KP-SPAMS Tirto Wening Penen Sleman Pelajari Pengelolaan Air Bersih di Kulon Progo

Sleman – Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) Tirto Wening Penen, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman melakukan kunjungan belajar ke KP-SPAMS Tirto Wening Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo pada Sabtu (24/9/2022).

Kunjungan ini dilakukan sebagai media pembelajaran tentang bagaimana pengembangan dan inovasi yang dilakukan KP-SPAMS Tirto Wening Kemiri.

“Bahwa padukuhan Penen masih banyak sekali potensi yang perlu kami kembangkan, salah satu upaya adalah  dengan belajar. “Mohon maaf, kami mohon ijin untuk inovasi yang ada di sini kami adopsi dan dibawa ke Penen semoga dapat menambah kesejahteraan warga dan masyarakat kami,” jelas Maryanto, Dukuh Penen.

KP-SPAMS Tirto Wening Kemiri sendiri berawal dari pembangunan Pamsimas pada tahun 2017, sebelum dibentuk menjadi KP-SPAMS Tirta Wening Kemiri pada tahun 2018.

“Pada tahun pertama melayani 131 keluarga dan pada tahun keempat sebanyak 322 keluarga di Padukuhan Kemiri 92 keluarga, Rejoso 85 keluarga,  Setan 119 keluarga, Wijilan 24 keluarga  dan Dukuh 2 keluarga,” terang Priyanto, Sekretaris KP-SPAMS Trito Wening Kemiri, di mana masing-masing pelanggan dikenakan biaya abodemen sebesar Rp. , -.

Untuk pemakaian airnya sendiri, lanjut Prayanto, dibagi untuk beberapa bagian, seperti untuk fasilitas umum sebanyak 2000 meter kubik, untuk rumah tangga 2500 meter kubik, dan untuk usaha sebesar 3500 meter kubik.

“KP SPAMS Tirta Wening Kemiri dalam satu bulan mendapatkan pemasukan antara 6 sampai 8 juta,” terang Priyanto lagi.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk biaya operasional seperti perawatan dan perbaikan instalasi, penyusutan, jasa pencatat, penagih, dan pengurus. Selain itu ada juga pemberian hadiah kepada pelanggan sebanyak 50 orang, kontribusi ke kalurahan, RT wilayah kerja, padukuhan, maupun tali asih untuk pelanggan yang sudah meninggal.

Pada tahun 2021, KP-SPAMS Tirta Wening Kemiri juga mendapatkan Hibah Intensif Desa Menuju Air Minum Aman (HID MAMA), yaitu program intensif yang diberikan ke desa yang pengelolaan airnya baik dan sehat. Dengan memanfaatkan dana tersebut, KP-SPAMS Tirta Wening Kemiri kemudian mengembangkan pelayanan berupa penyediaan air minum secara swalayan melalui kran di instalansi pengolahan air, dan ke depannya, juga akan dikembangkan air minum kemasan.

“Untuk mendukung kegiatan ini, KP SPAMS Tirta Wening Kemiri  bekerjasama dengan laboratorium kesda kabupaten Kulonprogo. Kontrak selama 2 tahun dengan rencana anggara sebesar  2 juta, cek lab dilakukan 2 bulan sekali dengan biaya lab Air minum 158 ribu,” papar Priyanto. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Siswa SMP Negeri 2 Tempel Bangun Kedisiplinan dan Kemandirian Melalui Giat Pramuka Blok

Sleman – Salah satu dampak pandemi COVID-19 yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring adalah turunnya semangat belajar para siswa. Selain itu, ada juga kekurangan pendidikan tata krama dan kepribadian dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekolah, akibat terlalu lama sekolah secara daring.

Untuk menyiasati hal tersebut, maka dibutuhkan kegiatan yang sekiranya dapat membangun sikap disiplin dan mandiri, salah satunya adalah kegiatan Pramuka Blok yang digelar oleh SMP Negeri 2 Kapanewon Tempel.

“Kegiatan Pramuka Blok ini cukup strategis sebagai wahana pendidikan dan penanaman karakter disiplin. Kami sampaikan terima kasih kepada para pelatih, anak didik kami mendapatkan pengalaman berharga,” kata Andriani Sapto Rahayu, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum SMP Negeri 2 Tempel saat menerima penyerahan kembali peserta Pramuka Blok pada Sabtu (24/9/2022) di Lapangan Semaba PK Wara Adi Sucipto di Ksatrian Wara, Kaliurang Daerah Istimewa Yogkarta.  

Kegiatan Pramuka Blok sendiri berlangsung selama 3 hari dari Kamis, 22 September 2022 sampai Sabtu, 24 September 2022, dan diikuti oleh 159 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tempel. Para peserta mendapatkan materi yang menuntuk kedisiplinan dan kemandirian. Di antaranya adalah peraturan baris berbaris (PBB), Ibadah, Nilai-nilai Pancasila, Sejarah Perjuangan Bangsa, Tradisi Cinta Tanah Air, Tata Cara Apel, Pengasuhan, Survival Dasar, Wawasan Nusantara, olahraga hingga fun games. 

Kegiatan dibimbing oleh para pelatih profesional yang berasal dari Skadron Pendidikan 105 Semaba PK Wara (Skadik 105 Wara), yakni Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier Wanita Angkatan Udara yang berlokasi di Kaliurang Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Secara umum kegiatan berjalan dengan lancar serta seluruh peserta antusias.  Sekolah berpesan peserta didik bisa menjaga nama baik sekolah, nama baik orang tua, Ambil pelajaran yang diberikan pelatih, terapkan di rumah dan sekolah,” tegas Andriani.

Kegiatan ini sendiri telah mendapatkan dukungan dari para orang tua siswa.

“Berdasar angket, 99% orang tua/wali siswa mendukung penuh kegiatan ini. Seluruh siswa wajib mengikuti dari awal hingga akhir.  Semoga ini bisa menjadi penguatan Pendidikan karakter bagi peserta didik,” papar Adnan Dwi Suryawan, selaku Pembina Pramuka SMP Negeri 2 Tempel. (Edy – Kim KIM Sumber Biwara Moyudan)




Perjuangan dan Pengorbanan PDBI Sleman Menghadapi Porda XVI DIY

Sleman – Sebuah kesuksesan tidak bisa lepas dari kerja keras, komitmen dan pegorbanan serta kerja sama. Hal inilah yang menggambarkan perjuangan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) kabupaten Sleman yang berhasil menggoreskan prestasi pada ajang Porda XVI DIY yang berlangsung pada 1-9 September 2022 lalu. Pada ajang tersebut, PDBI Sleman berhasil meraih 2 medali Emas, 6 Perak, dan 1 Perunggu.

Lasiman, Ketua Bidang Organisasi PDBI Sleman mengatakan bahwa capaian ini mengingatkan dirinya masa kejayaan PDBI Sleman, pada rentang waktu 2009-2014.

“Momentum kemenangan cabang drum band dalam  PORDA XVI 2022 ini mengulang kembali masa kejayaan 2009 sampai 2014 dengan segudang prestasi di tingkat daerah, regional dan bahkan pernah menduduki peringkat 3 nasional dan harapan kami jangan berpuas diri namun harus terus berpacu meraih prestasi,” katanya, Sabtu (24/9/2022).

Sementara itu, Abdul Kadir, Ketua PDBI Sleman menambahkan bahwa keberhasilan yang diraih ini tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak.

“Diantaranya dari Pemda Sleman dengan penyerahan peralatan baru cabor drum band untuk persiapan porda jelang PORDA, selain intensitas latihan,” ungkap Abdul Kadir.

Apa yang diraih oleh PDBI Sleman ini juga menyisakan rasa banggat terhadap para atlet. Salah satunya adalah Nuraeni, salah satu mayoret yang tampil pada ajang Porda kemarin. terima kasih atas segenap bimbingan dan perhatian dari pengurus dan Pemda.

“Terima kasih atas segenap bimbingan dan perhatian dari pengurus dan Pemda,” ujar Nuraeni. (Arief Hartanto)




Pentingnya Kesadaran Bersama untuk Menjaga Ketersediaan Air Bersih

Sleman – Kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam sangat dibutuhkan demi menjaga Indeks Kualitas Air di Kabupaten Sleman. Terlebih Kabupaten Sleman merupakan hulu dari semua sungai yang mengalir di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, pada acara Novena Ketujuh dan Sinodal Kevikepan Yogyakarta Barat di Gereja Katolik Santa Maria Assumpta, Pakem, Minggu (25/9). Adapun tema yang diangkat pada kegiatan kali ini adalah “Kewenangan Negara dan Partisipasi Gereja dalam Merawat Sungai”.

“Saya merasa senang sekaligus mengapresiasi pihak Gereja Katolik Santa Maria Assumpta. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pihak gereja terhadap kelestarian alam, khususnya di wilayah lereng Merapi sebagai hulu sungai di DIY,” kata Danang.

Lebih lanjut Danang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah berupaya guna mengatasi permasalahan kualitas air permukaan dan air tanah di Kabupaten Sleman. Diantaranya melalui program Kali Bersih yang dilakukan setiap tahun di 17 Kapanewon, yang meliputi gerakan

kebersihan sungai, penyisiran sungai, pembinaan dan pemberian bantuan septictank, pembuatan IPAL komunal atau Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat serta merti kali dan festival kali.

“Selain itu Pemkab Sleman juga menggerakan Komunitas Sungai dan pembangunan Sumur Peresapan Air Hujan (SPAH),” jelasnya.

Danang juga menyebut bahwa  Pemkab Sleman terus mengupayakan pengelolaan sumber daya air melalui penanaman pohon, pengelolaan sungai, pengelolaan mata air, pembuatan sumur resapan, pembangunan embung dan pembangunan bendung. Hingga tahun ini, kata Danang, sumber daya air alami yang teridentifikasi ada sejumlah 70 sungai dan 373 mata air. Sedangkan sumber daya air buatan yang terbangun sejumlah 29 embung.

Sementara YB. Sukita Giri dari Komisi Pelestarian Keutuhan Ciptaan (KPKC) Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Pakem  mengatakan kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun sebagai salah satu wujud gerakan pastoral. Guna memperingati Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober mendatang,  tidak kurang dari 1000 bibit pohon yang akan ditanam di daerah hulu di lereng Merapi sebagai daerah penyangga air.

“Ada beberapa jenis pohon, seperti beringin, gayam dan kelapa,” ungkapnya. (Humas Sleman)




161 Anak Sleman Melanjutkan Pendidikan Melalui Beasiswa JPS

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen dalam mengentaskan kemiskinan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. Salah satunya yaitu melalui Jaring Pengaman Sosial, yang meliputi bantuan-bantuan untuk meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluraga Harapan (PKH).

Berbagai program bantuan langsung yang selama ini diberikan oleh Pemkab Sleman dinilai mampu memberikan keringanan bagi masyarakat miskin di Sleman. Namun, program bantuan langsung ini belum bisa mengangkat pemberdayaan masyarakat sehingga penanggulangan kemiskinan hanya berupa program bantuan saja.

Sementara dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan diperlukan upaya yang bersifat sustainability dengan tujuan memutus rantai kemiskinan yang bersifat turunan atau warisan dari keluarga.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang sekaligus Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) Sleman menyampaikan perlu adanya perubahan skema dalam program bantuan bagi masyarakat tidak mampu sehingga dapat mendukung peningkatan pemberdayaan masyarakat khususnya di Sleman.

Gagasan tersebut, kemudian ditindaklanjuti melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten Sleman dengan perguruan tinggi Amikom Yogyakarta untuk memberikan beasiswa kepada anak – anak yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi. Harapannya, anak – anak dari keluarga tidak mampu memiliki kesempatan mendapatkan bekal pengetahuan yang cukup, sehingga dapat memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik.

“Kami melakukan pendataan terhadap, mohon maaf, masyarakat tidak mampu meliputi kondisi yang sekarang, pekerjaan dan jumlah anak beserta pendidikannya. Terdapat anak rentan (miskin) dengan pendidikan lulus SMA/SMK di Sleman. Kemudian kita tawarkanlah program beasiswa JPS melalui pendamping PKH,” jelas Danang saat ditemui dalam kegiatan penggalian potensi mahasiswa jalur beasiswa di Kampus Amikom Yogyakarta, Sabtu (24/9).

Dari proses yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman, saat ini sebanyak 161 anak dari KPM PKH di Sleman telah resmi diterima menjadi mahasiswa perguruan tinggi Amikom Yogyakarta dengan jaminan beasiswa hingga lulus.

Seluruh anak penerima beasiswa tersebut tengah mengikuti kegiatan penggalian potensi mahasiswa khusus jalur beasiswa Pemkab Sleman yang dihadiri secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi para penerima beasiswa.