Warga Keditan Gelar Lomba Jaga Persatuan dan Keharmonisan

Guna menjaga persatuan dan mempererat tali silaturahmi agar hubungan sesama warga menjadi lebih harmonis maka warga Keditan RT 01, RW 26 menyelenggarakan berbagai perlombaan dalam merayakan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 77. Kegiatan yang dirancang para pemuda yang tergabung dalam Komunitas Persatuan Muda-Mudi Keditan (Permadi) ini digelar di lapangan bola voli Keditan, Padukuhan Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (14/8/2022).

Sekretaris Komunitas Permadi, Azzahra Salsabila menjelaskan bahwa peserta lomba dibagi menjadi tiga kategori yakni anak-anak usia sekolah dasar (SD), remaja, dan orang tua dengan waktu pelaksanaan yang berbeda. Lomba bagi anak-anak usia SD dilaksanakan pada pagi hingga siang hari yang meliputi makan kerupuk, pecah air, dan balap kelereng. Sedangkan lomba balap karung memakai helm dan pecah air dapat diikuti oleh para remaja dan orang tua.

“Khusus lomba balap karung kali ini kami bikin berbeda dengan yang biasanya. Yaitu peserta lomba dimasukkan ke dalam karung dan memakai helm pengaman kepala agar terhindar dari cedera apabila terjatuh,” jelasnya.

Azzahra juga mengimbau dalam merayakan kemerdekaan agar lebih banyak bersyukur karena sekarang sudah bisa hidup merdeka tidak ada penjajah. Warga dapat berkarya tanpa terkekang, dapat lebih bebas dalam menjalani kehidupan, mampu menjaga persatuan, tidak ada diskriminasi, serta mengedepankan sikap toleransi antar warga sehingga tidak ada permasalahan yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Hal tersebut menunjukkan salah satu sikap warga negara sebagai wujud kencintaannya terhadap tanah air, serta menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sesuai tema perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77 yaitu Pulih lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat mengisyaratkan bahwa Negara Indonesia ingin cepat pulih dari pandemi Covid-19 yang sudah 2 tahun lebih melanda dan sangat berdampak di segala sektor, serta dapat tumbuh dengan kokoh dan lebih kuat dari sebelum pandemi. Semoga dapat terkabul,” harap Azzahra.

Di akhir perbincangannya, Azzahra menyampaikan berbagai manfaat mengikuti aktivitas lomba 17 Agustus bagi anak-anak yaitu bermanfaat untuk tumbuh kembang anak, membangun rasa percaya diri, memupuk rasa nasionalisme atau cinta tanah air bagi anak sejak dini, melestarikan budaya Indonesia, mengasah kreativitas dan keberanian anak, serta mendorong anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

“Tidak hanya tingkat kemampuan sosialisasi anak yang bertambah, namun juga kemampuan untuk bekerjasama di dalam sebuah kelompok secara sportif untuk mencapai tujuan yang sama, yakni meraih juara,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Peran Juleha Dalam Mendukung Tersedianya Makanan Halal

Sleman – Para penggiat Juru Sembelih Halal (Juleha) se-Kabupaten Sleman menggelar acara Pengukuhan Dewan Pengawas dan Pengurus Juleha tingkat Kabupaten Sleman, dan Kapanewon di Rumah Dinas Bupati Sleman pada Minggu (14/8/2022).

Kepengurusan Juleha Kabupaten Sleman Periode 2021-2024 sendiri terdiri dari Ketua Didik Riyanta, Sekretaris Suyanto, dan Arthaluruh, Bendahara Wijanarko Hari Seno dengan dilengkapi Bidang pelatihan dan Humas. 

Pada kesempatan tersebut, Dewan Penasihat dan Pengawas Juleha Sleman Sri Purnomo, mengarisbawahi mengenai pentingnya Juleha dalam menyediakan makanan olahan daging yang halal.

“Bagi seorang Juleha haruslah memiliki Kompetensi yang terbagi menjadi dua kategori besar yaitu pengembangan profesionalitas dan pengelolaan penyembelihan dimana ada tujuh kompetensi yang harus dimiliki yang mencakup melakukan ibadah wajib, menerapkan persyaratan syari’at Islam, menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan komunikasi efektif, mengkoordinasikan pekerjaan, menerapkan higiene sanitasi, dan menerapkan prinsip kesejahteraan hewan,” jelas Sri Purnomo.

Dilansir dari ,  kategori pengelolaan penyembelihan ada 6 hal yang perlu dikuasai yaitu menyiapkan peralatan penyembelihan, melakukan pemeriksaan fisik hewan, menetapkan kesiapan hewan untuk disembelih, menerapkan teknik penyembelihan hewan, memeriksa kelayakan proses penyembelihan, serta menetapkan status kematian hewan.

Sementara itu, Ketua Juleha Didik Riyanto menuturkan bahwa hadirnya Juleha dikarenakan pentingnya dakwah kepada masyarakat untuk bagaimana menyebarluaskan cara sembelih yang Halal secara Syar’i. (Arief Hartanto)




Sekolah Lansia Mugi Waras Jalani Kelas Terakhir

Moyudan – Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia Mugi Waras Blendung yang berada kembali digelar pada hari Minggu, (14/8/2022), bertempat di Rumah Singgah Lansia Blendung, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kegiatan sekolah yang merupakan pertemuan yang ke-10 dan yang terakhir ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan (Ditlanhan) BKKBN Pusat, Perwakilan BKKBN DIY, Diektur IRL, Panewu Moyudan, Koordinator PKB Moyudan, dan Lurah Sumbersari.

Pada sambutannya perwakilan dari BKKBN DIY Wittriastuti Susani Anggraeni menyampaikan bahwa sekolah lansia ini diadakan sebagai ajang silaturahmi antar anggota lansia dan untuk membantu para lansia merawat dirinya agar bisa mandiri. “Sepanjang bisa melakukan sendiri, tidak perlu minta bantuan anak cucu,” paparnya.

Sedangkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya bahwa di Sleman telah ada sekolah lansia sehingga dapat untuk meningkatkan kesejahteraan  para lansia, dan berharap kedepannya dapat dilanjutkan kembali.

Sementara itu, dr. Elsa Pongtuluran dari Dithanlan BKKBN mengemukakan bahwa Sekolah Lansia adalah  tanggung jawab bersama.

“Maka perhatian dan dukungan dari semua pihak sangat diperlukan sehingga para lansia menjadi lansia yang sehat, produktif, mandiri dan bahagia selamanya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, sekolah lansian juga diisi dengan materi yang disampaikan oleh  Aquino Erjinyuare tentang teknik membuat pernafasan untuk orang yang butuh pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit.

Usai pemberian materi,  Daru Andani dari BKKBN DIY memberikan pengumuman bahwa wisuda akan diadakan pada tanggal 27 September 2022, dengan anggaran dari BKKBN.

“Pokoknya agar panjenengan semua benar-benar senang dan bahagia,” pungkasnya kepada 50 orang lansia yang mengikuti kelas tersebut. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moydan).




Forkom UMKM Madurejo Dikukuhkan

Sleman – Lurah Madurejo H. Sumadi mengukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Forum UMKM) Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan pada Minggu (14/8/2022) di Objek Wisata Pring Ledok Tonjon, Madurejo, Prambanan. Pengukuhan juga dihadiri Penewu Prambanan Ishadi Zayid dan Tim Monev Pendamping Desa/Kalurahan Budaya Joko Saptono.

Melalui Surat Keputusan Lurah Madurejo No: 09/KPTS.L/MD/VIII/2022, tertanggal 10/8/2022, Sumadi menuturkan bahwa   Forkom sudah bisa beraktivitas sebagai mitra pemerintah maupun sesasama anggota Forkom.

“Baik didalam upaya pengembangan kualitas organisasi maupun dalam rangka meningkatkan kualitas produk, pemasaran yang semua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat Madurejo,” ujarnya.

Sementara itu Penewu Prambanan Ishadi Zayid berharap dengan terbentuknya Forkom UMKM ini , para pelaku UMKM makin bisa tanggap terhadap perkembangan selera masyarakat. “Kepekaan juga diharapkan dalam rangka menangkap peluang senyampang dengan makin menjamurnya destinasi wisata yang dikembangkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Ishadi beranggapan bahwa pelaku UMKM jangan menjadi penonton diwilayah sendiri. Mereka harus bisa mengisi dan meramaikan  destinasi dengan produk-produk yang berkualitas dan bedaya saing.

“Tonjolkan dan berbanggalah dengan Icon Madurejo, dengan demikian diharapkan Madurejo makin menarik dan makin banyak pengunjung, tentu berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Madurejo,” tandas Ishadi.

Forkom UMKM Madurejo dengan masa Bhakti hingga tahun 2026, dengan komposisi Pengurus harian Ketua Desi Iramawati, Sekretaris Evi Dwi Astuti, Bendahara Gunari serta dilengkapi Bidang Kerajinan/Fasion, Pengobatan Tradisional, Jasa, Perdagangan, Legalitas serta bidang Kegiatan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Gowes Bareng Setu Legi Promosikan Destinasi Wisata di Sleman

Sleman – Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) menggelar Gowes Bareng Sabtu Legi bersama komunitas sepeda yang ada di DIY maupun goweser mandiri pada Sabtu (13/8/2022) dengan Tujuan Desa Wisata Pancuran Tuk Bulus Bimomartani Ngemplak Sleman.

Gowes mengambil titik start di Halaman Kalurahan Condongcatur jam WIB menyusuri jalanan yang asri menikmati sejuknya udara pagi di Desa Wisata Pancuran tuk bulus yang beralamat di RT 05 RW 18 Tegal, Balong Bimomartani Ngemplak Sleman. Sampai di lokasi, peserta disambut grub karawitan geger budoyo, para pedagang UMKM aneka makanan yang dibuat warga sekitar.

Dukuh Balong, mengucapkan terimakasih kepada para Goweser Setu Legi karena dengan adanya Gowes mempromosikan Destinasi Desa Wisata ini diharapkan bisa mengaet pengunjung khsususnya mereka yang suka bermain air, kolam di pancuran tuk bulus lumayan cukup besar sekitar antara 5 meter dengan panjang kurang lebih 11 meter.

Sementara itu, Pembina Algojo, Reno Candra Sangaji yang juga merupakan Lurah Condongcatur memberikan dana taliasih kepada Dukuh Balong sebagai rasa ikut peduli untuk membangkitkan kembali objek wisata Desa Wisata Pancuran Tuk Bulus, sehingga seiring berangsur hilangnya Covid 19 kedepan dapat menarik dan ramai dikunjungi masyarakat sekitar dan terus meluas menjadi salah satu tujuan wisata minat khusus.

Ia juga menuturkan bahwa Algojo selalu berkomitmen untuk terus mempromosikan tempat wisata yang berada di Kabupaten Sleman. “Bahwa komitmen gowes Setu Legi yang dilaksanakan selapan hari sekali (35 hari) merupakan bentuk komitmen mengunjungi tempat tempat daerah desa wisata khususnya yang ada di Kabupaten Sleman baik wisata yang masih baru atau yang sudah ada tetapi kurang pengungjungnya sehingga perlu dipromosikan kembali salah satunya dengan gowes bareng dari berbagai komunitas sepeda ini karena ikhtiar Algojo yaitu bagaimana dengan bersepeda dapat mengerakkan ekonomi warga di desa desa wisata yang ada,” ujar Reno.

“Semoga destinasi desa wisata Pancuran Tuk Bulus ini dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat, dilakukan penambahan fasilitas dengan bantuan dari dinas pariwisata, swasta dan lainya sehingga dapat mengerakkan perekonomian warga sekitar dengan UMKM  berjualan makanan dan cenderamata lainnya,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)