Tanamkan Ketahanan Keluarga, BNN Sleman Ajak Hidup Tanpa Narkoba

Guna memberikan bekal pengetahuan dan wawasan mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan Prekursor narkotika, serta program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi bagi Tim Penggerak PKK Kalurahan Triharjo demi menanamkan ketahanan keluarga dan mengajak hidup sehat tanpa narkoba, maka Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman BNN menggandeng Pemerintah Kalurahan Triharjo dalam bentuk perjanjian kerjasama.

Penandatangan nota kesepakatan antara Tim Penggerak PKK Kalurahan Triharjo dengan BNN Kabupaten Sleman yang berlangsung di Aula Kalurahan Triharjo, Senin (5/9/2022) siang dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Triharjo, Ika Widianingsih dan Ketua BNN Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah disaksikan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, . Sri Hapsari Suprobo Dewi, dan Lurah Triharjo, Irawan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, . Sri Hapsari Suprobo Dewi yang menuturkan bahwa penandatanganan perjanjian Kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang sudah terjalin antara BNN Kabupaten Sleman dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu. Ia berharap dengan adanya naskah perjanjian kerjasama ini menjadikan Tim Penggerak PKK Kalurahan Triharjo semakin mantab dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Semoga upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan Prekursor narkotika di wilayah Kalurahan Triharjomenjadi semakin masif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya generasi muda,” harap . Sri Hapsari dihadapan tamu undangan.

Tampak hadir dalam kegiatan Ketua Tim Penggerak PKK Kapanewon Sleman, Siwi Yuliati, Kamituwo Triharjo, H. Sujoko Suroso, Jogoboyo Triharjo, Yoga Laksmana Jati, Bhabinkamtibmas Triharjo, Aiptu Sudaryono, Babinsa Triharjo, Serka Hadi Suroso, serta Pengurus PKK Kalurahan Triharjo dan Kabupaten Sleman.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala BNN Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah yang didampingi jajarannya dari Sub Koordinasi Rehabilitasi juga mengharapkan kedua belah pihak saling memiliki rasa tanggung jawab secara Bersama dalam melaksanakan semua kegiatan yang telah dituangkan ke dalam naskah perjanjian kerjasama. Sehingga, payung hukum tersebut dapat dijadikan sebagai landasan bagi para pihak dalam penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika di wilayah Kalurahan Triharjo.

“Karena menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas, maka saya harapkan bagi seluruh anggota PKK Kalurahan Triharjo selalu terlibat secara aktif dalam menyosialisasikan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika dalam bentuk keterlibatan keluarga karena merupakan dukungan moral yang dibutuhkan setiap anak,” pungkas AKBP Alfiah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Menembak Sumbang 9 Medali Emas untuk Sleman di Porda 2022

Sleman – Kontingen Kabupaten Sleman untuk cabang olahraga menembak berjaya dengan meraih 9 medali emas, 3 perak dan 1 perunggu dari 12 medali yang diperebutkan pada perhelatan PORDA DIY XVI tahun 2022. Pertandingan yang berlangsung selama dua hari Sabtu (3/9/2022) dan Minggu (4/9/2022)) di Lapangan tembak Indoor Stadion Maguwoharjo, Komplek AAU Adisucipto dan Purwomartani tersebut mempertandingkan beberapa kelas, meliputi 10 M Air Pistol Open, 10 M Air Pistol Team, 10 M Air Rifle Men, 10 M Air Rifle Putra Beregu. Selain Itu Juga 10 Air Rifle Putri Beregu, 10 M Air Rifle Perorangan Putri, 10 M Air Rifle Mixed Beregu, 10 M Youth Open, 10 M Air Pistol Mixed Beregu, serta Tembak Reaksi dan Air Rifle 3 posisi perorangan.

Sembilan medali emas yang diraih kontingan kabupaten Sleman diperoleh dari Kelas 10 M Air Pistol perorangan dengan nilai 555 atas nama Agung Susilo Waskito. Di kelas ini pula medali Perak diraih Atlet Sleman dengan nilai 541 atas nama Muhammad Roman Feirus. Sedang perunggu diraih Atlet kontingen Bantul dengan perolehan nilai 532 atas nama Heri Wibowo. Medali Emas Untuk kelas 10 m air pistol beregu Kontingen Sleman dengan atlet Mohammad Roman Feirus, Agung Susilo Waskito dan Victor Suhartanto mendapatkan nilai total 1614. Sementara Perak diraih Kota dengan nilai 1580 dan Perunggu diraih Bantul total nilai 1576.

Di kelas 10 m Air Rifle perorangan putra, Damar Novi Pradityaka mempersembahkan medali emas dengan perolehan nilai hasil tembakan 584, sedang perak diraih kota dengan nilai 576 dan Bantul meraih perunggu poin nilai 568. Sedangkan 10 m air rifle beregu putra medali emas diraih Sleman dengan atlet Ries Arfianto, Agung Susilo Waskito dan Damar Novi Pradityaka total nilai hasil tembakan 1718. Perak diraih kota total nilai 1680 dan Perunggu diraih regu Kulonprogo dengan nilai 1677.

Nomor 10 m perorang putri, atlet Sleman Trisnaningtyas Pramasari meraih medali emas dengan nilai 579, medali perak juga diraih Atlet Sleman dengan nilai 576 atas nama Fatimah Az-Zahra dan perunggu diraih kota dengan nilai 574 atas nama Ayu Octavi Setya Utami. Sedang untuk 10 beregu putri, Medali emas juga diraih petembak-petembak Sleman dengan mengumpulkan nilai hasil tembakan 1727 atas nama Trisnaningtyas, Fatimah Az-Zahra dan Fadhila Aureliya Putri, berturut-turut perak dan perunggu diraih Bantul 1666 dan Kota 1657.

Dari hasil persiapan yang cukup matang selama mengikuti pemusatan latihan menghadapi PORDA XVI 2022, petembak-petembak Sleman juga berhasil medali emas untuk kelas lainya, meliputi 10 m air rifle mixed beregu dengan total nilai 573 atas nama duet Fatimah Az-Zahra dan Damar Novi Pradityaka, Perak diraih Kota dengan nilai 570 atas nama Ayu Octavi dan Dian Eko. Dikelas ini Perunggu berhasil diraih Kontingen Sleman  dengan nilai 569 atas nama Trisnaningtyas dan Ries Arfianto. Sementara itu untuk nomor 10 m air rifle youth open Atlet Sleman atas nama Fadhila Aureliya berhak mendapat medali Emas   dengan nilai tertinggi 576 disusul atlet Sleman atas nama Laras Sari Sukanti peraih Perak dengan nilai 567 baru kemudian nilai 557 atas nama Karunian Al Ghozi dari Gunungkidul.

Kontingen Sleman yang turun pada nomor tembak reaksi pun menorehken prestasi gemilang. Dia adalah Anton Septiawan Saputra, dengan poin mengantarkan medali emas ditangannya.  Sementara untuk poin mendapatkan medali perak diraih Atlet asal Kota atas nama Alamat Rosi serta poin untuk Perunggu diraih Eko Djailanto yang juga dari Kota.

“Kami  bersyukur atas prestasi yang telah diraih oleh para atlet kabupaten Sleman, dari 12 medali yang diperebutkan, hanya tiga medali yang lepas,  tiga nomor yang lepas medalinya itu meliputi 10 air pistol mixed team, air rifle tiga posisi beregu dan perorangan,” kata Ketua Pengurus Cabang Olahraga Menembak Kabupaten Sleman Hermawan Budi Sulistyo

Dengan hasil di PORDA XVI 2022 ini, Hermawan berharap para atlet dapat terus berlatih untuk menghadapi event lainnya, baik tingkat regional maupun nasional. (Tri Joko S /KIM Kalasan)




Zero TB Goes to Sleman, Upaya Penanggulangan Kasus TBC di Kabupaten Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat Zero TB menggelar acara Soft Launching Program Zero TB Goes to Sleman pada Senin (5/9/2022) di Kantor Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk mengeliminasi kasus Tubercolosis di Kabupaten Sleman. Gerakan ini sendiri merupakan kolaborasi Pemkab Sleman dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Cahya Purnama, menyampaikan bahwa sebagai daerah dengan penduduk terbesar di DIY, yaitu jiwa (semester I 2021), TBC hingga kini menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan yang masih belum dapat dituntaskan. Tahun 2020-2021 temuan kasus menurun karena pengaruh pandemi COVID-19 yang menyebabkan kegiatan aktif untuk menemukan kasus TBC terkendala. Realisasi penemuan kasus dan pengobatan TBC di Kabupaten Sleman pada tahun 2021 baru mencapai 983 kasus, lebih rendah dari target Kementerian Kesehatan yaitu sebesar 2546 kasus.

Sementara itu, kasus TB kebal obat yang ditemukan pada tahun 2021 sebanyak 22 kasus, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Dengan demikian, perlu inovasi dan strategi baru untuk bisa menjangkau populasi resiko tinggi yang didukung oleh segenap lintas sektor, agar program skrining aktif TBC yang diinisiasi melalui ZeroTB ini dapat dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat, karena kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 17 Kapanewon,

“Zero TB merupakan sebuah inisiatif penanggulangan TB yang berlandaskan pada tiga elemen yaitu penemuan kasus secara aktif, pengobatan yang efektif, dan pencegahan TB pada kontak serumah,” ujar Cahya.

Rina Triasih, Direktur ZeroTB Yogyakarta menyampaikan bahwa program Zero TB ini terlaksana atas berbagai dukungan dari banyak pihak.

“Zero TB Yogyakarta ini adalah suatu kegiatan yang diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), kami bekerja sama dengan Burnet Institute di Melbourne, Australia, dan mendapatkan dukungan dana dari sana, juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta, mengadakan suatu program yang komprehensif, inovatif, dan masif. Jadi pendekatannya tidak hanya menemukan pasien dan mengobatinya sampai sembuh saja, akan tetapi kita juga harus mencegah dan semuanya itu harus dilakukan secara bersama-sama.” tegas Rina Triasih.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Zero TB ini merupakan wujud kesungguhan kita bersama-sama dalam meningkatkan kualitas kehidupan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman.

“Semoga harapan kami  bahwa masyarakat di Kabupaten Sleman mendukung adanya Zero TB ini dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional yang ke- 58  dan semoga dengan adanya rontgen ini dimanfaatkan kepada masyarakat,” kata Kustini. (Rep Ica dan Rima)




Perwosi Sleman Resmi Dilantik

Sleman – Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kapanewon se-Kabupaten Sleman periode 2022-2026 resmi dilantik di Pendopo Parasamya Komplek kantor Bupati Sleman pada Sabtu, (03/09/2022).

Sebanyak 170 orang pengurus Perwosi dari 17 Kapanewon dilantik langsung oleh ketua Perwosi Kabupaten Sleman sekaligus Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo disaksikan oleh pengurus Perwosi Provinsi DIY Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ajeng Adipati Paku Alam (Gusti Putri) dan Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Sri Hapsari Suprobo Dewi.

Dalam sambutannya  Gusti Putri menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus Perwosi Kapanewon se-Kabupaten Sleman periode 2022-2026.

Gusti Putri juga mendorong pengurus Perwosi untuk berperan aktif memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat sebagai upaya bersama mewujudkan masyarakat yang sehat. Selain itu dalam upaya mengatasi Stunting  diharapkan Perwosi dapat ikut berperan dengan menciptakan senam ibu hamil maupun senam untuk anak usia dini.

“Saya juga berharap Perwosi sebagai  pendamping  pemerintah dapat ikut serta membantu mewujudkan cita-cita pembangunan mensejahterakan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya juga menjelaskan bahwa  Perwosi diharapkan bukan hanya memperhatikan olahraga senam saja, tetapi semua cabang olahraga yang ada wanitanya. “Tugas Perwosi hadir untuk  memberikan dorongan serta dukungan,” kata Kustini.

Selain itu Kustini akan menggerakkan Perwosi Kapanewon ini untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional seperti kasti, gobag sodor, egrang, yeye, dakon dan olahraga tradisional lain yang ada di wilayah masing-masing.

Mengakhiri sambutannya Kustini berharap Perwosi Kapanewon dapat menjadi pelopor  menciptakan masyarakat yang sehat, dimulai dari wanitanya.

Usai acara pelantikan dilanjutkan dengan penampilan senam khas Kabupaten Sleman oleh para instruktur senam Kabupaten Sleman. (Resmi W/KIM Depok)