuh perjuangan yang diwarnai pertumpahan darah para pejuang,” tambah Sarjono.

Ia juga bersyukur, walaupun masa pandemi Covid-19 belum berakhir namun seluruh peserta upacara dapat melaksanakan kegiatan secara khidmad dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pengabdian sebagai warga negara Indonesia dan wujud syukur kepada Allah SWT ayas nikmat yang telah diberikan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Refleksi HUT Ke-77 RI, Condongcatur Gelar Malam Tasyakuran

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan acara malam Tasyakuran HUT Ke-77 Republik Indonesia di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Rabu (17/8/2022). Acara ini dihadiri oleh Panewu Anom Kapanewon Depok, Lurah Condongcatur, Kapolsek Depok Timur, Pamong Kalurahan, Lembaga Kalurahan, BPKal, Babinsa, Bhabinkamtibmas,  Destana,  Himpaudi, Forum Anak, perwakilan Kader Kesehatan, Posyandu, Perwakilan RT, RW, Rois dan Purna Tugas Pamong Kalurahan

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyebutkan bahwa tasyakuran ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas HUT ke-77 Indonesia.

Ia juga menyampaikan proses program kalurahan dengan pembangunan berbasis RW yang sudah mulai terlihat, seperti di infrastruktur, di mana jalan-lalan padukuhan telah diperbaiki.

“Dengan dukungan bapak ibu warga masyarakat semuanya 6 tahun ke depan akan mengubah infrastruktur di padukuhan-padukuhan semakin baik dan lengkap. Pemerintah kalurahan tetap komitmen untuk melaksanakanya, dan kebijakan ini juga didukung oleh BPKal Condongcatur sebagai patner sehingga program program yang ada RKPkal yang dituangkan dalam APBKal per itemnya telah  dimusyawarahkan dan dibahas, jika ada pengagaranya kurang pas diberikan akan catatan catatan untuk diperbaiki,” terang Reno.

Selain pembangunan fisik, Reno juga memaparkan beberapa pembangunan non fisik yang telah dilakukan, seperti kegiatan LPMD, PKK, Karang Taruna, PAUD, dan posyandu, yang sebelumnya sempat vakum akibat pandemi COVID-19.

“Mulai tahun 2022, pembangunan berbagai sisi di Condongcatur digiatkan kembali karena karakter warga Condongcatur cerdas, bisa diajak rembugan, mau ditata ingin berbenah sehingga pemerintah kalurahan, bapak dan ibu dukuh harus tanggap dan bersama masyarakat saling sinergi dan bekerja sama untuk melaksanakan program-program, membangun Condongcatur yang menyejahterakan warganya dan pelayanan prima bagi masyarakat,” tutur Reno lagi.

Ia juga berpesan agar Pamong kalurahan dapat selalu ikut serta dalam kegiatan masyarakat yang heterogen dan mempunyai karakter yang berbeda-beda.

Sementara itu, Panewu Anom, Djoko Muldjanto, menyampaikan bahwa Tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang dirasakan saat ini.

“Malam Tasyakuran menjadi salah satu sumber bagi masyarakat untuk semakin memahami jasa yang telah dilakukan oleh para pahlawan dalam berjuang merebut kemerdekaan dan sebagai generasi penerus kita harus mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan pembangunan pembangunan yang merata untuk kesejahteraan masyarakat, sebagai pamong kalurahan juga harus bisa ngemong dan momong masyarakatnya sehingga konsep Nyawiji dapat terwujud, pemerintah dan masyarakat saling bergandengan tangan, kompak sehingga akan tercipta kehidupan yang ayom ayem, tentrem di masyarakat,” ungkap Djoko. (Wasana/KIM Depok)




36 Calon Paskibraka Kabupaten Sleman Tahun 2022 Dikukuhkan

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengukuhkan 36 siswa dan siswi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibaraka) Kabupaten Sleman Tahun 2022 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (15/8/2022). Paskibraka yang dikukuhkan nantinya akan bertugas dalam pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka pada Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77 di lapangan Denggung, Tridadi. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dan jajaran Forum Koordinasi Pemimpin Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sleman

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, Agung Armawanta menjelaskan bahwa Paskibraka tidak hanya sekedar menaikkan dan menurunkan Bendera Merah Putih namun lebih dari itu yakni penanaman nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi bangsa dan negara pada pemuda atau pelajar.

“Paskibraka tidak hanya saat pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka, namun lebih dari itu sejak proses pembinaan selalu ditanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air,” tutur Agung

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo selaku inspektur upacara pengukuhan Calon Paskibraka Kabupaten Sleman dalam amanatnya menyampaikan selamat kepada Paskibraka yang nantinya akan mendapatkan kehormatan dan kepercayaan untuk mengemban tugas negara pada hari bersejarah.

“Jadikan tugas pada tanggal 17 Agustus mendatang sebagai tonggak penting untuk melangkah ke depan, persiapkan diri untuk menjadi putera-puteri terbaik bangsa.” ujar Kustini

Lebih lanjut, Kustini menyampaikan bahwa menjadi Paskibraka merupakan sebuah proses panjang pembinaan karakter dan kualitas diri yang dibangun dengan rasa kebangsaan dan solidaritas. Oleh karena itu, dengan berbagai ilmu, tempaan, pengalaman yang didapatkan selama proses pembinaan hingga saat bertugas dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tahapan dalam memperoleh anggota Paskibraka Kabupaten Sleman dilaksanakan dengan beberapa proses antara lain rekrutmen dan seleksi tingkat wilayah yakni Sleman barat, tengah dan timur yang dilaksanakan tanggal 14-19 Maret 2022 kemudian seleksi tingkat Kabupaten dilaksanakan tanggal 23-24 Maret 2022. Kemudian Calon Paskibraka Sleman terpilih mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) sejak tanggal 19 Juli hingga 11 Agustus 2022 di Lapangan Pemda dan Denggung. Selain itu juga dilaksanakan pemusatan pelatihan yang diasramakan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BBPPMD).

Jumlah calon Paskibraka Kabupaten Sleman Tahun 2022 yakni sebanyak 36 siswa dan siswi SLTA/Sederajat se-Kabupaten Sleman kemudian jajaran pelatih terdiri dari TNI, Polri, dan Purna Paskibraka Kabupaten Sleman. (Humas Sleman)




SDN Malangrejo Gelar Pawai Budaya Nusantara

Sleman – Menanamkan cinta tanah air Indonesia sejak dini menjadi sangat penting dan mendasar agar tumbuh semangat dan jiwa nasionalisme, terutama di kalangan pelajar sekolah dasar.

Hal tersebut yang menjadi latar belakang Komite Sekolah bersama Guru SD Negeri Malangrejo, Kalurahan Wedomartani Kapanewon Ngemplak, menginisiasi penyelenggaraan  Pawai Budaya Nusantara dengan mengusung tema “Berbeda untuk Bersatu” pada Selasa pagi (16/8/2022).

Pawai budaya dilaksanakan oleh para siswa bersama guru dan orang tua siswa dengan mengusung visi kebudayaan sebagai tindak lanjut dari desa mandiri budaya yang disandang oleh Kalurahan Wedomartani.

Siti Romlah selaku Kepala Sekolah SDN Malangrejo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pawai budaya Nusantara ini adalah kegiatan perdana, dan satu-satunya SD negeri di wilayah Kapanewon Ngemplak yang melaksanakan pawai budaya dalam bentuk kirab dengan melibatkan seluruh siswa, mulai dari kelas satu hingga kelas enam dengan menyuguhkan pentas budaya berupa tarian nasional sebelum  pawai berlangsung.

“Peran orang tua yang tergabung dalam komite sekolah sangatlah memberikan kontribusi yang besar hingga terlaksananya pawai ini,” ungkapnya.

Senada dengan apa yang disampaikan kepala sekolah, Ismartiningsih, Pengawas SD Kabupaten Sleman menyambut gembira dengan pelaksanaan pawai budaya ini. Menurutnya kegiatan ini merupakan wujud kerja kolaborasi dari seluruh unsur yang ada di sekolah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dilingkungan sekolah.

“Sebagai generasi muda, pelajar harus terus bersemangat mengisi kemerdekaan dengan belajar yang giat dan mencintai budayanya, “ imbuhnya saat melakukan pemotongan pita sebagai penanda dimulainnya pawai budaya.

Pawai ini melibatkan  sekitar 200 peserta, terdiri dari siswa, guru dan orang tua siswa dengan menggunakan pakaian adat Nusantara.

Kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, diawali dengan parade tarian nusantara yang ditampilkan oleh  siswa di halaman sekolah tersebut disaksikan dukuh dan perangkat kalurahan, Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat, sebelum dilanjutkan dengan pawai budaya berupa arak-arakan kirab dengan menyusuri lingkungan sekitar Kalurahan Wedomartani.  (Nuradi-KIM Ngemplak)