Pentingnya Data yang Valid untuk Menunjang Kinerja PSM

Sleman – Untuk meningkatkan kemampuan dan peran pekerja sosial dalam kiprahnya di masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Pembina Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menggelar Pembinaan PSM se-Kapanewon Godean di Aula Kapanewon Godean, Selasa (27/9/2022). PSM sendiri adalah warga masyarakat yang secara sukarela mengabdi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Dalam Permensos 10 Tahun 2019 disebutkan bahwa PSM yang merupakan relawan sosial sebagai salah satu sumber daya manusia penyelenggara kesejahteraan sosial mempunyai kesempatan untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

”Salah satu tugas dari PMS yang ada di setiap desa adalah untuk membantu  pendataan dan pemutakhiran data PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) dan dalam tugasnya dengan fasilitasi dari Pemerintah Desa,” terang Wahyudin Hadi, Sub-Koordinator Kelompok Substansi Kelembagaan Sosial Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman

Sementara Panewu Godean Ihsan Waluyo menyampaikan bahwa tugas PSM membutuhkan data yang valid.

“Data yang valid menjadi hal yang penting, karena dari data ini menjadi dasar dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang menerima dan ini bisa menjadi hal yang sensitif di tengah masyarakat jika ternyata data tidak bisa mencerminkan siapa yang layak untuk mendapatkan dan bantuan bisa transparan dan diterima yang berhak menerima ,” ujarnya.

Salah satu kebutuhan data yang valid adalah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat, terutama yang miskin dan rentan. Waluyo, Pembina PSM Godean mengatakan bahwa Sleman sendiri saat ini telah terdepan dalam penyaluran bantuan sosial.

“Hal ini bisa dilihat begitu ada data masuk kemudian diverifikasi dan layak mendapatkan maka langsung direalisasikan tanpa antri,” ujar Waluyo.

Harjito, salah satu penggiat PSM menambahkan bahwa salah satu yang bisa dilakukan untuk memastikan data terus diperbaharui adalah dengan bantuan TPS Kalurahan, di mana TPS tersebut harus senantiasa melakukan update data melalui rembug  bersama dengan RT, RW, Dukuh dan musyawarah dusun untuk mendapatakan data yang valid. (Arief Hartanto)




Dinas Pariwisata Sleman Gelar Pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran bagi Pengelola Destinasi dan Desa Wisata di Sleman

Sleman – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran bagi 40 orang pengelola destinasi dan desa wisata di wilayah Kabupaten Sleman selama tiga hari berturut-turut mulai Senin (26/9/2022) hingga Rabu (28/9/2022) di Hotel Innside Yogyakarta. Selain pelatihan di dalam kelas juga dijadwalkan outing class ke Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu Jawa Tengah pada Kamis 29 September 2022.

Ishadi Zayid, Kepala Dinas Pariwisata Sleman menuturkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan sikap kerja SDM pengelola destinasi wisata dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisatanya masing-masing.

“Dengan pelatihan ini diharapkan pengelola destinasi/desa wisata dapat memberikan layanan prima kepada wisatawan,” ujar Ishadi.

Lebih lanjut Ishadi menambahkan bahwa pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran terdiri dari beberapa materi keterampilan diantaranya branding, pemasaran, dan penjualan destinasi wisata baik secara konvensional maupun secara digital. Pelatihan ini menggunakan pembiayaan dari anggaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman tahun anggaran 2022.

“Rangkaian pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya pengelola destinasi wisata dalam pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Sleman,” imbuhnya.

Hari pertama pelatihan peserta mendapatkan materi “Pengetahuan Trend, Analisis Potensi Permasalahan, Tantangan Daya Tarik Destinasi Wisata di Kabupaten Sleman” oleh Ike Janita Dewi, S.E., MBA, Ph.D,  dan “Strategi Pemasaran Destinasi Wisata” oleh Dr. Ayu Helena Cornelia.

Materi pada hari kedua “Sosialisasi dan Praktek Aplikasi Visiting Jogja” oleh LS Don Charles dari Dinas Pariwisata DIY berkolaborasi dengan Muhammad Nurdin dari PT Integra, “Teknik Penulisan Konten Website dan Media Sosial” oleh Agung Purwandono, dan “Teknik Dasar Foto dan Video” oleh Nanang Febriyanto dari SKH Radar Jogja.

Pada hari ketiga dengan materi “Pemasaran Digital” oleh Artin Wuriyani, ., “Pemasaran dalam Pembangunan Kepariwisataan” oleh Edwin Hendra Kusuma dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), dan  “Strategi Tata Kelola Destinasi Pariwisata yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing“ oleh Jajang Sukendar.

Melengkapi materi-materi secara klasikan pada hari Kamis 29 September 2022, seluruh peserta diajak untuk melakukan visitasi ke Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Harapannya dengan melihat dan mengamati secara langsung pengelolaan terkait Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran di Rumah Atsiri Indonesia para peserta dapat dapat mengimplementasikan dan memodifikasi sesuai dengan kondisi dan “local wisdom” yang ada di destinasi wisata masing-masing.




300 Lansia Siswa Sekolah BKL se-DIY Diwisuda

Sleman – Sebanyak 300 lansia siswa Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) se-DIY jalani prosesi wisuda di Hotel Abadi Yogyakarta, pada Selasa (27/9/2022). Acara yang diselenggarakan oleh BKKBN DIY tersebut diikuti oleh siswa-siswi tahun ajaran 2022 yang berasal dari 6 BKL di DIY. Tiga BKL wisuda Standar 3 (S3) yaitu BKL Husnul Khatimah Kabupaten Bantul, BKL Manunggal Asih Kabupaten Gunung Kidul, dan BKL Melati, Dayakan Kulon Progo. Adapun tiga lainnya yaitu BKL Mekar Indah Kulon Progo, BKL Delima 123 Kota Yogyakarta, dan BKL Mugi Waras Sumbersari, Moyudan, Sleman wisuda Standar 1 (S1).

Ketua penyelenggara yang juga Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN DIY, Witriastuti Suseni Anggraeni mengatakan bahwa tujuan diadakannya sekolah lansia adalah untuk mewujudkan lansia tangguh yang aktif, sehat, mandiri, dan tetap produktif dengan penerapan 7 dimensi lansia tangguh.

“Dalam melaksanakan kegiatan sekolah lansia ini, BKKBN DIY menggandeng mitra kerja yaitu IRL (Indonesia Ramah Lansia) yang selalu mendampingi para lansia membantu meningkatkan pengetahuannya,” paparnya.

Direktur IRL Dwi Endah menuturkan bahwa setelah mengikuti sekolah lansia, 96 persen siswa memiliki pengetahuan yang baik dan 98 persen berperilaku lansia tangguh, sesuai dengan penerapan 7 dimensi lansia tangguh yang juga termasuk materi yang diajarkan.

Ia menambahkan bahwa dampak adanya sekolah lansia adalah 100% para siswa lansia tersebut meningkat kebahagiaannya. “Sebanyak 92% merasa  bahagia, dan 68% sangat bahagia,” katanya.

Kepala DP3AP2 (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk) DIY, Erlina Hidayati mengatakan bahwa untuk mewujudkan lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, LSM, akademisi, dinas terkait, keluarga, dan lansia itu sendiri.

Sementara itu, Deputi Bidang Kesejahteraan Keluarga dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI, Nopian Andusta mengucapkan selamat kepada wisudawan-wisudawati SL BKL DIY. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkomitmen melaksanakan progra-program untuk mensejahterakan lansia. “Sesuai yang telah diamanatkan Presiden RI dan telah tertuang dalan undang-undang,” ujar Nopian. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).




Dukcapil Sleman Jemput Bola Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman menggelar Layanan Jemput Bola Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (27/09/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2022 tentang Standar dan Spesifikasi Perangkat Keras, Perangkat Lunak, dan Blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik Serta Penyelenggaraan Identitas Kependudukan Digital.

Dalam Pasal 1 peraturan tersebut dijelaskan bahwa identitas kependudukan digital adalah informasi elektronik yang digunakan untuk merepresentasikan dokumen kependudukan dan data balikan dalam aplikasi digital melalui gawai yang menampilkan daya pribadi sebagai identitas yang bersangkutan.

Kepala Disdukcapil Sleman, Susmiarto menyatakan bahwa pelayanan jemput bola aktivasi identitas digital ini dimulai dari pegawai Disdukcapil terlebih dahulu dan dilanjutkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap mulai dari bulan September yang selanjutnya pada tahun 2023 ditargetkan kepada masyarakat. Selain di lingkungan pemerintah daerah, layanan ini juga dibuka di seluruh kapanewon.

Layanan aktivasi identitas kependudukan ini merupakan salah satu upaya Disdukcapil untuk mempercepat akses layanan publik. “Tujuan dari implementasi ini arahnya memang ke arah digitalisasi yang mempercepat akses layanan publik,” ungkap Endang Multasih selaku Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sleman.

Endang menambahkan bahwa dengan adanya aplikasi Identitas Kependudukan Digital ini dapat mempermudah masyarakat karena semua dokumen sudah dapat diakses secara digital melalui gawai dengan barcode. (Rep Dian/Foto Nesya)




Pentingnya Edukasi Cara Mengonsumsi Makanan dan Penggunaan Obat untuk Kesehatan Masyarakat

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Seminar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan dan Penggunaan Obat pada Senin (26/09/2022) di Hotel Alana, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Seminar ini dihadiri oleh 100 peserta yang berasal dari pengurus dan anggota Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman, Ketua TP PKK Kalurahan se-Kabupaten Sleman, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lintas sektoral di Kabupaten Sleman.

Seminar ini menghadirkan beberapa pemateri, yakni Dokter Tunggul Wibowo, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Apoteker Chrisna Wardhani dari Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan pemateri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam seminar ini terdapat pemaparan materi mengenai kewaspadaan pangan dan bahan berbahaya pada pangan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, penggunaan dan penyimpanan obat yang tepat dan aman di rumah tangga dengan Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) oleh IAI, dan lima kunci keamanan pangan di skala rumah tangga oleh BPOM.

Tunggul Wibowo mengatakan bahwa seminar ini diadakan guna memberikan informasi dan edukasi terhadap masyarakat Kabupaten Sleman mengenai cara konsumsi makanan yang aman dan penggunaan obat yang tepat agar angka keracunan dan penyakit yang timbul dari konsumsi makanan yang tercemar dapat dituntaskan.

Hal itu penting dilakukan karena terdapat lebih dari 200 penyakit yang telah timbul karena konsumsi makanan yang tercemar.

“Dengan adanya seminar ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengharapkan masyarakat, khususnya ibu-ibu, dapat semakin teredukasi dan efek negatif dari konsumsi makanan serta penggunaan obat yang belum tepat dapat semakin berkurang,” ungkap Tunggul. (Rep Nesya)