Pentingnya Strategi Pembelajaran Adaptif dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Sleman – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di sekolah Muhammadiyah berbasis Kurikulum Merdeka Belajar pada Jumat (128/2022). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UAD dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Tempel serta SMP Muhammadiyah 1 Tempel dengan tujuan untuk peningkatan kompetensi bagi segenap guru.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, H. Arif Sulisty dalam sambutan acara yang berlangsung di Aula Darul Arqom menyampaikan kepada segenap kepala sekolah dan guru baik SMK dan SMP di Kapanewon Tempel untuk mengikuti kegiatan ini yang dengan cermat, sungguh-sungguh dan tindaklanjutnya nanti akan dilakukan sekolah masing-masing.

“Diharapkan sekolah-sekolah dapat melaksanakan kurikulum tersebut dengan ciri khas Al Islam dan Kemuhammadiyahan serta mewujudkan Profil pelajar Muhammadiyah dan juga profil pelajar Pancasila. Ke depan kerjasama dengan UAD akan terus dilakukan,” ungkap Arif.

Pemateri pertama, Dr. Dian Artha Kusumaningtyas  menyampaikan bahwa kurikulum merdeka ini memiliki titik poin pada kedalaman materi.

“Anak-anak terus diajak untuk mencintai ilmu, terus belajar dan menjadi pembelajar yang baik dan kurikulum merdeka menguatkan orientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi melalui penyederhanaan konten, dan pemberian fleksibilitas,” jelas Dian.

Sementara Kurikulum 2013 memuat keluasan materi atau memberikan materi ke siswa sebanyak-banyaknya. Kurikulum tersebut tidak terpakai karena orientasi Kurikulum merdeka pada kedalaman materi, masing-masing sekolah memiliki kekhasan atau gaya sendiri-sendiri.

“Pembelajaran berbasis proyek. Yakni proyek yang kolaboratif, aplikatif dan lintas mapel. Tidak ada mapel yang paling keren. Tiga kata kunci, penyederhanaan konten, esensial, berbasis proyek dan rumusan capaian pembelajaran yang fleksibel. Kasih anak-anak proyek. Selain itu disampaikan pembelajaran dengan paradigma baru berupa profil pelajar Pancasila,” tutur Dian.

Sementara itu, pemateri kedua Dr. Ishafit, memaparkan tentang virtual laboratory untuk pembelajaran adaptif. Menurutnya, ada 3 tugas utama pendidik yakni membimbing peserta didik agar memahami kehidupan (educating), membimbing agar menguasai pengetahuan (teaching) dan menguasai ketrampilan (training). (Arief Hartanto)




Dengan Kartu Sehat, Warga RW 27 Padukuhan Dabag Dapat Berobat Gratis di Klinik Nyawiji Condongcatur

Sleman – Pengurus Rukun Warga (RW) 27 Padukuhan Dabag bekerj asama dengan Klinik Nyawiji Condongcatur memfasilitasi seluruh warganya untuk  mendapatkan pemeriksaan dasar dan obat di Klinik Nyawiji secara gratis dengan program pemberian Kartu Sehat sebagai Kartu Asuransi Kesehatan Warga.

Penandatanganan perjanjian kerja sama Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masyarakat antara pengurus RW 27 Dabag dengan Klinik Pratama Nyawiji Condongcatur dilaksakan pada hari Kamis (11/8/2022) yang diwakili oleh Suprayitno selaku Ketua RW 27 Dabag (Pihak Pertama) dan dr. Yanasta Yudo Pratama, selalu dokter manajer Klinik Nyawiji Pratama Nyawiji (Pihak Kedua) serta diketahui dan disaksikan oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji,

Ketua RW 27 Dabag, Suprayitno mengatakan bahwa tujuan kerja sama pelayanan kesehatan masyarakat bagi warga RW 27 ini sama seperti keberadaan Kinik Nyawiji yaitu agar warga yg belum memiliki BPJS baik mandiri maupun PBI bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dan juga bagi warga yang tidak bisa mengakses berobat di  Puskesmas di waktu pagi hari dapat terlayani diwaktu sore atau malam hari karena klinik nyawiji condongcatur buka praktek jam sd WIB setiap harinya,” kata Suprayitno.

Ia berharap RW/Padukuhan lainnya khususnya di Condongcatur juga dapat ikut mempromosikan keberadaan Nyawiji itu sendiri. “Karena setiap RW memiliki KAS dari warga masyarakat yang salah satunya dapat digunakan untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakatnya, dari warga, oleh warga dan untuk warga manfaatnya,” imbuh Suprayitno.

Setiap warga RW 27 Dabag, lanjut Suprayitno, diberikan Kartu Sehat dengan total 466 kartu sehat dengan jumlah rincian RT 03 sebanyak 217 warga, RT 04 sebanyak 203 warga, dan RT 08 sebanyak 46 warga. “(Kartu tersebut) dapat digunakan untuk periksa mendapatkan pelayanan kesehatan di klinik nyawiji ,” ujarnya.

Ditambahkan Suprayitno bahwa pemeriksaan kesehatan yang  ditanggung oleh RW adalah pemeriksaan dasar dan obat.

“Apabila ada pemeriksaan Laboratorium, dan lainnya menjadi tanggungan pasien. Juga permintaan surat sehat, surat bebas buta warna dan persuratan lainnya tidak menjadi tanggungan RW 27,” terang Supriyatno lagi.

Dokter penanggungjawab klinik Pratama Nyawiji, dr. Yanasta Yudo Pratama, menyampaikan bahwa Klinik Nyawiji Condongcatur menyelenggarakan Kegiatan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di wilayah Kalurahan Condongcatur.

“Dan memastikan penyelenggaraan kesehatan pada seluruh jejaring mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor Kesehatan,” ungkap dr. Yanasta.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi terobosan dan langkah dari pengurus RW 27 Dabag yang melakukan kerjasama dengan klinik nyawiji condongcatur untuk memberikan perlindungan kesehatan warganya yang mencakup satu RW

“Sehingga nantinya jika ada warganya yang sakit atau keluhan kesehatan dapat diperiksakan di Klinik Nyawiji sehingga warga mendapatkan kenyamanan (jaminan kesehatan),” ujar Reno. (Wasana/KIM Depok)




Condongcatur Raih Juara 2 Dalam Lomba Kampung KB Tingkat DIY

Sleman – Kalurahan Condongcatur berhasil meraih peringkat 2 dalam Lomba Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Tingkat Provinsi tahun 2022. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat penyerahan hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan sebesar 12 Juta Rupiah, bertepatan dengan Lauching Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) pada Selasa (9/8/2022) di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengucapkan terimakasih kepada Pokja Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Condongcatur dan Tim Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sehingga Condongcatur berhasil meraih juara 2 tingkat provinsi DIY mewakili Kabupaten Sleman.

“Semoga prestasi dan capaian ini dapat dipertahanksn dan ditingkatkan lagi, implementasi di masyarakat harus dilaksanakan melalui kerjasama semua pihak baik RT, RW, Dukuh, Posyandu, Kader Kader KB Kesehatan untuk bersama sama mencegah adanya Stunting  sehingga dapat tercapai target Zero Stunting di wilayah Condongcatur  dengan meningkatkan ketahanan keluarga melalui program KB, BKR, BKL, PIK-R dan UPPA,” ujar Reno.

Penanganan stunting ini juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Dalam sambutannya, Kustini mengajak semua pihak untuk mengatasi masalah Stunting ini.

“Mari bersama cegah stunting dengan optimalisasi pemanfaatan bahan pangan lokal guna mewujudkan keluarga berkualitas bebas stunting di Kabupaten Sleman,” imbaunya.

Kabupaten Sleman sendiri mendapat indeks nilai “A” atas dasar indikator web bangda dan nilai indikator lokal kinerja dengan total nilai 200,5, sehingga memperoleh penghargaan atas kinerja kabupaten sleman/kota se-DIY dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di DIY Tahun 2021. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi BKKBN kepada pemerintah kabupaten/kota yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan Stunting di Indonesia yang merupakan salah satu implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. (Wasana/KIM Depok)




Sambut Hari ‘Asyura, Musala Babussalam dan PRNU Trihanggo Gelar Pengajian Akbar

Menyambut datangnya Hari ‘Asyura di Bulan Muharram 1444 H, maka Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Trihanggo menyelenggarakan kegiatan pengajian akbar dan penyantunan anak yatim yang digelar di halaman Musala Babussalam Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (7/8/2022) malam bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1444 H yang penuh berkah.

Kegiatan tersebut terselenggara berkat sinergi yang dijalin antara Takmir Mushola Babussalam bersama PRNU Trihanggo, masyarakat Padukuhan Salakan dan para donatur yang secara ikhlas menyedekahkan sebagian kekayaannya guna meringankan beban hidup masyarakat yang kurang beruntung.

Ketua Panitia Pengajian dan Penyantunan Anak Yatim, Imam Suwardi didampingi Ketua Tanfidziyah PRNU Trihanggo, Junaidi Affan menyatakan terima kasihnya kepada Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarrun, dan Kamituwa Kalurahan Trihanggo, Budik Ariyantono yang telah berkenan menghadiri acara Peringatan Tahun Baru Islam tersebut, serta KH. Hamdan Yusuf yang telah meluangkan waktu untuk memberikan Mauidhoh Hasanah.

Menurut Penceramah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta, KH. Hamdan Yusuf bahwa kegiatan pengajian memiliki manfaat sebagai sarana bermuhasabah dan melakukan introspeksi diri, serta memperoleh ilmu pengetahuan keagamaan yang bermanfaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Dengan bersedekah dapat memperbaiki hidup menjadi lebih baik, karena sedekah melatih kita untuk hidup sederhana atau tidak berlebihan, serta bersimpati terhadap orang lain yang sangat membutuhkan. Selain itu, bagi orang yang selalu bersedekah akan memperoleh keberuntungan, dan kemuliaan kelak di akhirat nanti,” tutur KH. Hamdan.

Ia menambahkan, peristiwa Bulan Muharram sebagai upaya semua umat muslim untuk senantiasa bermuhasabah diri agar mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Selain itu, Bulan Muharram disunnahkan bagi pemeluk agama islam untuk berpuasa terutama pada tanggal 10 Muharram yang sering disebut dengan hari ‘Asyura.

Sementara itu, di sela pengajian dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa berjumlah 85 orang dengan nominal Rp. yang secara simbolis diberikan oleh Ketua Tanfidziyah PRNU Trihanggo, Junaidi Affan dan Ketua RT 04 RW 26 Salakan, Sunarto.

Turut hadir dalam kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1444 H di Mushola Babussalam yaitu Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, Pengurus Muslimat Ranting Trihanggo, Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Trihanggo, Rijalul Ansor Trihanggo, serta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinasi Rayon Kapanewon Gamping yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban lokasi selama berlangsungnya pengajian akbar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sambut HUT ke-77 RI, Paskibaraka Turi Jalani Penggodokan

Persiapan Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka perayaan HUT ke-77 RI di Kapanewon Turi telah dimulai sejak bulan Juli 2022 ini. Hal tersebut terlihat dari telah dilakukannya penggodokan para paskibraka yang terdiri dari 80 siswa yang berasal dari SMK Muhammadiyah Turi 1, SMK Muhammadiyah Turi 2, SMA Negeri Turi, dan SMK Cendekia, bertempat di Lapangan Donokerto Kapanewon Turi.

“Latihan dilakukan setiap hari dengan pelatih yang berasal dari kapanewon sebanyak 4 orang, polses sebanyak 5 orang, koramil 3 orang, dan Puskesmas Turi,” terang Sajito, Kepala Jawatan Keamanan Turi yang juga sekaligus penanggungjawab pelaksana latihan saat ditemui pada Jumat (5/6/2022).

Para anggota paskibra, lanjut Sajito, nantinya juga akan dikukuhkan sebelum melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera pada Upacara Kemerdekaan RI yang ke-77 pada 17 Agustus 2022 nanti.

Adapun yang bertugas sebagai komandan Paskibraka Turi adalah Shaffa, Siswa SMA Negeri Turi. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)